
Papa dan mama,serta Lani menuju ke rumah mama Willy. Mereka akan mengatakan jika ingin membawa Lani ikut dengan mereka.
Sampai dirumah Willy, Lani meminta papa dan mamanya masuk. Lani mencari keberadaan mama Elly.
Mama Elly ternyata ada dikamarnya. Lani mengetuk pintu sebelum masuk kamar mama.
"Ma, ada mama dan papa aku ingin bertemu "
"Apa, jadi papa dan mama kamu datang"ucap mama Elly dan berjalan menuju ruang tamu
"Selamat malam bapak, ibu"ucap mama Elly.
"Selamat malam.. "
"Kenapa nggak beri kabar mau datang, biar bisa makan malam bersama. Sudah lama banget nggak bertemukan"
"Nggak apa bu Elly, kami juga nggak lama lama. Kami langsung saja ke tujuan kami datang ke sini. Kami datang ingin membawa anak kami Lani beserta bobby untuk tinggal bersama kami lagi.. "
"Kenapa pak, apa Lani ada mengatakan sesuatu. Apa kamu tidak betah lagi tinggal bersama mama, Lani"
"Lani tidak ada mengatakan apa apa. Tapi maaf bu, kami sudah tahu semua yang Willy lakukan pada anak kami.Dari pada ia tambah tersiksa dengan sikap Willy, lebih baik ia kembali tinggal bersama kami"
"Apa kamu juga ingin pergi dari rumah ini, Lani"tanya mama sambil memandangi Lani
"Ya,ma.Aku sudah nggak bisa lagi bertahan dengan sikap Willy selama ini. Mama pasti yang lebih mengerti dan tahu bagaimana selama ini Willy bersikap padaku"
"Lani, mama sudah sering katakan. Coba kamu sedikit sabar menghadapi Willy, jangan mengajaknya bertengkar setiap ia pulang. Coba kamu tanyakan dengan papa kamu, apakah akan betah jika setiap pulang kerumah istri menyambut dengan amarah"
__ADS_1
"Ma,bagaimana aku nggak marah. Jika sikap Willy selama ini seolah menganggap aku tak pernah ada. Ia pulang dan pergi sesuka dirinya aja. Aku hanya dianggap sebagai pajangan aja. Bukan hanya sekarang ia melakukan itu, tapi sejak dulu"
"Seharusnya kamu bicarakan semua ini dengan Willy. Kalian harus saling terbuka, kamu katakan apa yang tidak kamu suka dari Willy begitu sebaliknya. Jika kamu pergi dati rumah ini tidak akan menyelesaikan masalah, kalian akan tambah jauh. "
"Nggak apa ma, mungkin berpisah adalah jalan terbaik buat kami"
"Lani, apakah kamu akan mengakhiri rumah tanggamu dengan Willy. Apakah kamu tidak ingin memperbaikinya. Tak ada gunanya pengorbanan kamu selama ini jadinya. Kamu akan menyerah "
"Biarlah waktu yang akan menjawabnya, jika aku masih mencintai Willy aku akan kembali lagi memperbaiki hubungan rumah tangga kami, dan. jika memang terbukti kalau kami tidak pernah mencintai, aku akan tetap kembali untuk mengurus surat perceraianku"
"Bapak dan ibunya Lani, apa kalian sudah yakin akan membawa Lani. Ini berarti Lani dan Willy akan terpisah lagi. Apa bapak dan ibu sudah mempertimbangkan semuanya"
"Kami sudah memikirkan semuanya sebelum bertindak, jika memang Willy sudah tidak mencintai Lani lagi buat apa rumah tangga mereka dipertahankan lagi. Itu hanya akan menambah luka pada kedua pihak. Lani dan Willy akan sama sma terluka. "
"Baiklah jika bapak dan ibu sudah yakin dan Lani pun juga sudah yakin akan semua itu, aku tidak bisa lagi menahannya. Tapi apa kamu tidak minta izin Willy dulu Lani. Bukankah Willy masih suami kamu"
"Baiklah bu Elly, kalau begitu kami pamit dulu, besok kami akan kembali datang untuk menjemput Lani dan Bobby. "
"Baiklah, terima kasih karena mau berkunjung ke rumah kami ini. Dan maafkan Willy karena tidak bisa menjadi suami yang baik buat anak bapak dan ibu"
"Nggak apa apa, ini semua bukan salahnya Willy saja, tapi lani juga bersalah. Ia memang sedikit keras kepala. Jadi kami mohon maaf jika selama menjadi menantu ibu,Lani anak kami belum bisa menjadi menantu seperti yang bapak dan ibu harapkan."ucap papa Lani
"Ibu, saya sebagai mamanya Lani, ingin mengucapkan terima kasih karena mau menerima Lani selama ini. Aku tahu Lani jauh dari kriteria menantu dan istri yang sempurna"
"Aku nggak pernah memperdulikan itu, karena bagiku Lani adalah menantu yang cukup baik. Dan aku menyayangi dirinya. Jika aku boleh meminta dan memilih, Aku tak akan mengizinkan Lani pergi. Aku tak bisa jauh dari Bobby. Tapi aku juga tak boleh egois. Aku tahu Lani tak pernah merasa bahagia bersama Willy selama ini. Mungkin dengan mereka berpisah saat ini, mereka bisa saling introspeksi diri
"Semoga saja merka akan lebih baik kedepannya. Kami pamit dulu bu... "
__ADS_1
Papa dan mama Lani pergi menuju hotel tempat mereka menginap.
