Sahabatku Maduku

Sahabatku Maduku
Bab Seratus empat Belas


__ADS_3

Pagi harinya Mama dan papa lani datang menjemput. Mama Elly sudah mencoba menghubungi Willy, tapi ponselnya tidak aktif dari malam.


Mama Elly ingin Willy membujuk Lani agar tidak pergi ikut orang tuanya. Ia sudah sangat menyayangi Bobby dan telah terbiasa ada Bobby bersamanya.


"Lani, kamu sudah yakin betul ingin ikut papa kamu"ucap Mama Elly masih mencoba membujuk Lani


"Ya, ma. Aku harus ikut papa. Aku ingin melanjutkan kuliahku lagi"


"Di sini kamu juga masih bisa melanjutkan kuliahmu"


"Aku nggak mau merepotkan mama, nanti jika aku kuliah pasti bobby aku tinggalkan. Sedangkan mama masih harus ke kantor sesekali "


"Mama bisa bawa Bobby, ia sudah besar"


"Nggak usah ma. Pasti akan repot mama kerja sambil membawa Bobby"


"Tapi kamu belum pamit dengan Willy"


"Ma, buat apa aku pamit. Willy juga tak pernah menganggap aku ada, jadi aku ada ataupun tidak, nggak akan pengaruh buat Willy. Coba aja mama lihat, ini sudah lebih dari satu minggu Willy tak pulang, padahal kami tinggal di kota yang sama. Apa salahnya ia datang hanya untuk melihat Bobby. Kenapa hanya Alvin yang menjadi prioritas utamanya, Bobby juga anaknya Willy kan"


"Maafkan Willy, Lan "


"Mama nggak perlu minta maaf atas nama Willy, aku juga sudah biasa diperlakukan begini. Dari awal pernikahan aku bukanlah prioritas utama Willy. Saat ia telah berpisah dengan Melati pun, aku tak menjadi prioritas utamanya. Mungkin ini adalah hukuman buatku yang telah melakukan kesalahan karena mengkhianati sahabat aku sendiri. "


"Mama nggak bisa berkata apa apa lagi. Semoga dengan berpisah saat ini Willy akan menyadari kehadiran kamu"


"Aku nggak yakin Willy bisa menyadari arti hadirku, mungkin ia akan merasa senang karena pada akhirnya aku menyerah"ucap Lani dengan senyum miring.


"Semoga kamu dan Bobby selalu sehat dan bahagia"


"Semoga ma.. "


"Jangan lupa, tetap mengunjungi mama di sini"


"Jika ada waktu akan aku usahakan datang ke sini. Mama jaga kesehatan."


"Oma, Bobby pergi "ucap Bobby dengan kata yang sudah lancar, karena saat ini usianya yang telah lebih dari tiga tahun


"Iya sayang, jangan lupakan Oma. Sering sering berkunjung kesini, sebelum Oma meninggalkan dunia ini untuk selamanya"ucap mama Elly menangis sambil memeluk Bobby


"Mama, jangan bicara begitu, aku doakan mama panjang umur dan bisa melihat Bobby sampai dewasa . Aku harus pamit sekarang,papa dan mama telah lama menunggu"ujar Lani


"Oma, nanti bobby datang kesini lagi. Oma jangan nangis"ucap Bobby sambil memeluk erat mama Elly

__ADS_1


Setelah lama memeluk Bobby, mama Elly baru melepaskannya.


Lani membawa Bobby menemui papa dan mamanya yang telah menunggu.


"Bapak, ibu, maaf jika Willy tidak bisa menjadi menantu yang baik. Saya juga minta maaf jika pernah berbuat salah.. "


"Sama sama bu, maaf jika selama di sini Lani menyusahkan ibu dan banyak berbuat salah"ujar papa Lani


"Iya pak,saya titip cucu saya..... "


Lani akhirnya meninggalkan rumah mama Willy. Papa meminta supir membawa mereka menuju toko roti Melati. Papa dan mama ingin pamit.


Sampai di toko tampak Nabila sedang bermain,karena akhir pekan ia tidak sekolah.


"Nabila cantik, bunda mana sayang"tanya papa lani


"Bunda lagi di dalam dengan papi.. "


"Oh, ada papi ya"


"Bisa Bila panggilkan bunda"ujar mama Lani.


Baru aja Nabila akan melangkah terdengar namanya di panggil.


"Nabila... "


"Bunda dan papi mana"


"Ada di dalam mama"


"Gimana sih papi kamu, katanya mau ke pantai ,mama sudah menunggu nggak muncul juga. Papi kamu kalau sudah berdua bunda, lupa waktu dan lupa segalanya. Dasar bucin"omel Rachel.


"Mama, Bila panggil bunda dulu, Opa dan Oma serta tante Lani ini mau ketemu bunda"


Papa dan mama serta Lani tersenyum pada Rachel. Rachel membalas senyum mereka.


"Silakan duduk... "ucap Rachel


Papa, mama dan Lani duduk ditemani Rachel. Tak lama keluar Melati dan Rangga diikuti Nabila.


