Sahabatku Maduku

Sahabatku Maduku
Bab Enam puluh Tiga


__ADS_3

Lani sampai di rumah menjelang tengah malam. Ia tadi mampir ke taman kota dan merenungi nasibnya sambil menangis. Ia memikirkan cara bagaimana menghancurkan wanita itu.


Lani memasuki rumah yang telah gelap.Lani kaget melihat mama Willy yang tiba tiba menghidupkan lampu ruang tamu.


"Dari mana kamu Lani. Mengapa jam segini baru pulang.. "


"Aku mencari Willy... "


"Apa maksudmu... kemana kamu mencarinya"


"Mama.. mama jangan berpura pura lagi. Mama tahukan jika Willy sudah menikah lagi"


"Apa yang kamu lakukan tadi,dari mana kamu tahu semua itu. "


"Aku mendengar saat mama menghubungi Willy.Aku mendatangi rumah yang ditempati Melati dulu, di sana aku bertemu wanita itu. Aku bertengkar, tapi anak mama Willy, bajing*n tengik malah membelanya "


"Lani jaga mulutmu. Ini yang membuat Willy tak betah bersamamu baik ketika ada Melati atau saat ini, mulutmu itu terlalu kasar"


"Apa aku salah jika mengatakan Willy itu b*jing*n ,pecundang, pel*cur..apa ia tidak takut kena azab karena selalu saja menyakiti hati wanita."


"Lani... kamu keterlaluan..mulutmu itulah yang membuat Willy sulit menerima kehadiran kamu . "ucap Mama Willy


"Mama, apa salahku. Aku mengatakan yang sebenarnya, mengapa mama tidak bisa terima"


"Kamu harus sadar Lani. Kamu dan wanita itu posisinya sama.Kalian sama sama pernah menjadi pelakor. Jadi jangan teriak teriak seolah kamu itu korban. Melati saja yang jadi korban tidak pernah bicara kasar seperti kamu.Ia menerimanya dengan ikhlas. Belajarlah bersikap seperti Melati."


"Apa... apa aku tak salah dengar. Mama memuji Melati. Dulu mama yang mendukung perselingkuhan aku dengan Willy. Apa mama lupa, jika mama yang mengatakan padaku, jika mama ingin aku menjadi menantu mama,karena mama malu punya menantu seprti Melati. Sejak saat itulah aku mulai mencuri perhatian Willy dan ternyata ia juga lelaki pengkhianatan, jadi mudah saja bagiku untuk membuatnya tergoda. Ia juga dengan tanpa rasa bersalah mengajak aku tidur. Sekarang mama mengatakan aku pelakor.. aku begini juga karena mama"teriak Lani


"Seharusnya kamu bisa menerima semuanya, bukankah dari pertama kamu sudah biasa diduakan. Anggap saja wanita Willy saat ini pengganti Melati. Tidak salah bukan jika lelaki memiliki istri dua, bila ia mampu menafkahinya"


"Mama.. mama bisa berkata begitu saat ini, cobalah saat mama berada dalam posisi aku saat ini. Suami mama menikah diam diam.. apa mama masih bisa berkata jika seorang lelaki boleh beristri lebih dari satu jika ia mampu menafkahi... "


"Kamu jangan sembarangan bicara Lani. Itu sama saja kamu mendoakan mama.Apa kamu sadar, selama ini mama yang selalu membela kamu dengan Willy, mama lah yang membuat Willy masih mempertahankan kamu. Willy selalu mengatakan ia tidak pernah mencintai kamu"


"Cukup ma.. aku capek. Aku mau istirahat"


Lani masuk ke kamar dan tidur disamping Bobby anaknya. Ia kembali menangis.


"Bajing*n kamu Willy... jika aku tahu kamu sebej*t ini, aku tak akan pernah mau tergoda dan menikah denganmu. Mama juga, dulu saja ia membelaku. Saat ini ia bisanya menyalahkan aku. Papa.. mama... Lani pengin pulang"

__ADS_1


#################


Sore hari Willy dan Yana pergi ke sebuah toko roti dan kue. Ia tak tahu jika itu milik Melati. Ia masuk dengan memeluk Yana. Anaknya ia tinggal dengan pembantu. Yana yang meminta seorang pembantu.


Willy baru memasuki toko roti itu ketika ia melihat Nabila yang berlari. Diikuti Melati dibelakangnya .


"Nabila... kamu di sini nak. Melati.. kamu mau beli roti juga"tanya Willy dan melepas pelukannya dengan Yana.


"Bukan mas.. kebetulan ini toko milikku"


"Toko milikmu.. "ucap Willy kaget.


Willy lalu berjongkok, ia ingin menggendong Nabila. Tapi Nabila langsung berlari ke arah pintu masuk. Nabila yang saat ini usianya sudah dua tahun enam bulan sudah dapat bicara sedikit jelas.


"Papi.. "teriaknya berlari ke arah pintu masuk toko kue. Ternyata ia mengejar Rangga yang baru datang setelah pulang kerja.


Willy membalikan badannya dan melihat Nabila yang langsung memeluk dan mencium pipi Rangga yang berjongkok didepan Nabila.


"Papi.. capek"ucapnya dengan melingkarkan tangannya di leher Rangga.


