Sahabatku Maduku

Sahabatku Maduku
Bab Seratus Dua Belas


__ADS_3

Rangga mengendarai mobil menuju pulang ke rumah mereka dengan senyum senyum,Melati yang memperhatikan tingkah Rangga jadi sedikit heran.


"Papi,kenapa dari tadi senyum senyum .. "


"Nggak ada, cuma lagi senang aja"


"Aku ingat sekarang,pasti gara gara guru di sekolah Nabila kan"


"Memangnya ada apa dengan guru Nabila"


"Jangan pura pura deh, pi. Aku sudah tahu, Nabila tadi cerita"


"Emangnya Nabila cerita apa sama bunda"tanya Rangga


"Bila cuma bilang, semua guru di sekolah bilang papi sangat ganteng dan guru guru tanya apa papi om nya Nabila"ucap Nabila polos.


"Oh, itu. Iya tadi sayang, guru guru pada nggak percaya Nabila anakku. Berarti wajahku masih seperti anak remaja ya. Guru tanya apa aku kakak atau om nya Nabila"


"Memang kamu masih mudakan"gumam Melati sambil cemberut


"Masa sih sayang, aku masih muda. Anakku aja sudah mau dua orang.. "


"Papi.. memang ganteng, bunda juga cantik. Nabila apa lagi, cantik banget. Betulkan, papi "ujar Nabila


"Iya sayang, bunda dan Nabila dua bidadari papi yang sangat cantik"


"Senang banget di puji guru guru Nabila. Sampai masih senyum senyum juga"gumam Melati


Mendengar Melati yang terus bergumam Rangga makin senang, ia jadi tertawa. Membuat Melati jadi makin sebal.


"Awas, kalau masih tertawa juga, papi tidur di kamar tamu.. "


"Duh, yang sudah bisa mengancam.. "


Sampai di rumah, Melati tampak masih sedikit kesal dan langsung masuk ke kamarnya setelah meminta tolong bibi buat mandikan Nabila. Syifa saat ini ada dirumah mami.


Melati langsung naik ke tempat tidur dan berbaring membelakangi pintu masuk.


Rangga yang masuk ke kamar melihat Melati tidur langsung berbaring juga di samping Melati sambil memeluk perut Melati dari belakang.


Rangga mengusap perut Melati, ia ingin anaknya kembali menendang tangannya. Dan apa yang diinginkan Rangga terkabul, anaknya menendang tangannya.


"Sayang, baby boy kembali menendang tanganku"ucap Rangga antusias


"Itu tandanya baby boy marah sama papinya"

__ADS_1


"Mengapa marah sayang.."


"Papinya sekarang suka tebar pesona dan ganjen"


Mendengar ucapan Melati, Rangga kembali tertawa.


"Apaan sih pi dari tadi tertawa terus,senang banget ya dipuji ganteng"


"Aku senang karena lihat tingkahmu yang lucu kalau lagi cemburu "


"Siapa yang cemburu... "


"Kamu nggak merasa ya. Lihatlah tingkahmu ketika di toko, kamu langsung mendorong tubuhku masuk kamar, takut Lani terpesona dengan wajah tampanku bukan."


"Siapa yang bilang... "


"Nggak ada yang bilang, cuma tampak dari sikap kamu. Tapi aku senang Mela jika kamu cemburu. Itu tandanya kamu mencintai aku. Aku mau kamu cemburu terus dengan semua wanita yang mendekati aku"


"Itu maunya papi... "ucap Melati sambil cemberut


Rangga melihat bibir istrinya yang cemberut langsung melum*tnya. Rangga lupa mengunci pintu sehingga Nabila bisa masuk.


"Papi, papi kok gigit mulut bunda, sakit nanti"ucap Nabila melihat papinya ******* bibir bunda nya.


"Sayang, masuk kok nggak ketuk pintu dulu"ucap Melati malu


"Siapa yang gigit bibir bunda nak, papi cuma meniup kok. Karena tadi bibir bunda perih digigit semut"


"Tangan papi kenapa masuk ke dalam baju bunda"ucap Nabila lagi melihat tangan papinya yang tadi bermain di tubuh bunda.


"Ini, badan bunda pegal, papi mau mijitin "ucap Rangga.


"Biar Bila yang pijitin bunda, papi"


"Ya sayang, sinilah naik ke atas tempat tidur. Kita tidur bertiga, udah lama papi nggak tidur sambil memeluk putri kesayangan papi nih"


Nabila langsung naik ke ranjang dan memeluk Rangga. Ia mengecup pipi Rangga dengan sayang.


