
Rangga memasuki toko roti milik Melati dengan menenteng kantong plastik berisi makanan siang buat istrinya.
"Selamat siang mas.. "sapa Mira
"Mbak Melati mana, Mir"
"Di dalam mas, sepertinya tidur. Mungkin kecapean habis buat pesanan roti tadi. "
"Kalau gitu aku ke dalam dulu ya."
"Silakan mas"ucap Mira dan kembali melayani pembeli. Toko roti milik Melati sudah cukup terkenal. Karena rasanya yang enak dengan harga terjangkau.
Rangga melihat Melati yang tertidur dengan pulas di sofa. Ia berjongkok di samping Melati tidur. Rangga mengusap pipi istrinya untuk membangunkan Melati.
"Sayang, capek banget ya... "ucap Rangga dan mengecup pipi Melati
"Hubby... kapan datangnya"
"Barusan.. maaf ya aku tadi nggak bisa bantu. Ada urusan mendadak. Kamu jadi capek banget ya. Tambah karyawan aja ya,biar kamu nggak kecapean."
"Mana bisa ,bie. Nanti pengeluaran lebih besar dari pendapatan "
"Kamu tuh memberi gaji karyawan termasuk tinggi untuk ukuran toko seperti ini Mel"
"Nggak apa, bie. Mereka sudah banyak membantuku. Nabila mana, nggak jadi ikut ya"
"Nabila nggak mau aku ajak. Ia mau sama Syifa terus.. "
"Bie... jika aku hamil bagaimana "
"Kamu hamil.. benar Mel"ucap Rangga langsung memeluk tubuh Melati
"Bukan bie, aku kan cuma bertanya"
"Kalau kamu hamil ya baguslah. Aku sudah menantikan saat ini. Mengapa kamu tanyakan itu. Apa kamu merasa sekarang lagi hamil ya.. "
"Kita periksa ke dokter aja dulu ya, bie. Untuk memastikan.. "ucap Melati. Walau tadi ia sudah meminta Novi membeli test pack dan mengujinya dengan hasil positif tapi ia tak ingin memberitahukan Rangga karena takut hasilnya salah.
"Melati.. jika itu benar, berarti itu hadiah ulang tahun terindah buatku. Bulan depan usia aku tepat dua puluh tiga tahun. Aku akan menjadi papi lagi.. "ucapnya dengan semringah.
Rangga lalu duduk di sofa dan membawa Melati duduk dipangkuannya. Rangga mengelus perut Melati.
"Semoga segera ada baby di dalam perut bunda"ucap Rangga dan mengecup leher Melati
"Sayang.. kamu pasti belum makan. Ini aku bawa nasi Padang kesukaanmu. Dengan lauk cincang daging sapi"
"Betul bie.. kamu bawa nasi Padang "ucap Melati senang. Ia mengambil bungkusan dan membukanya segera diatas meja. Melati akan berdiri mengambil sendok tapi dilarang Rangga.
"Biar aku yang ambil sendok dan minumnya. Kamu sudah capek. Habis makan, kamu mandi kita langsung periksa. Semoga kamu memang hamil"
Rangga mengambil sendok dan minum buat Melati. Melati langsung menyantap makanan itu dengan lahap, Rangga hanya melihatnya heran.
"Apa Melati memang hamil, ia makan dengan lahap. Biasanya ia paling susah makan"
"Mengapa hubby lihatnya kayak gitu"ucap Melati
"Enak banget ya.. "
"Enak banget, coba deh"ucap Melati menyodorkan sesendok ke mulut Rangga
"Nggak usah, kamu makan aja. Aku sudah makan dengan rekan bisnis tadi"
"Coba dong bie.. Enak banget"
__ADS_1
Rangga lalu menyuap nasi di sendok yang disodorkan Melati.
"Iya.. enak banget "ucap Rangga. Melati lalu makan berdua dengan Rangga. Ia terus menyuapi Rangga.
"Kamu jadi nggak kenyang dong sayang.. "
"Biasanya juga makan berduakan. Tadi aku terlalu senang aja, jadi lupa sama hubby. Pasti hubby dari tadi ngiler makanya mandangi aku terus"ucap Melati tertawa.
"Nggak kok... cuma ngences aja.. ha.. ha.. "tawa Rangga.
Setelah makan, Melati mandi dan mereka segera menuju ke rumah sakit.
"Sayang... aku jadi gugup nih"
"Mengapa gugup, bie"
"Aku berharap kamu memang hamil,tadi aku cari di google, ciri ciri wanita ketika hamil muda, kepala pusing dan muntah muntah. Sama seperti kamu rasakan dari kemarinkan,sayang"
"Iya bie.. tapi kamu jangan terlalu berharap, aku takut nanti hasilnya negatif.. "
"Kalau negatif kita usahakan lakukan tiap malam tiga ronde biar cepat Nabila punya adik, harus lebih getol lagi usahanya"
"Itu maunya kamu... "
"Memang kamu nggak mau.. "
"Nggak.. capek. Masa tiap malam tiga ronde.. "
"Nanti aku belikan vitamin... "
"Sudah ah.. hubby. Mesum aja pikirannya... "
"Namanya juga masih muda sayang, sedang hot hot nya... "
"Kamu semangat... aku lemas, capek jika tiap malam mainnya"gumam Melati
Mereka sampai di rumah sakit dan segera Rangga membawa Melati ke dokter langganan keluarganya.
"Selamat sore om Dicky"ucap Rangga ketika masuk ruang kerja dokter Dicky
"Selamat sore Rangga. Silakan duduk. Siapa yang sakit "
"Istri Rangga yang sakit om. Oh ya, kenalkan om, ini istri Rangga. Om nggak datang kan pada pesta Rangga..."
Melati bersalaman dengan om Dicky, mengenalkan dirinya.
"Apa keluhannya Melati.. "
"Dari kemarin kepala aku terasa pusing dan rasa mual, muntah terus om"
"Apa kamu sudah menstruasi bulan ini"
"Belum om.. sudah telat dua minggu om. Dan tadi aku udah test pack hasilnya positif, tapi aku takut itu salah om"
"Jadi kamu sudah test pack.Hasilnya positif. Berarti kamu hanya perlu kepastian saja, ke dokter kandungan aja. Kalau om kan cuma dokter umum"
"Jadi kamu sudah tes tadi ya sayang "
"Sudah bie. Tapi aku hanya takut hasilnya salah"
"Tapi keakuratan test pack itu 90 persen loh"
"Om.. dokternya yang wanita ada nggak.. "
__ADS_1
"Ada.. tapi om sih lebih merekomendasikan yang lelaki sih. Ada teman dekat om, di rumah sakit ini. Dokternya sudah sangat berpengalaman"
"Sudah tua atau masih muda om.. "
"Hubby, kok tanya itu sih.. "
"Aku nggak mau ya nanti kamu dipegang dokter yang baru aku kenal, apa lagi jika ia masih muda"
"Mengapa.. kamu cemburu "tanya om Dicky dengan tersenyum
"Iya dong om. Aku tadi sudah baca baca di google,jika perut nanti yang dipegang dan diperiksa jika istri hamil "
"Ya jelas perutlah Rangga yang diperiksa. Nggak mungkin kaki. Dokter kan ingin tahu isi perut istri kamu.. "
"Itulah om, aku nggak mau dokter lelaki yang muda"
"Jadi jika tua kamu nggak cemburu"
"Cemburu juga sih... tapi dikit om"
"Ha..ha... kelihatannya kamu sangat menyayangi istri kamu. Om nggak mengira, kamu sudah akan jadi ayah. Padahal baru kemarin rasanya lihat kamu sunat"
"Om ngomong apa sih... "
"Iya.. waktu kamu sunat, sampai menjerit. Padahal belum di apa apain tuh adik kecilnya"
"Om sudah ah malu sama Melati. Tapi ini anak kedua aku om.. "
"Apaa.. jadi kamu sudah punya anak.. "
"Sudah om.. sudah umur empat tahun lebih. Sebentar lagi mau sekolah.. "
"Om baru sadar, ternyata om sudah makin tua. Anak kamu saja sudah mau masuk sekolah.. "
"Om, Memangnya selama ini merasa masih muda ya. Anak kak Rachel sudah usia delapan tahun. Kak Rebecca malahan sudah remaja anaknya. Sudah umur dua belas tahun om... "
"Oh ya.. Rebecca apa kabar ya. Sudah lama banget kakak kamu itu tak pulang. Apa ia masih marah dengan papi kamu"
"Ya.. om. Sejak papi menikah lagi kak Rebecca tak mau pulang. Menghubungi mami juga hanya sesekali. Sama Melati aja kenalannya hanya melalui video call"
"Melati.. kenapa diam aja. Maaf ya, om banyak bicara dengan Rangga. Maklum jarang bertemu. Kalau dulu waktu Rangga kecil, om sering ke rumah. Rangga ini anaknya sangat manja, selain karena bungsu, ia juga anak lelaki satu satunya."
"Nggak apa om, teruskan aja ngobrolnya. Aku senang kok dengarnya"
"Oh ya.. sebaiknya kamu segera ke dokter kandungan. Jangan cemburu jika perut istrimu di pegang. Dokter kan sudah ada sumpahnya. Dokter yang nanti kamu temui memang tergolong masih muda. Tapi pengalamannya sudah banyak. Ia juga lulusan luar negeri."
"Baiklah om, jika om sudah percaya dengan dokter itu. Aku yakin dengan pilihan om"
"Om nanti hubungi dokter itu, kamu segera aja ke ruang kerjanya. Nanti keluar dari ruang om, kamu belok ke lorong sebelah kanan,lurus nanti belok kiri. Om akan segera hubungi dokter itu"
"Dokter siapa namanya om"
"Dokter Aldi.. "
"Baik om, aku dan Melati pamit dulu"
"Om, aku pamit. Terima kasih.. "
"Sama sama Melati... semoga hasilnya memang positif.. "
"Aamiin om.. "ucap Rangga cepat.
Rangga memeluk pinggang Melati menuju ruang kerja dokter Aldi.
__ADS_1
***********************
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini