Sahabatku Maduku

Sahabatku Maduku
Episode 17


__ADS_3

dengan keraguan Laras,Permana terus berusaha meyakinkan Laras,dan Laras pun yakin dengan langkah yang akan diambilnya,


satu Minggu Permana berada disamping Laras,namun semua itu tidak mudah bagi Permana,karena dia terus menghindari telpon dari Katie,jika bersama Laras,namun disaat sudah tidak bersama Laras,Permana meminta maaf kepada Katie dengan berbagai alasan,walaupun hanya sebuah omongan dari jauh,Katie tetap percaya kepada kekasihnya itu,apalagi Permana terus menjanjikan dengan sebuah pernikahan,seperti saat ini,Permana sedang berada di rumah Laras,karena kebetulan saat ini adalah hari Minggu,dan ini hari libur bagi pekerja seperti Laras,mereka duduk berdua di sofa,


"sayang,kamu ngga ada pengantaran laundry?tanya Permana tiba-tiba,


"ngga ada sayang,kan ada pegawai yang antarin" jawab Laras heeran karena jauh sebelum,bahkan dari awal Permana sudah tau,kalau Laras mempunyai banyak pegawai untuk mengantarkan laundry,


"aku lupa sayang" ucap Permana,dan baru berapa detik,telpon Permana berbunyi,permana mengambil handphone yang berada dalam saku celana dan terpampang nama sang ratu hatiku yang tidak lain adalah Katie,Permana jadi gelisah antar mau mengangkat atau tidak,dan dia pun mensilent suara handphonenya,sedangkan laras memperhatikan gerak-gerik Permana dan bertanya,


"sayang,siapa?" tanya Laras


sedangkan Permana yang ditanya langsung memasukkan benda pipih tersebut kembali dalam saku celana,


"teman,di luar negeri sayang" jawabnya bohong


"trus,kenapa ngga diangkat sayang"? tanya balik Laras,


"ngga penting sayang,aku mau habisin waktu aku sama kamu selama aku masih disini" ucap Permana mengalihkan pertanyaan Laras,


"emang mas,sudah mau balik lagi" tanya Laras,


"rencana Minggu depan sayang" jawab Permana,

__ADS_1


"kok,Minggu depan mas,rencananya kan kita mau urus berkas nikahan" ucap Laras,


"gimana kalau kamu yang urus semua sayang,aku cuma bentar aja kok di sana,ada kerjaan penting" kata Permana


"hmhm,ngga bisa gitu dong mas,kita udah janji juga,atau mas jangan-jangan ngga ada niat mau nikah sama aku" ucap Laras serius


"kok,bilang gitu,ngapain juga mas balik kesini,kalau ngga niat dan serius sama kamu" ucapnya mengelus kepala Laras


"atau gini aja sayang,sebelum aku berangkat ke luar negeri,aku temenin kamu dulu daftar nikahnya,gimana?"ucap Permana,


"hmhm,trus" ucap Laras


"trus mas,berangkat dengan tenang,dan secepatnya mas akan kembali,sebelum acara pernikahan kita akan dilangsungkan" kata Permana


Permana membalas pelukan Laras,mengelus kepala Laras,namun pikiran dan hatinya sekarang ada di luaran sana,


setelah acara pelukan,Laras meminta izin pada Permana,


"mas,aku shalat dulu yah," ucapnya kepada Permana,karena waktu shalat Dzuhur telah tiba,


"hmhm," dehem Permana


"mas,ngga shalat sekalian" kata Laras

__ADS_1


"entar aja sayang,di rumah" jawab Permana,padahal selama ini semenjak Permana berada di luar negeri,dia tidak pernah menjalankan ibadah shalat,


Laras pun beranjak dari tempat duduknya,ke belakang mengambil air wudhu untuk shalat,berapa menit setelah Laras pergi,Permana mengambil handphonenya dan ingin menelpon Katie,baru ingin memanggil,tapi Katie sudah menelponnya,


"sayang,kamu Dimana sih?ditelpon ngga diangkat" kata Katie kesal,


"maaf sayang,aku ketiduran" ucapnya berbohong,dan dia masih duduk di kursi rumah laras


"sayang,kapan balik" tanya Katie


"udah kangen yah" bukannya di jawab,Permana malah nanya balik,


" ya iyalah sayang,wanita mana coba yang tidak kangen sama prianya" kata Katie di seberang telpon


"sayang,cepatan balik yah,bentar lagi kan kita nikah,trus papa sama Mama kamu gimana?" tanya Katie


"iya sayang,kalau urusan orang tua aku,kamu tenang aja,aku sama mereka akan berangkat bersama"kata Permana,


Laras tiba-tiba muncul dari arah belakang,


"mas" ucap Laras dan mengagetkan permana,


Permana langsung mematikan handphon miliknya dan beralih mengarahkan pandangannya ke laras

__ADS_1


__ADS_2