
Setelah mengantar Yana pulang,Willy mendatangi rumah bundanya Melati. Ia ingin memastikan apakah benar Melati telah menikah dengan Rangga.
"Aku ingin pastikan apa memang benar Melati telah menikah dengan Rangga. Mengapa ia begitu cepatnya menikah lagi. Aku masih berharap akan rujuk lagi dengan kamu, Mel. Semenjak kita pisah, bukannya aku tak mau bertemu dengan Nabila,aku tidak mau menemui anakku karena aku belum sanggup bertemu kamu,terus terang aku belum bisa melupakan kamu. Walau aku juga mencintai Yana, tapi tidak sebesar cintaku padamu. Aku menyesal, sangat menyesal mengapa kita sampai berpisah.. apakah aku masih bisa merebut hatimu lagi, Mel"
Willy menghentikan mobilnya bertepatan dengan Rangga yang akan menutup pintu rumah. Rangga melihat Willy, mengurungkan niatnya menutup pintu.Ia berjalan keluar rumah, menemui Willy.
"Mau apa kamu kesini"
"Ini bukan rumahmu, mengapa kamu bertanya begitu"
"Tapi ini rumah istriku"
"Aku tak percaya kamu telah menikah.. kamu hanya bertamu ajakan.. "
"Jadi.. kamu datang untuk memastikan apa aku benar telah menikah dengan Melati "ucap Rangga dengan senyum smirk nya.
"Aku ingin bertemu Nabila.. "
"Baik.. tunggu sebentar, Nabila lagi dirumah mami. Aku akan menjemputnya. Aku pamit dulu dengan Melati"
Ketika Rangga ingin melangkah masuk, Melati keluar dari rumah,ia tak melihat Willy yang telah duduk di kursi teras.
"Ngga.. ngapain. Lama banget sih tutup pintunya"ucap Melati sambil memeluk pinggang Rangga.
Melati yang hanya memakai baju dengan tali spageti dan panjangnya hanya menutupi separuh pahanya, tampak sangat seksi.Ditambah rambut yang masih basah.
(kira kira seperti visual lah penampilan Melati)
Willy memandangi tubuh mulus Melati tanpa kedip. Rangga yang melihat itu jadi tersenyum. Ia ingin membuat Willy makin cemburu.
"Sayang.. rambutnya belum dikeringkan ya,maaf ada tamu. Mari aku keringkan dulu, lihat punggungnya jadi basahkan"ucap Rangga mengusap punggung Melati, ia lakukan untuk membuat Willy makin marah.
Melati lalu memandang kebelakang, tampak Willy yang memandanginya.
"Aku nggak tahu ada tamu, aku ganti baju dulu"ucap Melati berlari masuk ke rumah.
"Maaf.. aku tinggal dulu. Aku mau keringkan rambut Melati ,aku harap kamu nggak keberatan menunggu. Melati itu kebiasaan, kalau habis keramas nggak keringkan rambut"gumamnya sambil masuk rumah.
"Aku yang lebih dulu menikmati tubuh Melati, kamu jangan sombong Rangga. Kamu hanya dapat bekas aku. Tapi Melati tampak tambah cantik saja.. aku tak pernah melihat ia secantik dan seseksi tadi..atau aku yang selama hidup dengannya tidak memperhatikan kecantikannya. Melati ,kamu cantik banget.. tidak tampak jika ia ibu dengan anak satu, masih seperti remaja. "
Melati dan Rangga keluar bersamaan. Melati meletakan minum dan camilan di meja.
"Mas mau bertemu Nabila.. sebentar aku jemput ya.. "ucap Melati
"Rangga yang mau jemput tadi, kamu duduk saja"ujar Willy
"Biar aku aja mas. Rangga yang temani kamu sebentar. Ngga.. aku jemput Nabila dulu ya.. "
"Hati hati..."ucap Rangga dan mengecup bibir Melati. Melati jadi malu karena Rangga melakukan itu didepan Willy.
Melati berjalan dengan langkah cepat, ia tak ingin membuat Willy lama menunggu. Karena ia takut Willy dan Rangga berdebat.
"Mengapa memandangi aku seperti itu.. "ucap Rangga melihat Willy yang menatapnya.
"Kamu mencintai Melati dengan tulus,atau hanya sekadar hanya untuk penyaluran nafsumu saja. "
__ADS_1
"Mengapa kamu tanyakan itu.. kamu bukan siapa siapa Melati lagi"
"Aku ini ayah anaknya.. "
"Tapi bukan ayah Melati, jadi kamu tak berhak bertanya begitu"
"Aku takut kamu hanya ingin mempermainkan Melati"
"Kamu pikir aku ini seorang pecundang sepertimu. Walau usia aku lebih muda dari kamu, aku tahu mana kewajiban aku sebagai suami, Aku akan selalu berusaha membuat istri dan anakku selalu bahagia bersamaku.Aku tak akan meninggalkan istriku demi wanita lain. Karena jika kita mencari yang sempurna tak akan pernah kita dapat, cukup kita mensyukuri dan menerima orang yang berada disamping kita. "
"Nabila anakku,bukan anakmu"
"Dan juga anak istriku.. semua yang dimiliki istriku juga aku anggap milikku, aku akan melindungi semua milik istriku"
Melati yang melihat Rangga dan Willy berdebat mempercepat langkahnya. Begitu sampai diteras rumahnya Nabila langsung minta gendong dengan Rangga.
"Papi... "ucap Nabila minta gendong.
Rangga mengambil Nabila dari gendongan Melati dan meletakkan Nabila dipahanya.
"Nabila.. sini sama ayah"ucap Willy mendekati, ingin menggendong Nabila.
Nabila langsung menangis dan memeluk Rangga erat.
"Tak mau papi.. "ucapnya memeluk leher Rangga dengan kedua tangannya.
"Sayang... itu ayah Nabila. Nggak boleh begitu ya nak. Ayah sudah datang jauh jauh, ingin melihat Nabila. Mau ya digendong ayah"rayu Melati
"Tak mau... "ucap Nabila makin erat memeluk Rangga.
"Apa yang kalian katakan dan lakukan sehingga ia takut dan tak mau denganku lagi"
"Apa maksud perkataan mas.. "
"Kamu jangan mencari masalah Willy. Kamu yang salah, jangan menuduh orang saja bisanya. Di mana kamu selama ini, sejak ia lahir kamu hanya sibuk bolak balik ke rumah istri mudamu. Dan saat sudah berpisah, kamu tak ada niat melihatnya sedikit pun.. kamu sibuk juga dengan istri mu yang lain. Jika ia takut dan tak mengenalimu itu wajar. Karena ia tak pernah melihat wajahmu.Harus berapa kali aku mengulang perkataan aku, agar kamu mengerti"ucap Rangga emosi.
Melati lalu memeluk lengan Rangga, ia tak mau Rangga makin emosi. Karena ia takut Nabila akan takut nanti.
"Ngga.. jangan emosi. Nanti Nabila takut"bisiknya.
Rangga langsung mengusap punggung Nabila agar ia merasa nyaman dan tidak takut mendengar suaranya yang tadi emosi.
"Aku tak mau menemui Melati dan Nabila karena aku belum bisa melupakan Melati. Aku takut nanti aku melakukan kekhilafan jika bertemu dengannya. Karena bagiku ia tetap istri yang nomor satu dihatiku. Aku belum bisa ikhlas melepaskannya sampai detik ini. Dan aku masih berharap kami akan bersama lagi suatu saat nanti "ucap Willy.
Mendengar ucapan Willy, Rangga jadi makin emosi. Ia meletakan Nabila ke pangkuan Melati. Rangga berdiri dan mendekat kearah Willy, lalu ia langsung meninju wajah Willy.
"Jaga ucapanmu. Kamu tak berhak mengharapkan Melati lagi. Mengapa dulu kamu menyiakan dirinya, mengapa kamu lukai hati dan perasaannya. Mengapa kamu selalu membiarkan air matanya menetes, jadi jangan salahkan jika saat ini ada lelaki lain yang menghapus air matanya. Jangan pernah terbersit dihatimu, untuk kembali. Karena aku tak akan melepaskan Melati lagi.. sekali aku genggam tak akan mudah aku melepasknnya. Bukan kah ini salah lu sendiri yang meninggalkan berlian demi sebongkah batu yang hanya bersinar sesaat "ucap Rangga yang ingin kembali meninju rahang Willy tapi diurungkan mendengar tangisan Nabila.
"Papii... "panggil Nabila sambil menangis. Rangga lalu menjauh dari Willy dan menggendong Nabila kembali.
"Ngga... sudah Ngga, jangan lakukan itu lagi"
"Mengapa sayang.. kamu jangan takut, papi nggak apa apa.. "ucap Rangga sambil memeluk dan mencium Nabila
"Papiii... "ucapnya sambil menciumi wajah Rangga.
Willy melihat itu dengan hati yang sedih.
__ADS_1
"Nabila.. ini ayah. Mengapa kamu lebih menyayangi lelaki itu nak. Ayah akan berusaha merebut hati kamu dan bunda lagi. Ayah benar benar menyesal melepaskan kalian... "
"Mas.. sepertinya Nabila belum terbiasa. Mas bisa datang besok lagi. Sekarang sebaiknya mas pulang dulu. Nabila sepertinya ketakutan"
"Bukan aku yang membuat ia ketakutan, tapi suami preman mu itu"sinis Willy
"Apa kamu bilang... "
"Ngga.. aku mohon, tahan emosimu"ucap Melati mengusap lengan Rangga.
"Hanya preman yang suka kekerasan "
"Kamu pantas mendapatkannya... "
"Mas.. aku mohon kembalilah. Sepertinya ini bukan waktu yang tepat buat kamu bertemu Nabila "
"Aku akan kembali besok. Bilang dengan suami kamu, aku berhak bertemu Nabila. Atau jika ia tak mau melihat wajahku, biar kamu dan Nabila aja yang bertemu denganku"
"Kamu mau mati.. jangan pernah kamu temui Melati tanpa aku"
"Mas.. sudahlah. Aku ini sudah istrinya Rangga. Aku tak bisa bertemu lelaki manapun tanpa izin suamiku.. jika mas ingin bertemu Nabila, berarti pasti ada Rangga. Aku mohon pada mas.. jangan memancing emosi Rangga"
"Suami kamu masih anak anak. Belum bisa mengendalikan emosinya. Bagaimana bisa ia menjadi ayah yang baik buat Nabila"
"Kamu jangan banyak omong Willy.. aku tidak takut membunuhmu"
"Ngga.. sudah lah..Mas pergilah..."ucap Melati dengan menangis
"Papii... tak boleh marah marah. Bunda jadi takut"ucap Nabila cadel dan terbata bata
"Aku tak takut denganmu.. jika aku tadi tak melawan, karena aku tak mau terlihat buruk di mata Nabila. Permisi... "ujar Willy sebelum masuk mobilnya.
Setelah Willy pergi, Rangga membawa Nabila dan Melati masuk.
"Sayang.. maafin aku.. aku terlalu emosi mendengar Willy mengatakan jika ia masih menginginkan kamu"ucap Rangga sambil membawa Melati ke dalam pelukannya.
"Ngga.. aku tak mau kamu memukulnya aku takut mas Willy nanti memperkarakan kamu.. aku tak mau kamu masuk penjara."ucap Melati terisak menahan tangisnya.
"Jangan menangis sayang.. aku tak akan masuk penjara.. aku tak akan meninggalkan kamu"ucap Rangga membawa kepala Melati ke dadanya.
"Ngga... semua yang ada padamu begitu sempurna, kamu lelaki baik, penyayang dan juga perhatian. Tapi kamu tak bisa mengendalikan emosimu.. ... "
"Bunda kenapa, papi"
"Bunda Nabila ini cengeng... Nabila nggak boleh kayak bunda ya. Nabila harus berani dan kuat '
"Iya papi.. "
Melati masih menangis di dada Rangga. Ia lalu mengusap punggung Melati dan mengecup pucuk kepala Melati.
"Melati aku tak akan membiarkan Willy merebut kamu dan Nabila. Apa pun akan aku lakukan untuk mempertahankan kamu. Aku sangat mecintai dan menyayangi kamu serta Nabila"
******************
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini
__ADS_1