Setelah Lani menidurkan Bobby, mama Elly mengajak Lani bicara.
"Kamu sudah yakin ingin pergi dari rumah ini Lani. Kamu tahu bagaimana Willy bukan. Jika nanti ia mencari wanita lain sebagai pendamping hidupnya bagaimana"
"Ma, ada atau pun tidak adanya aku, jika Willy memang ingin mencari wanita pengganti diriku, ia akan tetap melakukannya. Mama tahu betul bagaimana sikap Willy padaku selama ini. Ia masih menganggap perceraian dirinya dengan Melati gara gara aku. Padahal semua bisa lihat, jika Melati menggugat cerai karena Willy telah menikah kembali dengan Yana. Tapi Willy selalu mengkambing hitamkan diriku. Ia seolah tak bersalah atas hubungan yang kami lakukan dulu. Jika saja ia tak memberi aku peluang buat masuk rumah tangganya, mungkin aku tak akan menggodanya . Padahal ia yang pertama kali menggodaku. Dan mama tahu juga jika aku berani mendekati Willy karena aku mendapat dukungan dari mama. Mendapat lampu hijau dari mama aku semakin yakin melangkah untuk masuk dan merusak rumah tangga Willy dan Melati. Tapi semua seolah salah diriku aja. "
"Mama sadar jika semua ini sebenarnya salah mama, seandainya mama melarang hubungan kalian dulu, mungkin Willy dan Melati akan tetap menjadi suami istri. Dan juga kamu tidak akan terjebak dengan rumah tanggamu saat ini. Mungkin kamu bisa mendapatkan lelaki yang mencintaimu dengan tulus. Tapi saat ini jika mama ingin kamu bertahan bukan karena mama egois, bukan mama tak tahu bagaimana sulitnya kamu bertahan dengan Willy yang tak pernah menganggap kamu ada, tapi semua mama lakukan karena mama memikirkan Bobby. "
"Bobby pasti akan baik baik saja walaupun jauh dari Willy karena dekatpun Bobby berada Saat ini, Willy tak pernah memberikan perhatian buat Bobby. Keluarga aku pasti akan memberikan kasih sayang yang melimpah, sehingga aku yakin nanti Bobby tidak akan merasa jika ia ditelantarkan oleh ayah kandungnya sendiri. Justru aku memilih pergi demi kebaikan Bobby, aku tak mau nanti setelah Bobby besar, ia dapat melihat dan mengerti jika ayahnya tidak pernah menyayangi, bahkan menginginkan ia ada. Saat ini aja Bobby sudah mulai mengerti jika ia tak pernah ada dihati ayahnya, mama selalu mendengar Bobby bertanya ayahnya bukan. Sebentar lagi ia juga akan bersekolah. Jadi ia harus hidup dengan lingkungan keluarga yang sehat, tanpa ia tahu jika ia telah disia siakan oleh ayah kandungnya sendiri "
"Lani, maafkan Willy. Mama juga tak mengerti mengapa Willy selalu saja mengungkit masa lalu, padahal Melati sudah hidup bahagia, ia tak akan mau kembali dengan Willy. Mengapa Willy tidak mencoba membina rumah tangga yang baik denganmu "
"Mungkin memang tak pernah ada cinta di hati Willy buatku ma. Jadi buat apa aku bertahan sendiri, sedangkan Willy tidak pernah mencoba mempertahankan rumah tangga kami ini. Bertahan sendiri itu sulit dan menyakitkan ma. Dari pada aku akan terus sakit hati, lebih baik aku mulai menata hatiku sendiri"
"Baiklah, mama harap kamu mendapatkan kebahagiaan yang tak pernah Willy berikan, sekali lagi atas nama Willy, mama minta maaf"
Lani dan Mama Elly terdiam dan mereka larut dalam pikiran mereka masing masing.
***********************
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini
Pada bab kemarin banyak yang komentar kok Willy bodoh banget ya, bisa bisanya memilih Yana. Itu aku hanya mengikuti real story aja ya.
Tapi nanti Willy akan menyesal kok memilih Yana. Dan akhirnya bercerai lagi.
__ADS_1