Sahabatku Maduku

Sahabatku Maduku
Bab Delapan puluh Enam


__ADS_3

Di dalam mobil Melati masih saja menangis. Rangga membawa kepala Melati bersembunyi di dadanya.


"Mengapa kamu menangis, sayang. Kamu nggak tega melihat aku memukul Willy"


"Bukan... "ucap Melati terisak


"Lalu karena apa kamu menangis "


"Aku takut nanti kamu memukulnya sampai babak belur, aku takut kamu masuk penjara. Aku nggak mau lihat kamu memukul siapapun lagi"


"Iya sayang. Aku akan selalu mencoba menahan emosiku. Kamu lihat sendiri,tadi aku sudah berusaha menahan emosiku tapi Willy masih saja terus nyerocos "


"Bie.. ia kan lagi mabuk. Kamu itu juga salah karena meladeni orang mabuk"


"Sudah.. jangan menangis lagi. Sudah cukup air mata kamu keluar. Aku sudah janji, jika kamu menikah denganku tidak akan ada air mata tapi masih saja kamu menangis, aku jadi merasa sangat bersalah"


"Bie.. maaf.. "


"Maaf buat apa sayang "


"Karena aku masih aja cengeng. "


"Iya.. kamu cengeng banget. Nabila aja jarang menangis, bunda nya malahan sering menangis. Mau aku belikan es krim sayang.. tapi harus berhenti ya menangisnya"canda Rangga


"Hubby.. memang aku Nabila.."


"Kamu tuh lebih manja dari Nabila tahu"


"Kok lebih manja dari Nabila"


"Iya.. tidur harus pelukan ama aku. Makan harus aku suapin, mandi juga terkadang minta dimandiin"


"Idih.. itu mah kamu, bukan aku ya. Kamu yang makan harus aku suapin, mandi maunya mandi berdua, tidur kalau tak aku peluk nggak mau tidur.. . "


"Salah ya.. itu maunya aku ya.. bukan kamu"


"ialah.. kamu yang manja banget"ucap Melati cemberut


Rangga lalu mengecup bibir istrinya itu dan mengusap kepalanya.


"Jangan menangis lagi.. itu senyum kamu sangat manis, mengapa selalu tertutup dengan tangismu. Aku mau kamu selalu tersenyum... "


Melati memeluk erat tubuh Rangga.Ia mengecup leher Rangga, membuat Rangga sedikit melenguh.


"Jangan buat adik kecilku bangun,sayang.Kamu nggak mau aku menerkammu dalam mobil ini kan"bisik Rangga


Melati cepat melepaskan pekukannya dan duduk kembali di kursinya. Rangga tersenyum dan mulai mengemudikan mobilnya meninggalkan kafe itu.

__ADS_1


"Sayang.. aku masih lapar nih, nanti masak ya dirumah. Mau makan sambil pelukan gagal deh gara gara orang itu"ucap Rangga


"Nanti aku masakkan nasi goreng seafood .. "


"Asyik... nggak bisa makan di kafe nggak apa deh, jadi di masakan nasi goreng cinta deh "


"Kok nasi goreng cinta.. nasi goreng seafood bie"


"Iya.. tapi dibuatnya dengan cintakan. Sayang.. kita jemput Nabila ya, sudah kangen. Mami heran deh, anak anak gue, masa gue harus izin kalau mau bawa pulang"gumam Rangga


"Hubby... aku senang banget, Nabila dikelilingi oleh orang orang yang sangat menyayangi dan mencintainya... "


"Nabila pantas mendapatkan cinta itu... kamu juga,sayang."ucap Rangga mengusap kepala Melati.


"Ya Tuhan... terima kasih tak terhingga karena kamu memberikan aku jodoh seperti Rangga. Dan juga terima kasih karena Nabila yang mendapatkan kasih sayang yang melimpah dari orang orang disekelilingnya. Aku juga berharap mas Willy mendapatkan kebahagiaan. Karena jujur,aku kasihan melihat dirinya yang sangat terpuruk. Aku ingin ia bisa belajar dari kesalahannya dan bisa bangkit kembali. Karena bagaimanapun ia ayah dari anakku.. "


Sampai dirumah mami ternyata ada papi yang sedang bicara dengan suami kak Rachel di ruang tamu. Melati lalu menyalami tangan papi sebelum menuju ruang keluarga.


"Selamat malam semuanya... "ucap Melati dan memeluk mami.


"Celamat mayam bunda.. papi... papi bawa apa tuh"ucap Nabila melihat Rangga menenteng satu kantong es krim.


"Ini buat putri papi yang paling cantik dan juga buat ponakan om yang juga sangat cantik"


"Hore.. buat Syifa juga ya om"


"Ini bagi dua dengan adik Nabila, om mau kedepan sebentar"


Rangga menyerahkan kantong yang berisi es krim sama Syifa. Ia pergi menuju ruang tamu.


"Bagaimana bang.. bisnisnya dengan papi, lancar"


"Alhamdulillah lancar.. "


"Pi, apa perusahaan Willy masih dalam masalah"


"Papi nggak tahu Ngga, karena papi sudah tak di sana lagi. Papi nggak mau nanti orang mengira papi sengaja menarik investasi papi karena ingin melihat ia bangkrut. Padahal papi ingin membuka usaha baru dengan abang kamu ini... "


"Aku melihat Willy, sepertinya lagi banyak masalah."gumam Rangga


"Papi dengar, perusahaan papa nya Willy sekarang dipimpin sama mamanya. Papanya sudah nggak pernah lagi datang keperusahaan"


"Itu mungkin dilakukan mama Willy karena papa Willy ternyata memiliki istri yang lain"


"Hhmmm... "hanya deheman yang papi Rangga jawab. Ia tak mau membahas papa Willy, takut nanti Rangga masih mengungkit masalah ia yang pernah menikah lagi.


###################

__ADS_1


Di kediaman Willy


"Bi.. aku mau pergi, tolong jaga Alvin"


"Ibu mau kemana, mengapa bawa koper besar begitu"


"Saya ada kerjakan, jika sampai besok Willy belum datang, bibi hubungi saja Willy. Minta ia jemput Alvin. Karena mungkin aku akan lama perginya"


"Mengapa ibu tidak menghubungi bapak langsung "


"Kamu tahu, aku baru saja bertengkar dengan bapak. Aku nggak yakin ia mau mengangkat tekepon dariku. Bibi saja yang menghubungi bapak ya. Bilang jika aku sudah pergi. Tapi bibi tunggu sampai besok, jika bapak tak pulang"


"Baiklah Bu"


"Terima kasih bi. Aku pamit dulu. Ini ada sedikit uang buat bibi... "


Yana meninggalkan rumah setelah ada mobil yang menjemputnya.


"Maaf kan mama sayang.. kamu nggak bisa ikut mama pergi. Mama titip kamu dulu dengan papa Willy. Walau ia bukan papa kandungmu, mama yakin ia tak akan membiarkan kamu sendiri. Karena ia sangat menyayangi kamu. Suatu saat nanti, mama akan datang menjemputmu... "


"Mengapa hanya diam saja, kamu yakin jika Willy mau menjaga Alvin"


"Aku yakin Heru, karena Willy selama ini tampak menyayangi Alvin dengan tulus"


"Bagaimana jika ia meletakkan Alvin di panti asuhan.. "


"Mungkin itu sudah menjadi takdir Alvin, jika memang begitu. Aku tak bisa membawa Alvin, kamu ayah kandungnya juga nggak mau bertanggung jawab"


"Kamu yang tak pernah memberitahu aku keberadaan Alvin. Kamu yang menyembunyikan identitas Alvin selama ini. Bagaimana aku mau bertanggung jawab "


"Sebenarnya aku kasihan juga dengan anak itu. Tapi kehadirannya di rahimku tidak tepat. Aku masih ingin mengejar mimpiku. Setelah rumah di kampung selesai pembangunannya dan aku memiliki modal yang cukup besar buat usaha dan hidupku, aku akan pulang ke kampungku buat hidup normal lagi, dan meninggalkan dunia malam"


"Kamu yakin bisa meninggalkan dunia malam"


"Aku akan mencobanya "


"Mengapa kamu tidak bertahan sebagai istri yang baik buat Willy jika kamu memang ingin hidup layak seperti wanita lain"


"Karena Willy tidak bisa mewujudkan mimpiku buat hidup senang bergelimang harta. Aku mau jadi istri keberapapun asal ia bisa memenuhi semua kebutuhan hidupku dan keluargaku.. "


"Kamu tidak mungkin sampai tua menjadi pemuas nafsu jika tidak ada lelaki kaya yang akan menjadikan kamu simpanannya, karena menjadi pemuas nafsu lelaki hidung belang juga ada batas usia. Karena para lelaki hidung belang pasti akan mencoba setiap ada wanita yang baru.. "


"Aku tahu, makanya disaat aku masih dipakai aku akan mencari uang sebanyaknya untuk kelak aku hidup setelah tidak dipakai lagi"


"Yana.. aku sebenarnya kasihan melihat kamu, yang hanya menjadi pemuas nafsu para lelaki hidung belang tapi aku tak bisa juga menjadikan kamu istriku. Karena sebej*t apapun lelaki ia pasti akan mencari wanita baik baik yang akan kelak menjadi ibu bagi anak anaknya"


***********************

__ADS_1


Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini


__ADS_2