
Rangga berjalan dengan tergesa masuk ke dalam toko roti milik istrinya. Ia langsung duduk dihadapan Willy.
"Mau apa kamu menemui Melati di sini"ucap Rangga dengan amarah.
"Tenang Rangga, jangan langsung emosi.Nanti lama lama Melati bisa takut karena memiliki suami emosian seperti kamu"
"Jangan banyak omong, cepat bilang apa perlumu"
"Aku kagum dengan Melati, apa ya yang sudah ia berikan padamu sehingga kamu begitu patuh dan takut kehilangan dirinya. Begitu dihubungi langsung pulang dan meninggalkan pekerjaannya"
"Apa yang Melati telah berikan padaku tak akan aku katakan padamu, karena itu akan membuat kamu berpikir buat kembali padanya nanti"
"Apa kamu lupa aku sudah hidup bersama Melati dua tahun lebih, aku tahu semua tentang Melati "
"Tapi aku tak yakin kamu tahu semuanya tentang Melati karena kamu sudah terbuai dengan wanita wanita di luar sana. Jika kamu tahu semua tentang kelebihan Melati kamu tak akan mencari kepuasan pada wanita lain. Kamu mungkin nggak pernah tahu jika permainan ranjang Melati sangat hot.. itu yang membuat aku tak akan pernah berpikir melepaskannya,dan tak akan pernah mencari kepuasan ranjang pada wanita lain"ucap Rangga dengan senyum smirk nya.
"Aku tahu semuanya.. kamu jangan lupa aku yang pertama menidurinya "
"Jika kamu tahu kamu tak akan mencari kepuasan pada wanita lain, atau kamu memang lelaki yang tak pernah puas hanya dengan satu wanita"
Willy akan menjawab kata kata Rangga menjadi terdiam melihat Nabila yang berlari ke arah Rangga.
"Papi... i love you"ucap Nabila langsung naik kepangkuan Rangga
"I love you too, cantiknya papi"
"Papi tudah puyang kelja. Pasti capek ya. Bial Nabiya pijat "ucap Nabila sambil memijat bahu Rangga.
"Nabila.. ini ayah Nabila.Beri salam pada ayah"Ucap Melati
"Sole ayah... "ucap Nabila setelah itu kembali memeluk dan mengecup pipi Rangga
"Habis dong pipi papi dicium terus"
"Papi juga seling cium Nabiya.. sampai peyot nih pipi Biya"
Rangga lalu mengecup semua bagian diwajah Nabila sampai puas. Melati duduk di samping Rangga.
"Mas.. katanya ada perlu, silakan mas omongkan apa keperluan mas"
"Begini Mela... saat ini perusahaan aku sedikit mengalami penurunan dalam penjualan, untuk menutupi pengeluaran aku perlu banyak dana.. "ucap Willy lalu menarik nafasnya.
"Lalu.. hubungannya dengan aku apa ,mas"
"Aku bermaksud menjual rumah yang pernah aku beri untukmu sebagai tambahan modal. Aku hanya meminjam separuh dari penjualan. Separuh lagi bisa buat kamu. Nanti setelah bisnis aku kembali lancar, akan aku kembalikan uang yang sebagian aku pinjam itu"
"Mas.. mengapa harus bertanya denganku Bukankah aku sudah memberikan itu kembali buat mas. Jadi terserah mau mas apakan"
__ADS_1
"Rumah itu sertifikatnya atas nama kamu. Jadi aku harus meminta izin dulu denganmu jika ingin menjualnya"
"Kamu nggak perlu memberi sebagian dari uang hasil penjualan rumah itu buat Melati, kamu bisa ambil semuanya. Hitung hitung sebagai bantuan dari Melati buat menambah dana untuk perusahaan kamu. Jika kamu memerlukan tanda tangan sebagai persetujuan dari Melati kamu bisa datang keapartemen aku. Karena saat ini rumah bundanya Melati lagi di renovasi. Kami sementara tinggal di apartemen."
