
Dirumahnya Rangga, tampak Nabila yang ssdang asyik bermain dengan Syifa anaknya kak Rachel dan Findy anaknya kak Rebecca yang sudah mulai beranjak remaja.
Rebecca, Rachel, Rangga, Melati dan mami menonton televisi diruang tamu.
"Nanti kalau Mela lahiran kak Rebecca juga pulang juga "tanya Rangga
"Lihat dulu, Ngga. Kan Findy harus sekolah. Ini aja kakak sudah terlalu lama meninggalkan suami kak Rebecca. Sudah hampir dua bulanan kakak di sini. Lelaki nggak boleh ditinggal pisah lama lama, nanti cari kepuasan ditempat lain. Kak Rebecca nggak mau nanti suami kakak seperti papi"
"Nggak apa kak, nanti tunggu suami kak Rebecca cuti dan Findy libur, kak Rebecca pulang. Kita bisa pergi liburan bersama. Aku belum pernah bulan madu bersama Melati"ujar Rangga
"Kalau Lu mau bulan madu, ngapain ngajak kami.. bulan madu berdua aja. Nanti jika Melati sudah lahiran dan anaknya sudah bisa ditinggal dengan mami, kamu berdua pergilah bulan madu berdua. Itu bisa menambah rasa cinta kalian. Sekalian pacaran lagi.. "ujar Rebecca
"Rangga dengan Melati sudah bulan madu tiap malam kak, Nabila kan tidur sama Syifa terus. Nggak mau pulang. Mereka berdua aja kok terus "ledek Rachel
"Itu bukan bulan madu... aku mau kami pergi berdua ketempat yang romantis. Berdua terus seharian di kamar tanpa ada yang ganggu, bisa pelukan terus, bisa main kuda kudaan kapan mau"ucap Rangga sambil tersenyum ke Melatj
"Papi.. malu ah,masa ngomongin itu sma Kak Rebecca dan kak Rachel, ada mami lagi"
"Nggak apa sayang. Mami juga pernah muda. Kakakku pasti juga mengerti "
"Rangga kalau lagi main, hot banget ya Mel"
"Kak Rachel tanya apa sih"ucap Melati malu dengan muka yang memerah.
"Iya jelaslah, depan umum aja main nyosor aja. Berapa ronde Mel, semalam. Nggak nyangka ya Chel, adik kita yang manja bisa buat anak"ucap Rebecca dan tertawa
"Rangga mah bucin habis.. "ujar Rachel lagi
"Siapa bilang gue aja yang hot, Melati juga kok. Sama sama hot "
"Papi.. jangan ngomong itu kenapa.. "ucap Melati dan mencubit pinggang Rangga
"Lihat nih, udah main kode kodean ajakan"
__ADS_1
"Baguslah jika Melati bisa imbangi kamu yang hot"
"Tapi ingat ya.. nanti Melati habis lahiran Lu jangan minta jatah.. harus tahan"
"Iya, awas Lu.. kalau main dibelakang Melati, gue sunat sekali lagi punya lu"ujar Rebecca
"Apaan sih,bisa habis dong punya aku kalau di sunat sekali lagi, makanya sekarang sebelum lahiran, aku minta jatah terus.. biar nanti Melati lahiran udah puas... "
"Lu harus ingat jika Melati habis bertarung nyawa buat lahirin anak dari benih lu. Pada masa nifas itulah saatnya ia istrirahat melayani lu. Anggap aja Melati ambil cuti. Jangan berpikir dan berbuat yang macam macam. Lu tahu kan bagaimana berantakan sebuah keluarga karena pengkhiantaan. Jangan utamakan nafsu nanti pada akhirnya menyesal, seperti mantan suami Melati sekarang"ucap Rebecca mulai serius.
