Sahabatku Maduku

Sahabatku Maduku
Bab Sembilan puluh Tiga


__ADS_3

Papa Erwin mengejar mama yang akan masuk ke dalam mobil. Ia menahan pintu mobil agar mama Elly tak bisa masuk.


"Ma, aku mohon jangan limpahkan kesalahan aku pada Weni. Aku tahu aku sangat bersalah padamu, tapi jangan kamu membalasnya dengan Weni. Bagaimana ia bisa pergi kerja jika mobilnya kamu bawa. Ma...anggap saja itu uang dari gajiku"


"Aku anggap uang gajimu telah habis buat membiayai hidup anakmu Shinta dan Willy. Bukankah Weni anak dari hasil pernikahan siri mu, jadi lebih berhak Shinta dan Willy yang mendapat hak atas uang gajimu selama ini"


"Ma.. aku akan mengganti uang yang aku pakai buat beli mobil itu. Tapi beri aku waktu, aku akan mencari kerja dulu. Tidak mudah orang seusia aku mendapatkan kerjaan saat ini"


"Kamu hanya memikirkan bagaimana perasaan Yanthi dan Weni, apa kamu pernah pikirkan bagaimana perasaan aku saat ini. Bagaimana terlukanya Shinta dan marahnya Willy. Apa kamu tidak pernah menganggap aku dan anak anakku ada. Kamu memang lelaki pecundang, selama ini kamu hanya manfaatin aku buat menguras hartaku. Entah berapa banyak uang yang telah kau hamburkan buat wanita jal*ng mu itu"tunjuk Elly sama Yanthi yang melihat pertengkaran mereka.


"Ma.. karena aku memikirkan perasaan anak anak dan kamulah, makanya aku selama ini berusaha menutupi pernikahanku, aku tak mau menyakiti hati kalian"


"Apa kamu pikir sekarang aku tak sakit hati, aku lebih sakit hati lagi. Satu lagi mulai hari ini aku anggap kita telah berpisah, jangan pernah panggil aku mama lagi. Aku bukan mama atau istrimu"


Elly mendorong tubuh Erwin keras karena menghalangi ia masuk. Elly meminta supirnya membawa dirinya menuju hotel tempat ia menginap.


Di dalam kamar mama Elly termenung dan menangis.


"Apa ini hukuman buatku karena telah membuat hati Melati selama ini terluka dan sakit. Aku merasakan sesak dada ini mengetahui dan melihat sendiri suami aku bersama wanita lain. Jika aku sakit karena merasa dibohongi puluhan tahun, bagaimana Melati bisa menahan sakit karena ia harus berbagi suami dengan sahabatnya sendiri. Melati harus menerima luka saat usia masih muda, dan masih sangat membutuhkan tempat sandaran. Ini balasan atas kesombongan aku selama ini... "

__ADS_1


Mama Elly membaringkan tubuhnya dengan air mata yang masih terus menetes dari matanya.


"Aku yang sudah berusia tua begini masih belum bisa ikhlas menerima semua ini, apa lagi Melati yang masih sangat muda. Maafkan mama Melati. Mama terlalu sombong buat mengakui kesalahan mama. Hanya doa yang mama bisa panjatkan, agar kamu mendapatkan kebahagiaan dengan suami kamu saat ini. Dan mama juga berharap Willy mendapatkan istri yang baik dan benar benar dicintainya dan mencintai Willy "


Mama Elly mencoba memejamkan matanya, tapi tak bisa. Pikirannya terus menerawang.


"Sebenarnya sampai saat ini aku masih mencintaimu Pa. Tapi pengkhianatan yang kamu lakukan tak bisa aku maafkan. Ternyata rasa benciku lebih besar dari cintaku. Aku tahu, selama pernikahan kita tak pernah sekalipun kamu menyakiti hatiku, kamu selalu saja menuruti apa mauku. Ternyata itu semua untuk menutupi kesalahan kamu padaku. Jika saja dari awal kamu mau jujur, mungkin aku tidak sesakit ini. Kamu yang telah membohongi aku selama puluhan tahun itulah yang membuat aku sulit buat memaafkan kamu... kamu harus menerima semua ini agar kamu menyadari kesalahan kamu, jika nanti kemarahan aku sudah sedikit mereda, mungkin aku bisa mencoba menerima kamu kembali asal kamu benar benar bisa melepaskan Yanti... "


################


"Sebaiknya kita berpisah dulu untuk saat ini pa"ucap Yanthi


"Kita harus berpisah, untuk dapat saling introspeksi diri"


"Apa kamu tidak mau menerima aku karena ku sudah tak punya apa apa"


"Kamu jangan salah sangka, aku hanya ingin menenangkan diri. Aku masih syok menerima ini. Aku terlalu terlena selama ini, aku pikir pernikahan ini tak akan pernah diketahui. Tapi aku lupa sepintar pintarnya kita menutupi bangkai pasti suatu saat akan terbau"


"Aku tak mengerti Yanthi, aku pikir kamu memang benar benar mencintai aku dan tak akan pernah ingin berpisah tapi ternyata aku salah, disaat aku terpuruk dan mengharapkan tempat berbagi kamu minta pisah"

__ADS_1


"Kamu pikir aku menginginkan ini, aku juga tak pernah ingin kita berpisah. Sampai hari ini aku masih mencintaimu. Tapi aku tak bisa terus bersama kamu. Aku belum siap menerima hukuman sosial dari masyarakat. Aku akan dibenci dan dihina jika aku tetap berada disampingmu, karena orang pasti akan selalu memandang aku dengan kebencian selama aku hidup bersamamu. Mungkin perpisahan ini aku anggap sebagai penebus kesalahan aku yang telah menikah dengan suami orang"


Weni dari dalam kamar mendengar semua itu ia lalu keluar dari kamar.


"Pa.. aku mendukung keputusan mama buat berpisah. Dan aku berharap papa kembali dengan tante Elly karena tempat papa bersama keluarga papa yang sesungguhnya, aku hanyalah anak yang hadir tanpa diharapkan. Aku harap papa meminta maaf atas kesalahan papa dengan keluarga papa. Jika memang mereka sudah tak bisa lagi memaafkan dan menerima papa, datanglah padaku. Aku pasti akan menerima papa. Karena aku juga sangat menyayangi papa.. "


"Apakah kamu dan mama menginginkan kepergian papa"


"Pa, jika aku boleh meminta dan memilih pasti aku ingin papa selalu ada disampingku, tapi aku sadar Pa, ada keluarga lain yang lebih berhak atas kehadiran papa."


"Jika memang itu maunya kamu dan mama kamu, baiklah papa akan pergi. Tapi papa tak yakin Elly masih mau menerima papa. Apa lagi kakak kamu Shinta, dia sangat membenci papa setelah tahu papa menduakan mamanya . Weni, maafkan papa jika papa tidak bisa menjadi papa yang baik buatmu. Maafkan papa yang membuat kamu jadi menderita begini. Papa sangat menyayangi kamu "ucap papa dan masuk ke kamar menyusun pakaiannya.


Setelah semuanya tersusun rapi papa pamit dengan Weni dan Yanthi istrinya. Setelah kepergian papa Weni masuk ke kamar dan menangis.


"Pa maafkan aku, sebenarnya aku ingin papa selalu ada denganku. Tapi aku tak bisa menahan papa, masih ada keluarga yang lebih berhak atas kehadiran papa.. "


****************************


Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini. Mampir ya ke novel terbaruku CINTA SUCI ALESHA

__ADS_1



__ADS_2