
Yana meminta Willy bicara di tempat kost nya saja. Ia lalu menyebutkan alamat kost nya.
Willy mengendarai mobilnya menuju alamat yang dikatakan Yana.
"Alvin kamu titip sama siapa, Wil "
"Kenapa sekarang kamu jadi memikirkan Alvin"
"Willy, bagaiamanapun jahat dan bej*tnya aku, aku tetap seorang ibu. Aku pasti memikirkan Alvin. Tapi keadaan yang membuat aku terpaksa meninggalkan Alvin."
"Keadaan, bukannya agar kamu bisa bebas pergi sama siapa aja tanpa ada penghalang."
"Willy, aku serius. Aku terpaksa melakukan ini. Kamu tahukan, tanggungan aku banyak dikampung. Aku sudah mulai berubah saat pertama nikah denganmu. Tapi keuangan keluarga yang membuat aku terpaksa membohongi kamu dengan kembali bekerja. Aku tak mungkin mengandalkan uang yang kamu beri. Buat aku aja, cukup sudah syukur. Karena saat itu kamu sendiri tahukan jika keuangan kamu lagi bermasalah. Kamu memberi uang aku secukupnya saja. "
"Apa dipikiran kamu yang ada hanya uang"
"Willy, keluarga aku adalah keluarga tak mampu. Tentu saja uang yang ada dalam pikiranku. Tapi itu bukan buat bersenang senang. Uang yang ada dalam pikiran aku hanya buat makan. Cukup buat makan saja aku sudsh senang. Kamu dari kecil sudah hidup berkecukupan, kamu tak prnah merasakan kelaparan. Kamu tak pernah merasakan dihina bukan. Cukup aku yang merasakan itu, aku tak mau anakku dan ponakan aku yang di kampung juga merasakan. Untuk itu aku rela melakukan apa saja untuk mendapatkan uang. Walau aku harus menjual harga diriku. Kamu pikir aku senang kerja di klub malam. Tapi hanya itulah perkerjaan yang bisa aku lakukan dengan aku yang hanya memiliki ijazah SMP. "
"Kamu bisa jadi pelayan restoran atau bekerja jadi asisten rumah tangga"
"Kamu pikir aku tak pernah melakukan itu. Sudah. Dan aku mendapatkan banyak penghinaan dari pekerjaan aku itu. Aku tahu semua orang memandang hina dengan pekerjaan aku saat ini, tapi aku tak peduli, asal aku bisa memenuhi kebutuhan keluargaku. Daripada aku jadi asisten rumah tangga, aku selalu saja dihina dan bahkan pernah dilecehkan. Tapi uang yang aku dapat tidak seberapa, tidak bisa mencukupi kebutuhan keluargaku"
Tanpa mereka sadari, telah sampai di tujuan.
"Masuklah, kita bicara di dalam kost aku"
"Apa tak ada masalah "
"Kost di sini bebas, jadi jangan takut"
Willy lalu berjalan mengikuti Yana menuju kamar kost nya. Yana membuka pintu kamarnya dan mempersilakan Willy masuk.
"Kamu mau minum apa.. aku ada stok bir .Kamu mau.."
"Boleh... "
Yana lalu mengambil bir sebotol dan gelas. Ia meletakkan dihadapan Willy. Setelah itu dengan tanpa canggung Yana membuka pakaiannya, hanya menyisakan pakaian dalam.
__ADS_1
Willy memandangi tubuh Yana intens. Yana yang mengetahui itu lalu mendekati Willy.
"Kamu sudah berapa lama tidak berhubungan badan, apa Lani tidak memberikan kamu jatah"
"Kenapa kamu tanyakan itu"
"Aku tahu dari pandanganmu.. belum aku telanjang, adik kecil kamu sudah bangun aja. "
"Kamu sok tahu"
"Aku bukan sok tahu, itu lihat sudah bangunkan juniormu. Aku mau mandi dulu. Nanti kita lanjutkan bicaranya. Kamu minum aja dulu. Tenang aja nanti aku tidurkan adik kecilmu, aku mandi dulu. Aku ini masih istrimu bukan. Kamu belum menjatuhkan talak buatku"ucap Yana dan mengecup bibir Willy sebelum ia pergi.
Sementara Yana mandi, Willy minum bir yang disediakan Yana. Setelah mandi Yana langsung duduk disamping Willy.
