Sahabatku Maduku

Sahabatku Maduku
Bab Seratus Sepuluh


__ADS_3

Papa dan Mama lani keluar dari ruang istirahat, dan membawa Bobby sekalian. Papa dan Mama memberi waktu buat Lani meminta maaf atas kesalahannya pada Melati.


Lani berdiri dan duduk di samping Melati. Ia lalu mengambil tangan Melati dan menggenggamnga.


"Mela, maafkan aku... "lirihnya


"Aku sudah lama memaafkan kamu, bukankah kamu sudah pernah minta maaf"


"Tapi aku ingin meminta maaf lagi, aku ingin kamu benar benar memaafkan semua kesalahanku. Walau aku tahu kesalahanku tak pantas kamu maafkan. Mela, apa kamu masih membenciku"


"Aku nggak tahu Lan, apa aku harus membenci kamu"


"Ya, aku memang pantas buat kamu benci. Aku sudah merusak rumah tangga kamu, aku telah mengkhianati kepercayaan kamu. Aku menang tak pantas di bilang sahabat. Aku hanyalah seorang pecundang "


"Lan, sebaiknya kita lupakan semua. Juga lupakan jika kita pernah bersahabat "


"Itu berarti kamu tidak memaafkan aku, Mel"


"Aku memaafkan kamu, Lan. Tapi untuk melupakannya mungkin sulit. Dan juga aku tak bisa menjalin hubungan denganmu seperti dulu lagi, jadi anggap saja kita tidak pernah kenal apa lagi bersahabat. Aku hanya ingin tahu Lan, mengapa kamu tega melakukan semua ini padaku. Apa salahku Lan "


"Mela,aku melakukan semua ini karena aku iri denganmu "

__ADS_1


"Apa yang pantas kamu irikan padaku Lan. Kamu punya segalanya yang tak aku miliki. Seharusnya aku yang iri padamu,Lan. Kamu terlahir dari keluarga mampu dan masih memiliki kedua orang tua . Kamu bisa saja mencapai segala keinginan kamu tanpa memikirkan soal ekonomi. Aku yang iri Lan, aku dulu pernah iri denganmu,jika saja aku terakhir dari keluarga mampu sepertimu, aku akan berusaha menggapai cita citaku. Jadi bagian mana dari diriku yang membuat kamu iri"


"Kamu selalu saja mendapat cinta dari orang orang terdekatku. Papa dan mama selalu saja membandingkan aku denganmu. Mereka selalu saja membanggakan kamu. Mereka selalu saja menuntut aku seperti kamu. Orang tuaku selalu saja mengatakan jika aku harus seperti kamu, kamu anak yang pintar, kamu anak yang rajin, kamu anak yang baik, tak pernah sekalipun orang tuaku melihat kelebihanku. Sejak kamu hadir di dalam keluargaku, seolah kamu mencuri semua perhatian orang tuaku. Dan setelah dewasa setiap teman pria yang aku taksir selalu aja lebih memilih dan menyukai kamu. Apa kekuranganku. Aku sudah berusaha menjadi seperti kamu. Kamu tahukan Mel, aku sejak kenal denganmu berusaha giat belajar agar nilaiku bisa sama denganmu, tapi memang kemampuan otak aku serutu, jadi aku tak mampu juga menyamakan kamu. Tetap aja aku jauh berada dibawahmu"


Lani mengusap air matanya yang mulai menetes. Ia menarik nafasnya.


