Sahabatku Maduku

Sahabatku Maduku
Bab Seratus Tiga puluh Delapan


__ADS_3

Mama Elly dan Willy lagi diperjalanan menuju kota tempat tinggal Lani dan Bobby. Perjalanan di tempuh lebih kurang selama tujuh jam dengan mobil.


(kisah ini terjadi di sumatera. Willy dan Lani sama sama tinggal di pulau sumatera tapi beda propinsi ya)


Mama Elly menghubungi Lani ketika dalam perjalanan.


"Selamat pagi ,ma..."


"Selamat pagi Lani, mama sudah diperjalanan saat ini, menuju ke tempat kamu"


"Hati hati ya, ma...."


"Lani... nanti kalau mama sudah memasuki kota tempat tinggalmu ..."


"Ya ...ma..."


Mama Elly menutup sambungan ponselnya dan memasukan ponselnya ke dalam tas.


"Coba aja ada Nabila, pasti lebih asyik perjalanan ini. Mama sebenarnya ingin mengenalkan Nabila pada Bobby agar ia tahu siapa saudaranya. Mama takut nanti setelah besar dan dewasa mereka tak saling kenal dan mungkin aja saling suka"


"Mama pikirannya terlalu jauh...."


"Mungkin ajakan jika mereka tidak mengenal"


"Mereka beda kota ma...lagi pula nanti jika mereka saling kenal dan berteman ,pasti Nabila mengenalkan pada kita. Jadi kita bisa mengatakan kebenarannya"


"Jika mereka sudah saling cinta dan tak bisa dipisahkan bagaimana..."


"Mama kebanyakan nonton sinetron, jadi kebawa bawa. Mana mungkin adik kakak saling jatuh cinta. Pasti ada ikatan bathin nanti diantara mereka. Tak mungkin mereka bisa saling cinta. Dan juga suatu hari aku pasti akan mengenalkan anak anakku"


"Willy, sebenarnya mama masih kesal dengan Rangga. Ia seolah olah ingin menguasai Nabila. Saat Nabila mengatakan tidak mau ikut , ia langsung setuju tanpa ada keinginan membujuk. Padahal seharusnya ia membiarkan Nabila ikut dengan mama. Tujuan mama kan baik,agar Nabila mengenal saudaranya."


"Ma, bisa nggak membahas Rangga dan Nabila. Aku sudah katakan berulang kali, jika Nabila itu saat ini sudah menjadi tanggung jawab Rangga jadi apa pun yang ia lakukan pada Nabila selagi itu demi kebaikan Nabila aku setuju aja"


"Kamu itu bodoh atau apa sih...Nabila itu tanggung jawab kamu, ia anak kandungmu. Kamu yang berhak melarang ataupun melakukan apapun itu buat Nabila bukan Rangga"

__ADS_1


"Aku tidak pernah melakukan tanggung jawabku jadi aku tak bisa meminta hak ku. Cukup ma. Jika mama masih membahas itu, aku nggak akan pernah membawa Nabila lagi buat bertemu mama"


"Oke...oke..terserah kamu aja"


##################


Setelah menempuh perjalanan beberapa jam,sampai mereka di kota tempat Lani tinggal.


Mama meminta Willy langsung menuju rumah kediaman Lani.


Mama Elly mengetuk pintu rumahnya Lani. Asisten rumah tangga membukakan pintu. Dan mempersilakan Mama Elly dan Willy masuk


Tak berapa lama keluar mama Lani,papa lani , Lani dan Bobby.


"Ayah....Oma...."teriak Bobby dan langsung memeluk Willy


"Apa kabar ,nak. Kamu sehat aja..."


"Sehat , Yah..."


"Bisa , Yah..."


"Oma...Bobby kangen banget. .."ucap Bobby dan ia mendekat ke mama Willy lalu memeluknya.


"Oma juga kangen banget sama cucu Oma yang paling ganteng ini. Oma sudah kangen banget tidur bareng dengan cucu Oma ini"


"Oma...Bobby mau sekolah dekat Oma aja ya"


"Oma sih senang banget kalau Bobby mau sekolah dekat Oma. Tapi apa Oma dan Opa Bobby mengizinkan"


"Opa ,Oma...Bobby mau sekolah dekat Oma Elly ya"


"Bobby...nggak mudah pindah sekolah itu. Opa pikirkan dulu ya..."jawab papa Lani


"Apa kabar pa..ma..."ucap Willy dan menyalami tangan papa dan mama Lani

__ADS_1


"Baik..."jawab papa singkat


"Pak ...maaf kami baru sempat datang. Kami bukan tak ingat sama Lani dan Bobby,tapi kami terutama Willy takut jika kedatangan kami sangat tidak bapak dan ibu harapkan"


"Ibu pasti mengerti kenapa kami belum bisa menerima kedatangan Willy"ujar mama Lani


"Ya,bu. Saya tahu, anak saya Willy telah banyak melakukan kesalahan dengan Lani. Tapi Willy sudah pernah datang meminta maaf langsung pada Lani dua bulan lalu."


