Sahabatku Maduku

Sahabatku Maduku
Bab Seratus Tiga puluh Satu


__ADS_3

Papa Erwin sedang duduk di salah satu kafe yang ada dalam mal. Ia menunggu kedatangan Mama Yanthi dan Weni.


Setelah menunggu setengah jam tampak Yanthi dan Weni masuk ke kafe dan menghampiri papa Erwin.


"Selamat siang pa..."ucap Weni dan mengecup pipi papa Erwin.


"Selamat siang ,nak.Duduklah...."


"Apakabar pa...."tanya mama Yanthi sedikit canggung


"Alhamdulilah sehat ,ma. Mama apa kabar"tanya papa kembali,dengan canggung juga.


"Papa,mama...langsung pesan makanannya aja ya. Ngomongnya nanti setelah makan"


"Terserah kamu ,Wen...papa mengikut aja"


Weni memanggil pelayan dan memesan makanannya.


Sementara pesanan mereka datang,Papa Erwin dan mama Yanthi hanya diam saja. Melihat kecanggungan orang tuanya Weni angkat bicara.


"Papa, nanti malam tidur di rumah aku ya"


"Apa mama nggak keberatan..."


"Pasti nggak lah. Mama juga kangen papa. Sudah lama mama ingin bertemu papa,tapi takut papa masih marah karena mama yang meminta papa pergi"


"Benar kamu nggak keberatan,ma"


"Pa,aku meminta kamu pergi dari rumah bukan karena aku sudah tak ingin hidup bersamamu.Aku hanya menyadari jika aku ini tak berhak atas dirimu. Elly lebih pantas bersamamu.Tapi jika kamu memang tak di terima lagi sama Elly, aku masih mau menerimamu,pa. Aku mencintaimu bukan karena uangmu. Tapi memang tulus dari hatiku"


"Apa itu berarti kamu telah memaafkan aku"


"Pa,kamu tak ada salah denganku. Kita sama sama bersalah pada Elly karena telah membohonginya selama ini. Aku ingin kita minta maaf pada Elly,Weni juga sangat menginginkan kita minta maaf pada Ely dan anak anaknya"


"Aku yakin ia tidak akan menerima maaf kita ma"


"Tentu saja ,pa. Tidak mudah bagi Elly memaafkan kesalahan kita. Kita telah mengkhianati dan membohonginya selama ini. Siapapun wanitanya tidak akan pernah bisa terima diduakan oleh pasangannya. Aku juga mungkin begitu"


"Menurutmu ,apa yang harus kita lakukan"


"Kita datangi Elly ke rumahnya"


"Seandainya ia tak bisa menerima kehadiran kita bagaimana"


"Kita akan berusaha membuat ia menerima kita. Walaupun kita akan di usir ,kita harus bisa bertahan. Sampai kita mengucapkan kata maaf. Karena aku belum bisa tenang, sebelum kita menyampaikan kata maaf"


Perbincangan mereka terhenti sejenak karena kedatangan pelayan membawa pesanan mereka.


"Papa ... mama,bicaranya disambung nanti aja, kita makan dulu"


"Baiklah ,nak.Kamu lapar ya"

__ADS_1


"Iya, setelah aku kenyang. Bisa papa dan mama lanjutkan bicaranya. Aku mau papa dan mama juga makan dulu ,baru bicara"


Mereka bertiga makan dengan lahapnya. Setelah makan papa Erwin dan mama Yanthi memutuskan akan ke rumah mama Elly nanti malam.


Ketika mereka akan keluar dari kafe itu,mereka bertemu Rangga dan keluarganya.


"Selamat siang pa..."ucap Melati dan menyalami tangan papa Erwin dan mama Yanthi


"Selamat siang nak... Ini Nabila cucu Opa ya"ucap Papa Erwin memegang pipi Nabila


"Ya,pa. Nabila salam sama Opa dan Oma ,tante Weni juga nak"ucap Melati


Nabila menyalami Papa Erwin,mama Yanthi dan Weni


"Nabila makin besar semakin cantik dan pintar ya"ucap Weni


" Terima kasih tante..."ujar Nabila


"Pak, Ibu, Weni...ikut makan bersama ya..."


"Nggak usah ,Ngga. Kami barusan makan. Kalian aja. Terima kasih ya...kami pamit aja"


"Nggak mau minum aja."


"Nggak,ngga. Benar nih udah kenyang kami"


"Kalau gitu kami makan dulu ya..."


"Silakan...kami juga akan pamit.Nabila Opa pamit dulu ya. Rajin belajar biar tambah pintar"


"Iya ,sayang"ucap Weni sambil mengacak rambut Nabila


Weni dan keluarga meninggalkan kafe itu menuju tempat kontrakan papa Erwin buat mengambil pakaiannya.


"Itu Nabila anaknya Willy,pa"tanya mama Yanthi


"Iya, Melati itu istri pertama Willy"


"Berarti Nabila ponakan kamu juga, Weni"ujar mama Yanthi


"Iya ,Ma."


