
"Sayang, kamu dimana.. "ucap Rangga yang masuk bersama Nabila.
Rangga kaget melihat Melati yang menangis sambil memeluk seseorang, Rangga tak melihat siapa wanita yang dipeluk Melati karena membelakanginya.
"Papi, sudah pulang"ucap Melati dan melepas pelukannya dari tubuh Lani.
"Kamu rupanya, mau apa kamu"ucap Rangga dengan suara agak tinggi yang ditujukan pada Lani
"Maaf.. aku mengganggu. Aku datang ingin bertemu Melati"ucap Lani pelan
Melati berdiri dan langsung memeluk Rangga. Melati sedikit pencemburu sejak kehamilan keduanya ini.
"Papi, bisa bawa Bila pulang dulu. Nanti aku pulang pakai taksi aja"usir Melati biar Rangga tidak lama di toko.
"Aku tunggu di dalam kamar aja ya"bisik Rangga dan mengecup pipi Melati. Rangga tahu saat ini pasti Melati memintanya pulang, karena tak ingin Lani menggodanya.
"Awas kalau keluar dari kamar"bisik Melati lagi
"Kenapa sayang, kamu cemburu ya"goda Rangga
"Cepat masuk... "ucap Melati mendorong tubuh Rangga masuk ke kamar.
"Bunda ,kenapa dorong dorong papi.. "ucap Nabila
"Bila, temani tante Lani dulu. Bunda mau bicara sama papi"
Melati dan Rangga masuk ke kamar.
"Kenapa sih sayang, dorong aku"
"Ngapain papi mandangi Lani lama lama"
"Siapa yang mandangi wanita itu, mending pandang wajah istriku yang cantik ini.. "
"Gombal... "
"Nggak apalah gombal sesekali. Ngapain cewek tuh peluk kamu"
"Lani datang ingin minta maaf denganku, pi. Ia telah menyesali perbuatannya dulu.. "
"Kamu yakin Lani telah menyesal dan insaf"
"Papi, nggak boleh berburuk sangka loh"
"Kamu jangan naif. Jangan mudah terayu hanya karena air mata. "
"Papi, aku rasa Lani benar benar telah menyadari atas kesalahannya"
"Bagaimana jika ia kembali mengulanginya, ia menggodaku misalnya. Apa kamu juga mau melepaskan aku buatnya"
"Papi, jika papi berani mencari wanita lain, aku akan minta kak Rachel dan kak Rebecca potong punya papi"
__ADS_1
"Berani ya sekarang, mentang ada pasukan pembela"
"Iyalah, aku juga akan bilang sama mami jika papi mulai bertingkah yang macam macam "
"Oke, aku mengaku kalah deh. Kamu banyak bala tentaranya.. aku menyerah "
"Makanya jangan coba coba genit ya dengan wanita manapun, apa lagi Lani"
"Sayang, jikapun aku mau cari pengganti kamu,aku akan cari yang lebih segalanya dari kamu. Mengapa wanita itu. Aku nggak akan tambah dengan nasi dingin. Kamu mengertikan, maksudku. Jika aku akan mencari istri lagi harus yang memiliki banyak kelebihan dari kamu. Malu dong dapat yang kurang dari sebelumnya"
"Apa nanti jika ada wanita yang lebih segalanya dari aku, kamu akan jadikan penggantiku"
"Nggak akan ada yang melebihi kamu, karena kamu bagiku sudah sempurna. Walaupun kesempurnaan hanya milik Tuhan, tapi sebagai istri kamu sudah dapat memenuhi semua kriteria yang diinginkan lelaki. Cantik, baik, pintar masak dan juga pandai di ranjang"
"Papi, ujung ujungnya pasti mesum "
"Habis kamu makin lama makin seksi sayang. Apa lagi dengan perut buncitmu ini"ucap Rangga sambil mengusap dan mengecup perut Melati
"Sayang papi, nggak lama lagi kita bertemu ya. Kamu jagoan papi. Harus jadi anak yang kuat..."ujar Rangga mengelus perut Rangga.
Ketika Rangga mengelus perut Melati, ia merasakan tendangan dari perut Melati.
"Sayang, apa itu baby boy yang menendang.. "ucap Rangga takjub.
"Iya papi. Itu baby boy yang menendang tangan papi. Lihat dalam kandungan aja baby boy sudah mengingatkan papinya jika macam macam ia akan membela bunda.. "
"Sayang, aku mau merasakan lagi"ucap Rangga kembali mengusap perut Melati. Tapi setelah beberapa lama tak juga baby boy menendang.
