Sahabatku Maduku

Sahabatku Maduku
Bab Seratus Dua puluh Tujuh


__ADS_3

Seminggu telah berlalu sejak Willy mengunjungi Lani dan Bobby. Ia kasihan melihat anaknya Naya yang hanya di asuh oleh bibi.


Willy akhirnya memutuskan mendatangi rumah mamanya.


"Selamat malam, ma"ucap Willy pada ibunya ketika memasuki rumah


"Ada apa kamu datang, Wil"


"Apa aku tidak boleh mengunjungi mama... "


"Kamu biasanya hanya datang saat kamu ada perlu bantuan mama, atau sedang menghadapi masalah "


"Ma, aku minta maaf jika selama ini ku hanya bisa membuat mama kesulitan dan selalu membuat mama dalam masalah "


"Apa kamu baru menyadari kesalahanmu selama ini"


"Ma... aku datang memang ingin bantuan mama. Tapi jika itu tidak keberatan, tapi jika mama nggak bisa bantu, aku juga nggak akan memaksa"


"Kamu mau minta bantuan apa lagi... "


"Apa aku boleh tinggal bersama mama lagi"


"Ini rumahmu juga, tak ada alasan mama melarang. Yang dulu ingin pindah dan keluar dari rumah ,kamu jugalah.... "


"Tapi ma, aku nanti tak sendiri"


"Apa maksud kamu. Apa kamu mau membawa istri barumu. Siapa... Yana. Maaf jika bersama Yana,mama nggak bisa izinkan"


"Bukan, aku sudah cerai dengan Yana"


"Apa kamu yakin sudah cerai dari Yana, kamu nggak akan kembali lagi"


"Aku yakin ma. Maaf jika kemarin aku nggak dengar nasihat mama, aku kira Yana bisa berubah. Tapi percuma saja merubah sifat seseorang jika dari diri pribadi orang tersebut tidak ada keinginan buat berubah. Padahal aku sudah ingin berubah, aku ingin membina rumah tangga sebenarnya bersama Yana, tapi semua tak bisa terwujud, aku harus kecewa. Ma... apakah ini hukuman buatku karena dulu tak menjaga keutuhan rumah tanggaku. Dan disaat aku ingin menjadi suami yang baik dan ingin menjalankan rumah tangga yang sebenarnya, wanita yang aku jadikan istri tak bisa mewujudkannya bersamaku. Ia mengecewakan aku. Ia ternyata mengkhianati aku,ma"


"Ini pelajaran buatmu Willy. Jangan kamu ulangi lagi. Jika kamu ingin menjalin rumah tangga yang benar, kamu harus mencari istri yang benar juga. Kamu harus mengenal siapa istrimu dan keluarganya. Jangan menikahi wanita hanya karena kamu merasa cinta, karena cinta terkadang tidak sesuai logika. Bukankah orang sering berkata, jika cinta itu buta. Jadi cinta bisa membuat kita buta sehingga kita tidak bisa melihat keburukan dari seseorang. Dan cinta biasanya diiringi dengan nafsu, jadi jika kamu mengutamakan cinta maka nafsu pasti ada didalamnya"


"Ya, ma. Selama ini aku hanya mengutamakan nafsuku dari pada logika. Itulah sebabnya aku sering tertipu dan terperdaya"

__ADS_1


"Syukurlah jika kamu menyadarinya. Jadi mama harap kamu memang benar insaf kali ini. Jangan mengulangi kesalahan lagi. Jika kita jatuh di lubang yang sama, itu sama aja kita orang yang sangat bodoh. Jadi kamu mau tinggal bersama mama dengan siapa. Apa kamu beristri lagi"


"Nggak ma.... "


"Jadi sama siapa kamu... "


"Dengan anakku, ma"


"Anak yang mana. Alvin.... "


"Bukan ma, anakku dengan Yana yang masih bayi"


"Anakmu yang masih bayi. Apa kamu dan Yana punya anak lagi. Dan anakmu yang pertama dengan Yana kemana, di bawa Yana"


"Ma, maafkan aku selama ini telah membohongi mama... "


"Maksud kamu apa.... "


"Sebenarnya Alvin bukan darah dagingku... "


"Aku telah dibohongi Yana. Ia mengatakan jika anak yang dikandungnya saat itu adalah anakku, padahal saat ia pertama kali berhubungan denganku ia telah mengandung Alvin"


