
Melati menerima telepon dari papa Lani yang ingin bertemu dirinya. Ia lalu menghubungi Rangga yang sedang ada di kampus.
"Ada apa sayang... "
"Ngga... aku boleh keluar nggak"
"Mau kemana... "
"Tadi papanya Lani menghubungiku, ia ingin bertemu di restoran X, apa boleh aku menemuinya, Ngga"
"Untuk apa ia ingin bertemu denganmu Mel"
"Mungkin karena kangen.. kamu tahukan Ngga, jika papa Lani telah menganggap aku sebagai anaknya sendiri juga"
"Baiklah.. kamu boleh bertemu. Tapi setelah itu jangan kemana kemana.. "
"Ya.. Ngga. Terima kasih"
"Hati hati... jangan terlalu lama keluarnya, kasihan Nabila nanti capek dan mengantuk "
"Iya papi sayang.. "
"I love you bunda... "
Setelah mematikan sambungan ponselnya, Melati memandikan Nabila setelah itu ia juga mandi, barulah ia berangkat menemui papa Lani.
Satu jam kemudian,Melati dan Nabila telah sampai ditempat restoran yang telah dijanjikan. Ia melihat papa Lani sudah menunggunya.
"Selamat siang Pa.. sudah lama menunggu"
"Selamat siang Mela.. belum lama. Silakan duduk."
"Apakabar cucu Opa nih.. semakin besar semakin cantik saja.. "ucap Papa Lani dan memegang pipi Nabila. Nabila yang tak mengenal papa Lani langsung memeluk Melati.
"Maaf Pa.. Nabila memang takut jika melihat orang yang baru dikenalnya. Karena Rangga terlalu protektif sama Nabila"
"Kamu tampak bahagia setelah menikah lagi"
"Alhamdulillah Pa.. aku pertama ragu buat menikah lagi, tapi melihat sikap dan perhatian Rangga aku jadi yakin untuk memulai kehidupan baru lagi. Dan aku sekarang bersyukur mengambil keputusan itu, karena Rangga memberikan semua yang tak pernah aku dapatkan ketika bersama Willy. Ia menyayangi dan melindungi aku dan Nabila sepenuhnya. "
"Syukurlah jika kamu bahagia, papa juga jadi ikut senang mendengarnya. Kamu memang pantas merasakan kebahagiaan, kamu anak yang baik"
"Pa.. maaf, Mela tak bisa bertemu papa lama lama. Rangga tak mengizinkan. Papa,ada perlu ingin bertemu Mela"
"Papa kangen kamu juga Lani. Papa kangen saat kalian masih selalu bersama kemanapun pergi.Papa ingin bertemu Bobby dan Lani"
"Jika papa kangen, mengapa papa tak menemui mereka. Aku yakin lani akan senang jika papa mau menemuinya."
"Tentu saja Lani akan senang jika papa menemuinya saat ini. Papa sebenarnya kasihan melihat nasibnya, tapi ia sendiri yang memilih. Papa sudah meminta ia memilih antara Willy atau papa, tapi ia lebih memilih Willy, sekarang lihatlah.. ia dicampakkan oleh Willy"
"Papa.. apa papa tahu semuanya.. "
"Ya Mel. Bagaimanapun jahatnya Lani, ia tetap darah daging papa. Yang salah bukan dirinya aja tapi papa juga, karena papa yang selalu memanjakan dan menuruti maunya maka ia menjadi anak yang egois dan maunya dituruti semua. Papa selalu mengawasinya sejak ia meninggalkan rumah, papa juga tahu semua tentang kamu. Papa ikut bahagia melihat rumah tangga dan usahamu berjalan dengan baik"
"Alhamdulillah pa,Mela merasa saat ini Tuhan selalu saja memberikan limpahan kebahagiaan. Mela selalu berdoa semoga kebahagiaan ini akn selalu Mela rasakan. "
"Mela.. papa sebenarnya datang ingin meminta tolong padamu.. "
"Minta tolong apa, Pa.. "
"Tolong pertemukan papa dengan mertua lelaki kamu"
"Maksud papa.. papi nya Rangga. Papi Robert"
"Ya, Mel.. "
"Buat apa.. papa mau kerja sama atau... "
"Atau apa Mel"
__ADS_1
"Jangan bilang papa ingin kerjasama agar papi menarik kembali investasinya diperusahaan Willy. Papa ingin membuat Willy bankrut.. "
"Mel... papa belum bisa memastikan rencana apa yang akan papa lakukan. Cuma terus terang papa memang ingin memberi Willy pelajaran karena telah membuat kedua putri papa menderita, kamu dan Lani"
"Pa.. Lani masih mau bertahan dengan Willy jika papa membuat usaha Willy bankrut apa papa nggak takut nanti Lani makin menderita, kasihan Lani Pa."
