Sahabatku Maduku

Sahabatku Maduku
BAB 50


__ADS_3

Satu orang yang tidak bahagia melihat pernikahan ini adalah Damar dan Risa.


Mereka berdua tidak bahagia dengan alasan yang berbeda. Jika Damar merasa menyesal karena sudah melepas seorang Riana demi Risa yang sudah mengkhianatinya.


Sedangkan Risa dia merasa kalah karena kini Riana malah mendapatkan pengganti yang lebih kaya dari Damar, dia merasa sia - dia sudah merebut Damar dari Riana. Dia pikir Riana akan menderita setelah Damar meninggalkannya.


Damar dan Risa memang datang ke acara pernikahan Riana karena Damar dapat undangan dari kantor. Sebenarnya dia malu untuk keluar rumah karena video saat dia memergoki Risa berselingkuh menjadi viral. Padahal wajah Damar tidak terlihat yang sangat terlihat adalah wajah Risa.


Tadinya Damar akan pergi sendiri ke acara pernikahan Riana, tapi Risa merengek minta di ajak ke acara ini, mau gak mau Damar pun membawa Risa bersamanya.


Risa seolah tidak merasa bersalah sama sekali, dia terlihat biasa saja, padahal banyak orang yang menatap dirinya dengan tatapan sinis.


Di depan sana Iqbal sudah duduk di hadapan pak Raka. Dia akan mengucapkan ijab qobul dengan Pak Raka.


"Mas Iqbal sudah siap? Apa bisa kita mulai sekarang?" tanya penghulu.


Iqbal sangat gugup saat ini, Riana yang duduk di sampingnya juga gugup.


"Iya pak sudah." ucap Iqbal.


"Baik, mari bersalaman dengan Pak Raka. Beliau yang akan menikahkan mas Iqbal, silahkan pak bisa di mulai." ucap penghulu.


"Bismillah, Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Iqbal Bagaskara bin Bagaskara dengan putri kandung saya yang bernama Riana Prameswari binti Raka Permana dengan mas kawin seperangkat alat shalat dan uang tunai sebesar seratus juta rupiah di bayar tunai." ucap pak Raka.


"Saya terima nikah dan kawinnya Riana Prameswari binti Raka Permana dengan mas kawin tersebut di bayar tunai." ucap Iqbal dengan satu tarikan nafas.


"Sah?" tanya pak penghulu.


Semua saksi dan tamu undangan berseru


"Sah... "


"Alhamdulillah." ucap semua orang


Kemudian penghulu mulai berdoa untuk kedua mempelai, Iqbal dan Riana sudah merasa lega karena akhirnya mereka sah menjadi pasangan suami istri.


Mereka kemudian tukar cincin, Riana mencium tangan suaminya untuk pertama kali. Dan Iqbal mencium kening Riana.


Bu Kartika yang melihat itu meneteskan air mata karena terharu. Pak Bagaskara pun begitu. Riana dan Iqbal berfoto dengan buku nikahnya untuk mengabadikan momen bersejarah ini.

__ADS_1


Kiara pun ikut berfoto di tengah papah dan mamanya. Kiara merasa senang karena Riana sudah menjadi ibunya.


Riana dan Iqbal mencium tangan orang tua mereka. Riana sampai menangis saat dia mencium tangan papahnya.


"Papah doain semoga ini adalah pernikahan kamu yang terakhir ya nak, kamu harus nurut apa kata suamimu. Jika dia menyakitimu kamu tahu harus pulang kemana." ucap pak Raka.


"Iya Pah, makasih ya sudah menjagaku selama ini, aku sayang papah." ucap Riana yang langsung memeluk pak Raka.


Kini giliran Iqbal yang mencium tangan Pak Raka.


"Nak Iqbal papah serahkan tanggung jawab papah ke kamu, jaga dan bimbing Riana, jika dia berbuat yang melenceng jangan gunakan tanganmu untuk menegurnya, tapi tegur dengan kata - kata yang baik. Jika kamu sudah tidak mencintainya lagi, tolong kembalikan dia ke papah dengan baik - baik." ucap pak Raka


"Terima kasih Pah, sudah percaya dengan aku, aku pasti akan menjaga dan membimbing Riana." ucap Iqbal.


