Sahabatku Maduku

Sahabatku Maduku
Bab Enam puluh Delapan


__ADS_3

Willy sedang mengadakan rapat dengan pak Robert papinya Rangga. Pak Robert akhirnya menarik semua investasi nya diperusahaan Willy. Setelah rapat selesai pak Robert langsung meninggalkan ruang rapat itu.


Willy mengejar pak Robert dan memohon untuk memikirkan lagi keputusannya.


"Pak, bisa kita bicara empat mata saja, tanpa staf yang lainnya"ucap Willy begitu berhadapan dengan pak Robert.


"Aku rasa tidak ada yang perlu kita bicarakan,bukankah pak Willy sudah jelas dengan keputusan saya"


"Tapi pak,mengapa bapak harus menarik semua saham dan investasi bapak. Apa saya ada melakukan kesalahan yang membuat bapak tidak senang "


"Saya sudah beri alasannya tadikan"


"Pak.. ayolah kita bicara lagi"


"Pak Willy, saya sudah memikirkan semua ini dari satu bulan yang lalu, dan saya sudah yakin dengan keputusan saya. Karena enam bulan belakangan ini tidak ada kemajuan pada bisnis yang bapak jalankan. Sebelum investasi yang saya tanamkan sia sia saya ingin menariknya dan mencoba membuka usaha yang lain"


"Tapi pak.. ini semua bukan maunya saya.Kebetulan bisnis saya saat ini lagi ada masalah saja. Saya akan berusaha membuat bisnis ini kembali lancar. Saya tidak akan membuat bapak kecewa lagi. "


"Saya sudah mengambil keputusan ini pak. Jika suatu saat bisnis bapak kembali lancar, kita bicarakan kembali mengenai ini semua. Maaf saya harus pergi, saya ada janji. Permisi.... "


Willy hanya memandangi kepergian pak Robert dengan frustasi. Ia masuk keruangan kerjanya dan menjatuhkan semua yang ada diatas mejanya.


"Aaahhhh.... "teriak Willy sambil menarik rambutnya.


"Jika pak Robert menarik kembali investasinya, kemana aku akan menutupi semua pengeluaran perusahaan ini. Sudah dua bulan ini perusahaan mengalami kerugian. Aku harus mencari kemana lagi uang buat menutupi pengeluaran perusahaan ini"


Mama Willy yang baru datang,kaget melihat ruangan kerja Willy yang sangat berantakan dan Willy yang terduduk di lantai sambil menarik rambutnya.


"Willy.. ada apa ini. Mengapa ruangan kamu ini berantakan banget. Kamu kenapa.. "


Willy hanya diam, tanpa menjawab pertanyaan mamanya.Ia tampak mengeluarkan air mata.


Mama lalu berjongkok dihadapan Willy. Dan menggenggam tangan anaknya.


"Katakan apa yang terjadi... "


"Ma.. pak Robert.. "

__ADS_1


"Ada apa dengan pak Robert... "


"Ia akan menarik semua investasi.Kemana aku akan mencari uangnya ma. Perusahaan ini saja sudah dua bulan merugi. Aku menutupi gaji karyawan dari uang pribadiku"


"Apa... pak Robert menarik investasinya. Ini pasti kerjaan Melati, ia pasti ingin membalas dendam denganmu. Pasti ia meminta bantuan suaminya itu"


"Apa maksud mama. Apa hubungan pak Robert dengan Melati"


"Apa kamu tak tahu, suami Melati itu kan anaknya pak Robert.. "


"Maksud mama.. Rangga anaknya pak Robert"


"Ya.. "


"Bukankah istri pak Rangga tak memiliki anak.. dan saat ini ia telah berpisah dengan istrinya "


"Itu istri mudanya.. Rangga anak bungsu dari istri tuanya. Mama yakin, Melati minta bantuan Rangga untuk membujuk papanya menarik semua investasinya"


"Jadi Rangga itu anaknya pak Robert.. pantas ia banyak mengenal rekan bisnisku. Sepertinya anak itu mau mengibarkan bendera perang.. "


"Mama juga tidak suka dengan Melati dan suaminya. Mereka sangat sombong.Kalau suami Melati, wajar ia sombong karena memang kaya. Tapi Melati,apa yang ia sombongkan, apa karena mendapatkan suami kaya.Apa ia yakin jika Rangga itu akan selalu mencintainya.. "