"Mela.. terbuat dari apa hatimu nak. Mengapa kamu masih memikirkan nasib Lani"
"Kamu jangan takut, papa nggak akan membuat Lani dan cucu papa menderita, papa ingin Willy sadar dengan memberinya sedikit pelajaran. Itu bisa papa lakukan jika papa bisa kerjasama dengan papi mertuamu "
"Pa.. Apapun yang akan papa lakukan, Mela minta papa pikirkan dulu semuanya. Nanti Mela beri kabar papa setelah Mela menghubungi papi. Mela hanya bisa bantu papa untuk menghubungi papi, mengenai keputusan papi,Mela tak bisa ikut campur"
"Itu sudah lebih dari cukup bantuan dari kamu, Mel. Sekarang makanlah.. papa nggak ingin Rangga marah jika papa terlalu lama bertemu kamu"
Setelah makan Melati pamit ingin pulang. Papa Lani memberikan uang buat Nabila.
"Ini buat jajan Nabila.. "ucap papa dan menyodorkan uang yang cukup tebal.
"Papa.. nggak perlu. Nabila belum bisa jajan. Paling ia makan kue di toko Mela"
"Nggak apa Mel.. papa hanya sesekali bertemu, apa salah Opa memberi jajan buat cucunya"
"Tapi ini terlalu banyak jika hanya buat jajan Nabila"
"Kamu bisa menyimpannya... "
"Terima kasih Pa.. Hati hati.. Mela harus pamit... Selamat siang Pa... "
"Selamat siang... nak. Salam buat suami kamu. Semoga kamu selalu bahagia "
Melati meninggalkan restoran itu dengan mengendarai mobil yang dibeli Rangga buatnya.
####################
Malam harinya Rangga yang sedang menyusun skripsi,sibuk mengetik sesuatu dilaptopnya. Sampai tengah malam ia masih mengerjakan itu.
Ia ingin cepat menyelesaikan kuliahnya. Karena kuliah sambil bekerja sangat melelahkan.
Ia melihat Rangga yang masih aja mengetik. Melati lalu membuatkan susu hangat buat Rangga.
"Rangga.. belum selesai ya mengetiknya"
"Sedikit lagi sayang.. mengapa, tidak bisa tidur ya"
Melati lalu meletakkan susu hangat di meja dan ia duduk dipangkuan Rangga.
"Mengapa.. tumben istriku manja banget"
"Kamu nggak capek.. kuliah, lalu langsung kerja. Malam nya harus menyelesaikan skripsi juga"ucap Melati, ia duduk mengangkang dipaha Rangga dan mengalungkan tangannya dileher Rangga.
Rangga lalu melingkarkan tangannya dipinggang Melati dan mengecup bibir istrinya.
"Nggak ada capek jika itu buat masa depan kita nantinya. Aku ingin menjadi suami terbaik yang selalu bisa kamu banggakan kelak"
"Aku takut kamu nanti sakit... "
"Jika sakit, sudah ada yang jagainkan... "
"Ngga.. aku nggak mau pakai kontrasepsi lagi, biar Nabila punya adik.. "
"Nanti aja sayang.. aku masih ingin berduaan tiap malam... tunggu Nabila sekolah"
"Kenapa Ngga, apa kamu nggak mau memiliki anak dariku "
"Siapa yang nggak mau memiliki anak dari orang yang paling dicintainya "
"Tapi mengapa kamu nggak izinkan aku hamil... "
"Karena aku ingin lama lama dulu menikmati masa masa pacaran ini. Kita kan pacarannya setelah menikah.. "
__ADS_1
"Apa kamu takut nanti aku tambah jelek kalau punya anak lagi"
"Kamu pasti akan tetap cantik walau punya anak berapapun.. sampai kamu tuapun, aku yakin kamu tetap cantik"
"Gombal... "ucap Melati dan memeluk Rangga. Meletakan kepalanya dibahu Rangga. Rangga meneruskan mengetik skripsinya walau Melati ada dipangkuannya.