"Kamu tahu Mel, aku makin iri sejak kita beranjak remaja. Kamu selalu saja menjadi pusat perhatian ,baik guru atau teman. Padahal menurutku, aku juga tak kalah denganmu. Wajahnya juga tidak jelek, otakku juga tidak terlalu bodoh, dan aku sudah memakai pakaian yang lebih darimu tapi tetap kamu juga yang jadi pusat perhatian. Aku iri padamu Mel, dan puncaknya ketika aku tahu Bagas, lelaki yang sangat aku cintai juga lebih memilih mencintai kamu dari aku. Padahal aku sudah merubah semua sikapku menjadi seperti kamu. Aku melupakan jati diriku sendiri. Aku berusaha menyerupai kamu, dengan bicara baik dan lemah lembut seperti kamu. Aku juga berusaha belajar mati matian agar bisa melampaui kamu.. "


Lani sudah tak bisa meneruskan ucapannya, ia menangis tersedu.


"Kamu salah Lan, seharusnya kamu menjadi diri sendiri. Setiap manusia itu memiliki kelebihan masing masing. Aku tak pernah lupa jika kamu sebenarnya sahabatku yang paling baik dulunya. Kamu tak pernah lupa berbagi dengan siapa saja, kamu selalu saja ingat dengan orang yang tak punya. Kamu ingat, kamu sampai menipu papa, mengatakan jika uang sekolahmu hilang agar papa memberikan uang lebih dan kamu beri buat bayar uang sekolah teman kita yang tak mampu. Kamu selalu saja tak tega melihat orang kesusahan, aku contohnya. Kamu yang membawa aku masuk ke dalam keluargamu. Kamu yang minta papa dan mama untuk membantu biaya sekolahku. Kamu juga yang membuat aku jadi mengenal keluarga yang utuh, aku mendapat kasih sayang yang sama dari kedua orang tuamu. Kamu itu memiliki banyak kelebihan Lan, tapi kamu tak pernah menyadarinya"ucap Melati tak bisa menahan air matanya yang juga keluar.


"Kenapa kamu sampai tergoda dengan mas Willy, Lan"gumam Melati pelan


"Aku hanya ingin merasakan menjadi kamu, Mel. Aku melihat Willy begitu menyayangi kamu. Aku ingin merasakan juga kasih sayang itu. Aku jadi lupa diri, aku menggoda suami sahabat aku sendiri, berharap aku juga akan disayang dan dicintai seperti kamu. Tapi ternyata itu tidak pernah aku rasakan. Willy tak pernah mencintai aku dulu, sekarang aku mungkin sampai kapanpun. Karena bagi Willy aku ini hanyalah wanita pengganggu dan perusak rumah tangganya. Aku sudah berusaha Mel, menjadi istri dan ibu yang baik, tapi tetap aja Willy tak pernah sekalipun memandang kearahku. Mungkin ini balasan Tuhan buatku yang mengkhianati teman sendiri. Aku tak pernah merasakan kebahagiaan sejak aku merebut Willy darimu. Aku hidup dengan bayang bayang rasa penyesalan. Seandainya dulu aku tidak menggoda Willy, seandainya dulu aku tidak menikah dengannya, mungkin aku bisa mendapatkan lelaki yang mencintai dan menerima aku apa adanya. Tapi saat ini aku yakin, tak ada lelaki yang mau padaku jika tahu aku ini hanyalah wanita penggoda. Aku juga tidak bisa berkumpul dengan teman teman, karena mereka pasti akan memandang aku hina karena tega merebut suami sahabat sendiri. Aku mendapat sangsi sosial yang tak bisa aku hindari.Aku mau keluar rumah saja terkadang takut, aku takut bertemu orang orang yang mengenalku dan tahu aku ini hanyalah perebut suami sahabatnya, aku takut mereka menghina dan mencaci aku"


Melati hanya diam mendengar ucapan Lani. Lani kembali menggenggam tangan Melati.


