Sahabatku Maduku

Sahabatku Maduku
Bab Sembilan puluh Delapan


__ADS_3

Weni berjalan memasuki toko roti milik Melati. Ia melihat Nabila yang sedang bermain boneka ditemani Rangga di meja paling sudut toko itu.


"Selamat sore cantik... "


"Selamat sore, kamu Wen ,aku kira siapa.Sama siapa kamu... "ujar Rangga


"Sendirian.... "


"Tumben jalan sendiri, biasanya nggak boleh"


"Sekarang aku sudah dewasa Rangga. Orang tuaku dulu melarang aku berjalan sendiri karena mereka takut aku tahu rahasia tentang mereka "


"Maaf Wen, aku tak bermaksud menyindir"


"Nggak apa kok, aku nggak tersinggung. Kamu memang ayah yang baik dan penyayang. Mau menemani anaknya main "ucap Weni melihat Nabila yang bermain dengan Rangga


"Bukan ayah tante, tapi papi. Kalau ayah Bila, ayah Willy"


"Maaf, tante salah.. "


"Mau beli roti Wen... "


"Ya.. sekalian ingin sekadar berbincang dengan Melati."


"Mel.. Sayang.. ada Weni nih"


"Ya pi, Selamat sore Wen"


"Sore, sibuk ya Mel.. "


"Nggak juga, aku baru selesai buat roti. Kamu mau minum apa"


"Nanti aja Mel. Aku tadi nggak tahu mau kemana, ingat kamu langsung ke sini"


"Sayang, duduk lah. Ngapain berdiri, nanti capek"ujar Rangga. Melati duduk disamping Rangga.


"Aku dengar kamu udah kerja"


"Ya, ini aku minta izin dua hari. Ada yang harus aku selesaikan. Mel, aku janjian ketemu papa aku disini, nggak apakan"


"Ya nggak apalah Wen, siapapun boleh janjian disini, apa lagi kamu, temannya kami"


"Nabila berarti ponakan aku ya Mel"


"Hhmm...... iya Wen. Kamu dan Willy saudaraan kan"


"Aku tak menyangka, aku memiliki saudara yang lain. Dulu aku sangat memimpikan memiliki saudara. Saat ini aku tak tahu harus sedih atau gembira. Karena ternyata aku memiliki keluarga yang lain. Mel, kamu pasti benci ya dengan wanita pengkhianatan, termasuk mamaku dan juga aku ya"


"Kenapa aku harus membenci mama kamu, aku tak mengenal siapa mama kamu Wen. Dan itu bukanlah hak aku membenci mama kamu. Dan untuk kamu, kenapa pula aku membencimu"


"Aku baru tahu, jika kamu pisah dengan Willy karena pengkhianatan darinya. Pasti kamu sangat membenci siapapun itu wanita yang menjadi simpanan. Kamu juga pasti membenci aku, karena lahir dari wanita simpanan juga. "


"Weni, aku tak berhak menghakimi kamu dan mama kamu. Karena kesalahan yang mungkin dilakukan mama kamu, bukan aku yang merasakan sakitnya. Jika aku yang menjadi korbannya, baru aku bisa membenci mama kamu ataupun kamu . Tapi Wen, apa yang pernah menimpa rumah tanggaku sudah aku ikhlaskan semua.Aku tak ada rasa sakit hati lagi dengan wanita yang telah merusak rumah tanggaku dulu karena mungkin itulah jalan takdirku. Jika rumah tanggaku tidak ditimpa masalah, mungkin aku tak bertemu dengan lelaki hebat seperti suamiku ini. Mungkin aku tak bisa merasakan cinta yang besar dari seorang Rangga "ucap Melati sambil tersenyum dengan Rangga

__ADS_1


"Itu mungkin cara Tuhan mempertemukan kamu dengan jodoh yang lebih baik,Mel "ucap Weni


"Wen, yang paling penting kamu ingat. Berbuat baiklah, walau pun kebaikan kamu tak pernah dihargai karena suatu saat Tuhan akan mempertemukan kamu dengan orang baik juga"ujar Rangga


"Kamu makin dewasa aja Ngga"


"Aku ini salah satu korban dari wanita yang merebut papi. Aku merasakan bagaimana terlukanya saat aku tahu jika cinta papi bukan hanya buat kami. Jadi aku harap jika kamu nanti berumah tangga, carilah lelaki yang singel. Tak peduli dia duda tapi tidak terikat dengan pernikahan. Tak akan ada kebahagiaan bagi wanita yang pernah merampas kebahagiaan wanita lain. Maaf.. aku tak bermaksud menyakiti hatimu, aku hanya mengingatkan kamu sebagai seorang sahabat "


"Nggak apa Ngga, aku tahu jika mamaku salah. Aku aja yang anak kandungnya malu setelah mengetahui perbuatan mama. Tapi aku juga tidak bisa menghakimi namaku sendiri. Karena ia hanya memiliki aku sebagai tempatnya berbagi. Jika aku juga meninggalkan Mama, aku takut mama nanti kembali memilih jalan yang salah. Saat ini aku hanya bisa mencoba memperbaiki kesalahan mama, dengan meminta maaf pada keluarga mama Elly"


"Baguslah jika begitu, kamu memang harus tetap berada disamping mama kamu. Karena bagaimana pun ia adalah mama kandungmu"ucap Melati.


"Selamat sore Melati,... "ucap papa Willy yang baru sampai di toko Melati


"Papa.. silakan duduk Pa. Bila.. salam sama opa"


"Selamat siang opa"ucap Nabila sambil menyalami tangan papa Erwin


"Cucu Opa sudah gede, Nabila sudah sekolah"


"Sudah Opa... "


"Pintar, rajin belajar ya biar tambah pintar"


"Ya Opa.. "


"Mel..papa boleh bicara dengan Weni disini"


Rangga dan Melati meninggalkan Weni dan papa Erwin, mereka masuk ke dalam ruang istirahat sekalian dengan Nabila.


"Pa... dimana papa tinggal sekarang,apa kabar papa"


"Papa sehat nak, papa sekarang ngontrak"


"Papa pakai uang siapa buat bayar kontrakan"


"Papa dulu sering meminjamkan uang dengan teman papa yang membutuhkan, dan sekarang giliran papa yang membutuhkan uang mereka dengan senang hati juga membantunya. "


"Syukurlah Pa.. aku sangat kuatir dengan papa. Apa papa sudah mendapatkan kerjaan lagi"


"Sudah nak, walau hanya sebagai staf tapi cukuplah buat makan sehari hari.Maaf ..jika papa dan mama membuat kamu jadi menderita karena kesalahan kami"


"Pa, papa nggak ada salah dengan Weni. Jika papa ingin minta maaf, itu lebih tepat buat tante Elly dan Kak Sintha juga Willy "


"Papa tak pantas dimaafkan.. "


"Tapi papa harus tetap minta maaf walau mereka tak menerimanya . Karena papa dan mama telah melukai dan menyakiti hati mereka, keluarga papa"


"Papa belum berani bertemu dengan tante Elly dan kak Sintha juga Willy, karena papa sadar kesalahan papa sangat besar dan telah membuat mereka kecewa serta terluka"


"Untuk itu seharusnya papa minta maaf, dan jangan pernah menyerah sampai mereka memaafkan kesalahan yang pernah papa lakukan. Karena aku akan tenang jika papa kembali bersama keluarga papa yang sebenarnya "


"Papa lagi mengumpulakan keberanian papa untuk menemui mereka"

__ADS_1


"Aku mendoakan agar tante Elly bisa memaafkan dan menerima papa kembail"


Mira membawa dua minuman dingin ke meja Weni, seperti yang diminta Melati.


"Pa, jika papa ada masalah,papa segera hubungi Weni ya"


"Baiklah nak, sekarang sebaiknya kamu kembali ke rumah tantemu. Kamu nggak boleh jalan sendirian. Ini sudah mau menjelang magrib "


"Pa.. Weni sayang papa"


"Papa juga sayang kamu, nak... jaga mama kamu ya. Jika ada masalah kamu juga jangan lupa hubungi papa. Oh ya, dari mana kamu dapat uang buat bayar hutang tante"


"Dari uang tabungan mama"gumam Weni


"Tabungan mama, apa mama kamu memiliki tabungan ,nak"ucap papa Erwin kaget


"Jadi Yanthi memiliki tabungan dengan jumlah yang cukup lumayan. Baguslah jika memang ia memilikinya bisa buat bekal hidupnya nanti"


"Mama yang ngomong gitu Pa. Aku tak tahu pasti juga tabungan mama itu berbentuk apa. Cuma mama bilang, setiap papa memberi uang, mama selalu menyisihkan buat tabungan."


"Baguslah jika mama kamu memiliki uang tabungan.Jadi papa nggak terlalu kuatir akan keuangan kamu dan mama kamu. Mama pasti bisa memenuhi kebutuhan hidup kalian"


"Ya Pa. Sekarang papa mau pulang ke kontrakan papa... "


"Iya.. papa antar kamu dulu ya. Papa ada bawa motor, pinjaman dari teman papa"


"Ya Pa. Aku pamit dulu sama Melati dan Rangga.. "


Weni meminta tolong dengan Mira agar memanggil Melati. Melati dan Rangga menemui Weni dan papanya.


"Mel, Ngga, aku pamit ya. Terima kasih sudah menemani aku bicara tadi"


"Ya Wen, hati hati"


"Nabila, tante pamit dulu ya. Kapan kapan tante ke sini, tante boleh main bersama Nabila ya"


"Tentu tante.. "


"Nabila Opa pamit .. rajin belajar biar makin pintar "


"Oke Opa... hati hati"


"Ya... "


Weni dan papa Erwin meninggalkan toko roti Melati setelah membeli beberapa roti buat tantenya.


*********************


Mampir ya ke novel terbaruku berjudul Cinta Suci Alesha



Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2