"Anaknya cantik dan sopan banget. Padahal masih kecil begitu. Pasti itu karena didikan orang tuanya"ucap Mama Yanthi


"Nabila dari kecil sudah dididik oleh Melati dan Rangga sebagai ayahnya. Kak Willy pisah dari Melati sejak Nabila usia belum genap dua tahun. Sejak itu yang ia tahu ayahnya Rangga. Tapi yang aku tahu ,Melati dan Rangga tetap mengenalkan pada Willy sebagai ayah kandungnya"


"Baik banget ya Melati,ia tidak melupakan Willy sebagai ayah kandungnya Nabila"ujar mama Yanthi


"Melati memang wanita yang baik,cuma dulu Elly kurang menyukainya sehingga merestui Willy menikah lagi"gumam Papa Erwin.


"Apa papa juga datang dipernikahan Willy dengan sahabatnya Melati dulu" tanya Weni

__ADS_1


"Kamu tahu kisah itu..."


"Rangga dan Melati ada cerita sedikit. Tapi tidak rincilah"


"Iya,mama Elly dan papa menghadiri pernikahannya. Dan itu tanpa Melati ketahui jika suaminya menikah lagi dengan sahabatnya sendiri. Sebenarnya papa kasihan dengan Melati karena ia tidak memiliki keluarga,ia berharap kami tempat nya bersandar. Tapi Willy mengkhianatinya."


"Seperti papa dan mama yang mengkhianati mama Elly"gumam Weni


"Weni,mama dan papa beda cerita dengan Melati nak. Kalau papa dan mama sudah lama mengenal dan kami sudah pernah berhubungan sebagai kekasih. Pernikahan papa dan mama Elly juga karena perjodohan"


"Tapi mama Elly pasti kecewa juga. Maaf papa,mama... bagaimanapun aku rasa papa dan mama tetap salah. Berkhianat dan berbohong selama bertahun tahun. Aku harap semua tidak berbalik pada diriku. Itulah sebabnya aku meminta papa dan mama meminta maaf pada mama Elly, agar nanti karma atas apa yang pernah papa dan mam lakukan nggak menghampiri hidupku. Aku tak mau dikhianati oleh suamiku"


"Weni,maafkan mama"lirih mama


"Mama,aku sudah sering katakan mama tak ada salah padaku. Tapi pada mama Elly,kak Shinta dan kak Willy. Aku pernah cerita sama mamakan,gimana baiknya kak Shinta . Dan ia sangat terluka dan kecewa ketika tahu papanya juga pengkhianat sama seperti suami dan adiknya. Kasihan mendengar cerita kak Shinta"


"Papa tahu nak,papa memang kasihan melihat Shinta. Papa harap Deni suaminya Shinta benar benar telah berubah dan keluarganya Shinta bahagia..."


"Semoga pa...."


##################


Malam harinya Papa Erwin dan mama Yanthi bersiap siap akan ke rumah mama Elly.


"Kamu nggak ikut, nak "tanya papa


"Aku dirumah aja pa. Itu masalah papa dan mama. Aku tak mau ikut campur"


"Tapi kami ingin kamu juga ikut..."


"Kenapa pa..."


"Agar kamu lihat dan dengar sendiri apa yang menjadi keputusan mama Elly. Bukankah ini semua yang kamu inginkan ,agar papa dan mama meminta maaf pada mama Elly."


"Aku takut nanti semuanya nggak sesuai yang aku inginkan. Pa,terus terang aku ingin mama Elly memaafkan papa dan mama. Jadi aku bisa menjalin hubungan yang baik dengan saudaraku kak Shinta dan kak Willy. Karena bagaimanapun mereka dan aku memilki darah yabg sama..."


"Papa juga berharap mama Elly memaafkan papa. Tapi papa nggak yakin itu..."


"Ma,ingat kataku. Jika mama Elly meminta mama mundur dan meninggalkan papa karena mama Elly ingin hidup bersama papa lagi ,mama harus bisa terima. Aku tahu itu sangat menyakitkan bagi mama karena harus berpisah dengan papa, tapi mama harus menerimanya sebagai rasa penyesalan mama atas perbuatan mama dan papa"


"Iya nak. Mama juga tidak akan tenang sebelum meminta maaf pada mama Elly"


"Papa dan mama pamit..."


Papa dan mama meninggalkan rumah kontrakan Weni.


"Aku berharap mama Elly memaafkan papa dan mama. Dan mau hidup berdampingan. Aku tak peduli nanti walau papa mengunjungi mama hanya sesekali tapi yang aku inginkan semua baik dan rukun. Walau aku tahu itu tak mungkin,tapi aku selalu berdoa agar keluargaku dan keluarga mama Elly bisa rukun..."


**********************


Terima kasih.....

__ADS_1


Maaf bagi yang kurang suka alur cerita tentang mama Yanthi ,aku hanya ikuti real story aja ya.


🙏🙏🙏


__ADS_2