"Kenapa kamu bodoh sekali, Willy. Apa kamu tidak bisa menghitung kehamilan istrimu dengan saat pertama kali kamu berhubungan. Makanya jangan pernah berzina, berhubungan tanpa ikatan pernikahan. Ini jadinya kamu ditipu... apa karena ini kamu bercerai dengan Yana"


"Bukan karena masalah Alvin aku bercerai dengan Yana kali ini ma, perceraian kami pertama memang penyebabnya karena aku tahu jika Alvin bukan anak kandungku... "


"Jadi kamu sudah tahu dari pertama kalian bercerai jika Alvin bukan anak kandungmu. Berarti selama ini kamu sadar jika yang kamu jaga itu bukan anak kandungmu. Kenapa kamu masih mau menjaganya.... "


"Ma, mana mungkin aku telantarkan anak kecil seperti Alvin. Walau ia bukan anak kandungku, tapi ketika ia lahir aku tahunya ia adalah anakku, jadi aku juga menyayanginya. Yana meninggalkan Alvin ketika pergi dari rumah. Apa aku harus membuangnya, anak orang yang baru aku kenal aja, tak mungkin aku telantarkan dan aku buang, apa lagi Alvin yang dari dalam kandungan aku kira anak kandungku, tak mungkin aku tega juga membuangnya... "


"Tapi kenapa kamu sepertinya lebih menyayangi Alvin dari Bobby anak kandungmu sendiri"


"karena aku kasihan melihat nasibnya yang telah dibuang orang tua kandungnya sendiri "


"Mama tak mengerti dengan jalan pikiranmu Willy. Kamu kasihan melihat Alvin yang tidak mendapat kasih sayang dari orang tua kandungnya, tapi kamu lupa jika anak anakmu juga tidak mendapat perhatian dari orang tua kandungnya yaitu kamu sendiri. Kamu tidak pernah memberi perhatianmu pada anakmu baik Nabila ataupun Bobby. Apa kamu tidak merasa kasihan dengan anak kandungmu itu"


"Ma, aku tahu... aku memang salah karena selama ini telah mengabaikan anak anakku. Untuk itu aku sudah bertekad, mulai saat ini aku akan memberikan perhatianku buat semua anakku."

__ADS_1


"Apa kamu yakin, jika anak Yana yang baru dilahirkan ini anakmu"


"Aku yakin ma. Karena aku sudah lakukan tes DNA dan hasilnya ia memang anak kandungku"


"Jika ia memang anak kandungmu apa penyebabnya kalian berpisah kali ini"


"Karena Yana telah mengkhianati aku, ma"


"Astaga Willy, apa mama bilang. Percuma memungut sampah di jalan karena pada akhirnya ia akan mencari tempat aslinya berada"


"Ya ma. Aku memang bodoh, bisa terjerumus ditempat yang sama. Jadi ma, aku mau tinggal disini biar mama bisa membantu bibi nih menjaga anakku"


"Berapa umur anakmu"


"Baru satu bulan ma... "


"Willy kamu memang gila, anak masih sangat kecil begitu harus terpisah dari ibunya. ia masih sangat memerlukan ASI. Apa anakmu, cowok apa cewek"


"cewek ma... "


"Mama harap kali ini kamu benar benar insaf dn tak mengulang lagi kesalahan yang sama. Bawalah anakmu kesini... sekali lagi mama katakan jangan pernah mengulang kesalahan lagi. Kamu bukan anak anak lagi. Kasihan anak anakmu nanti setelah dewasa. Jika tahu kelakuan ayah mereka "


"Iya, ma. Terima kasih. Besok aku akan mengurus kepindahanku itu.... "


"Ma, aku janji akan berusaha mengubah semua sifat jelekku. Karena tidak mungkin selamanya aku hidup begini. Aku juga ingin hidup normal bersama istri dan anak anakku kelak.... "


***************


Terima kasih tak terhingga buat semua pembaca setia novel ini. Dan ucapan terima kasih juga buat semua pembaca yang telah memberikan vote, komentar dan like


Terima kasih banyak atas doa semuanya buat kesembuhan suaminya aku. Semoga semua doa kita dikabulkan Allah. Aamiin


Berkat doa kita semua hari ini suami aku sudah bisa pulang ke rumah lagi..


Mampir juga di novel terbaru CINTA SUCI ALESHA


__ADS_1


__ADS_2