Acara ijab qobul sudah selesai para tamu sedang menikmati hidangan yang telah di sediakan.


Kini acara selanjutnya adalah resepsi pernikahannya. Untuk Riana dan Iqbal kini sedang berganti pakaian untuk melanjutkan acara selanjutnya.


Acara resepsi di meriahkan oleh penyanyi papan atas di negeri ini. Saat Riana dan Iqbal memasuki ballroom dan duduk di pelaminan semua mata mengarah ke mereka berdua.


Iqbal yang sangat tampan memakai pakaian Yang serasi dengan gaun pengantin Riana. Riana tampak sangat cantik memakai gaun pengantin pilihan dari mertuanya, di padukan dengan perhiasan yang di beli oleh mertuanya itu.


"Mas juga cakep banget mirip Lee min hoo." ucap Riana.


"Siapa dia? Apa mantan kamu?" ucap Iqbal.


Astaga artis besar sekelas Lee min hoo Iqbal gak tahu. Ini orang habis semedi di mana sih. Pikir Riana.


"Iya mantan aku, mantan terindah yang hanya hadir dalam mimpi saja." ucap Riana.


"Benarkah? Lebih tampan dia apa aku?" ucap Iqbal.


"Ya dia lah mas, nanti mas cari sendiri di google ya, malas aku jelasin." ucap Riana jutek.


Iqbal merasa bingung karena tiba - tiba saja Riana menjadi jutek gitu, memang apa salah Iqbal?.


Sesi foto - foto telah berakhir sekarang para tamu undangan satu per satu naik ke pelaminan untuk mengucapkan selamat.


Banyak sekali teman dan kolega bisnis dari Iqbal dan keluarganya. Dan hanya beberapa saja teman dari Riana.

__ADS_1


Terlihat Damar dan Risa ikut berbaris untuk mengucapkan selamat atas pernikahan Riana dan Iqbal.


Saat Damar ada di hadapan Riana. Dia langsung menyalami Riana.


"Selamat ya Ri, semoga pernikahanmu sakinah mawadah warahmah, aku berdoa semoga kamu selalu di beri kebahagiaan." ucap Damar tulus


"Terima kasih mas." ucap Riana.


Kini giliran Risa yang bersalaman dengan Riana.


"Selamat ya Ri, udah dapat tangkapan yang lebih besar dari yang dulu, kamu hebat." ucap Risa sinis


Riana hanya diam saja karena dia tidak mau merusak acaranya.


Satu persatu tamu undangan mulai pulang ke rumah masing - masing, di ballroom tinggal teman dekat dan keluarga besar dari Riana dan Iqbal.


"Sayang capek Gak? Kita istirahat di kamar saja yuk." ucap Iqbal.


"Nanti saja mas, ini kan belum selesai, nanti apa kata orang jika pengantinnya sudah gak ada di sini." ucap Riana.


Iqbal hanya bisa pasrah karena sebenarnya saat ini dia ingin berduaan dengan istrinya itu.


Iqbal menunggu hingga acara benar - benar selesai. Saat ini Iqbal dan Riana sedang berbincang dengan teman dari Iqbal.


"Wah akhirnya kamu melepas status duda kamu ya Bal?" ucap Temannya itu.


"Iya lah, kamu kapan masa jomblo sampai sekarang." ucap Iqbal.


"Hahahaha.. Aku masih ingin bertualang, kayak kamu gak tahu aku saja. Aku tidak akan puas hanya dengan satu wanita." ucap temannya itu.


"Dasar kamu ini." ucap Iqbal.


"Mas, aku ke kamar dulu ya capek mau istirahat, tamunya tinggal sedikit inih." ucap Riana.


"Oke aku antar." ucap Iqbal.


Iqbal berpamitan dengan temannya itu, lalu dia dan Riana pergi dari ballroom menuju ke kamar pengantin yang sudah di sewa oleh Iqbal.


Saat Riana membuka pintu kamar pengantin dia sangat terkejut melihat kamar pengantin itu.

__ADS_1


"Mas... Ini.. " ucap Riana terbata - bata.


__ADS_2