Sahabatku Maduku

Sahabatku Maduku
Bab Seratus Satu


__ADS_3

Weni menghampiri Melati yang duduk dengan Kak Shinta. Ia duduk di samping Shinta.


"Kak Shinta, aku bisa bicara dengan kakak"


"Apa yang ingin kamu bicarakan.Aku rasa kita tidak saling mengenal, jadi tak ada yang harus kita bicarakan. "


"Banyak yang ingin aku katakan pada Kak Shinta"


"Maaf Kak Shinta, Weni, aku tinggal sebentar ya. Ada tamu yang ingin aku temui"


"Silakan Mel.. "


"Kakak jangan sungkan ya, makan saja yang kakak inginkan. Nanti setelah selesai aku akan kembali. Sekali lagi maaf kak"


"Iya mel... "


"Kak Shinta, aku tahu kakak tak sudi melihat atau bicara denganku. Tapi bagaimanapun aku minta maaf jika kehadiran aku mengganggu . Aku dan mama minta maaf karena telah merebut kebahagiaan kakak.Apa yang harus aku lakukan agar kakak mau memaafkan aku dan mama"


"Tidak akan ada yang bisa kamu lakukan, semua telah terjadi. Walau pun kamu menangis sampai keluar air mata darah, semua tak akan kembali seperti semula "


"Aku tahu kak, kesalahan mama teramat besar pada mama kakak, aku tahu mama telah merebut kebahagiaan keluarga kakak. Walau semua kata maaf aku tak akan bisa mengembalikan keadaan seperti semula, tapi aku harus tetap meminta maaf. Aku saja merasa kecewa apa lagi kakak... "


"Kamu tahu, bagaimana terbukanya aku ketika mengetahui orang yang paling aku hormati dan sayangi ternyata tak lebih jahatnya dari suami dan adikku. Kamu tak akan pernah bisa merasakan sakit hatiku. Aku dikelilingi lelaki lelaki pecundang, dulu aku berharap bisa berlindung dengan papa kerena aku pikir papa lah satu satunya lelaki yang baik didalam keluarga. Kamu tahu Wen, suami aku pernah mengkhianati aku, adikku juga mengkhianati istrinya dan papa juga ternyata pengkhianat. Terkadang aku berpikir, kesalahan apa yang aku lakukan sehingga aku mendapat karma begini."ucap Shinta terisak


"Kak aku benar benar minta maaf... "


"Kamu tahu, aku sempat bunuh diri ketika pertama kali mengetahui suamiku mengkhianati aku. Dan disaat aku ingin memperbaiki hubunganku dengan suamiku, aku mengetahui jika papaku juga pengkhianatan. Seolah papa menabur garam diatas lukaku..Aku sakit, kecewa dan kembali merasakan terluka. Aku jadi makin tak percaya akan kesetiaan. Aku jadi bepikir jika semua lelaki itu sama,mereka semua adalah pengkhianat."


"Kak Weni aku dapat merasakan kekecewaan kakak"


"Kamu tak akan bisa tahu sakitnya sebelum kamu mengalami sendiri dan juga aku harap kamu tak akan pernah merasakan. Aku selalu berdoa tidak akan ada lagi wanita didunia ini yang akan merasakan pengkhianatan suaminya, sudah cukup banyak wanita terluka selama ini karena pengkhianatan yang dilakukan suami suami didunia ini. "


Weni tak bisa lagi menahan tangisnya. Ia terisak.


"Kak, aku beruntung bisa mengenal wanita baik seperti kakak. Aku tahu,aku tak pantas meminta, tapi aku memang benar benar berharap jika kakak mau menganggap aku sebagai adik. Aku ingin tetap berhubungan baik dengan kak Shinta"


"Maaf Wen, untuk saat ini lebih baik kita tidak usah bertemu dulu. Biarkan dulu kakak mengobati luka kakak dulu. Jika suatu saat luka ini benar benar telah sembuh, kakak pasti akan menemuimu. Karena bagaimanapun aku menyangkal dan menolaknya, kamu tetap adikku. Kamu sedarah denganku"

__ADS_1


"Iya kak.. aku mengerti. Aku berdoa semoga luka dihati kakak segera sembuh. Dan hubungan kakak kembali membaik dengan suami kakak.. "


"Kakak rasa cukup pembicaraan kita ,kakak pamit dulu.. "


"Hati hati kak"


Shinta meninggalkan Weni dan berjalan menuju Rangga dan Melati yang lagi menemui tamunya.


