Sahabatku Maduku

Sahabatku Maduku
BAB 57


__ADS_3

Riana mengajak Kiara untuk berangkat sekolah karena hari sudah mulai siang. Riana bingung mau memakai mobil yang mana karena begitu banyak mobil yang ada di garasi.


Akhirnya Riana memilih sebuah sedan berwarna putih. Dia menyuruh Kiara untuk masuk ke kursi penumpang, dengan perlahan mobil keluar meninggalkan rumah menuju ke sekolah Kiara.


Ketika sampai Riana turun dan menggandeng Kiara menuju ke kelasnya. Saat masuk dia berpapasan dengan geng Ibu - ibu yang sedang mengantar anaknya sekolah.


"Wah Kiara sekarang diantar sama mamahnya ya?" tanya seorang ibu yang sedang menggandeng seorang anak perempuan yang sepertinya teman baik Kiara.


"Selamat pagi mbak, perkenalkan nama aku Riana." ucap Riana


Dia mengulurkan tangannya ke ibu yang tadi menyapa Kiara. Tangan itu di sambut oleh ibu tadi.


"Pagi mbak Riana, saya Ayu ibu dari Silvi sahabat dari Kiara. Maafin kita ya mbak, saat mbak menikah saya dan suami tidak datang karena sedang ada urusan di luar negeri." ucap Ayu.


"Wah gak apa - apa mbak Ayu, kalo begitu saya permisi dulu ya mbak, Kiara mamah pulang dulu ya, nanti mama jemput saat pulang sekolah." ucap Riana.


"Iya mbak Riana silahkan." ucap Ayu kemudian dia juga pergi untuk pulang ke rumahnya.


Kiara melambaikan tangan nya ke Riana lalu dia bergandengan tangan masuk ke kelas dengan Silvi.


Riana yang akan pulang melewati gerombolan Ibu - ibu, saat menyapa ada yang tersenyum ada juga yang menatap sinis ke Riana.


"Permisi Ibu - ibu." sapa Riana.


"Silahkan Mba." balas ibu - ibu tadi


Ada salah satu wanita yang menatap sinis terhadap Riana. Wanita itu memakai makeup yang tebal.

__ADS_1


Riana hanya diam saja dan terus berjalan ke arah mobilnya. Saat di mobil dia berfikir kenapa wanita itu menatapnya dengan sinis. Apa dia salah satu fans mas Iqbal?


Riana melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju ke rumahnya. Saat sampai di rumah Riana langsung menghampiri Bu Kartika Yang sedang berada di ruang keluarga menonton sinetron ikan terbang.


"Serius amat mah liat sinetronnya." ucap Riana yang duduk di samping mamahnya.


"Mamah lagi kesel banget nih liat sinetron itu, masa penjahatnya lama banget dapat karmanya." ucap Bu Kartika.


Riana hanya menggelengkan kepalanya saja. Riana beranjak dari duduknya untuk ke dapur. Dia membawa dua minuman dingin dan cemilan dari dapur.


"Ini mah aku bawain minuman dingin." ucap Riana.


"Makasih ya Ri. Tau aja kalo mamah lagi haus." ucap Bu Kartika


"Jelas dong Riana gitu loh." ucap Riana.


"Mah aku mau jemput Kiara ya? Nanti pulangnya kita mau mampir ke kantor Mas Iqbal ya." ucap Riana.


"Iya Ri, hati - hari di jalan ya." ucap Bu Kartika.


Riana masuk ke kamar sebentar untuk mengambil tas dan ponselnya.


Riana membawa mobil dengan kecepatan sedang menuju ke sekolahnya Kiara.


Saat sampai di sekolah Kiara sedang berdiri menunggu Riana dengan Silvi.


"Sayang sudah lama nunggunya?" ucap Riana.

__ADS_1


"Kita baru keluar kok mah, ini lagi temenin Silvi nunggu mamahnya jemput." ucap Kiara.


"Ya sudah kita tunggu bareng ya." ucap Riana


Tak berapa lama Ayu datang menggunakan sepeda motornya menghampiri mereka bertiga.


"Maafin mama ya nak, terlambat jemputnya, mama baru selesai masak. Makasih ya mbak Riana sudah nemenin anak saya." ucap Ayu.


"Sama - sama mbak Ayu." ucap Riana


Dari arah depan lewat wanita yang pagi tadi menatap sinis ke Riana. Karena penasaran Riana bertanya ke Ayu, siapa wanita itu.


"Mbak Ayu aku boleh tanya gak ya? Mbak Ayu kenal sama wanita itu? Dari pagi tadi tatapannya sinis kepadaku padahal aku ya gak kenal sama dia." ucap Riana


Ayu langsung menengok ke arah yang di tunjuk oleh Riana.


"Namanya Rati dia janda anak satu mbak, lebih baik jangan Deket - Deket sama dia deh, soalnya dia bukan wanita baik - baik, karena hampir saja suami ku di goda oleh wanita itu mbak, dan beberapa bulan ini Rati sok dekat dengan Bu Kartika mertua dari mbak Riana. Kayaknya dia suka sama pak Iqbal jadi cari muka ke mertua mbak Riana. Tapi Bu Kartika cuek aja Sama Rati." ucap Ayu.


"Oh pantas saja dia menatap sinis terhadap aku ya mbak, karena bukan dia yang menjadi istri mas Iqbal tapi aku." ucap Riana.


"Hahahaha iya mbak, untung saja pak Iqbal gak sama dengan Rati wanita gatel itu. Jangan biarin suami mbak Riana sendirian jemput Kiara takutnya Rati menggoda suami mbak Riana." ucap mbak Ayu.


"Begitu ya mbak, nanti aku bilang ke mas Iqbal supaya hati - hati sama ulet bulu." ucap Riana becanda.


"Ya sudah mbak, aku permisi dulu ya, Oia aku minta no ponsel mba Riana ya biar kita bisa saling kirim pesan." ucap Ayu.


"Oh iya mbak ini no ponsel ku." ucap Riana sambil menyodorkan ponsel ke arah Ayu.

__ADS_1


Riana dan Ayu berpisah untuk pulang ke rumah masing - masing.


__ADS_2