"Ya.. sayang. Tapi jika sudah melihat anak papi yang cantik ini, capeknya papi langsung hilang.. "ucap Rangga dan menggendong Nabila.


"Aku dan Rangga telah menikah sebulan yang lalu. Sekarang Rangga sudah menjadi papi Nabila .. "


Willy tampak menahan amarahnya hingga wajahnya memerah. Yana hanya diam melihat semua itu. Ia dapat melihat jika Willy masih mencintai Melati dilihat dari reaksinya.


Rangga mendekati Melati dan Willy sambil menggendong Nabila yang selalu menciumi pipi Rangga.


"Apa kabar Wil.. apakah ini istri barumu"ucap Rangga menunjuk Yana. Ia memeluk bahu Melati.


"Kalian sudah menikah.. secepat itukah"


"Tapi tidak secepat kamu juga Wil. Kamu menikah lagi masih dalam status perkawinan belum berakhir "ucap Rangga


"Aku ini lelaki,sudah jadi rahasia umum jika lelaki banyak yang selingkuh. Tapi Mela kamu wanita, akhirnya kamu membuktikan sendiri perselingkuhan kamu.."


"Apa karena kamu lelaki jadi boleh berselingkuh, wanita hanya menerima. Dasar lelaki picik. Kamu seenaknya menuduh Mela berselingkuh denganku, apakah kamu ada bukti. Jangan menutupi kesalahan kamu dengan menuduh Mela. Saat ini Mela dan Nabila menjadi tanggung jawabku. Jangan pernah kamu mencoba menyakiti mereka "


"Rangga,kamu jangan asal bicara. kamu jangan lupa, jika Nabila anak kandungku. Aku berhak atas dirinya dari pada kamu. Nabila itu tanggung jawabku"

__ADS_1


"Sekarang aja kamu ingat punya anak bernama Nabila.. kemana aja kamu selama ini, bung. Sudah tujuh bulan kamu bercerai, apakah kamu ingat punya anak dari Melati.. ini yang namanya tanggung jawab, lagi pula mungkin Nabila juga sudah lupa punya ayah seperti kamu"


"Kalian yang membuat ia melupakan aku.. "


"Kalau bicara pakai otak.. kamu yang tak datang menemui nya.. bagaimana ia bisa ingat dengan kamu"


"Nabila.. Nabila sayang sama papi atau sama ayah Nabila yang itu"ucap Rangga menunjuk ke Willy


"Sayang papi.. "ucap Nabila dan kembali menciumi Rangga


"Mas Willy.. aku tak pernah mengajarkan Nabila untuk melupakan kamu, karena sampai kapanpun kamu tetap ayah Nabila. Tapi bagaimana Nabila bisa ingat dengan mas.. jika mas tak pernah datang menemuinya. Aku tidak pernah melarang mas buat bertemu bukan.. "ujar Melati


"Aku akan datang menemui Nabila setiap hari, agar ia ingat bahwa akulah ayah kandungnya"


"Boleh saja.. tapi jika mas ingin bertemu Nabila, sebaiknya sore hari ketika Rangga sudah pulang kerja. Bagaimana pun saat ini aku sudah bersuami, aku tak mau nanti ada fitnah... "


Rangga mendengar ucapan Melati lalu mengecup kepala Melati. Ia membuat wajah Willy makin merah.


"Wil .. ayo kita pergi saja. Beli roti ditempat lain saja"gumam Yana dan memegang lengan Willy.


"Mela.. aku tak pernah mengira kamu secepat ini menikah kembali dan melupakan semua yang pernah kita lewati bersama"lirih Willy,namun dapat didengar semuanya.


"Maaf mas... selama kita hidup bersama,hanya kehadiran Nabila yang membuat aku bahagia, selebihnya hanya kepedihan yang kamu berikan, untuk itu aku berusaha melupakan semuanya. Karena aku tidak mau hidup terus dalam kesedihan jika saat ini kebahagiaan telah aku dapati dan rasakan. Rangga telah memberi semua yang tak pernah aku dapati dulu"ucap Melati mendongakkan kepalanya memandangi wajah Rangga. Rangga lalu mengecup bibir Melati.


"Ayo kita pergi.. ingat aku akan sering menemui Nabila nantinya, aku tak akan membiarkan ia lupa siapa ayah kandungnya "ucap Willy dan melangkah pergi


"Ingat kata Melati, kamu harus manemui Nabila seperti saat ini, setelah aku pulang kerja"teriak Rangga.


Setelah Willy pergi Rangga langsung mengecup pipi Melati dan Nabila bergantian.


"Dua bidadari papi ini. Tidak boleh ada yang mengganggu.. dan menyakitinya. Jika ada yang berani menyentuh, papi tak akan segan membuat hidup mereka menderita selamanya "ucap Rangga dan kembali mengecup seluruh wajah Nabila


"Geli pi.. "ucap Nabila.Rangga masih terus saja menghujani Nabila dengan kecupannya. Sehingga Nabila tampak terbahak bahak karena gelinya.


"Tuhan terima kasih karena telah menghadirkan Rangga buat aku dan Nabila. Aku merasa kebahagiaan yang tak terhingga saat ini. Terutama ketika melihat senyum dan tawa Nabila."


****************************


Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini

__ADS_1


__ADS_2