"Itu hak Melati, aku harus tetap memberi sebagian dari penjualan rumah itu"
"Aku akan memberi Melati uang sebanyak penjualan rumah itu, jadi kamu bisa mengambil semua uang dari hasil penjualan rumah itu"
"Papi.. tudah bicalanya, ayo beli es tim"rengek Nabila
"Sayang.. bunda nggak pernah mengajarkan Nabila begini ya. Jika papi dan bunda lagi mengobrol, Nabila harus tetap diam mendengarnya. Setelah selesai baru giliran Nabila yang bicara "
"Ya bunda.. "ucap Nabila dengan cemberut
"Nanti papi beli sambil kita pulang ya"
"Nabila mau es krim, ayah akan belikan yang banyak. Nabila mau pergi bersama ayah belinya"
"Tak mau, Nabiya mau sama papi aja"
"Nabila.. ini ayah nya Bila. Bila bisa pergi sama ayah kapan kapan. Ayah juga boleh belikan Bila es krim. Ayah dan papi sama sama orang tua Bila. Jadi jika ayah bicara Bila harus menjawab dengan sopan seperti Bila bicara dengan papi.. "ujar Melati
"Iya bunda.. "
"Nabila sudah sekolah nak.. "
"Iya sayang..Anak papi sudah gede. Harus sekolah biar pintar"
"Kamu dan Melati akan mengadakan pesta pernikahan. "
"Ya.. dan kamu bisa datang minggu depan di hotel X.Nanti undangan aku kirim ke kantor kamu"ujar Rangga
"Papi.. baju Nabiya cudah celesai, tantik banget. Nabiya sepelti putli salju pakai baju itu"
"Putri papi pasti akan selalu terlihat cantik dengan pakaian apapun"ujar Rangga dan mengecup semua bagian di wajah Nabila
"Papi .. tudah ciumnya. Biya lagi yang tium papi"ucap Nabila dan kembali mengecup pipi Rangga
"Nabila.. ini ayah kandungmu, bukan lelaki itu. Mengapa kamu tampak sangat menyayangi lelaki itu, ayah iri nak"
"Maaf Willy, jika tidak ada yang perlu kamu omongkan lagi, kami akan pulang. Nabila minta es krim. Jika kamu mau minta tanda tangan Melati, ingat datang malam hari saat aku telah pulang kerja"
"Baiklah. Nabila.. kapan ayah kerumah nanti ayah beliin es krim buat Nabila ya. Nabila mau yang mana. "ujar Willy
"Cemuanya.. cemua es tim Biya suka"
"Kalau begitu ayah pamit dulu ya.. Ayah sayang Nabila. "
__ADS_1
"Nabila bilang apa sama ayah, ayah mau pamit akan pergi tuh"ucap Melati
"Hati hati ayah.. temoga telamat tampai tujuan. Begitutan bunda.. "
"Iya.. betul sayang"ujar Melati
"Terima kasih nak. Boleh ayah mencium pipi Nabila... "
"No.. no.. no. Papi biyang tidak boyeh ada lelaki yang tium Bila kecuali papi"
"Nabila.. ayah juga boleh. Ayah dan papi boleh mencium Bila"ujar Rangga
"Betul papi.. ayah juga boyeh ya. Jadi papi dan ayah yang boyeh cium Bila"
"Ya.. sayang"
"Talau begitu, ayah boyeh cium pipi Nabila. Tapi jangan lama lama, nanti pipi Bila peyot, Bila bisa jelek jadinya "ucap Nabila
"Anak ayah pasti akan selalu cantik.. "
Willy lalu menggendong Nabila dan memeluknya erat, mendekap ke dadanya.
"Ayah.. jangan peyuk tuat tuat. Biya jadi tesak"
"Ayah sayang sama Nabila, maafkan ayah yang tak bisa menjadi ayah yang baik buat Nabila. Tapi ayah selalu mendoakan yang terbaik buat Nabila"ucap Willy tak bisa menahan tangisnya.
"Menapa ayah menangis"ucap Nabila sambil menghapus air mata Willy
"Ayah senang melihat Nabila tumbuh sehat dan makin cantik"
"Tata papi Biya tantik kayak bunda"
"Ya nak.. bunda kamu cantik seperti Nabila "ucap Willy dan mengecup pipi Nabila.
Setelah puas memeluk dan mencium Nabila, Willy lalu memberikan Nabila pada Rangga.
"Terima kasih karena menyayangi Nabila seperti anak kamu sendiri.Teima kasih buat semuanya"ucap Willy
"Nabila.. ayah pamit. Jaga kesehatan kamu. Jangan telat makan nak.. "
"Iya ayah.. hati hati "
Willy berjalan tergesa,ia ingin segera masuk mobil. Air matanya tak bisa berhenti mengalir. Sampai didalam mobil tangisnya pecah.
"Nabila sayang... maafkan ayah nak. Ayah tak bisa menjadi ayah yang baik buatmu. Ayah sangat menyayangi kamu. Seharusnya yang berada disamping kamu adalah ayah, bukan papi kamu. Seharusnya yang hidup bersama bunda dan kamu itu ayah. Ayah yang telah menyia nyiakan kalian. Ayah harus bisa menerima semua balasan atas perbuatan jahat ayah. Ayah tak pernah merasa setentram saat kita masih menjadi satu keluarga. Walau ayah masih memiliki dua keluarga lain, tapi ayah tidak pernah merasa nyaman dan damai ketika ayah berada disamping bundamu dulu. Ayah benar benar menyesal melepaskan kamu dan bunda "
*********************
__ADS_1
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini