Sahabatku Maduku

Sahabatku Maduku
Bab Seratus Empat puluh


__ADS_3

Lani dan Bobby akhirnya ikut Willy dan mama Elly pulang. Saat ini mereka masih dalam perjalanan.


Bobby yang duduk di depan sangat senang karena bisa ikut pulang.


"Oma, nanti Bobby akan tinggal bersama Oma ya"


"Boleh sayang,Oma malahan senang banget jika kamu bisa tinggal sama Oma Elly, tapi apa Opa kamu mau izinkan."


"Besok Bobby minta izin ya Oma..."


"Iya sayang."


Bobby kembali fokus memandangi jalanan. Senyum terus terkembang dibibirnya.


"Sebenarnya mama kemarin mau bawa Nabila, tapi Rangga dan Melati tak mengizinkan"ucap mama pada Lani.


"Ma...jangan mulai bahas itu lagi. Lagi pula bukan Rangga dan Melati yang tak mengizinkan tapi Nabilalah yang mau ikut. Mama tak boleh memfitnah"ucap Willy


"Siapa tahu Nabila itu di bujuk Rangga biar nggak ikut. Kita kan nggak tahu"


"Ma...sudahlah. Walau Rangga melarang ,itu juga tidak salah. Ia yang telah membesarkan Nabila. Sedangkan orang tua Lani aja yang tak menjaga Bobby dari kecil, melarang aku membawa Bobby aku masih bisa maklum. Apa lagi Rangga yang telah menjaga dan membesarkan Nabila. Mama tak ada hak memaksa Nabila. Aku aja orang tua dari Nabila tak ingin memaksanya. Karena itu akan membuat ia lebih tak nyaman lagi"


"Ma...apa yang dikatakan Willy ada benarnya. Mama jangan terlalu memaksa Nabila. Nanti ia bisa tambah menjauh. Mama harus mendekatkan diri mama secara perlahan, setelah ia merasa dekat dan nyaman, nanti ia sendiri yang akan meminta ikut mama. Seperti Bobby, ia yang minta ikut dengan mama. Karena ia sudah terbiasa dengan mama"ujar Lani


Mama Elly akhirnya diam, rak membahas Nabila lagi. Karena pendapatnya yang kurang didengar Lani.


Setelah menempuh perjalanan beberapa jam akhirnya mereka sampai di rumah mama Elly.


Bibi yang menjaga Naya membuka pintu rumah sambil menggendongnya. Lani kaget melihat ada anak kecil.


"Anak siapa ini, Ma..."


"Anak Willy...."


"Anak Willy...."ucap Lani heran


"Ya anakku dengan Yana"jawab Willy

__ADS_1


"Anakmu dengan Yana. Apa apaan nih Wil, kamu bilang tak ada lagi seorangpun istrimu selain aku saat ini"


"Aku tak bohong Lani. Aku tak telah bercerai dari Yana. Cuma anak ikut denganku...."


"Aku tak mengerti jalan pikiranmu"ucap Lani dan membawa masuk Bobby ke kamar.


"Itu siapa ma. Anaknya ayah.... berarti adiknya aku"


"Nggak..mama nggak tahu anak siapa itu"


Lani masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya.


"Bagaimana ini, apa yang akan Willy lakukan jika aku dan Willy kembali serumah. Apa aku harus menjaga anak Yana. Apa aku harus hidup selamanya bersama anak Yana. Apa aku bisa ikhlas nanti menjaganya"


##############


Keesokan harinya ,mama minta Izin membawa Bobby menemui Nabila.


"Lan... mama mau ajak Bobby bertemu Nabila, Bolehkan..."