"Apa benar ,Lan. Willy pernah menemui kamu"


"Iya ,pa..."


"Kenapa kamu tak pernah mengatakan pada papa dan mama jika Willy datang menemui kamu. Jadi benar apa yang pernah Bobby katakan jika ia pergi jalan jalan dengan ayahnya. Kenapa kamu bilang,itu hanya bualan Bobby karena ia kangen ayahnya"


"Aku takut papa marah karena aku menemui Willy"


"Kamu dan Willy sama aja. Kalian belum bisa bersikap dewasa . Kenapa harus bersembunyi jika ingin bertemu. Papa bisa apa jika kalian memang masih ingin bersama. Papa membawa kamu pergi jauh dari Willy agar kamu bisa menata hidup kembali. Tapi selama kamu jauh dari Willy , papa lihat kamu tak bisa lepas dari bayangan Willy. Kamu juga tak mau berpisah dan bercerai dengan Willy. Jika kamu memang tak mau berpisah,mengapa kamu tidak jujur aja...jangan diam diam menemui Willy. Seperti anak ABG aja. ..."


"Pa...maaf. Aku sudah pernah katakan pada papa, jika aku tak bisa pisah dari Willy. Aku tak mau Bobby hidup tanpa orang tua lengkap"


"Kenapa kamu mau ikut papa jika kamu tak mau pisah dengan Willy"


"Aku hanya ingin mencoba jauh dari Willy, agar aku tahu seberapa aku dan Bobby bisa hidup tanpanya. Tapi aku rasa aku nggak bisa pisah ,pa. Bobby masih sangat mengharapkan kehadiran Willy. Papa bisa lihat sendirikan,Bobby langsung berlari menghampiri Willy dan memeluknya begitu melihat Willy. Bagaimana aku bisa memisahkan mereka"


"Sekarang papa ingin tahu jawaban dari Willy, apa maksud sebenarnya kamu menemui Lani dan juga kedatangan kamu saat ini"


"Aku datang menemui Lani bulan kemarin ,ingin meminta Lani dan Bobby kembali tinggal bersamaku. Aku ingin mencoba memperbaiki rumah tangga kami. Aku ingin , Lani dan aku sama sama belajar menjadi orang tua yang baik buat Bobby. Selama ini aku sadar pa, aku bukan ayah yang baik bagi Bobby. Dan aku juga bukanlah suami yang baik buat Lani. Aku sadar telah banyak membuat kesalahan dan menyakiti hati Lani. Aku ingin kami memulai dari awal lagi hubungan kami. Aku sudah tak mau lagi bermain main dalam berumah tangga. Aku ingin anak anakku kelak tak malu memiliki ayah seperti aku. Aku sudah bertekad ingin berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Untuk itu aku meminta Lani kembali hidup bersamaku"


"Apa kamu yakin ingin berubah. Nanti setelah Lani menerima kamu kembali apa kamu tak akan mengulang menyakitinya lagi. Kamu selalu saja jatuh ke dalam kesalahan yang sama. Papa tahu, dosa memisahkan suami istri. Tapi jika suami anak kita yang emang tak baik, tak salah jika kita memisahkannya. Kamu telah menyiakan Lani selama ini. Padahal ini rela meninggalkan segalanya demi kamu. Tapi kamu tak pernah menghargai pengorbanan Lani. Papa tahu jika Lani juga bersalah karena ia yang menjadi penyebab rumah tangga kamu dan Melati berakhir. Tapi tidak seharusnya kamu melimpahkan semua kesalahan padanya. Kalian sama sama bersalah dan seharusnya kalian saling introspeksi diri. Jangan saling menyalahkan..."


Lani dan Willy sama sama terdiam mendengar ucapan papa. Mereka menyadari selama ini mereka saling mengutamakan ego masing masing. Tak ada yang mau mengalah.


**************************


Terima kasih banyak....

__ADS_1


__ADS_2