"Kamu nggak pakai bajumu "ucap Willy melihat Yana hanya menggunakan handuk duduk disampingnya.
"Nanti kalau aku pakai baju, kamu buka juga. Biar nggak ribet,ya aku pakai handuk aja"
"Kamu percaya diri banget Yana.. "
"Tentu saja, kamu tak bisa menolak pesona tubuhku. Sedang kamu masih bersama Melati dulu aja kamu masih bisa tergoda denganku, apa lagi jablay begini"
"Kamu lihat sendiri keadaan aku dan juga pekerjaan aku tak memungkinkan aku buat bawa Alvin"
"Kamu bisa titip Alvin dengan keluargamu "
"Keluarga aku jauh Willy. Untuk saat ini aku belum ada uang buat pulang kampung"
"Aku akan beri kamu uang buat kamu pulang kampung, dan bawa Alvin"
"Apa kamu tidak menyayangi Alvin lagi"
"Atau kamu bisa beri ia pada ayah kandungnya "
"Kamu juga ikut menanam benihmu saat aku baru hamil. Apa kamu tak ada rasa sayang pada Alvin.. "
"Orang tua kandungnya aja tak menyayangi Alvin, jangan kamu tanyakan padaku, apa aku menyayangi Alvin. Aku bukan ayahnya"
__ADS_1
"Tapi Alvin dibesarkan olehmu, dari ia dalam kandungan sampai saat ini, yang ia tahu kamulah ayahnya.. "
"Aku tak peduli. Aku mau kamu jemput Alvin. Kamu tak kasihan pada anakmu sendiri. Telantar begitu... "
"Aku yakin kamu bisa membesarkan Alvin dengan baik, oleh karena itulah aku menitipkan Alvin padamu bukan pada ayah kandungnya. "
Yana tiba tiba duduk dipangkuan Willy dan melingkarkan tangannya dileher Willy.
"Aku kangen bibir kamu, apa lagi bercinta denganmu "
Yana langsung ******* bibir Willy karena mendapatkan respon dari Willy,Yana makin menuntut .Ia mulai membelit dan menghisap lidah Willy.
Setelah puas dengan bibirnya Willy, Yana mendorong tubuh Willy hingga ia telentang.
Yana melecuti pakaian Willy hingga tak tersisa sehelai benangpun. Willy yang memang sudah beberapa bulan tidak berhubungan badan dengan Lani, langsung terbawa suasana.
Ia lalu melayani permainan Yana. Ia juga mulai menggerayangi tubuh Yana.
Akhirnya Willy menyatukan tubuh mereka. Setelah puas dengan penyatuan mereka, Willy tertidur di kasur lantai yang ada di kost Yana itu.
###############
Pagi harinya Willy menjemput Alvin, Yana menunggu di mobil. Alvin akan tinggal dengan Yana. Willy mencarikan rumah kontrakan yang lebih besar. dan kembali memanggil bibi yang dulu pernah menjaga Alvin untuk membantu Yana.
Yana akan tetap bekerja, itu kesepakatan mereka.
"Aku akan membantu biaya buat Alvin dan akan aku beri tambahan buat keluargamu. Tapi kamu ingat, jangan berbuat macam macam. Kamu hanya semata kerja. Aku akan tetap memantau kamu. Jika aku melihatmu bersama lelaki lain aku tak akan pernah memaafkan kamu lagi. Jika keuangan aku sudah stabil betul, kamu bisa tinggalkan kerjaan kamu. Jadilah ibu rumah tangga yang baik. Aku ingin kita memulai lagi. Kamu tahukan Yana, jika aku mencintaimu "
"Aku janji Wil, aku hanya bekerja saja. Aku nggak akan melakukan hal macam macam"
"Oke, aku pamit. Sore nanti bibi akan ke sini."
Willy meninggalkan Yana dan Alvin di rumah kontrakan yang baru. Yang lebih besar lagi.
**********************
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini
__ADS_1
Sekali lagi maaf jika alur ceritanya sedikit nggak sesuai dengan pembaca, aku nggak bisa terlalu melenceng dari kisah aslinya. Karena Willy memang pada kenyataannya kembali pada Yana. Jadi aku ikuti aja ya menurut cerita nara sumber nya.Jadi masalah Willy hampir selesai. Tinggal tunggu kisah ia pisah dengan Lani. Hanya pisah tapi bukan bercerai.