Sahabatku Maduku

Sahabatku Maduku
Bab Seratus Dua


__ADS_3

Willy mengajak Lani pergi makan malam disalah satu restoran. Ia meningalkan Alvin dirumah kak Shinta.


Lani merasa heran dengan perubahan sikap Willy. Ia meminta Lani makan malam dengan kalimat dan kata kata baik. Tidak seperti biasanya, Willy selalu berkata sinis dengannya.


"Lani, apa kamu masih sering berkomunikasi dengan orang taumu"


"Dengan mama aku masih ada komunikasi, dengan papa sampai saat ini belum pernah. Kenapa kamu tanyakan itu"


"Aku ingin kamu memperbaiki hubungan kamu dengan kedua orang tuamu"


"Kenapa... kamu baru mengatakan itu sekarang. Ada apa.. nggak biasanya kamu perhatian denganku"


"Aku hanya ingin nanti kamu ada tempat bersandar. Minta maaflah pada papa. Jika papa tidak menghubungimu, seharusnya kamu sebagai anak yang memulai. Jangan keras kepala. Karena kita suatu saat pasti membutuhkan bantuan orang tua. "


"Sebenarnya kamu ingin bicara apa, Wil"


"Lani, aku minta maaf jika selama ini aku tak pernah menjadi suami seperti yang kamu harapkan. Aku tahu, selama ini aku tidak memperlakukan kamu dengan baik. Padahal kamu sudah banyak berkorban."

__ADS_1


"Terus terang aja Wil, apa yang sebenarnya ingin kamu katakan. Aku tahu, kamu ingin mengatakan sesuatu. Jadi jangan berbelit"


"Lani, aku tak mau lebih lama lagi menyakiti kamu, sebaiknya kita akhiri pernikahan ini. Ini juga untuk kebaikan kamu. Kamu bisa mencari lelaki lain yang mencintaimu. Karena aku tak bisa menjanjikan apa apa. Aku sudah berusaha mencoba mencintai kamu,tapi aku tetap tak bisa. Aku tahu perpisahan aku dengan Melati bukan semata kesalahan kamu, tapi setiap aku melihat kamu, aku ingat Melati"


"Apa.. jadi kamu ingin kita berpisah,setelah banyak aku berkorban untukmu. Sekarang kamu dengan seenaknya minta kita pisah. Apa kamu sudah dapat mangsa baru sehingga kamu ingin kita pisah"ucap Lani mulai tersulut emosi


"Lani, jika aku tetap pertahanan juga nggak ada gunanya. Rumah tangga kita sudah dari awal pernikahan tidak sehat, kita selalu saja bertengkar dan bertengkar setiap bertemu. Apa yang kamu harapkan dari aku, kamu sendiri tahu jika aku ini lelaki bej*t,mengapa kamu masih mau bertahan. Apa kamu tak ingin satu keluarga yang harmonis seperti Rangga dan Melati. Kamu bisa mencari lelaki yang bisa terima kamu apa adanya dan mencintai kamu sepenuh hatinya. Aku, tak akan bisa lagi mencintai kamu lan"


"Kamu keterlaluan Wil. Aku tak mau pisah sama kamu, karena aku ingin membuktikan pada mama dan papa jika pilihan aku tak salah. Bagaimana nanti aku menghadapi papa, jika akhirnya rumah tanggaku berantakan. Aku juga ingin orang tahu, jika kamu juga mencintaiku bukan hanya Melati. Mengapa kamu tak bisa mencoba mencintai aku, apa kurangnya aku Wil... "


"Lani, kamu tidak pernah mencintaiku. Kamu hanya terobsesi denganku Kamu ingin membuktikan jika lelaki yang mencintai Melati juga bisa mencintai kamu. Kamu hanya tak ingin merasa kalah dari Melati. Kamu salah Lani.. cinta bukan hanya soal membuktikan jika kita bisa memiliki seseorang yang kita cintai. Cinta juga tentang pengorbanan. Jika kamu memang benar benar mencintai aku, coba ikhlaskan aku. Cinta tak harus memiliki."


"Lani.. aku tak ada dekat dengan wanita manapun saat ini"


"Aku tak percaya, aku tahu siapa kamu. Kamu tak bisa melakukan ini padaku, Willy. Apa kamu tak kasihan dengan Bobby. Apa tak ada rasa sayang dan cintamu pada Bobby. Apa di hatimu hanya ada Alvin"


"Aku menyayangi Bobby juga. Sayangku pada anak anakku sama, tidak ada beda. Nabila, Bobby dan Alvin sama sama aku sayang. Aku akan tetap menemui Bobby kemanapun kamu membawanya. Aku akan tetap ayah Bobby, hanya status perkawinan kita aja yang beda "

__ADS_1


"Aku tak percaya, Wil. Bobby masih tinggal satu atap denganmu saja jarang kamu perhatikan, apa lagi nanti setelah kita pisah. Aku tak mau Bobby besar dari keluarga broken home. Aku bisa merubah sikapku yang tidak kamu sukai. Kamu tinggal katakan apa saja maumu, aku akan merubahnya. Willy, cobalah sekali saja kamu pikirkan Bobby. Aku bertahan saat ini juga karena Bobby.. "


"Lani, kita sudah mencobanya beberapa tahun ini, tapi tak pernah ada kecocokan diantara kita. Kita seperti orang asing yang hidup satu atap. Buat apa kamu pertahankan lagi. Mari kita sama sama mencoba mencari pengganti yang lebih baik, mungkin kita memang tidak ditakdirkan untuk hidup bersama.. "


"Kamu kejam Willy.. kamu jahat. Apa salahku ...apa karena aku telah merusak rumah tanggamu dengan Melati,kamu membalasnya begini. Padahal kamu tahu, Melati mengajukan cerai sejak kamu ketahuan berhubungan dengan Yana. Tapi tetap saja kamu menyalahkan aku atas perpisahan kamu dengan Melati. Apa kamu pikir hanya Melati saja yang terluka, aku tidak. Aku juga merasa sangat terluka dan bersalah karena mengkhianati sahabat aku sendiri. Haruskah aku kehilangan kamu juga setelah mengorbankan persahabatan aku. Aku juga mendapat sangsi sosial, teman temanku pada menghindar semua setelah tahu aku menikah dengan suami Melati. Apa kamu pikir selama ini aku tak tersiksa dengan semua ini. Setiap pertemuan dengan teman teman, aku harus menahan rasa rindu ini, karena aku tak mau ketika aku hadir mereka memandangi aku dengan sinis dan cemooh. Kamu pikir aku selama ini merasa tenang.. aku terkadang juga merasa lelah dengan semua ini. Tapi aku tak bisa lagi menghindarinya, semua telah terjadi. Dan aku harus berani menerima segala risiko atas perbuatan dan sikap aku selama ini"ucap Lani mulai terisak


"Mari kita pulang, sepertinya kamu perlu waktu berpikir. Aku ingin kita mengakhiri pernikahan kita secara baik baik, tanpa ada permusuhan "


"Kamu yang harus berpikir Willy. Coba kamu pikirkan ulang lagi. Apakah nanti setelah kamu pisah denganku, kamu akan hidup bahagia. Apa kamu yakin akan mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari aku yang bisa menerima kamu apa adanya. Aku sudah tahu siapa kamu, baik dan buruknya sifat kamu.. "


"Lani.. kita pulang dan sama sama memikirkan keputusan apa yang sebaiknya kita ambil dalam hubungan rumah tangga kita. Mari kita saling introspeksi diri"


Willy melangkah keluar dari restoran itu diikuti dengan Lani. Di dalam mobil mereka tidak ada yang bicara semua terdiam dengan pikiran mereka masing masing.


"Aku tak mau bercerai denganmu, aku telah mengambil segala risiko untuk dapat hidup bersamamu. Telah banyak yang aku korban kan untukmu Willy. Aku tak mau lepaskan kamu begitu saja. Walau aku dibilang egois, aku tak peduli. Aku akan tetap ingin bersama walaupun nanti kamu tak akan pernah memandang diriku... "


******************

__ADS_1


Terima kasih untuk semua pembaca setia.


__ADS_2