Sahabatku Maduku

Sahabatku Maduku
Bab Seratus Dua puluh Satu


__ADS_3

Enam bulan kemudian.....


Saat ini kehamilan Yana sudah memasuki bulan kesembilan. Willy sudah tenang dan tidak curiga lagi, setelah hasil DNA menyatakan anak yang di kandung Yana benar anaknya.


Willy pergi kerja pagi ini seperti biasanya. Yana di rumah bersama Alvin dan seorang pembantu rumah tangga.


Yana sedang menyuapi Alvin makan ketika terdengar suara mobil berhenti di halaman rumahnya. Dan tak lama terdengar suara ketukan pintu.


Ia meminta bibi membukakan pintu dan melihat siapa tamu yang datang.


"Bu, ada tamu mencari ibu. Saya memintanya menunggu"


"Kamu tolong suapin Alvin, biar saya yang lihat dulu siapa tamunya.... "


Yana berjalan menuju pintu utama. Dan tampak punggung seorang laki laki.


"Hhhhhmmmmmm..... "deheman Yana membuat orang itu membalikan badannya.


"Hendra.... "ucap Yana kaget melihat wajah pria itu.


"Apa kabar Yana. Sudah lumayan lama kita nggak bertemu"


"Dari mana kamu tahu rumahku"


"Apa aku tak diizinkan masuk dulu sebelum bertanya "


"Aku rasa kamu tak usah masuk, kita cari tempat buat berita aja. Tapi tunggu dulu aku ganti pakaian "


"Oke, aku tunggu kamu di dalam mobil"


Yana masuk kembali dan menemui bibi.


"Bi, aku akan keluar ,jika Willy pulang aku belum ada di rumah bibi bilang aja aku baru aja keluar ya. Bibi bisa kirim pesan padaku agar aku bisa cepat kembali"


"Baik bu... "


"Tolong jaga Alvin.... "


Yana masuk kamar dan mengganti pakaiannya. Ia keluar menuju mobil yang terparkir. Yana segara masuk sebelum ada tetangga yang melihat.


"Mau kemana kita.... "ucap Hendra sambil melajukan mobilnya.


"Kafe X aja, tempatnya lumayan tertutup dan bisa privasi"


"Kamu makin cakep aja dengan perut buncit ini"ucap Hendra sambil mengelus perut Yana


"Kamu kemana aja.... "


"Tapi katamu kita bicara nanti setelah ada di kafe... aku kangen banget.... "


"Kangen tubuhku...."ucap Yana sinis


"Kangen semuanya.... "


Sampai di kafe yang dituju Yana memesan ruangan privasi, ia dan Hendra menuju ruang itu. Baru saja akan memesan makanannya Hendra langsung memegang tengkuk Yana di ******* bibirnya dengan rakus sampai Yana kewalahan.

__ADS_1


Yana memukul dada Hendra agar ia melepaskan pagutannya.


"Kamu main nyosor aja..."


"Aku dah rindu manisnya bibirmu"


Yana memesan makanan dan minuman pada pelayan. Setelah makanan dan minuman pesanan mereka datang, Yana kembali bicara.


"Jawab pertanyaan aku tadi"


"Pertanyaan yang mana"


"Dari mana kamu, mengapa baru muncul lagi setelah lima tahun menghilang"


"Aku masuk bui, ketangkap ketika mengedar"


"Kamu nggak kapok juga. Apa sih yang kamu cari dari kerjaanmu itu. Bukankah kamu punya satu usaha, mengapa masih mengedar "


"Aku kan cuma sekedar aja, sekalian memakainya"


"Terus sekarang bagaimana, kamu kapok, insaf"


"Kapok mengedarnya...."


"Memakainya masih.... "


"Hanya sesekali.... "


"Hendra, kamu itu sudah memiliki segalanya. Usaha ada, orang tua kaya, wajah tampan, apa lagi sih yang kamu cari "


"Kita pernah mencoba hidup bersama, tapi sepertinya kita tak bisa. Kita sama sama keras kepala dan hanya pertengkaran yang selalu ada"


"Tapi kamu tahukan Yan, aku sangat mencintaimu"


"Cinta aja nggak cukup buat membina satu keluarga"


"Aku bisa menerima semua masa lalumu dan pekerjaanmu. Aku tak pernah masalahkan itu"


"Itu yang membuat aku ragu padamu. Apa ada seorang pria yang mengaku sangat mencintai wanitanya tapi ia tak pernah cemburu melihat wanitanya bersama pria lain. "


"Aku tidak mau mengekangmu...."


"Tapi aku jadi meragukan cintamu"


"Yana, hanya aku yang mengerti kamu dan kembalilah padaku"


"Aku sudah memiliki suami dan lagi mengandung anaknya"


"Aku tunggu sampai anak ini lahir dan kembali padaku"


"Apa yang kamu harap dariku, kamu bisa mencari wanita lain yang lebih segalanya dariku. Aku sudah berulang kali menikah. "


"Aku mau kamu.... "


"Untuk memenuhi nafsu gilamu itu"

__ADS_1


"Ana.... aku hanya mau kamu, dan aku tak bisa mengatakan alasannya apa. Kamu tahukan aku selalu saja memaafkan kesalahan kamu dan menerima kamu kembali lagi. Laki laki mana yang mau menerima kamu seperti aku"


"Kamu mau menerima semua kesalahan yang aku lakukan karena kamu juga sering melakukan kesalahan yang sama. Kita sama sama brengs*k,bagaimana kita bisa membina rumah tangga. Lagi pula aku sudah memiliki anak, jika aku kembali hidup bersamamu, aku pasti akan membawa anakku itu. Suami ku sekarang tidak akan mau lagi menjaganya karena bukan anaknya"


"Kamu bisa bawa anakmu.... dan jika perlu anak yang sekarang kamu kandung juga"


"Kamu saat ini hanya merayuku, saat nanti aku telah terperdaya dengan rayuanmu, pada akhirnya kamu akan kembali mencampakkan aku. Saat ini aku sedang berusaha menjadi istri yang baik, jangan menggodaku dan menggoyahkan pendirianku. Aku ingin berubah menjadi pribadi yang baik. Aku rasa cukup pembicaraan kita, aku mau pulang"


"Apa memang tak ada cinta untukku lagi... "


"Sudah aku katakan,aku tidak membutuhkan cinta lagi. Aku hanya ingin kehiduapan yang layak. Kamu sudah pernah ke kampungku dan melihat kondisi keluargaku. Aku hanya ingin membahagiakan seluruh keluargaku itu saja"


"Aku akan membahagiakan keluargamu. Jika perlu kita tinggal dikampungmu, membuka usaha di sana buat biaya hidup kita dan keluargamu "


"Maaf Hendra, saat ini aku hanya memikirkan kelahiran putri ku ini. Aku tak memikirkan yang lain lagi"


"Anakmu cewek.... "


"Ya.... "


"Pasti nanti secantik kamu"


"Mungkin juga seganteng bapaknya . Sekarang aku harus pulang sebelum suami ku sampai dirumah "


"Aku menginginkan kamu.... "


"Apa aku katakan, kamu hanya ingin tubuhku bukan"


"Bukan hanya itu Ana... "ucap Hendra. Ia memang memanggil Yana dengan sebutan Ana.


"Jika memang kamu mencintaiku, beri aku waktu berpikir. Apa aku akan memilih kamu atau suamiku saat ini"


"Baiklah, aku akan beri kamu waktu. Tapi aku ingin mencium bibirmu dulu sebelum pulang"


"Hanya bibir tidak lebih.... "


"Ya.... atau kamu mau kita ke hotel"


"Jangan macam macam kamu, Hendra. Dari mana kamu tahu tempat tinggalku"


"Tidak akan sulit bagiku mencari keberadaan kamu, walaupun kamu bersembunyi ke ujung dunia sekalipun. "ucap Hendra makin merapatkan duduknya.


Hendra kembali memegang tengkuk Yana dan ******* bibirnya. Lum*tan yang semula lembut akhirnya saling menuntut. Yana pun terbawa suasana dan membalas pagutan bibir Hendra.


"Aku harus dapat meyakinkan Yana buat meninggalkan suaminya atau suaminya yang akan meninggalkannya. Setelah mereka berpisah baru aku akan merasa puas. Apa kamu pikir, aku masih sudi menerima kamu, Yana. Aku hanya ingin menghancurkan rumah tanggamu. Dulu kau dengan seenaknya meninggalkan aku setelah kau mendapat mangsa baru"


**********************


Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini


Seperti yang pernah aku katakan, rumah tangga Yana dan Willy akan hadir kembali orang ketiga. Tapi aku sebenarnya nggak tahu persis bagaimana kisah aslinya. Yang jelas ketika akan melahirkan ini, pertengkaran mewarnai rumah tangga mereka.


Jadi mungkin beberapa bab ke depan aku akan menceritakan kisah Yana dan Willy dulu, biar tuntas. Kalau Melati sudah bahagia, tak ada air mata lagi.


Dan nanti akan aku selipkan kisah Lani. Sebenarnya Lani, wanita yang supel kok. Pintar dan cantik, cuma memang sedikit ada sifat iri. Itu karena ia dibesarkan dari keluarga yang cukup mampu.

__ADS_1


__ADS_2