"Saat kamu memutuskan akan menikahi Melati, mami sudah ingatkan berulang kali. Apa kamu sudah yakin dengan keputusan kamu. Karena mengingat usia kamu yang masih muda, yang masih mengutamakan nafsu. Mami sudah ingatkan jika Melati pernah terluka karena pengkhianatan dari suaminya, jangan sampai kamu mengulanginya. Mami sudah mengenal siapa Melati, ia wanita yang baik jadi jika kamu melakukan kesalahan, mami yang akan menegur kamu duluan. Karena mama tahu kesalahan itu pasti dari kamu. Dan jika memang Melati ada buat kesalahan, mami yakin itu pastilah hanya kealahan kecil dan bisa dibicarakan. Ingat Rangga, tidak ada wanita yang sempurna. Jika kamu mencari yang sempurna, kamu tak akan pernah mendapatkannya.. "
"Iya mi... siapa bilang tak ada wanita yang sempurna, bagiku Melati sudah sempurna sebagai istri. Buat apa aku mencari yang lain lagi. Sudah cantik, baik, pintar masak dan hot lagi di ranjang"
"Papi... "ucap Melati kembali mencubit pinggang Rangga.
"Kenapa sayang, aku kan sudah memuji kamu. Masa aku dicubit, bukannya terima kasih "
"Kamu tuh Ngga, pikirannya mesum aja. Otaknya ranjang aja isinya. Jangan sampai kamu masih mesum juga pikirannya saat Melati melahirkan. Karena pada saat istri dalam masa nifas habis melahirkan itu sangat rentan godaan. Karena istri juga lagi sensitif, mudah tersinggung. Lelaki juga lagi sensitif karena harus puasa dari berhubungan. Di saat itu kesetiaan suami di uji"
"Papi... "teriak Melati karena malu. Mukanya memerah. Semuanya jadi tertawa melihat Melati yang malu karena Rangga yang selalu menggodanya.
Rebecca dan anaknya menginap di rumah Rangga salama ia berada di sini. Mami dan Kak Rachel pamit pulang. Syifa sekarang gantian yang tak mau tinggal dirumah mami.
Rangga akhirnya membeli tempat tidur yang cukup untuk dua orang, Nabila dan Syifa. Ia mendekorasi kamar Nabila buat dua orang. Meja belajar ada dua ,buat mereka belajar. Semua bernuansa pink dan hello kitty sesuai dengan boneka kesayangan Nabila.
Itu membuat Syifa menjadi tambah betah untuk tinggal bersama Rangga dan Melati.
Setiap pagi Rangga akan mengantar Syifa dan Nabila ke sekolah baru setelah itu mengantar Melati.
Sejak kehamilan Melati memasuki bulan keenam ini, Rangga makin posesif. Ia tak membiarkan Melati menyetir sendiri atau pun bekerja. Di rumah Rangga mempekerjakan dua orang buat membantu Melati mengerjakan pekerjaan rumah. Selain memasak,Melati tidak diizinkan mengerjakan pekerjaan yang lain.
__ADS_1
"Papi.. ngomong apa sih tadi, kan aku malu sama kak Rebecca dan kak Rachel apalagi sama mami"ucap Melati di kamar.
"Kenapa malu, aku nggak ada menjelekkan kamu"
"Tapi papi bicara tentang ranjang sama Mami dan kakak kakak,aku malu kan jadinya"
"Nggak perlu malu, kakak kakak aku itu biasa aja ngomong gituan. "
"Tapi tetap aja bagiku itu tabu.. "
Rangga tidak menggubris lagi omongan Melati, tangannya sudah mulai menggerayangi tubuh Melati. Daster Melati sudah disingkap sebatas dada.
Rangga menurunkan kepalanya,ia lalu mengusap dan mencium perut buncit Melati.
"Sayang papi, sehat sehat terus ya baby boy. Kamu satu satunya cucu lelaki di dalam keluarga ini. Jadi kamu harus jadi laki laki yang tangguh, kuat, pintar dan tanggung jawab. Kamu yang akan melindungi tiga orang kakak kakak mu. "
Rangga terus bicara dengan anak yang ada dalam kandungan Melati.Tangan Melati mengelus rambut suaminya itu.
Rangga lalu kembali menaikan kepalanya berhadapan dengan Melati dan mengecup bibir istrinya.
"Sayang... pengen"rengek Rangga seperti anak kecil. Ia langsung naik ke atas tubuh Melati tanpa menunggu jawabannya dan membebaskan daster Melati dari tubuhnya.
Rangga mulai bermain di tubuh Melati dari atas sampai ke intinya. Rangga melakukan penyatuan tubuh mereka dengan perlahan dan tempo pelan. Karena ia tak ingin menyakiti bayi yang ada dalam kandungan Melati.
*************************
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini
Papi Rangga imut banget ya
Bunda Melati juga nggak kalah imut sih
__ADS_1