Sahabatku Maduku

Sahabatku Maduku
Bab Seratus Tujuh


__ADS_3

Rangga dan Melati membawa Nabila dan Syifa bermain di mal. Melati sekalian membeli sedikit perlengkapan bayi.


Sebenarnya semua telah dibeli kak Rebecca dan mami sebelum ia kembali ke luar negeri. Kak Rebecca bilang, itu kado buat baby boy nya Rangga, adik kesayangannya yang telah menjadi seorang papi.


Tapi Melati masih ingin menambah sesuai dengan keinginannya. Rangga dan Melati duduk di kursi menunggu Syifa dan Nabila yang asyik bermain di arena mandi bola.


Rangga menyuapi Melati es krim sambil menunggu.


"Pi, itu mas Willy kan... "tunjuk Melati pada seorang pria yang sedang menggendong anak lelaki bersama dengan seorang wanita di sampingnya.


"Hhhmmmm... "


"Mas Willy kok bersama Yana, bukan Lani"gumam Melati setelah melihat siapa wanita disamping Willy


"Emang kenapa... "tanya Rangga


"Mas Willy kan sudah lama pisah dengan Yana. Apa ia kembali bersama Yana. Lalu Lani bagaimana.. "


"Biarin aja sayang, ngapain sih masih mengurus Willy. Kamu masih suka sama Willy"


"Papi... aku cuma heran aja, siapa yang bilang suka"ucap Melati sambil cemberut


"Mau Willy sama Yana atau sama Lani bukan urusan kamu lagi... "


"Iya... iya.. kok papi jadi marah gitu"ujar Melati dan memeluk lengan Rangga


"Bukannya aku marah sayang, aku malas aku sebenarnya berurusan dengan Willy. Kota ini terasa sangat sempit banget. Kemanapun,dimanapun,kenapa kita bertemu Willy terus. "


"Itu kan hanya kebetulan, pi"


Willy yang akan masuk ke arena permainan anak mandi bola melihat Rangga dan Melati, ia menghampiri mereka.


"Selamat sore Rangga, Melati. Kamu menunggu Nabila ya. Nabila lagi main juga"


"Hhhmmmm.... "jawab Rangga malas


"Kebetulan Alvin, ada mbak Nabila di dalam, Alvin bisa main sama mbak Nabila.. Aku bawa Alvin main ya. Kamu ikut masuk atau tunggu disini"tanya Willy sama Yana


"Aku tunggu di sini aja Wil"


"Baiklah... aku masuk dulu ya"


Willy membawa Alvin masuk ke arena mandi bola.


"Boleh duduk di sini"tanya Yana


"Oh.. silakan.. "jawab Melati


"Apakabar Melati.. "


"Sehat, seperti yang kamu lihat"ucap Melati sambil mempererat pelukan di lengan Rangga.


Bagaimana pun Melati masih canggung bicara dengan Yana. Karena ialah penyebab rumah tangganya berantakan. Ia tak bisa menyembunyikan jika ia kurang suka dengan Yana.

__ADS_1


Rangga yang tahu Melati gugup dan canggung, kembali menyuapinya dengan es krim, agar perhatiannya teralihkan dari Yana.


"Enak es krim nya. Mau lagi.. "


"Nanti beli buat stok dirumah boleh, pi"


"Bolehlah.. kamu mau apa akan aku belikan. Tapi kamu nih doyan apa lapar sayang. Es krim satu cup besar habis.. "


"Kan berdua papi... bukan aku sendiri"


"Napa.. kamu malu ya. Padahal aku cuma makan sesendok selebihnya kamu loh"ucap Rangga menoel hidung Melati dengan jari yang diberi es krim.


Yana terus saja memperhatikan Rangga dan Melati.


"Pantas Melati minta pisah, ia mendapatkan yang lebih segalanya dari Willy. Rangga begitu menyayangi Melati kelihatannya. "


"Papi, kotor ah hidung jadinya"ucap Melati


"Sayang, Syifa dan Nabila sudah nggak mainnya. Kalau dibiarkan, bisa sampai malam nggak akan bosan anak berdua tuh"


"Biar aku panggil deh, pi"


"Jangan... biar aku aja"ucap Rangga yang tak ingin Melati masuk arena bermain itu, karena di dalam ada Willy. Rangga masih cemburu jika Melati berbicara dengan Willy.


"Cepat ya pi"ucap Melati tak ingin lama lama berdua dengan Yana


"Sayang, aku cuma sebentar jemput anak anak. Kamu takut banget sih pisah denganku"ucap Rangga menggoda Melati


"Papi.. bercanda melulu "


Setelah Rangga masuk, Yana duduk sedikit lebih mendekat ke tempat Melati. Melati tersenyum kearahnya.


"Sudah berapa bulan kehamilannya kamu Melati "


"Tujuh bulan.. "


"Tapi kamu tetap langsing, pantas Rangga tampak sangat menyayangi dan mencintai kamu. Kamu cantik banget... "gumam Yana


"Terima kasih, Yan. Kamu juga cantik"


"Melati.. aku sebenarnya dari dulu ingin bicara berdua denganmu. Aku mau minta maaf atas kesalahanku karena menggoda suami kamu. Tapi aku tak bisa menolaknya, karena itu juga tuntutan pekerjaanku"


"Aku sudah melupakan semua itu Yana, aku ikhlas menerimanya. Mungkin ini sudah bagian dari takdirku"


"Tapi kamu pasti membenciku karena aku penyebab rumah tanggamu dengan Willy hancur"


"Aku manusia biasa Yan. Aku memang pernah membenci kamu, karena kamu yang telah menghancurkan kebahagiaanku. Tapi pada akhirnya aku mensyukuri takdir Tuhan, ia memisahkan aku dengan Willy dan mempertemukan aku sama Rangga. Aku merasa beruntung banget menjadi istri dari Rangga. Jika aku tidak berpisah dengan Willy pasti aku tidak merasakan cinta dan sayang yang begitu besar dari lelaki hebat seperti Rangga. Aku yakin dibalik setiap musibah dan takdir ada hal baik tersembunyi jika kita bisa menerimanya dengan ikhlas. "


Melati tidak menyadari Rangga dan Willy berdiri dibelakangnya. Rangga langsung memeluk dan mengecup pipi istrinya.


"Aku sayang kamu"ucap Rangga


"Papi... mana Nabila dan Syifa "

__ADS_1


"Bunda... Nabila masih mau main. Ada adik Alvin juga ayah"ucap Nabila manyun


"Tapi bunda sudah capek menunggu dan bunda sudah lapar.. "gumam Melati


"Sayang,mainnya bisa besok besok lagi. Di rumah juga adakan mandi bolanya. Kasihan bunda sudah lapar. Kita makan lagi ya"ujar Rangga


"Iya papi.. "ucap Nabila. Ia memang tak berani membantah ucapan Rangga. Walau Rangga tak pernah memarahi Nabila, tapi Nabila tak pernah berani melawan perkataan Rangga, ia terlalu menyayangi Rangga ,ia takut Rangga akan marah jika tak mendengar ucapannya.


"Kamu mau ikut sekalian dengan kami, Wil. Kami mau pergi makan dulu"ucap Rangga.


"Nggak, terima kasih"


"Ayah, Nabila pamit dulu"


"Ya nak. Hati hati. Ini buat jajan Nabila"ucap Willy memberi uang lima ratus ribu ketangan Nabila


"Terima kasih, Ayah.. "


"Sama sama nak. Rajin belajar ya, biar Nabila tambah pintar"


"Nabila sudah pintar, Yah. Papi selalu mengajari Bila "


"Baguslah nak. Terima kasih, Ngga"


"Nggak perlu terima kasih, Wil. Itu sudah jadi kewajiban aku sebagai papinya. Kami pamit.."ucap Rangga dan memeluk pinggang Melati.


"Yana, mas Willy, aku pamit "


Rangga dan Willy berjalan meninggalkan Yana dan Willy dengan berpelukan. Yana memandangi kepergian Melati sampai ia hilang.


"Kamu ngomong apa sih dengan Melati "


"Nggak ada, aku hanya tanya tentang kehamilannya. Rangga itu tampaknya sangat menyayangi Melati "


"Tentu aja, ia takut Melati direbut orang lain, karena ia dulu juga mendapatkan Melati dari hasil merebut"


"Willy, kamu kapan sadarnya sih. Melati itu meninggalkan kamu karena sikapmu. Cobalah berubah. Jangan egois dan selalu menyalahkan orang. Lagi pula, aku rasa Rangga dan Melati saling mencintai. Bukan hanya Rangga saja yang mencintai Melati"


"Sudah, kamu selalu saja ngomongin Melati jika bertemu dengannya"


"Aku minta kamu ikhlaskan Melati dan pasti hatimu menjadi lega nantinya. Jika kalian bertemu tidak ada lagi saling meyalahkan. Melati sudah benar benar ikhlas melepaskanmu. Aku rasa tak ada cinta sedikitpun buatmu di hati Melati. Jadi kamu harus benar benar melupakannya. Jika kamu sudah benar benar melepaskannya, kita akan lebih mudah membina rumah tangga kita menjadi lebih baik, karena kamu sudah tidak dibayangi Melati lagi"


"Akan aku coba.. "


"Ayo, kita cari makan juga. Aku lapar"


"Aku memang harus benar benar melepaskan Melati seperti kata Yana. Aku juga tak melihat sedikitpun cinta dimatanya untukku. Cinta Melati semuanya sudah buat Rangga"


*****************************


Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini.


Buat pembaca yang bertanya tanya mengapa Willy lebih memilih Yana , karena Yana nggak pernah melawan kata kata Willy, menurut aja. Jika Lani keras kepala dan selalu berkata kasar dengan Willy, itu mungkin karena lani dari keluarga mampu.

__ADS_1


Memang dalam kehidupan nyatanya Willy sangat menyayangi Yana. Karena ia mencintai Yana. Jika Lani menikah karena terpaksa.


Dan real story nya sebelum kembali pada Willy sebenarnya Yana sudah menikah dengan lelaki lain. Tapi aku nggak bisa cerita tentang Yana secara detail karena ribet nanti.


__ADS_2