Sahabatku Maduku

Sahabatku Maduku
Episode 20


__ADS_3

"memperbaiki apanya" suara seorang pria yang baru datang,


Laras dan Hera yang mendengar suara,seketika langsung menoleh,sedangkan laki-laki yang tadinya bersama Hera dan Laras langsung menunduk memberi hormat kepada seorang pria yang baru datang,


"maaf" ucapnya sopan,sang asisten tetap bersifat layaknya seorang asisten kepada Athallah walaupun dia bersahabat,


Yah seorang pria yang baru datang,adalah Athallah yang merupakan direktur,dimana Laras bekerja.


"kamu kenapa minta maaf,apa yang terjadi sebenarnya" tanya Athallah,


Laras dan Hera cuma diam,dan menundukkan wajahnya,walaupun sebenarnya mereka ingin kabur secepatnya,tapi apa mau dikata,mau lari tapi motor mereka rusak.


sedangkan sang asisten langsung mengalihkan pembicaraan,


"ngga ada apa-apa,yuk jalan"'ajak Lukman sang atas,namun sebelum Lukman berbalik masuk mobil,dia kembali memperhatikan kedua wanita yang ada didepannya,dia memperhatikan Laras,dia tidak asing dengan wajah wanita tersebut,sedangkan Athallah langsung masuk dalam mobil,dan lama bergelut dengan pemikirannya,lukman pun mengingat,


"kamu Laras kan" tanya Lukman


sedangkan Laras yang ditanya langsung melihat ke arah Lukman,dia tidak mengingat,


"kita satu sekolah" ucap Lukman


Laras mengingat laki-laki tersebut

__ADS_1


"Lukman" ucap Laras menunjuk Lukman


"ingat kan,dengan aku" ucap Lukman


"yah ingat dong,eh,,kamu kerja disini yah" ucap Laras


Hera hanya menjadi pendengar setia,sedangkan Athallah yang sudah berada dalam mobil langsung keluar,


"sampai kapan kamu disitu" ucapnya ke Lukman,dan kembali masuk dalam mobil.


Lukman pun langsung pamit ke Laras dan temannya,


"lain kali ketemu lagi,aku duluan si bos udah nungguin" ucap Lukman,


Hera yang mendengar langsung berbinar ingin naik,namun sebelum itu sang pemilik mobil menurunkan kaca jendela mobilnya,


"Lukmaaaaaaaannn"teriaknya dalam mobil.


"kalian mau ikut tidak" ucapnya lagi ke Hera dan Laras,


Laras yang tadinya juga mau ikut,langsung berubah karena mendengar teriakan seorang laki-laki dalam mobil,


"ngga usah man,," ucap Laras ke Lukman

__ADS_1


"kami naik taksi aja" sambung Laras


"yah udah,kalian hati-hati yah,soal motor nanti aku hubungi teman aku,besok kalian ambil di kantor ini" ucap Lukman yang sudah ingin masuk dalam mobil.


Mobil pun sudah pergi,Hera mengajak Laras untuk mencari kendaraan,dan tak lama menunggu taksi pun sudah ada,mereka masuk dalam mobil,saat dalam mobil Hera menanyakan tentang kemantapan hati Laras dalam membina hubungan dengan Permana,


"Ras,emang kamu udah mantap untuk nikah dengan Permana?"tanya Hera,


"hmhm,Insya Allah,,kok,kamu nanya gitu sama aku,kamu kan udah tau kalau aku udah lama bersama dengan mas Permana?"tanya Laras ke Hera,


"bukan gitu ras,kamu kan udah tau juga,kalau mas Permana udah lama tinggal di luar,kalian sempat pisah lama,kamu ngga curiga gitu,kalau mas Permana punya di luar,ini aja,kalian udah mau nikah,eh dia lagi ke luar lagi malah"kata Hera,


"Insya Allah her,,dia ngga akan hianatin aku,buktinya dia datang ke aku,dan dia melamar aku,dia nepatin janjinya ke aku" kata Laras,


"yah udah,kalau itu memang keputusan kamu,dan kamu anggap udah yang terbaik,aku ngga bisa buat apa,aku cuma ingin yang terbaik buat kamu" kata Hera memeluk Laras,namun sebenarnya Hera masih ada keraguan kepada Permana,


"karena kamu nyinggung soal pernikahan,aku hampir lupa ke butik,kalau gitu kita ke butik dulu yah,habis itu kita makan baru pulang" kata Laras


"terserah kamu aja ras,aku ngikut aja" kata Hera pasrah,


"pak ke jalan X yah" ucap Laras ke sopir


sopir pun menuju jalan yang ditunjukkan oleh Laras.

__ADS_1


Sedangkan di luar negeri,sepasang pengantin memadu kasih dalam di sebuah hotel.


__ADS_2