Sahabatku Maduku

Sahabatku Maduku
Bab Delapan puluh Empat


__ADS_3

Mama Elly sudah seminggu kembali ke rumah sehabis dirawat. Kesehatan mama Elly sudah kembali membaik. Papa Erwin akhirnya datang setelah ia tahu jika istrinya telah sembuh.


Papa Erwin masuk ke rumah saat mama Elly dan Shinta sedang menonton di ruang keluarga.


"Ingat juga kamu jalan pulang"ucap mama menyindir


"Ma.. aku mau bicara "


"Aku juga.. tapi sebelum itu aku mau kamu tanda tangani surat cerai kita dulu. Shinta tolong ambilkan map yang ada di atas meja kerja papamu "


"Ma.. kita bicarakan ini dulu baik baik. Jangan terbawa emosi. Kita sudah tua. Bukan waktunya mengutamakan emosi lagi"


"Kamu gampang bicara begitu. Apa yang kamu lakukan puluhan tahun itu telah melukai hati aku. Aku tak mungkin bisa bersama kamu lagi. Aku juga akan mengadakan rapat untuk membahas pemberhentian kamu sebagai pimpinan perusahaan. Aku mau jika ada harta yang tidak aku ketahui, kembalikan selagi aku masih ada sedikit pertimbangan. Jika aku tahu kamu membeli rumah atau Apapun itu buat istrimu, aku akan menuntut kamu dipengadilan. Kamu tahukan semua uangmu itu berasal dari perusahaanku"


"Ma.. aku tahu aku salah, kamu boleh memberhentikan aku sebagai pimpinan, tapi aku tak mau berpisah denganmu. "


"Kamu selama ini hanya memanfaatkan aku, ternyata kamu mau menikah denganku hanya ingin menaikan derajatmu"


"Ma.. aku juga bekerja selama ini. Aku yang telah membuat perusahaan bisa berkembang pesat"


"Oh jadi kamu sekarang hitung hitungan, oke.. kita rinci berapa seharusnya aku membayar gajimu"ucap mama Elly mulai terisak


"Ma.. jangan begini. Kita masih bisa mmeeperbaiki semuanya "


"Kamu dengan teganya membohongi dan mengkhianati aku selama puluhan tahun ini. Jika kamu memang tak pernah mencintai aku, mengapa dulu kamu mau menikah denganku. Mengapa kamu tak menceraikan aku ketika kamu ingin menikah lagi. Apa salahku. Aku sudah memberikan semuanya. Cinta dan hartaku aku serahkan semuanya untukmu, tapi kamu malah mengkhianati aku"


"Ma.. apa yang harus aku lakukan agar kamu mau memaafkan semuanya"


"Tidak ada.. aku hanya meminta kamu memilih antara aku atau dia. Aku tak mau di madu. Dan aku juga ingin tahu.. apa wanita itu Yanti. Mantan pacarmu yang tak pernah bisa kamu lupakan.. "teriak mama

__ADS_1


"Ya.. ma. Yanti yang menjadi istri keduaku"gumam Papa


"Dasar bajing*n"teriak mama lalu berdiri dan memukul papa dengan sekuat tenaganya. Papa hanya diam saja. Tiba tiba mama mengambil pisau yang ada diatas meja dan ingin menusuk papa.


Shinta yang melihat itu langsung memegang tangan mama. Dan menahannya.


"Ma.. sadar. Mama bisa membunuh papa. Mama nanti bisa masuk penjara. Papa sebaiknya papa pergi, kami tak mengharapkan kehadiran papa lagi"ucap Shinta dan mengambil pisau dari tangan mama.


Mama kembali terduduk di kursi sambil menangis. Papa lalu berlutut di kaki mama.


"Ma.. maafkan aku. Aku tak mau pisah denganmu. Aku tahu, aku salah. "


Mama hanya diam dengan pandangan kosong. Ia hanya menangis.


"Kenapa papa tega melakukan ini. Aku kira selama ini, papa adalah satu satunya lelaki yang baik di dalam keluarga ini. Tapi nyatanya papa lebih brengs*k dari Willy dan mas Deni. Papa tega membohongi mama dan kami anak anak papa selama puluhan tahun. Aku sangat membenci papa. Apa papa sadar jika semua kehancuran dalam keluarga ini terjadi atas kesalahan papa. Willy yang tanpa Papa sadari mengikuti jejak papa dengan memiliki istri lebih dari satu dan aku terkena karma atas perbuatan papa. Aku juga dikhianati suamiku. Apa papa tahu, aku menyesal dilahirkan dari orang tua seperti papa. Karena papa aku yang menderita, aku dikelilingi oleh lelaki lelaki pengkhianat."


"Shinta.. maafkan papa nak"


"Apa yang harus papa lakukan agar mama dan kamu memaafkan papa"ucap papa masih berlutut didepan mama.


"Ceraikan aku atau wanita itu.. "


"Ma.. apakah dengan perceraian, semua masalah ini terselesaikan. Tidak bukan. Kita bukan lagi muda, kita sudah sangat tua. Seharusnya kita hidup dengan damai tanpa ada lagi pertengkaran."


"Kamu pilih aku atau dia"


"Jangan meminta aku memilih ma.. "


"Baiklah jika begitu, tunggu saja panggilan pengadilan. Susun pakaianmu. Dan jangan pernah datang keperusahaan. Termasuk yang cabang. Jangan bilang kamu membuka cabang di luar kota itu agar kamu bisa berduaan dengan Yanti tanpa aku ketahui. Aku juga tahu Yanti tinggal di kota tempat cabang perusahaan.Jangan harap Yanti atau kamu bisa hidup tenang setelah ini.. "

__ADS_1


"Ma.. aku yang salah, jika kamu mau menghukumnya, hukum saja aku jangan balas dengan Yanti dan anaknya"


"Masih bisa kamu membela wanita itu dihadapanku, ia juga salah. Ia sama saja dengan wanita jal*ng,yang mau menikah dengan suami orang."


"Ma.. itu terjadi di masa muda, ketika kami hanya mengutamakan nafsu. Tapi kini aku dan Yanti telah menyadari kesalahan, kami tahu kami salah telah menyakiti hatimu. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Terpaksa semua harus dijalani."


"Kamu seenaknya berkata begitu. Aku minta sekarang kembalikan semua ATM dan kartu kreditmu. .. Sini.. jangan sampai aku melaporkan Yanti yang telah menikah dengan suami orang tanpa izin. Aku bisa membuat kamu dan Yanti masuk penjara. Tapi aku masih punya sedikit belas kasihan karena kamu papa dari anakku. Jadi pergilah baik baik selagi aku masih bisa memaafkan kamu, dan kembalikan semua harta milikku"


"Ma.. jangan begini ma. Aku tak mau pisah "


"Kamu takut miskin, kamu pikir aku tak tahu semua pengeluaran kamu. Seminggu ini aku telah melakukan penyelidikan kemana saja uang kamu gunakan. Aku sudah tahu rumah yang kamu beli. Itu pasti buat tinggal Yanti bukan. Jadi aku minta ia pergi dari rumah itu sebelum aku yang datang mengusirnya. "


"Ma.. aku pergi, tapi aku tak akan mau menanda tangani surat cerai. Kamu bisa mengambil semua uangku. Ini semua kartuku. Aku benar benar mencintaimu bukan karena hartamu. Jika aku menyembunyikan pernikahan ini karena aku tidak ingin menyakitimu. Memang ketika aku menikahi Yanti, hatiku masih bimbang.Aku saat itu belum yakin akan cintaku padamu. Aku terbuai kenangan indah saat bersama Yanti ketika pacaran, sehingga aku merayu dan memintanya menjadi istriku. Tapi seiring berjalan waktu aku menyadari jika aku mulai mencintaimu. Melihat kamu yang tak pernah menuntut apa apa dariku dan kamu yang selalu percaya denganku, aku sadar aku telah melakukan kesalahan dengan menduakan kamu. Tapi aku tidak bisa pisah dengan Yanti karena saat aku menyadari semuanya, aku telah memiliki anak. Aku tak mungkin mengorbankan anakku.Itu kesalahan aku dan Yanti, bukan salah anakku. Yanti juga selama ini tidak merasa tenang, ia selalu dihantui rasa bersalah karena merebut aku darimu. Ia juga tak dapat dengan bebas pergi denganku karena ia takut akan ketahuan dan dilihat orang."


"Pergilah.. aku tak mau lagi melihat kamu"


"Ma..maafkan aku. Aku akan pergi, biar mama bisa menenangkan pikiran mama dulu. Shinta papa minta maaf jika papa ternyata bukan papa yang baik buatmu"


"Pergilah Pa.. aku saat ini juga tak ingin melihat papa. Aku benar benar benci dengan papa.. "teriak Shinta


Papa meletakkan semua kartu nya di meja. Dan ia juga meletakkan kunci mobilnya.


"Ini kunci mobil.. aku pergi dulu. Shinta,papa pergi nak. Sekali lagi maafkan papa "


Papa pergi meninggalkan rumah itu tanpa membawa pakaiannya.


"Maafkan papa, ma. Aku tahu kesalahanku memang sulit buat kamu maafkan. Aku tahu kamu sangat kecewa denganku. Shinta, maafkan papa karena tidak bisa menjadi papa yang baik buat kamu.. papa benar benar menyesal. Ternyata luka dan sakit hati yang papa torehkan begitu dalam dan membekas. Papa tidak menyangka jika kesalahan papa ini begitu membuat mama dan kamu sangat terluka.. "


*********************************

__ADS_1


Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini


__ADS_2