"Rangga, Melati, kakak pamit ya. Semoga rumah tangga kalian selalu bahagia, dan kehamilan Melati lancar sampai lahiran "


"Terima kasih kak atas doanya, aku mendoakan agar rumah tangga kakak juga bahagia"


"Di mana Willy, apa kamu melihatnya Mel"


"Tadi Willy lagi berbincang dengan papi, kak"


"Biar kakak cari, kami pamit aja ya.. "


"Ya.. hati hati kak.. "ujar Shinta dan berjalan mencari Willy.


"Sini duduk dekat aku, sayang"ucap Rangga menunjuk sofa di sampingnya


"Ada apa kak... "


"Ini surat rumah, kamu yang simpan"


"Mengapa harus aku, bie. Kamu aja yang simpan "


"Ini rumah kamu, Mel. Aku sudah membuat atas nama kamu.. "


"Bie... mengapa atas nama aku, padahal tanah bunda hanya kecil. Kamu membeli dari tetangga sebelah sebelah sehingga tanah ini besar, tapi mengapa masih kamu buat atas nama aku"


"Ini hadiah atas kehamilan kamu, sayang. Dan aku akan memberi hadiah lagi setelah kelahiran bayi kita nanti"


"Aku tak mengharapkan hadiah apa apa,bie"


"Aku tahu, tapi sebagai suami aku ingin kamu merasakan hasil jerih payahku Mel... "

__ADS_1


"Kamu selama ini sudah menunjukkan rasa tanggung jawabku padaku dan Nabila, dan kamu sudah memberikan banyak perhatian dan kasih sayang, aku rasa itu sudah lebih dari hadiah,bie"


"Aku beruntung banget memiliki istri seperti kamu, Mel. Jika wanita lain selalu menuntut dan meminta kamu malahan menolak pemberianku, itu yang membuat aku semakin ingin memberi kamu sesuatu yang lebih"ucap Rangga sambil memeluk tubuh Melati.


################


Di mobil dalam perjalanan menuju rumah Shinta, Willy menanyakan apa saja yang kakaknya omongkan dengan Weni.


"Bicara apa saja kakak dengan wanita itu tadi"


"Wanita yang mana Wil"


"Anak bapak dari selingkuhannya"


"Nggak bicara apa apa, Weni hanya meminta maaf atas kesalahan ibunya"


"Apa jawaban yang kak Shinta berikan. Kak Shinta memaafkan. Karena aku lihat kakak dan wanita itu menangis "


"Itu hanya pembicaraan antara wanita, Wil"


"Aku tak akan memaafkan kesalahan papa dan juga tak akan pernah mengakui wanita itu sebagai saudara"


"Kamu tidak berhak bicara begitu disaat kamu juga melakukan kesalahan sama, apa kamu ingin Nabila dan Bobby juga bermusuhan.. "


"Kak, tapi papa telah membohongi kita selama bertahun tahun"


"Sebentar atau lama kebohongan itu, tetap namanya kebohongan dan pengkhianatan tak mudah dimaafkan. Apa kamu kira karena kamu hanya sebentar membohongi Melati kesalahan kamu tidak sebesar papa. Yang namanya pengkhianatan walau baru atau lama dilakukan tetap memberi bekas yang dalam. Tetap membuat kepercayaan seseorang itu hilang. Dan satu lagi, bagaimanapun kamu menyangkalnya,Weni tetap adik kita, darah yang mengalir ditubuh kita dan Weni sama. "


"Apa itu berarti kakak menerima wanita itu sebagai saudara dan memaafkan kesalahan mamanya"


"Kakak bukan memaafkan kesalahan mamanya, kakak hanya ingin mengingatkan kamu jika ia juga saudara kita walaupun mamanya telah salah merampas kebahagiaan mama. Dan Apapun kesalahan yang papa lakukan, ia tetap papa kita karena tak ada mantan papa di dunia ini. Walaupun ia bersalah kita tak bisa memungkiri jika darahnya yang mengalir ditubuh kita"


Willy dan Shinta terdiam, entah apa yang ada dipikiran masing masing.


********************


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2