"Mel, aku tak mengharapkan kamu bisa menerima aku seperti dulu, aku cuma ingin jika kita bertemu bisa saling sapa. Aku sudah menerima semua akibat dari perbuatan aku Mel. Walau aku telah berusaha merebut semua milikmu, tapi aku juga tidak mendapatkan kebahagiaan yang aku inginkan, malahan aku semakin tersiksa. Mel, aku berharap dengan kamu benar benar tulus memaafkan semua kesalahanku, aku juga dapat meraih kebahagiaanku. Aku menyadari kesalahanku yang merampas kebahagiaan kamu dulu, sehingga saat ini mungkin Tuhan sedang menghukumku dengan aku yang tidak pernah merasakan apa itu kebahagiaan, bahkan anakku Bobby juga mendapatkan balasan, ia juga tidak mendapatkan kebahagiaan yang seharusnya ia rasakan."


"Lani, aku benar benar telah memaafkan kamu. Aku juga minta maaf, jika selama ini tanpa aku sadari kehadiran aku di dalam keluargamu membuat kamu tertekan. Tapi tidak seharusnya kamu iri denganku Lan. Karena papa dan mama pastilah lebih menyayangi kamu anak kandungnya sendiri, mungkin cara papa salah dengan membandingkan kamu denganku, tapi aku yakin tidak ada niat papa membuat kamu merasa tertekan. Tuhan tidak pernah menghukum umatnya,jika saat ini kamu tidak pernah merasa bahagia mungkin itu karena kamu yang tidak pernah mensyukuri semua pemberian Tuhan, Lan. Kamu lihat kedua orang tuamu yang begitu menyayangi kamu, sebesar apapun kesalahan yang pernah kamu lakukan tetap saja ia menerima kamu. Kamu bisa meraih kebahagiaan bersama kedua orang tuamu. Mengabdilah pada mama dan papa, karena saat nanti mereka telah tiada, penyesalan yang datang padamu jauh akan lebih besar dari saat ini. Lan, tidak ada mantan papa dan mama. Tapi mantan suami ada, walaupun surga istri terletak pada suami, tapi ridho Tuhan juga kita peroleh dari ridho kedua orang tua. "

__ADS_1


"Iya Mel.. "


"Cobalah perbaiki hubungan kamu dengan kedua orang tuamu, mungkin. kamu nanti akan mendapatkan kebahagiaan itu. Aku juga mendoakan semoga bahagia.. "


"Terima kasih Mel, kamu memang sahabat terbaikku. Aku yang salah telah mengorbankan sahabat seperti kamu demi lelaki yang tak bertanggung jawab seperti Willy"


"Mungkin semua ini memang telah menjadi takdirku dan juga takdirmu. Anak anak kita terikat dengan darah yang sama, mengalir ditubuh mereka. Tapi Lan, sekali lagi aku minta maaf, untuk dapat seperti dulu lagi aku tak bisa. Aku bukan dendam, tapi aku belajar dari pengalaman hidupku. Rangga juga tidak mengizinkan teman wanitaku dan juga teman wanitanya, siapapun itu untuk berkunjung kerumah."


"Aku mengerti Mel, akan ketakutan dan traumamu. Aku juga tidak akan berkunjung apa lagi menginap di rumahmu lagi, dengan kamu memaafkan aku, itu sudah lebih dari cukup. "


Lani lalu memeluk Melati erat dan menangis.


"Maafkan aku Lan, aku tidak bisa lagi mempercayai wanita manapun yang ingin masuk ke dalam rumah tanggaku kecuali kakaknya Rangga," ucap Melati dalam hatinya.


Akhirnya Melati dan Lani saling memaafkan. Melati telah mengikhlaskan semua yang terjadi pada hidupnya. Di balik setiap musibah yang terjadi ada hikmah yang dapat kita petik. Tuhan tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan umatnya.


Mungkin kita dipertemukan dengan pria yang salah, sebelum akhirnya kita dipertemukan dengan cinta sejati kita. Seperti halnya Melati yang bertemu cinta sejatinya Rangga, dipernikahan kedua.


******************


Terima kasih buat semua pembaca yang tetap setia membaca novel ini. Aku mau selesaikan satu persatu konflik di novel ini.

__ADS_1


__ADS_2