
Setelah dua hari di rumah sakit,Melati pulang ke rumah. Rangga ingin ada seorang perawat membantu Melati. Tapi Melati menolaknya. Ia bisa sendiri menjaga putranya. Di rumah mereka juga sudah ada yang membantu memasak dan membersihkan rumah.
Sampai di kamarnya, Rangga membantu Melati naik ke tempat tidur.
"Sayang, kamu yakin nggak perlu perawat buat membantu kamu"
"Yakin pi, aku bisa sendiri. Waktu Nabila dulu aku juga menjaganya sendiri. Kamu juga bisa membantu aku kan"
"Tentu aja bisa sayang.... "
"Tadi papi bilang, teman teman papi mau datang sore ini"
"Iya, kenapa"
"Papi nggak ke toko kue, ambil kue buat teman teman papi. Nanti biar aku hubungi Mira buat menyiapkan kue apa yang diinginkan"
"Biar supir kamu aja ya yang mengambil di toko kue"
"Nggak apa juga. Aku hubungi Mira dulu untuk menyiapkan kue nya"
Sementara Melati menghubungi Mira, Rangga bermain dengan putranya. Ia memegang tangan mungil putranya yang keluar dari bedung.
Rangga terus saja mengganggu putranya sampai akhirnya menangis. Melati mematikan sambungan ponselnya mendengar tangis bayinya.
"Papi, jadi bangus kan baby nya"
"Gemas, liat tangan mungilnya itu"
Melati mengambil bayinya, ia bersandar di kepala ranjang buat menyusui bayinya. Rangga ikutan bersandar dan duduk di samping Melati.
"Berarti secara naluri dari kecil lelaki sudah suka menghisap put*ing susu ya bunda,dewasa makin pintar deh mengemut sama istrinya"ucap Rangga sambil memperhatikan putranya yang sedang menyusu
"Papi, mesum banget"
"Kok mesum, aku kan cuma menyampaikan apa yang aku lihat.Baby boy, jangan terlalu lama ya menguasai milik bunda. Nanti papi bisa lama puasanya"
"Papi, ngomongnya makin melantur aja"
Rangga tertawa melihat raut wajah Melati yang cemberut.
"Sayang, kalau kamu masih ada ASI nya berarti aku nggak boleh ya mengemutnya"
"Ada sih ulama yang mengatakan boleh, ada yang mengatakan tidak boleh. Jadi menurut aku lebih baik jangan"
"Berarti lama banget dong baru boleh.... "
"Papi, pikirannya mesum aja.... "
Rangga kembali tertawa,ia mengecup pipi istrinya lama.
"Kenapa ciumnya lama banget.... "
"Wangi wanita baru lahiran, enak banget.... "
"Jangan lama lama ciumnya"ucap Melati Sambil mendorong wajah Rangga menjauh
"Kenapa nggak boleh.... "
"Nanti pikiran papi jadi mesum.... "
"Pikiran kamu tuh yang mesum,aku juga tahu kamu baru habis lahiran. Nggak mungkin aku berpikiran mesum, aku sudah lihat bagaimana kamu berjuang ketika lahiran. Dan aku tahu sekarang mengapa istri yang baru lahiran ngga boleh melayani suami, agar istrinya bisa istirahat memulihkan kondisi tubuh dan juga rahimnya ,sayang.... "ucap Rangga sambil mengusap kepala Melati
"Itu papi tahukan, jadi jangan minta macam macam.... "
"Nggak lah, tapi kalau minta cium masih bolehkan.... "ucap Rangga dan langsung mengecup bibir Melati
"Papi, hati hati...nanti kena baby nya"
Ketika mereka sedang asyik mengobrol terdengar suara ketukan pintu, Rangga lalu berjalan membukanya.
__ADS_1
"Maaf pak... ada teman teman bapak datang"
"Tolong bibi bilang sama mereka agar ke kamar ini aja langsung"
"Baik pak, saya permisi"
Rangga memang hanya mengizinkan sahabatnya yang boleh masuk kerumah. Selain sahabatnya hanya boleh bertamu sebentar saja.
Bibi mempersilakan teman teman Rangga untuk langsung menuju ke kamar mereka.
Mereka yang datang adalah sahabat sahabatnya Rangga. Ada Weni, Febby, Linda, Arif dan Eka.
Febby saat ini sedang hamil anak pertamanya dengan Arif. Sedangkan Linda baru saja menikah dengan Eka.
Rangga sengaja membuka pintu kamarnya agar sahabatnya bisa langsung masuk.
"Wuih.... gila, gede banget kamar Lu"ucap Eka begitu masuk ke kamar Rangga
"Dasar katrok Lu... "ujar Arif
"Silakan duduk... "ucap Melati.
Arif dan Eka ditemani Rangga duduk di sofa yang ada di kamar.
Weni, Febby dan Linda duduk ditepi ranjang Melati.
"Gila... anak Lu ganteng banget, Ngga. Calon idola nih gedenya"ucap Linda begitu melihat wajah anak Rangga.
"Kecilnya aja seganteng ini, apa lagi besar nanti jika sudah mengenal perawatan wajah"
"Gue nggak pernah memakai perawatan wajah, tetap ganteng juga"ujar Rangga
"Lu sih nggak apa nggak pakai, apa kabar dengan Eka, sudah berbagai perawatan di coba tapi wajahnya masih aja standar"ucap Arif
"Siapa bilang, geer banget"ucap Linda
"Kapan kamu datang,Wen...."tanya Rangga
"Aku sekarang sudah menetap di sini. Aku dipindahkan buat kantor cabang di sini"
"Berarti kamu tinggal sama tantenya kamu,Wen"tanya Melati
"Nggak Mel, aku ngontrak. Karena mama ikut tinggal bersamaku"
"Itu berarti kita tidak bisa dipisahkan... "ucap Febby.
"Sejak kapan kamu pindah kesini"tanya Rangga lagi.
"Sudah dua bulan ini"
"Kok kita nggak tahu ya... "
"Kamu aja kali... kalau kami sudah lama tahu."ucap Linda
Bibi datang membawa minuman dan kue. Bibi meletakkan di atas meja.
"Silakan di minum dan makan kuenya"ucap Melati
"Tenang Mel, nanti juga nggak ada sisanya"
"Siapa Mel nama baby boy nya"
"Siapa ,pi. Tanya sama papinya"
"Siapa ,Ngga. Nama anak lu"tanya Linda
"RAFKA ARSHA FATHAN... "
__ADS_1
"Panggilannya apa.... "
"Arsha...."
"Febby, sudah berapa kehamilannya"
"Masuk empat bulan... "
"Tinggal Weni aja nih, kalau Linda lagi proses tuh menuju kehamilan"Ucap Febby
"Tunggu aja, jodohku masih dalam perjalanan "ucap Weni
Rangga dan sahabatnya asyik mengobrol tentang apa saja ,sampai malam menjelang baru mereka pamit. Karena kesibukan masing masing mereka jadi jarang bertemu.
#######################
Di kediaman Willy....
"Wil, apa mama kamu sudah tahu jika kita menikah lagi"tanya Yana sambil menyiapkan makan malam.
"Sudah.... "
"Pasti mama kamu marah dan tak mau menerima keputusan kamu menikahi aku kembalikan"
"Jangan kamu pikirkan itu lagi. Sekarang kamu tinggal pikirkan kehamilan kamu, jangan sampai ada masalah"
"Kamu ingin anak cewek apa cowok, Wil "
"Apa aja asal sehat... "
"Jika harus memilih kamu memilih apa"
"Mungkin cewek, aku melihat Nabila yang tumbuh makin besar makin tambah cantik dan pintar. Rasanya aku ingin selalu ada bersamanya setiap waktu"
"Kamu diizinkan menemui Nabila kan"
"Iya, tapi aku tahu Nabila itu jauh lebih menyayangi Rangga dari pada aku ayah kandungnya."
"Nabila tumbuh bersama Rangga, tentu saja ia lebih menyayangi Rangga. Seperti Alvin, ia sangat menyayangi kamu karena ia tumbuh bersamamu. "
"Yana, Kamu tidak menipu aku lagikan kali ini...."
"Maksud kamu.... "
"Anak yang kamu kandung itu,apa itu benar anakku "
"Willy, kamu keterlaluan sekali. Selama empat bulan kita bersama lagi, aku tak pernah pergi keluar selain bersama kamu. Bagaimana kamu bisa menuduh ini bukan anakmu. Jika kamu tak percaya, kita bisa tes DNA. Kehamilan aku saat ini sudah cukup buat melakukan tes DNA. "
"Apa aku salah mencurigaimu"
"Willy, jika dalam rumah tangga sudah saling tidak percaya, maka tidak akan ada kenyamanan dan ketenteraman . Kita akan saling curiga"
"Aku nggak tahu, aku hanya takut kamu kembali menipuku"
"Oke, besok aku akan melakukan tes DNA agar tidak ada lagi kecurigaan... "
"Aku rasa itu memang perlu dilakukan, agar tidak ada kecurigaan lagi."
"Oke, biar kamu puas. Dan tidak menuduhku lagi"
"Aku tahu kamu pasti tidak percaya padaku karena aku yang pernah menipumu. Biar Willy tidak mencurigai aku lagi, ada baiknya aku lakukan tes DNA "
Willy memandangi perut Yana yang sudah mulai membuncit sambil berpikir.
"Apa aku salah jika aku mencurigai Yana. Aku hanya tak ingin di tipu untuk kedua kalinya"
***********************
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini
__ADS_1