
Bagas memasuki toko roti milik Melati dengan langkah pasti. Ia memperhatikan sekeliling tapi tidak ada tampak Melati.
"Selamat sore pak...ada yang bisa kami bantu"ucap Mira.
"Oh..apa ibu Melati ada..."
"Silakan bapak duduk dulu. Saya panggilkan ibu Melati..."
Bagas lalu keluar dari toko itu dan memanggil seseorang yang berada disamping mobilnya dengan melambaikan tangan. Pria yang tampk seusia dengan Bagas itu lalu masuk ke toko itu.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Melati keluar dari ruang istirahatnya.
"Selamat sore ,La..."ucap Bagas yang masih tetap memanggil Melati dengan La.
"Selamat sore...Bagas. Aku kira siapa tamunya tadi"
"La,kamu masih ingat dengan teman kita ini"
Melati memandangi wajah teman Bagas tersebut dengan intens.
"Ya aku ingat. Kamu Bintang kan...."
"Ya,Mela. Apa kabar..."ucap Bintang mengulurkan tangannya.
"Alhamdulillah baik...kamu dimana selama ini, reuni udah beberapa kali diadakan tak pernah hadir..."
"Aku selama ini kuliah di Singapura dan setelah wisuda langsung diterima di salah satu perusahaan di sana..."
"Wuih...tajir dong"
"Bisa aja lu ,Mel. Yang tajir itu suami kamu"
"Siapa yang bilang..."
"Bagas udah cerita. Dan kebetulan aku kenal dengan Rangga. Papa aku pernah kerja dengan papa Rangga"
"Oh ya...ssbentar lagi Rangga pulang. Tunggu ya. Aku juga sudah hubungi tadi jika aku ada tamu teman cowok"
"Emangnya kalau nggak diberitahu, kamu nggak boleh ya terima tamu cowok"
"Nggak juga , aku menghargai Rangga sebagai suamiku. Jadi apapun yang aku lakukan walau Rangga tak meminta,aku selalu mengatakannya"
"Beruntung ya Rangga punya istri kamu. Coba dulu Bagas cepat meminangmu..."
"Jangan asal ngomong lu...nanti di dengar suami Mela ,bisa salah paham"
"Aku yang beruntung memiliki suami seperti Rangga...ia pria yang bertanggung jawab dan penyayang."
"Kamu sangat mencintai suami kamu Mel"tanya Bagas
"Iya...aku sangat menyayangi dan mencintainya"
"Mela..apa kabar Lani ya..."
"Kamu masih ada hati dengan Lani"tanya Mela
"Emang nggak boleh Mel tanya kabar sahabat kita"
"Boleh aja kok. Aku cuma ingin tahu aja. Tapi jangan masuk hati deh. Aku terakhir jumpa Lani beberapa bulan yang lalu ya,aku lupa"
"Kamu serius La,masih ada ketemu Lani"tanya Bagas
"Emangnya kenapa, Gas "
"Apa kamu masih sudi bertemu Lani"tanya Bagas
"Iya Mel,Bagas sudah cerita semuanya. Aku nggak percaya Lani tega melakukan itu padamu. Dan apa saat ini Lani benar sudah jadi janda. Ia pisah juga ya sama suami kamu itu"
"Aku nggak tahu Bin. Aku juga nggak ingin ikut campur masalah keluarga orang lain. Aku juga bertemu Lani cuma beberapa kali sejak ia menikah dengan mantan suamiku itu"
"Kamu nggak marah dan dendam dengan Lani"
"Bintang, buat apa aku dendam dengan Lani. Apa dengan aku tetap marah serta dendam semua akan kembali seperti dulu. Dan aku juga nggak ingin kembali ke masa lalu. Karena bagiku kehidupan aku saat ini sudah sangat sempurna. Rangga memberi semua yang aku impikan. Bahkan yang tak pernah aku bayangkan dlam hidupku semua diberikan oleh Rangga..."
__ADS_1
"Syukurlah Mel,mungkin ini hikmah di balik semua kejadian yang kamu alami. Dan itu mungkin buah dari kesabaran kamu selama ini"ujar Bintang
"Apa kamu masih menyukai Lani,Bin. Jika ia memang telah janda apa kamu mau menerimanya..."tanya Bagas
"Bukankah Lani mencintai kamu,Gas..."
"Tapi aku tak pernah menyukai ataupun mencintainya"
"Aku mau mengadakan pesta. Aku ingin mengundang seluruh teman SMU kita,apa Lani mau hadir Mel"
"Nggak tahu,Bin. Coba aja kamu yang hubungi"
"Bagaimana jika kamu yang hubungi Lani, Gas. Siapa tahu ia mau hadir"
"Tapi ia tak pernah hadir selama ini ,jika kami mengadakan reuni"ucap Bagas
Rangga datang bersama Nabila, ia melihat Melati yang sedang mengobrol dengan dua orang teman prianya. Melati memang tadi telah meminta izin,tapi ia tak mengira jika tamu itu dua orang termasuk Bagas. Melati cuma mengatakan ada teman cowok yang mau bertemu. Rangga terlihat sedikit cemberut karena cemburu.
"Hhhhhmmmmmm...."deheman Rangga membuat mereka kaget.
"Rangga..."tanya Bintang
"Iya..."
"Lupa ya sama aku..."
"Bintang..."ucap Rangga ragu
"Iya...apa kabar ,Ngga. Sudah lama nggak bertemu. Kamu tambah ganteng aja..."
"Kamu bisa aja...anakku sudah gadis begini loh masih dibilang tambah ganteng. Sayang...kenalkan ini om Bintang...dan ini om Bagas..."
"Kenalkan om, nama aku Nabila. Anak papi Rangga dan bunda Melati ..."ucap Nabila menyalami Bintang dan Bagas.
"Kamu cantik banget..."ujar Bintang
"Karena papi Bila ganteng ,dan bunda yang cantik...."
"Anak pintar...sudah kelas berapa Nabila"
"Arsha mana,sayang. "
"Tidur ,pi. Di dalam..."
"Coba lihat dong,siapa tahu sudah bangun. Bawa Nabila buat ganti pakaiannya sekalian"
"Maaf Bintang,Bagas...aku tinggal dulu ya. Aku mau lihat anakku dulu"
"Iya,Mel. Silakan"
"Usaha apa sekarang ,Bin..apakabar papa dan mama kamu"
"Kabar baik. Sekarang aku lagi mau buka udaha di bidang otomotif. Bisa suntikan dana nih"
"Kamu ada ada aja. Papa kamu pengusaha sukses, tinggal minta mau berapa aja..."
"Lebih sukses kamulah...Papa aku aja cuma bawahan"
"Kamu terlalu merendah. Kamu udah nikah,Bin..."
"Belum...nggak ada yang mau denganku"
"Kamu yang nggak mau kali,bukan wanita yang nggak mau sama kamu"
"Bintang menunggu jandanya Lani,Ngga"ujar Bagas.
"Lani..."
"Lani sahabatnya Melati"
"Oh...kamu mencintai Lani"
"Sejak SMU Bintang menyukai Lani"
__ADS_1
"Tapi Lani lebih menyukai kamu ,kamu nya suka Melati...rumit ya,Ngga"ucap Bintang.
Rangga hanya tersenyum mendengar ucapan Bintang. Ia menyembunyikan rasa cemburunya dengan senyuman.
"Oh ya...apa masih ada perlu dengan Melati"
"Nggak kok,Ngga. Aku cuma mengundang Melati di acara pesta aku minggu depan"
"Pesta apa tuh..."
"Cuma ngumpul ngumpul dengan teman SMU dulu. Sejak lulus nggak pernah bertemu lagi"
"Malam ya acaranya..."
"Iya,Ngga. Kamu juga datang ya..."
"Aku nggak bisa janji jika acara malam ,Bin. Anakku Arsha masih kecil. Belum satu tahun. Nggak bisa dibawa dan juga nggk bisa ditinggalin lama lama. Maaf aja ya jika aku dan Melati tidak bisa hadir"
"Nggak usah sampai selesai acara ,Ngga. Yang penting hadir"
"Baiklah, nanti akan usahakan datang sebentar aja..."
"Terima kasih ya..kami mau pamit dulu . Melati mana,Ngga...."
"Tunggu aku panggil sebentar ya."
Rangga memanggil Melati yang sedang menyusui Arsha.
"Sayang,Bintang dan Bagas mau pamit"
"Tunggu sebentar,bi..."
Setelah Arsha menyusu, Melati keluar sambil menggendong Arsha.
"Mela ,kami pamit dulu ya..."ucap Bintang
"Oh ya...terima kasih ya sudah mampir"
"Ini anakmu Mel..."ucap Bintang begitu melihay wajah Arsha
"Iya,kenapa Bin"
"Ganteng banget anak kamu ,Mel..."
"Wajah Rangga banget kata mami Rangga"
" Rangga emang ganteng dari kecil ..."
"Kamu bisa aja ,Bin..."
"Ngga...kami pamit ya"
"Oke.."
"Hati hati ya..."ucap Melati
Bintang dan Bagas meninggalkan toko Melati menuju salah satu kafe.
"Aku baru ingat, Gas. Berarti Melati lebih tua ya dari Rangga. Karena Rangga itu adik kelas aku di SD dulu"
"Iya mungkin,aku juga nggak pernah tanya. Karena Rangga kayaknya kurang suka denganku. Sejak ia pernah mendengar aku mengatakan suka pada Melati..."
"Oh ya...lalu Rangga melakukan apa padamu. Kamu di tonjok"
"Aku mengatakan itu saat Melati sedang dalam prises bercerai dengan suaminya. Rangga belum ada hubungan dengan Melati, mana berani ia marah"
"Pantasan tadi tampak Rangga kurang suka..."
"Udah jangan ngomongin Melati terus"
"Ha...ha...kenapa... kamu masih mencintainya ya"ucap Bintang tertawa.
Bintang mmebawa Bagas ke tempat kafe dulu mereka sering berkumpul. Mereka janjian bertemu dengan teman teman mereka yang lain untuk membicarakan pesta yang akan diadakan Bintang.
__ADS_1
*********************
Terima kasih