####################


Di salah satu restoran yang cukup terkenal tampak Shinta dan Willy sedang makan sambil bicara.


"Jadi kamu sudah menikah kembali dengan Yana. Kamu tuh sudah bukan anak anak lagi Willy, kakak sudah ingatkan agar kamu berpikir dengan matang dulu sebelum melakukan sesuatu "


"Kak, aku dan Yana sama sama berusaha buat introspeksi dan memperbaiki sikap diri kami yang selama ini kurang baik.Aku ingin membina rumah tangga yang sentuhnya dengan Yana."

__ADS_1


"Mengapa harus dengan Yana..."


"Maksud kak Shinta apa"


"Kenapa tidak dengan Lani saja. Kalian juga bisa saling introspeksi diri dan memperbaiki kesalahan buat hari depan yang lebih baik. Jika kak Shinta di minta memilih antara Lani dan Yana jelaslah kakak lebih memilih Lani. Lani dan Yana sama sama pelakor. Tapi paling tidak,kita mengetahui siapa keluarga Lani. Dan ia juga sudah cukup banyak berkorban buatmu. Kak Shinta rasa Lani adalah pilihan terbaik dari yang terburuk. "


"Aku nggak suka dengan Lani. Ia selalu saja mengajak ribut setiap bertemu denganku "


"Apa kamu tidak mencoba introspeksi diri sendiri mengapa Lani selalu saja mengajak kamu bertengkar setiap kalian bertemu. "


"Aku tak bisa hidup dengan lani kak. Setiap berdua dengannya aku akan selalu teringat akan Melati. Karena Lani lah, aku dan Melati akhirnya berpisah"


"Itu bukan kesalahan Lani saja, kamu yang Lebih bersalah dengan perpisahan kalian. Kamu yang tak bisa menahan nafsuku. Tamu tidak akan masuk jika tuan rumah tidak membukakan pintu"


"Kenapa sekarang kak Shinta seolah membela Lani"


"Kak Shinta bukan bela Lani, tapi Kak Shinta mencoba memberi saran, tapi semua kembali pada keputusan diri kamu sendiri. Jika memang kamu lebih nyaman bersama Yana dari pada Lani, kakak tidak bisa memaksakan diri buat kamu lebih memilih Lani. Kak Shinta cuma berharap, Yana adalah pelabuhan terakhir kamu, jangan lagi kamu mencari wanita lain. Karena tidak ada manusia yang sempurna. Lebih baik mencoba memperbaiki diri dan berusaha menjadi yang terbaik "


"Iya kak. Aku mengajak kak Shinta bicara, untuk membantu aku bicara dengan mama kalau aku sudah menikah kembali dengan Yana. Aku mau mama menerima Yana sebagai menantunya. "


"Apa kamu akan menceraikan Lani "


"Iya kak.. "


"Apa kamu sudah bahas perceraian ini dengan Lani.. apa ia setuju "


"Lani tidak mau bercerai kak, tapi aku betul betul tak pernah mendapatkan ketenteraman dan kenyamanan dalam rumah tangga bersama Lani"


"Tapi ingat Wil, kamu harus tetap bertanggung jawab dengan anak anakmu. Bobby dan Nabila harus mendapatkan kasih sayang yang sama dan juga kamu harus tetap memberi anak anakmu nafkah walau ibu mereka mampu buat biayai hidup anak mereka. "


"Kak.. terima kasih mau mendengar dan menasihati aku"


"Satu pesan kakak, jangan pernah lagi kamu mencari wanita lagi, jika memang Yana yang kamu pilih buat mengarungi rumah tangga kedepannya, kamu harus bisa menerima semua kekurangannya. Dan kamu sebagai kepala rumah tangga harus mampu membawanya ke jalan yang benar. Menjadikan ia istri yang baik.. "


"Baik kak.. "


"Kak Shinta pamit dulu, besok kak Shinta kerumah mama,kak Shinta akan bahas kamu dengan Yana"


"Sekali lagi terima kasih kak. Hati hati"


"Hhhmmmm"


Shinta masuk ke mobilnya dan meninggalkan restoran itu.


"Aku berharap kamu benar benar berubah dan tak mengulang kesalahan kamu lagi. Kakak berharap rumah tangga kamu dengan Yana dapat berjalan baik dan bahagia "

__ADS_1


**************************×***


Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini


__ADS_2