"Papa, mama.. ada apa"ucap Melati dan menyalami mereka


"Kami mau pamit. Lani sudah memutuskan akan ikut kami"

__ADS_1


"Oh, gitu ya. Jadi Lani sudah memutuskan akan tinggal bersama papa dan mama lagi"


"Ya Mel, percuma juga aku tetap bertahan jika Willy tidak juga berubah. Semoga saja dengan perpisahan kami ini, Willy dapat menjadi pribadi yang lebih baik"ujar Lani


"Semoga saja, Lan. Nabila, ini adik Nabila juga selain Alvin. Ini namanya Bobby. Bobby anak ayah Willy juga"ucap Melati, ia ingin Nabila tahu jika ia memiliki adik satu bapak.


"Jadi Bobby juga adiknya Bila, bun"


"Iya... "


"Oh, pantas dari tadi aku rasa akrab dengan nama Lani. Aku baru ingat, kamu ya yang dulunya sahabat Melati yang dengan teganya mengkhianati Melati"ucap Rachel dengan sinis


"Kak Rachel, sudah ah. Aku sudah melupakan dan aku juga telah mengikhlaskan semuanya. Sekarang aku hanya memikirkan lelaki yang ada disamping aku aja"ujar Melati agar Kak Rachel tidak mengungkitnya lagi


"Dari pertama aku mendengar cerita kamu dulu, aku penasaran ingin bertemu dengan wanita yang tega merampas kebahagiaan wanita lain, apa lagi wanita itu sahabatnya sendiri. Apa ia tidak punya hati dan perasaan sampai tega menyakiti hati sahabat sendiri. "


"Kak Rachel, Melati sudah katakan jika ia sudah mengikhlaskan dan memafkan Lani, cukup.Jangan bicarakan itu lagi"ucap Rangga


"Rangga, Melati, kak Rachel ingin mengucapkan banyak terima kasih pada Lani. . Dengan kamu merampas mantan suami Melati, aku jadi memiliki ipar yang sangat baik. Jika Willy masih bersama Melati, belum tentu Rangga akan dapat istri sebaik Melati. Tapi aku ingin bertanya denganmu, apakah kamu tidak ada rasa menyesal karena telah merampas kebahagiaan sahabat kamu sendiri. Dan apa kamu merasa bahagia setelah merebut kebahagiaan sahabatmu "


"Kak Rachel, aku mohon sudahlah. Aku sudah memaafkan semua salah Lani. Ini Papa dan mama nya Lani juga sudah minta maaf. Jadi nggak perlu diungkit lagi masalah itu"ucap Melati sambil mengusap lengan Rachel agar ia sedikit tenang, tidak emosi lagi.


"Aku minta maaf, aku tahu kak, aku telah melakukan kesalahan yang sangat besar. Pasti sulit bagi siapapun itu memaafkan aku jika mereka menjadi Melati. Tapi Melati yang hatinya memang tulus, dengan lapang dada memaafkan aku dan telah mengikhlaskan semua yang telah terjadi dulu. Aku menyesal pernah melakukan kesalahan itu,dari dalam hati terdalam aku benar benar tulus meminta maaf"


"Aku hanya mengingatkan kamu Lani, jika kamu tidak akan pernah merasakan bahagia dengan kamu memadamkan dan merebut kebahagiaan orang lain"


"Kakak benar, sejak aku merebut kebahagiaan Melati ,aku memang tak pernah merasakan kebahagaian lagi"


"Maaf bapak dan ibu, jika aku bicara lancang. Aku ingin Lani belajar dari pengalamannya, jangan pernah lagi ia merebut sesuatu yang bukan miliknya, karena hasil curian tidak akan kekal, tapi rasa penyesalanlah yang akan terus menghantui kita"


"Iya , kami tahu itu. Makanya dari pertama kami tahu masalah Lani dan Melati aku sudah melarang Lani meneruskan perkawinan mereka, tapi Lani,tetap lebih memilih Willy dari keluarga nya, makanya kami mengusirnya dari rumah. Tapi ternyata Willy tak pernah berubah, dan akhirnya kami menjemput Lani. Kami tahu Lani sangat bersalah dalam masalah ini."


"Papa mau Mela buatkan minum apa"tanya Melati mengalihkan pembicaraan


"Nggak usah nak, kami hanya ingin pamit. Sekali lagi maafkan Papa, mama dan Lani"


"Sama sama Pa, Mela juga minta maaf"


Akhirnya papa, mama dan Lani pamit.


"Semoga Lani mendapatkan kebahagiaan dimanapun ia berada, jika Willy memang yang terbaik buat Lani, jadikan ia keluarga yang bahagia. Dan jika Willy bukan yang terbaik buat Lani pertemukan Lani dengan lelaki yang baik"


**************

__ADS_1


Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini.


Novel ini sudah hampir tamat ya.. jadi tetap setia ya membaca nya. Ada nanti saatnya Willy menyesal lebih memilih Yana..


__ADS_2