Sahabatku Maduku

Sahabatku Maduku
BAB 62


__ADS_3

Di sebuah rumah ada seorang ibu hamil yang sedang merintih kesakitan di kamar, tidak ada seorang pun yang mendengar rintihan itu.


Dia mencoba untuk berdiri dan berjalan keluar dari kamar sambil tertatih - tatih.


"Mbok.. Si mbok.. Aduh kemana sih ini orang di panggil gak menyahut. Perutku sakit banget lagi." ucap Risa.


Sekali lagi Risa memanggil si mbok dengan sedikit keras. Dari arah belakang rumah si mbok tergopoh-gopoh mendekat ke arah Risa yang sudah duduk di sofa sambil meringis kesakitan.


"Mbok cepat telepon mas Damar, kayaknya aku akan melahirkan." ucap Risa.


"Baik neng." ucap si mbok yang terlihat cemas


Si mbok menghubungi Damar dengan menggunakan ponselnya.


"Pak Damar ini neng Risa kayaknya mau melahirkan, bapak segera pulang ya." ucap Si mbok.


"Mbok sekarang panggil taksi saja dan bawa Risa ke rumah sakit ya, aku gak bisa antar karena masih ada kesibukan. Ya sudah mbok aku masih sibuk." ucap Damar

__ADS_1


"Tapi pak.. " ucap si mbok.


Si mbok menghela nafas berat karena dia tidak tahu harus berbuat apa.


"Neng, si mbok sudah telepon pak Damar tapi katanya malah si mbok disuruh panggil taksi dan antar neng Risa ke rumah sakit. Bapak tidak bisa karena sibuk katanya." ucap si mbok.


Risa langsung kesal mendengar laporan dari ART nya itu. Dia langsung menyuruh ART nya untuk mengambil tas yang sudah di siapkan di dalam kamar, lalu dia memesan taksi online untuk mengantarnya ke rumah sakit.


"Ayo mbok ikut aku ke rumah sakit, aku sudah tidak tahan lagi." ucap Risa sambil meringis.


Mereka berdua pergi ke rumah sakit, sesampainya di Sana Risa langsung di tangani oleh tim medis disana.


si mbok yang menemani Risa merasa cemas sekali karena hanya dia yang menunggu Risa yang akan segera melahirkan.


Dia mencoba menelepon Damar kembali tapi tidak di angkat oleh Damar.


"Aduh gimana ini, aku gak tahu mengurus administrasi itu seperti apa." ucap si mbok

__ADS_1


Dari arah pintu ada sepasang suami istri berlari tergopoh - gopoh menuju ke arah Si mbok.


"Syukurlah bapak sama ibu datang ke sini." ucap si mbok.


"Loh Damar mana mbok? Kok hanya mbok saja yang disini? Tadi kalo kita tidak ke rumah pasti kita gak tahu jika Risa akan melahirkan. Kenapa si mbok gak hubungi kita." ucap pak Rudi.


"Maaf pak tadi aku panik jadi sampai lupa tidak hubungi bapak. Pak Damar sudah aku hubungi berkali - kali tapi tidak di angkat pak." ucap si mbok.


"Kemana anak itu, istrinya sedang berjuang melahirkan anaknya, dia malah gak terlihat batang hidungnya sama sekali." ucap Pak Rudi.


Bu Ratna yang duduk di samping pak Rudi terlihat sangat cemas karena mendengar Risa akan melahirkan.


Tak berapa lama terdengar suara tangisan bayi dalam ruang bersalin itu. Perawat meminta pihak keluarga menyiapkan baju dan popok untuk bayi yang di lahiran oleh Risa.


Si mbok menyerahkan tas yang berisi perlengkapan bayi ke perawat itu. Tak berapa lama perawat itu datang lagi dan meminta pak Rudi untuk mengadzani bayi itu.


Pak Rudi masuk ke dalam ruang bayi dia melihat bayi yang tampan sudah bersih. Lalu dia mengadzani bayi yang merupakan cucunya itu.

__ADS_1


Orang tua damar tidak tahu tentang perselingkuhan Risa, jadi mereka masih menganggap bayi itu adalah anak Damar.


__ADS_2