Ketika sedang asyik mengetik, ponsel Rangga berdering. Ternyata teman kampusnya yang bernama Weni menelepon. Rangga mengangkatnya.
Melati hanya mendengarkan apa yang sedang Rangga bicarakan.
"Lagi apa Ngga.. masih mengetik skripsi"
"Ya.. kamu belum tidur"
"Aku baru saja selesai mengetik skripsi, ini mau tidur. Ngga.. besok sarapan di tempat biasa ya.. aku tunggu disana"
"Oke.. .tapi dengan yang lain juga ya. Sekarang kamu tidurlah. Aku juga mau tidur"
"Selamat malam Ngga... selamat tidur, semoga mimpi indah"
Rangga menutup sambungan ponselnya. Ia lalu kembali mengetik.
"Siapa sih malam malam menelepon "
"Teman kampus.. "
"Cewek apa cowok... "
"Cewek... "
"Cantik... "
"Lumayanlah... "
"Mana.. coba lihat fotonya.. "
Rangga lalu menunjukkan foto Weni yang ada di profil whatsapp nya.
"Cantik banget.. pacar kamu dikampus"ucap Melati cemberut
"Lebih cantik kamu... jika teman teman aku tahu, aku punya istri secantik kamu pasti mereka heran"
"Bohong.. lebih cantik cewek itulah. Kamu suka dengannya... "
"Mela.. aku ini sudah punya istri, mana mungkin aku menyukai wanita lain"ucap Rangga menoyor pelan dahi Melati
"Ia naksir kamu kan.. "
"Nggak tahu..mungkin juga sih"
"Pasti ia suka dengan kamu kan.. mana mungkin lelaki tampan, dan mapan seperti kamu nggak ada yang suka.. pasti banyak cewek dikampus yang naksir kamu"ucap Melati dan mulai tampak air mata disudut matanya.
"Kamu tuh cengeng banget. Dikit dikit nangis. Mela.. dengar ya.. "ucap Rangga sambil menangkup kedua pipi Melati agar memandangi wajahnya
"Aku tak bisa melarang jika ada wanita yang naksir atau menyukai aku, itu hak mereka. Tapi aku tak pernah menanggapi mereka. Jika aku mau dengan mereka, mengapa aku menikahi kamu. Aku dulu pernah bilangkan, aku tak pernah pacaran karena aku tak mau menyakiti hati wanita jika nantinya aku harus memutuskan hubungan. Dan aku menikahi kamu dengan persiapan atau pemikiran yang matang. Aku sudah memikirkan semuanya, jika aku menikah itu berarti aku harus mau berkomitmen sepanjang hidupku, karena bagiku pernikahan itu hanya sekali."
"Aku takut kamu akan meninggalkan aku.. karena di luar sana banyak wanita yang lebih segalanya dari aku yang mau denganmu dan mendekatimu"
"Jika aku nya yang tidak mau, mereka bisa apa..Aku hanya maunya kamu"ucap Rangga mengecup dan menggigit kecil leher Melati.
"Rangga... geli.. "
"Sudah ah mengetiknya. Aku nggak bisa konsentrasi lagi.. kamu telah membangunkan adik kecilku"
"Rangga.. mesum banget "
"Kamu yang membuat aku selalu mesum"ucap Rangga berdiri dan menggendong Melati ala koala.
Rangga menghempaskan dengan pelan tubuh Melati ke kasur. Dan mulai bermain main dengan tubuh istrinya.
__ADS_1
*******************************
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini