Sahabatku Maduku

Sahabatku Maduku
BAB 35


__ADS_3

Begitu melihat Iqbal dan Riana menuju ke mobilnya, Sofia menghampiri mereka berdua dengan muka yang kesal dan cemburu karena Iqbal pulang bersama dengan seorang wanita. Tapi di tutupi dengan senyum di bibirnya.


"Mas.. Bolehkah aku berbicara empat mata denganmu?" ucap Sofia. Yang kemudian melirik ke arah Riana.


Iqbal hanya memutar bola matanya malas. Riana yang berada di sampingnya hendak pergi dari sana tapi tangannya di tahan oleh Iqbal.


"Aku rasa tidak ada yang perlu di bicarakan lagi, karena sudah jelas kan kita tidak mempunyai hubungan apapun lagi. Dan jikapun ada aku tidak akan mau berbicara berdua denganmu saja." ucap Iqbal


Sofia diam dia sedang memikirkan langkah apa yang harus dia lakukan supaya dia bisa mendekati Iqbal.


"Tolonglah Mas, sebentar saja.. Jika kamu keberatan berbicara berdua denganku wanita di sampingmu juga boleh ikut." ucap Sofia lagi.


Iqbal menengok ke arah Riana meminta pendapatnya. Riana kemudian menganggukkan kepalanya.


"Baiklah kita bicara di lobi kantor saja." ucap Iqbal


Iqbal meraih tangan Riana dan berjalan menuju ke lobi kantor untuk mendengarkan apa yang akan di bicarakan oleh Sofia.


Sofia yang melihat perlakuan Iqbal kepada wanita yang dia tau adalah sekretaris dari Iqbal langsung mengepalkan tangan, dia merasa iri dan cemburu karena dulu hanya dia yang di perlakukan seperti itu oleh Iqbal yang terkenal dingin.


Sofia berjalan mengikuti Iqbal dan Riana masuk ke dalam kantor. Dia melihat Iqbal dan Riana sudah duduk berdampingan di sofa yang ada di lobi. Sofia duduk berhadapan dengan mereka.


"Baiklah sekarang cepat kamu katakan apa yang ingin kamu bicarakan denganku. Aku tidak memiliki waktu yang banyak." ucap Iqbal.


Sofia menegakkan duduknya, dia langsung berkata.


"Mas kenapa kamu tidak memperbolehkan aku untuk bertemu dengan anakku Kiara? Aku mau kamu mengijinkan ku bertemu dengan anakku." ucap Sofia dengan muka memelas.


Iqbal memejamkan sejenak matanya. Dia berkata.


"Itu semua karena salah kamu Sofia, kamu tinggalkan Kiara sejak bayi, dan aku juga pernah bilang jika mulai saat itu anggap kamu tidak pernah mempunyai anak, lalu sekarang kamu datang ingin bertemu Kiara? Aku tahu kamu pasti memiliki maksud terselubung, katakan apa mau kamu?" ucap Iqbal.


Sofia terperangah dia tidak menyangka Iqbal akan membaca pikirannya, Namun bukan Sofia namanya jika keinginannya tidak terpenuhi.

__ADS_1


Sambil menangis Sofia berkata.


"Maafin aku mas, saat itu aku khilaf, sekarang aku sudah berubah, aku ingin memperbaiki semuanya, aku ingin mengasihi anakku, tidak masalah jika kamu tidak mau menerimaku kembali tapi aku mohon mas ijinkan aku untuk bertemu dengan Kiara." ucap Sofia.


Iqbal sangat paham karakter dari Sofia, dia tidak akan menyerah sebelum apa yang di inginkannya terwujud. Iqbal juga tidak mau jika dia memisahkan hubungan antara ibu dan anak. Dengan berat hati Iqbal berkata.


"Baiklah Sofia, akan aku pikirkan lagi, apakah kamu bisa bertemu dengan Kiara atau tidak. karena selama ini yang Kiara tahu jika dia sudah tidak mempunyai ibu lagi, jadi aku butuh waktu untuk berbicara dengan Kiara agar dia paham dan tidak syok." ucap Iqbal pada akhirnya.


Sofia yang tadinya menangis langsung tersenyum senang mendengar perkataan Iqbal.


"Baiklah Mas, akan aku tunggu hingga Kiara bisa menerima kehadiranku sebagai Ibu kandungnya." ucap Sofia


"Yes akhirnya berhasil membujuk Iqbal untuk mengijinkan ku bertemu dengan Kiara. Kiara akan aku manfaatkan untuk memiliki Iqbal kembali." ucap Sofia dalam hati sambil tersenyum menyeringai.


Senyuman Sofia terlihat oleh mata Riana. Riana tahu ada yang di sembunyikan oleh Sofia, tapi dia tidak akan gegabah untuk menuduh Sofia. Dia akan melihat apa yang akan di lakukan oleh Sofia saat bertemu dengan Kiara.


"Sudah selesai kan pembicaraan kita? Sebaiknya kamu pergi, karena aku masih ada urusan setelah ini." ucap Iqbal Datar.


"Eh. Iya sudah, baiklah aku akan pergi dari sini, hubungi aku jika Kiara sudah siap bertemu dengan ku." ucap Sofia


Setelah kepergian Sofia, Iqbal menutup wajah dengan kedua tangannya. Dia sedang berfikir bagaimana caranya memberitahu kepada Kiara jika sebenarnya ibunya masih ada. Alasan apa yang akan dia berikan kepada anaknya itu.


Riana yang melihat Iqbal seperti itu langsung mengelus pundak Iqbal.


"Mas apa yang sedang kamu pikirkan?" ucap Riana.


"Aku bingung Ri, bagaimana menjelaskan tentang Ibunya ke Kiara, karena selama ini yang Kiara tau ibunya sudah tidak ada di dunia ini." ucap Iqbal.


Riana menghela napasnya. Dia juga bingung harus bagaimana.


"Sudahlah Mas, nanti kita pikirkan bersama - sama ya, sekarang kita pulang dulu oke." ucap Riana.


"Baiklah kita pulang sekarang." ucap Iqbal.

__ADS_1


Mereka berdua berjalan menuju ke basement tempat mobil Iqbal terparkir.


Iqbal melajukan mobil dengan kecepatan sedang, yang tadinya ingin segera makan akhirnya tidak jadi karena pikirannya sedang tidak tenang.


Setelah sampai di kost, Riana turun dari mobil dan masuk ke dalam kostan.


Setelah dari kostan Riana, Iqbal melajukan mobil menuju ke kediamannya. Saat sampai di rumah Iqbal di sambut oleh Kiara.


"Papah..." teriak Kiara yang berlari menghampiri Iqbal kemudian meminta di gendong.


Dengan senang hati Iqbal menggendong Kiara.


"Anak papah kok belum tidur?" ucap Iqbal sambil menciumi pipi Kiara hingga Kiara tertawa kegelian.


"Kiara sengaja nungguin papah karena pengin di bacain dongeng sebelum tidur sama papah." ucap Kiara


Iqbal berjalan sambil menggendong Kiara menuju ke ruang keluarga, di sana ada pak Bagaskara dan Bu Kartika sedang menonton sebuah acara di televisi. Iqbal mendekati mereka lalu mencium kedua tangan orang tuanya secara bergantian.


"Malam banget kamu pulangnya Bal? Kencan dulu ya sama Riana? Kok gak diajak mampir kesini?" ucap Bu Kartika.


"Gak kok mah, tadi ada sedikit urusan jadi baru sampai rumah jam segini. Oia titip Kiara mah aku mau mandi dulu, oia nanti ada yang perlu aku bicarakan dengan mamah dan papah." ucap Iqbal.


"Kiara sayang sama kakek dan nenek dulu ya, papah mau mandi dulu, nanti papah bacain dongeng sebelum tidur." ucap Iqbal.


"Iya pah." ucap Kiara.


Iqbal menurunkan Kiara dari gendongannya di atas sofa. Dia bergegas ke kamarnya untuk mandi, setelah mandi dia menuju ke ruang keluarga kembali.


Ternyata Kiara tertidur di karpet depan televisi, mungkin karena Iqbal terlalu lama mandinya, jadi Kiara ketiduran. Iqbal menggendong Kiara untuk di pindahkan ke kamarnya.


Bu Kartika dan pak Bagaskara masih menunggu Iqbal memindahkan Kiara ke kamar. Mereka penasaran apa yang akan di bicarakan oleh anaknya itu. Mereka sempat berfikir jika yang akan di bicarakan adalah kelanjutan hubungannya dengan Riana.


Begitu Iqbal duduk di hadapan mereka berdua segera Bu Kartika bertanya ke Iqbal.

__ADS_1


"Ada apa nak? Sepertinya kamu sedang banyak pikiran." ucap Bu Kartika.


Iqbal menceritakan semua yang terjadi akhir - akhir ini kepada orang tuanya. Sesekali mereka geram dengan tingkah laku Sofia. Bu Kartika dan pak Bagaskara sekarang paham. Apa yang harus mereka lakukan.


__ADS_2