
Sudah satu bulan sejak ia mengutarakan niatnya ingin bercerai dengan Lani, Willy memilih tinggal di kontrakan. Willy tak menghiraukan lani lagi.
Ia mulai merasakan kesulitan mengurus Alvin, karena pulang kerja masih harus memberi makan dan memandikan Alvin.
Ketika tinggal dirumah mama, masih ada yang membantu. Bibi di rumah mama terkadang masih bisa menggendong dan menjaga Alvin.
Willy mendatangi rumah kak Shinta untuk menitipi Alvin. Ia akan mencoba mencari Yana lagi. Ia akan ke klub malam kembali.
"Emangnya kamu mau kemana"tanya kak Shinta begitu Willy mendatangi rumahnya.
"Aku mau mencari Yana kak"
"Kemana kamu mau mencarinya Wil. Apa kamu tidak tahu rumah orang tua Yana"
"Aku tak pernah datang kerumah Yana, kak. Yang aku tahu Yana berasal dari jawa"
"Jawa itu luas Willy, kemana kamu akan mencarinya. Kamu kok bisa menikahi wanita tanpa tahu asal usulnya. Makanya jika kamu ingin melakukan sesuatu itu, berpikir dengan matang dulu. Jangan nanti menyesal. Kamu bukan anak kecil lagi Willy, istri sudah tiga dan anak juga sudah tiga, mulai sekarang kamu harus hati hati dalam bertindak"
Mas Deni hanya mendengar, ia tak ingin mencampuri urusan Willy. Karena ia merasa dirinya sama bej*tnya. Walau saat ini ia sudah berubah.
"Aku tahu kak, aku ingin mencari Yana karena aku kasihan dengan Alvin. Harus ada yang mengurus dirinya dengan benar"
"Jangan sampai kamu kembali lagi terjebak dengan dunia malam. Kak Shinta takut gara gara mencari Yana, kamu malahan kembali ke hubby lamamu. Mabuk mabukan"
"Nggak kak"
"Kamu baru saja mulai menata hidup, dan baru aja ekonomimu stabil. Jangan sampai tergoda lagi dengan hal negatif"
"Iya.. kak"
"Cepat kembali, kak Shinta takut nanti Alvin rewel karena tidak terbiasa dengan kakak"
"Iya kak... "ucap Willy lagi
Willy meninggalkan rumah Shinta dengan mengendarai mobilnya menuju klub malam.
Sampai di klub malam, Willy langsung menuju meja bartender, dan melihat seorang bartender cowok temannya Yana.
"Hai, bro. Masih ingat aku... "ucap Willy pada lelaki itu
"Oh kamu.. ada apa.. "
"Apa Yana kembali kerja disini"
"Mau apa cari Yana bos... "
"Aku suaminya.. "
"Oh... jadi bos sudah nikah dengan Yana. "
__ADS_1
"Sudah, dan hampir setahun ia menghilang,meninggalkan anaknya"
"Yana nggak kerja disini lagi... "
"Boleh aku tahu dimana ia kerja.. "
"Dimana ya... "
Willy mengambil dompetnya dan mengeluarkan uang seratusan lima lembar dan menyerahkan di depan lelaki itu.
"Aku tak tahu apa ia masih kerja di sana atau nggak, terakhir kali aku dengar ia kerja di klub x"
"Oh baiklah... terima kasih."ucap Willy berlalu meninggalkan klub malam itu.
Willy menyetir mobilnya menuju klub malam yang dikatakan oleh lelaki bartender tadi.
Sampai di klub malam itu, Willy langsung menuju bartender. Ada seorang wanita muda yang cantik datang menghampiri Willy.
"Apa yang bisa saya bantu, anda mau minum apa.. "
"Saya minta segelas bir saja... "
Wanita bartender itu mengambil segelas bir dan meletakkan di depan Willy.
"Apa Yana kerja.. "ucap Willy seolah ia sudah tahu jika Yana memang kerja di klub ini
"Ada bos.. ia lagi melayani tamu di ruang VIP"
"Mengapa harus Yana, aku juga bisa menemani bos minum"
"Aku ada perlu dengannya"
"Perlu bawa ke hotel.. "
"Ini urusan pribadi, tolong panggilkan Yana.. "
"Aku tak berani bos, nanti manajer bisa marah, karena Yana lagi melayani tamu"
"Apa itu lama lagi.. "
"Bos, kenapa harus menunggu Yana. Aku juga bisa melayani bos sampai keluar dari klub ini"ucap Wanita itu dengan suara menggoda.
"Tadi sudah kau katakan bukan, jika aku ada keperluan pribadi dengan Yana"
"Apa aku kurang menarik bos"
"Kamu sangat cantik dan muda. Siapa yang terbaik tak tertarik, tapi aku benar benar ada perlu dengan Yana"
"Baiklah bos, tapi lain kali bos bisa ajak aku"ucap Wanita itu mendekat ke kursi Willy dan langsung memeluk pinggang Willy. Wanita itu lalu menarik tengkuk Willy dan ******* bibir Willy.
__ADS_1
Willy yang sudah terbawa suasana membalas lum*tan bibir wanita itu. Mereka akhirnya saling membelit lidah dan bertukar Saliva.
Tanpa Willy sadari, ada Yana yang memperhatikan adegan itu.
"Dasar buaya.... tetap saja buaya"
Yana mendekat ke arah Willy dan memukul punggungnya pelan.
"Kamu masih sama aja dengan Willy yang aku kenal. Aku kira hampir setahun nggak bertemu, kamu akan berubah"ucap Yana berteriak karena suara musik yang keras
Willy kaget dan menatap Yana dengan. perasaan campur aduk. Senang dan marah.
"Apa kabar Wil"ucap Yana, dan menyadarkan Willy dari kekagetannya
"Aku mau bicara... "
"Aku masih kerja, kamu bisa menunggu sampai aku selesai kerja. Kita bicara di kost aku aja"
"Aku tak bisa menunggu terlalu lama, kamu tahukan jika aku harus menjaga Alvin"
Yana jadi teringat anaknya itu. Yang ditinggalannya saat ia pergi dari rumah Willy.
"Apa kabar Alvin, apa ia sehat"
"Tentu saja, walaupun ia bukan darah dagingku tapi aku masih memiliki rasa belas kasihan, aku tak akan menelantarkan anak yang tak berdosa itu"
"Maaf Wil, aku terpaksa melakukan itu. Kamu tahukan, aku tak mungkin membawanya, karena kerjaan aku tak memungkinkan membawa anak, apa lagi anak itu masih sangat kecil. Kamu bisa tunggu sebentar, aku coba minta izin dulu pada manajer."
"Baiklah aku akan menunggu kamu di sini, jangan coba coba melarikan diri lagi"
"Jangan takut.. aku tak akan lari"
Yana masuk ke salah satu ruangan. Ia meminta izin pada manajernya. Tak berapa lama ia kembali menemui Willy.
Wanita tadi terus saja memandangi Willy dan Yana. Ia heran dengan pembicaraan mereka.
"Maaf Putri. Aku tadi mengganggu kegiatan kamu dengan Willy. Lain kali kamu bisa ulangi lagi. Bukan begitu Willy... kamu masih mau menemui putri Lain kalikan"
Willy hanya memberikan senyumnya. Ia ingin cepat selesaikan masalah dengan Yana.
"Ayo Yan, kita jalan lagi"
"Mari... Putri aku pamit dulu"
"Baik kak.... "
Yana mengikuti langkah Willy yang menuju tempat mobilnya terparkir.
***********************
__ADS_1
Maaf jika alur ceritanya tidak sesuai yang diinginkan. Aku hanya mengikuti kisah nyatanya, walau ada juga yang aku karang sendiri.
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini.