
Satu bulan berlalu. Hari ini ulang tahun ke enam puluhnya mami Rangga. Mereka merayakan di salah satu restoran ternama. Papi juga datang merayakan.
Semua memberi ucapan ulang tahun dan tak lupa memberi kado.
Giliran papi memberi ucapan dan kado, Rachel menggodanya.
"Papi, beri ciuman masa di pipi mami aja. Di bibir mami juga dong"ucap Rachel
"Papi, malu karena ada Syifa dan Nabila"ujar bang Rifo suami kak Rachel.
"Kenapa malu.. "celetuk Nabila
"Opa malu nanti Nabila ledekin"ucap Rachel lagi
"Nggak Nabila ledek kok Opa. Papi aja yang gigit bibir bunda, Nabila diam aja, nggak ada ledekin. Iyakan papi"
"Hhhaaa.... jadi Nabila sering lihat papi gigit bibir bunda"ucap Rachel sambil tertawa
"Iya... udah dua kali."
"Gila Lu, masa ciuman depan Nabila"
"Bukan depan Nabila kak, kami di kamar kom"ucap Melati malu
"Hha.....hhhaa.. makanya pintu kamar dikunci kalau mau gituan, untung nggak lagi main kuda kudaan Nabila masuk"
"Hampir main kuda kudaan pernah sih"ujar Rangga
"Dasar Lu ya, pasti karena nggak sabar main kuda kudaan sama Melati,lu jadi lupa kunci pintukan"
"Memangnya papi dan bunda pernah main kuda kudaan"tanya Nabila polos
"Seringlah Bila... ha.. ha.. "ucap Bang Rifo sambil tertawa
"Sudah ngomongin itu, ada Syifa dan Nabila, jaga ucapannya "
"Tapi kok Nabila nggak pernah lihat papi dan bunda main kudaan"
"Papi dan bunda main kudaan ketika Nabila tidur"ujar Rachel. Semua tersenyum melihat wajah cemberut Nabila.
__ADS_1
"Papi, bunda jahat, kok nggak bawa Nabila main kudaannya"
"Nabila, jangan dengar mama Rachel. Mana ada bunda main kudaan"
"Mama Rachel, pembohong"
"Siapa bilang mama pembohong, bunda tuh yang bohong. Bila tahu nggak, adik bayi dalam perut bunda ada karena papi dan bunda main kuda kudaan"
"Kak Rachel, jaga mulutnya.Nabila nanti jadi mikir tuh... "ujar Rangga
"Sayang, papi nggak ada main kuda sama bunda. Memangnya Bila pernah lihat ada kuda di kamar, nggak kan. Makanya jangan percaya kata mama Rachel, mama Rachel cuma bercanda"
"Awas ya kalau papi bohong, Bila akan lihat di kamar ,apa ada papi sembunyikan kuda kudaannya"
"Nabila, besok Opa beli main kudaan. Jangan ganggu papi kalau mau main sama bunda ya"
"Papii... "ucap Melati malu, diledekin mertuanya
"Ha.. ha... ,Opa benar. Bila nanti dibelikan aja mainan kudaan biar nggak ganggu papi dan bundanya lagi"
"Nanti perut Bila bisa besar kayak bunda juga kalau main kuda kudaan"
"Hhaaaaa.... apaan sih Nabila, kamu lucu banget"
"Perut Nabila bisa besar seperti bunda kalau Nabila sudah sebesar bunda main kuda kudaannya"
"Begitu ya mama Rachel... "
"Sudah,jangan mengobrol aja, makan lagi. Nanti keburu dingin makanannya"ucap Mami
Semua menyantap hidangan yang telah tersedia, setelah makan semua kembali mengobrol.
"Kandungan kamu sudah usia berapa Mel"
"Sudah lebih dari delapan bulan, mi. Aku hanya menunggu saat lahiran"
"Mami, aku lihat di youtube, orang lahiran normal itu susah dan sakit. Tapi caesar juga kelihatannya mengerikan, sebaiknya Melati normal atau caesar aja, mi"
"Jika Melati sanggup normal bagus normal. Pemulihannya cepat"
__ADS_1
"Papi, aku mau normal aja. Nabila juga normal kok lahirannya.. "
"Tapi itu kan sakit banget sayang. Dokter Zulaida bilang sakitnya seperti tulang kita dipatahkan secara bersamaan sebanyak dua puluh tulang"
Rangga telah mengganti dokter kandungan istrinya. Ia tak mau Melati disentuh terus oleh dokter kandungan yang lelaki. Apa lagi masih muda.
Ia juga tak ingin saat melahirkan nanti Melati harus ditangani dokter lelaki, itulah ia lebih memilih dokter Zulaida.
"Nggak apa, pi. Semua sakit akan hilang begitu mendengar suara tangisan bayi"
"Jangan jangan nanti yang merasa sakit ketika lahiran Rangga. Yang ngidam kemarin juga Ranggakan.. "ucap Rachel
"Aku nggak apa kok, jika rasa sakit yang dirasakan Melati dipindahkan padaku. Aku pasti akan bertahan. Tapi aku nggak yakin akan bisa bertahan jika melihat Melati yang menahan kesakitan. Bisa bisa aku marah dengan perawat nanti"
"Papi, aku nggak mau ya nanti papi marahi perawat atau bosannya. Itu bukan salah mereka. Setiap wanita yang akan melahirkan pasti akan merasakan sakit, baik itu normal ataupun caesar. Tapi kekuatan wanita lah membuat wanita sanggup menahan sakitnya itu. Jika lelaki yang merasakan belum tentu juga akan bertahan. Wanita itu lebih kuat dari lelaki "
"Iya.. iya aku percaya. Buktinya kamu kemana mana sanggup ya bawa beban bayi diperut"
"Itulah Ngga, letak kekuatan wanita. Ia sanggup menahan sakit dan sanggup mengangkat beban seberat apapun itu. Tapi ia akan menjadi rapuh dan kecewa juga sedih jika ia mendapati orang yang ia cintai mengkhianati cintanya. Banyak wanita yang tak bertahan jika sudah dikhianati.. "ujar mami
Papi yang mendengar ucapan mami hanya diam aja. Ia tahu mami sekalian menyindir dirinya.
"Dengar tuh bang Rifo, wanita bisa bertahan dan tabah menghadapi cobaan hidup apapun itu. Hanya satu kelemahan wanita, ia akan menjadi terpuruk dan terluka serta rapuh jika ia mendapati suaminya menduakan dirinya. Pengkhianatan suami susah buat dimaafkan, walau ada wanita yang tetap bertahan, tapi aku rasa luka hatinya ia tahan dan tetap bersabar dengan banyak pertimbangan, misalnya anak. Ia tak ingin anaknya merasakan keluarga yang tak utuh. Biarlah ia menderita sendiri asal anak anaknya tetap bahagia. Jadi aku harap kamu jangan pernah coba coba menduakan aku, karena aku juga termasuk wanita yang tak bisa memaafkan yang namanya pengkhianatan. Lagi pula mendua itu hanya enak di awal pada akhirnya pelakunya akan menyesalinya. Bukan begitu papi. Papi yang telah merasakannya bukan. Walau papi telah menyadari kealahan papi dan menyesal tapi nasi sudah menjadi bubur, semua tak bisa dikembalikan lagi. Hati mami sudah terlanjur pernah papi sakiti."
"Benar yang dikatakan Rachel.Rifo dan Rangga, kamu jangan pernah mencoba untuk mendua. Karena sekali kamu mencoba buat mendua kamu akan terus terjerumus, dan pada akhirnya kamu akan menyesal. Karena tidak ada kebahagiaan yang diawali karena kebohongan dan pengkhianatan. Kamu memulainya aja salah, dengan berbohong. Jadi kamu pasti akan terus berbohong untuk menutupi kebohongan yang lain. Tidak ada yang bisa berbagi dengan adil. Papi, benar benar menyesal pernah berbohong dan mengkhianati mami kalian. Dengan kalian mau memaafkan papi,itu sudah lebih dari cukup buat papi. Papi tidak mengharapkan lebih. Papi mau menghabiskan sisa hidup papi bersama cucu cucu papi, makanya papi sangat berterima kasih bisa diterima kembali dikeluarga"
"Papi, bukannya kami dendam, jika kami tak bisa menerima papi untuk tinggal serumah lagi dengan mami.Tapi walau papi belum menjatuhkan talak buat mami, aku rasa di dalam agama papi dan mami sudah sah bercerai. Bukankah papi sudah lama tak menafkahi mami baik lahir maupun batin"ujar Shinta
"Ya nak, papi mengerti itu. Tapi papi sudah sangat bahagia karena masih selalu dilibatkan dalam acara keluarga"
"Itu sudah pasti papi, karena bagiamanpun papi adalah papi kami"ujar Rachel lagi
"Terima buat semuanya terutama mami, karena bisa menerima kehadiran papi lagi. "
"Tidak ada gunanya dendam, karena dendam yang akan membunuh kita secara perlahan. Dan juga apakah dengan aku dendam semuanya akan kembali semula. Kita sudah tua, hanya ketenteraman dan kenyamanan hidup yang akan kita cari lagi, bukan permusuhan. "
Melati tersenyum mendengar perkataan mami, yang mau memaafkan semua kesalahan papi.
"Mami benar tidak ada gunanya dendam, dengan kita masih dendam sama seseorang semua tidak akan kembali lagi, tapi hati kita yang akan sakit karena menyimpan dendam itu terlalu lama,yang akhirnya akan membuat hati kita rusak membusuk.. "
__ADS_1
**************************
Terima kasih buat semua pembaca yang tetap setia membaca dan menunggu novel ini ups.