
Saat Riana mencium aroma tubuh orang yang memeluknya dia yakin sekali jika itu adalah suaminya.
"Pagi sayang, kok malah kamu yang siapin sarapan kan ada mbok Asih." ucap Iqbal
"Gak papa mas, ini aku juga cuma bantu - bantu aja kok, daripada ngapain ya kan." ucap Riana.
Riana merasa geli karena sedari tadi dia di peluk sambil di ciumi tengkuknya.
"Mas aku ini belum mandi loh, kok kamu cium - cium aku gitu." ucap Riana.
"Biarin aja, aku suka wangi kamu kok." ucap Iqbal.
"Ih mas geli tahu, lepas deh aku mau mandi dulu trus bangunin Kiara nanti dia telat. Mas tunggu di ruang keluarga aja ya, aku tadi sudah bikin teh dan pisang goreng aku taruh di meja ruang keluarga." ucap Riana.
Iqbal melepas Riana dengan bibir manyun karena dia masih pengin peluk istrinya tapi istrinya gak mau.
"Ih~ jangan manyun gitu mas. Nanti bibirnya gak balik lagi loh." ucap Riana sambil bergegas pergi meninggalkan Iqbal karena takut di tangkap oleh Iqbal.
Iqbal hanya menggeleng kan kepalanya saja. Dia kemudian ke ruang keluarga untuk menikmati teh dan pisang goreng yang disiapkan oleh istrinya.
Riana sudah selesai mandi sekarang dia ke kamar Kiara untuk membangunkan Kiara karena hari sudah semakin siang.
"Sayang bangun dong, udah siang nih. Kan mau sekolah." ucap Riana.
__ADS_1
Kiara menggeliat lalu membuka matanya perlahan, lalu dia tersenyum.
"Pagi mamah." ucap Kiara.
"Pagi sayang, yuk kita mandi setelah itu makan bareng sapa papah, kakek dan nenek." ucap Riana.
Kiara langsung beranjak menuju ke kamar mandi, dengan telaten Riana memandikan Kiara, dia senang banget bisa merawat seorang anak, walaupun bukan anak kandungnya.
Kiara pun bahagia karena sudah lama dia ingin di perlakukan seperti ini oleh seorang Ibu. Rambut di kuncir dua dan di beri jepitan yang cantik oleh Riana.
Mereka berdua berjalan menuju ke meja makan dengan bergandengan tangan.
Di sana sudah ada Bu Kartika, pak Bagaskara dan suaminya. Riana dan Kiara duduk di kursi yang masih kosong.
"Pagi nenek, Kiara cantik gak? Tadi di kuncir dua sama mama Riana." ucap Kiara.
Semua orang yang ada di sana tertawa mendengar celotehan Kiara.
"Kata Iqbal kamu yang masak semua ini Ri?" tanya Bu Kartika.
"Aku cuma bantu Mbok Asih kok mah, jadi ya bukan aku aja yang masak. Kenapa mah? Gak enak ya?" ucap Riana
"Enak banget malah, tapi apa kamu gak capek, kemarin kan kamu baru pulang bulan madu." ucap Bu Kartika cemas.
__ADS_1
"Enggak kok mah, Aku gak capek." ucap Riana.
"Mah nanti anterin Kiara ke sekolah ya, Kiara mau pamer kalo sekarang Kiara punya mamah, biar gak ada lagi yang bilang Kiara gak punya mamah." ucap Kiara.
"Jelas dong mama bakal anterin Kiara, nanti bilang ke mama siapa yang sudah bilang Kiara gak punya mamah, bakal mamah marahin dia." ucap Riana semangat.
"hihihi.. Mama lucu deh. Oke nanti Kiara kasih liat siapa yang bilang itu ya mah." ucap Kiara senang.
Saat sudah selesai sarapan Iqbal berpamitan untuk berangkat kerja karena hari ini dia ada meeting penting dengan klien.
Riana mengantar Iqbal sampai depan rumah. Riana mencium punggung tangan Iqbal sedangkan Iqbal membalas mencium kening Riana.
"Mas nanti aku bawa salah satu mobil di garasi ya buat anterin Kiara." ucap Riana.
"Kalian di antar supir aja, jangan nyetir sendiri oke." ucap Iqbal.
"Aku mau bawa mobil sendiri mas, udah lama aku gak bawa mobil loh, boleh ya. Nanti pulang sekolah kita mampir deh ke kantor." ucap Riana membujuk Iqbal.
Iqbal pun tak kuasa menolak permintaan istrinya itu.
"Baiklah, tapi ingat kamu hati - hati ya, jangan ngebut." ucap Iqbal.
"Oh oke siap bos.." ucap Riana.
__ADS_1
Iqbal mengacak rambut Riana dan masuk ke dalam mobil, lalu mobil melaju keluar dari halaman meninggalkan rumah.
Riana langsung masuk ke dalam dan bersiap untuk mengantar Kiara ke sekolah.