Sahabatku Maduku

Sahabatku Maduku
kebahagiaan dan keraguan


__ADS_3

setelah melepas rindu di luar rumah,Laras mengajak Permana masuk dalam rumahnya,sedangkan Hera yang berada dalam ruang tamu merapikan barang laundry,langsung pamit,


"ras,aku keluar dulu yah" ucap Hera yang hendak akan keluar


"itu siapa sayang"? tanya Permana ke Laras,


"owh,itu Teman Laras mas,her,sini deh!"ucapnya ke Hera,


Hera yang tadinya akan pulang langsung melangkah ke dekat sofa,


"her,kenalin mas Permana,dan mas, ini Hera teman aku" ucap Laras memperkenalkan temannya,


Permana pun mengulurkan tangannya,dan Hera menyambut tangan kekasih sahabatnya itu,setelah acara perkenalan selesai,Hera pamit ke Laras,


"kalau gitu aku duluan yah ras,pak Permana" ucap Hera menunduk di depan Permana,Hera tidak memanggil Permana dengan sebutan mas,karena takutnya itu hanya panggilan Laras untuknya,


Permana hanya tersenyum,melihat Hera keluar dari rumah itu,kemudian dia pun kembali duduk di sofa rumah Laras,sedangkan Laras menuju dapur untuk membuat air panas dan mengambil cemilan yang kemarin dibuatnya bersama Laras,setelah selesai,dia kembali ke ruang tamu menemui sang kekasih yang sudah lama meninggalkannya,di ruang tamu Permana tengah asyik memainkan handphonenya yang tidak pernah terlepas dari tangan,sampai-sampai Laras duduk di dekatnya tidak disadarinya,


"mas" ucap Laras


"yah" balas Permana kaget,dan dia langsung menyimpan benda pipih yang dipegangnya tadi di saku celananya,


"kamu kenapa sih mas,dari tadi handphonenya trus yang diperhatikan,sampai-sampai aku duduk,tidak disadari" ucap Laras kesal,


Permana menetralkan pikiran dan perasaannya,


"aku ngga kenapa-kenapa sayang" ucapnya dengan merangkul bahu Laras,sedangkan Laras entah kenapa dengan tingkah Permana barusan merasa risih,tapi karena rindu dan cinta sekejap dia melupakan pikirannya itu,tapi dia hanya menatap kekasihnya itu,dan Permana yang diperhatikan langsung berkata,

__ADS_1


"kamu yang kenapa-kenapa,kok diam,ngga rindu yah sama aku" ucap Permana melepas tangannya di bahu Laras dan kembali duduk menghadap depan meja,


"hmhm,ngambek deh,aku tuh rindu mas,rindu banget" ucap Laras memeluk lengan kekasihnya,


Permana pun tersenyum,dan memegang bahu Laras dan mereka kini berhadapan,


"sayang,benar kamu cinta sama aku" ucap Permana serius,


"ya iyalah mas,ngapain aku nungguin kamu,kalau ngga cinta" ucap Laras


"benar kamu nungguin aku yah,ngga bohong kan" ucap Permana


sedangkan Laras yang ditanya begitu langsung memukul lengan Permana,


"mas,ngga percaya sama aku,dengerin yah mas,semenjak mas pergi ninggalin aku,dan pergi berapa tahun tanpa kabar,aku tuh nungguin mas karena hati aku yakin,kalau cinta mas itu buat aku,apalagi sebelum mas pergi,mas pernah janji akan kembali untuk nikahin aku,emang itu yang dibilang ngga setia" kata Laras,


"mas,ihh,sakit tau" ucap Laras manja


"tapi mas,ngga lupa dengan janji mas kan,untuk itu" kata Laras


sedangkan Permana yang sejenak melupakan kekasih diseberang sana,langsung menggenggam tangan Laras dan berkata


"janji mas,untuk nikahin kamu,iya kan" ucapnya ke Laras


"iya mas," ucap Laras


"sayang,aku itu cinta sama kamu,dan mas kembali kesini yah,ingin mewujudkan keinginan kamu itu" kata Permana,

__ADS_1


"keinginan aku,emang bukan keinginan mas?"tanya Laras selidik


"eh,keinginan aku juga sayang" ucapnya terbata,


"mas,aku mau tanya sesuatu sama mas?" tanya Laras yang masih berhadapan dengan Permana


"tanya apa sayang,hmhm" ucap Permana


"selama mas disana,emang mas ngga pernah dekat sama cewek sama sekali,bahkan sampai berpacaran gitu" ucap Laras serius kepada Permana,


jangan ditanya ekspresi wajah permana dengan satu pertanyaan itu,dia berusaha menormalkan pikiran dan ekspresinya,


"maksud kamu apa sayang,hmhm" ucap Permana


"ngga bermaksud apa-apa sih mas,cuma kalau mas memang dekat dengan seorang wanita disana,dan bahkan memang menyukai dan mencintai wanita itu,apa salahnya jujur sama aku" kata Laras,


"artinya,kamu ngga percaya sama mas,selama mas disana" ucapnya dengan menaikkan suaranya,


"eh,bukan gitu mas,maaf kalau aku salah ucap,aku cuma mau mastiin perasaan mas,sebelum kita melangkah lebih jauh lagi,aku ngga mau mas menyakiti hati dan perasaan sesama wanita" kata Laras


"kalau kamu berkata seperti itu,artinya kamu ragu sama perasaan dan cinta mas,perlu kamu tahu,ngapain mas bela-belain kembali ke sini,kalau bukan karena kamu,kalau bukan ingin mewujudkan keinginan kamu" kata Permana agak marah


"Laras minta maaf mas,karena setau aku,laki-laki mana ada yang tahan berjauhan dengan kekasihnya,apalagi sama sekali tidak ada komunikasi sama sekali pun selama hampir 2 tahun,Laras sih ngga apa-apa mas,kalau mas memang memiliki wanita disana,dan lebih memilihnya di banding dengan aku,sebelum kita terikat dengan pernikahan" kata Laras,


sedangkan Permana yang mendengar perkataan itu,langsung teringat dengan Katie,kekasih yang ditinggalkan disana,tapi dia juga merasa kasihan dengan Laras yang masih setia menunggunya,bahkan masih mengingat janji untuk menikahinya,akhirnya dia pun mengambil langkah,


"udah yah,jangan bahas begituan lagi,mas cinta sama kamu,mas akan menikahi kamu sesuai janji mas dulu" kata Permana menarik Laras masuk dalam pelukannya

__ADS_1


Laras tersenyum mendengar ucapan Permana dan membalas pelukan permana,dia merasa bahagia,tapi entah kenapa perasaannya masih ragu,tapi dia melawan dengan kata cinta dan kesetiaan.


__ADS_2