"Papi, sudah ah. Mungkin baby boy tidur. Aku mau temui Lani dulu. Nanti Lani kira kita ngapain lagi, karena aku lama banget di kamar denganmu"
"Papi, di luar juga ada papa dan mama Lani. Nggak enak jika papa dan mama menunggu lama... "
"Temuilah mereka sayang, tapi jangan lama lama. Aku tak betah sendirian di sini "
"Iya.. aku keluar dulu.. "ucap Melati
"Cium dulu... "ujar Rangga menunjuk bibirnya
"Papi ih.. genit banget. Nih... "ucap Melati dan mengecup bibir Rangga.
Melati keluar dari kamar dan melihat Lani sedang asyik berbincang dengan Nabila.
"Asyik benar nih ngobrolnya.. Bila, tadi bagaimana di sekolah nak.. jadi rapatnya. Papi sempat datang ke rapatnya "
"Sempat bunda, guru Bila tanya, papi itu siapa nya Bila.Omnya Bila ya,kata guru. Bila bilang, itu papi Bila.. semua guru jadi kaget. Kenapa guru Bila kaget,bunda"
"Karena papi jarang ke sekolah, jadi guru Bila tak kenal. Biasanya kan Opa yang ke sekolah mengantar Bila"ucap Melati sambil tersenyum
"Teman Bila bilang, papi ganteng banget, Bunda"
"Bagus dong jika papi nya Bila ganteng"
__ADS_1
"Iya bunda. Bila bilang, bunda Bila juga cantik, makanya Bila juga cantik"
"Nabila pintar banget ya, Mel"ucap Lani
"Alhamdulillah Lan. Lani maaf, suami aku sudah pulang kerja. Aku bukannya mengusir kamu. Tapi aku harus melayani suamiku lagi jika ia sudah pulang kerja"
"Ya Mel, aku mengerti. Aku pamit dulu. Mungkin dalam minggu minggu ini aku akan kembali sama Papa dan mama. Atau jika aku masih mau menetap di kota ini, papa akan membuatkan aku satu usaha untuk aku, biar aku ada penghasilan"
"Bagus lah,Lan. Aku harap kamu juga dapat sukses.. "
"Terima kasih Mel, karena telah memaafkan aku. Aku akan berusaha berubah demi kebaikan diri sendiri.. "
"Kita temui papa dan mama dulu.. "
Melati dan Lani keluar dari ruang itu, menemui papa dan mama Lani.
"Pa, ma.. mari kita pulang, suami Melati sudah pulang kerja. Kita sebaiknya juga pulang, mengganggu nantinya"ujar Lani
"Mela, terima kasih telah mau menerima maaf dari mama dan Lani"
"Ma, Mela juga minta maaf jika ada salah"
"Papa sangat berterima kasih atas sikap kamu yang dengan berbesar hati memaafkan semua kesalahan Lani"
"Papa, tidak ada yang perlu diucapkan terima kasih. Aku juga ada salah. "
"Boleh papa pamit dengan suami kamu Mel"
"Tunggu sebentar Pa. Aku panggil Rangga dulu"
Melati masuk ke dalam ruang istirahat, dan memanggil Rangga agar menemui papa.
Rangga berjalan menuju papa dan mama dengan memeluk pinggang Melati. Papa tampak kaget melihat Rangga.
"Ganteng banget suami Melati dan tampaknya ia sangat menyayangi Melati. Moga aja Melati selalu bahagia bersama suaminya saat ini"
"Papa,mama,kenalkan ini Rangga suami Mela"
Rangga memperkenalkan dirinya dengan menyalami tangan papa Lani dan juga mama Lani.
"Rangga, terima kasih karena telah membuat Mela bahagia. Dan mau menerima Mela apa adanya. Mela sudah papa anggap seperti anak sendiri, jadi papa mohon jangan pernah sakiti dia,bahagiakan ia. Cukup sudah penderitaan yang sudah dialaminya "
"Pa, tanpa Papa minta aku akan berusaha terus membuat Mela bahagia, karena aku sangat mencintai Mela"
"Mama pamit dulu, terima kasih Rangga, mama titip anak mama Mela ya.. "
"Iya ma.. "ucap Rangga sopan dengan menundukkan kepalanya.
Papa, mama dan Lani akhirnya pamit meninggalkan toko roti Melati.
__ADS_1
************************
Terima banyak buat semua pembaca setia novel ini,terutama buat yang telah memberi vote, like, dan komentar.