"Mengapa kamu nggak pulang pulang. Mama nggak suka dengan istri baru mu itu, apa lagi mama dengar ia kerja di klub malam "


"Memangnya kenapa kalau ia pernah kerja di klub"


"Tidak ada wanita baik baik akan kerja di klub"


"Siapa bilang tak ada. Yana hanya sebagai bartender di sana. Banyak wanita yang kelihatannya baik tapi ternyata murahan"


"Mama tidak yakin jika Yana bekerja hanya sebagai bartender. Dan apa kamu yakin jika anak yang dilahirkan Yana adalah anakmu"


"Apa maksud mama.. "


"Mama ingin kamu tes DNA anak yang dilahirkan Yana, biar pasti itu anakmu apa anak orang lain"


"Cukup ma.. mama tak berhak berkata begitu. Aku tak mungkin salah, Yana hanya berhubungan badan denganku.. jadi sudah bisa dipastikan itu anakku.. "

__ADS_1


"Terserah kamu, jika kamu tak mau mengikuti saran mama. Tapi mama minta kamu lihat Bobby, ia yang sudah jelas darah dagingmu.. "


"Nabila juga darah dagingku.. "


"Anak itu sudah di cuci otaknya sama Melati, sehingga ia tak mengenal neneknya sendiri"


"Maksud mama apa.. apa mama bertemu Melati dan Nabila"


"Mama bertemu dengan Melati serta suaminya di salah satu restoran. Nabila anakmu itu tidak mengenal mama lagi , dan yang lebih parah Melati dan Rangga melarang mama menggendong Nabila."


"Apa sebenarnya mau anak itu.. setelah ia membuat Nabila melupakan aku, sekarang giliran mama. Aku ingin rasanya memberi ia pelajaran. Terlalu sombong.. "


"Itu semua pasti atas permintaan Melati, ia masih belum terima perceraian kalian. Pasti ia masih tak terima kamu menikahi Lani. Melati dulu pasti hanya pura pura baik, setelah ada orang yang membantunya, keluar sifat aslinya"


"Ma.. aku nggak yakin Melati bisa berpikir sejauh itu. Aku malah yakin semua ini atas ulah suami Melati itu. "


"Kamu itu yang bodoh Willy, mengapa kamu lebih mengutamakan Melati selama ini. Kamu lihat saja sekarang, ia akhirnya membalas dengan kejahatan semua perbuatan baik mu yang dulu telah mengangkat derajatnya .Seharusnya dari pertama kamu menikah dengan Lani, kamu ceraikan saja Melati itu. Jika kamu tidak menduakan Lani, saat kesulitan keuangan saperti ini kamu bisa minta bantuan papanya Lani. Tapi jika sekarang, mama nggak yakin papanya Lani mau membantu. Kamu juga telah membuat Lani sakit hati. Padahal mama sudah memilih istri yang terbaik buatmu ,tapi kamu sia siakan. "


"Aku tak pernah mencintai Lani, bagaimana aku bisa pura pura bahagia terus jika bersamanya. Mama tahu sampai saat ini aku masih mencintai Melati. Aku sebenarnya belum rela berpisah dengan Melati"


"Mama tidak mau kamu kembali dengan Melati, mau mama letakan dimana wajah mama jika kamu meminta Melati kembali"


"Tapi aku sangat mencintai Melati ma. Hanya ia yang bisa memberikan aku ketenangan. Jika bersama Lani, ia terlalu emosian, egois dan keras kepala "


"Itu karena kamu hanya selalu mencari keributan dengannya, apa salahnya kamu menuruti sedikit maunya. Mama yakin nanti kau pasti membutuhkan bantuan Lani juga. Orang tuanya kaya.. "


"Aku tak yakin ia bisa membantuku... "


"Pulanglah sekarang . Dan minta maaf dengannya. Buat ia kembali mempercayai kamu. Nanti jika kamu memang membutuhkan bantuan orang taunya, kamu tinggal merayu Lani untuk membantumu"


"Apa Lani memang bisa membantuku ya"gumma Willy


"Mama harap kamu pikirkan kata kata mama. Pulanglah sekarang.. minta maaflah untuk meluruhkan hatinya"


Mama Willy pamit setelah lama berbincang dengan anaknya.


***************************

__ADS_1


Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini


__ADS_2