"Boleh Ma. Tapi aku minta mama jangan katakan jika Melati itu dulu istri ayahnya. Aku takut ia bingung. Ia masih belum mengerti. Aku juga nggak mau Bobby tahu jika aku ini hanya istri kedua ayahnya. Karena Bobby hanya tahu, akulah satu satunya istri Willy. Mama bisa kenalkan saja Nabila pada Bobby, jangan sampai nanti Bobby bertanya macam macam"


"Jangan sampai mama keceplosan bicara jika Nabila juga anak Willy. Aku ingin Bobby tahu ,hanya ia satu satunya anak Willy. Aku tak mau Bobby tahu jika ayahnya memiliki anak dari istri yang lain"


"Bagaimana bisa , Lan. Mama ingin Bobby tahu jika Nabila itu kakaknya ..."


"Mama tinggal bilang, jika Nabila ini kakaknya Bobby tanpa mengatakan atau menjelaskan jika Nabila juga anak dari ayahnya. Aku tak mau Bobby bingung"


"Lani...mama ingin mengenalkan semua cucu mama, anak anaknya Willy agar nanti tidak ada hal yang tak diinginkan terjadi. Jika mama hanya mengatakan Nabila kakaknya...percuma saja...jelas Nabila kakaknya karena umurnya yang lebih besar, tapi kakaknya yang bagaimana..."


Mama Elly dengan terpaksa mengikuti maunya Lani. Ia membawa Bobby ke toko rotinya Melati.


"Selamat sore, Mela"ucap mama sama Melati yang sedang menyuapi Arsha makan.


"Selamat sore ,Ma. Silakan duduk , Ma"


"Oh ya , Mela. Ini Bobby anaknya Lani. Mama ingin kenalkan ia dengan Nabila"

__ADS_1


"Oh...tapi Nabila nggak ada ,Ma"


"Iya ,mama tahu. Mama akan menunggu sampai ia pulang sekolah..."


"Maksud Mela bukan itu, Ma. Nabila pergi sama Mami ke Singapura. Kebetulan sekolahnya libur tiga hari. Ada yang diurus mami ,jadi ia bawa Nabila sekalian jalan jalan"


"Kok bisa...."


"Maksud mama...."


"Tapi Nabila bilang ,ia tak bisa pergi tanpa ada papi dan bundanya. Ia tak bisa tidur jika tak ada papi dan bundanya. Apa mama telah dibohongi Nabila. Apa itu hanya akal akalan aja. Atau memang kamu dan Rangga yang tak izinkan Nabila ikut mama...."


"Bukan ma... Tapi Rangga juga ikut bersama mami dan Nabila. Mereka ada urusan bisnis"


"Kenapa kamu membiarkan ia pergi dengan orang lain..."


"Ia nggak pergi dengan orang lain ma,itu masih Oma nya Nabila juga. Dan Rangga juga papinya"


"Tapi tak ada hubungan darah antara mereka"


"Ma , Rangga udah seperti orang tua kandungnya. Begitu juga mami. Aku yakin mereka bisa menjaga Nabila"


"Tapi kamu harus mulai membatasi Nabila agar jangan terlalu dekat dengan Rangga. Karena Nabila anak gadis...."


"Aku tahu dan mengerti maksud mama, tapi aku percaya Rangga tidak akan macam macam pada Nabila . Mama, aku selama ini diam bukan berarti aku menerima semuanya. Jika aku yang mama salahkan , aku bisa terima. Tapi jika itu sudah menyangkut Rangga ,suamiku aku tak bisa diam aja. Aku tau siapa Rangga. Dan berapa banyak sudah pengorbanannya padaku dan Nabila. Dan berapa banyak yang telah ia berikan, bukan hanya materi tapi kasih sayang dan perhatian,semua yang tak di dapat Nabila dari ayahnya ,Rangga lah yang memberikannya"


"Mama tahu ,Mela. Semua dulu nya salah Willy, tapi kamu juga tak bisa pungkiri darah yang mengalir di tubuh Nabila berasal dari Willy. Jadi yang harus ia sayang dan hormati pertama adalah Willy , ayah kandungnya. Nanti jika nikah yang akan menjadi walinya juga Willy, tidak akan bisa Rangga walaupun ia begitu menyayangi Nabila"


"Aku juga tahu, ma. Itulah sebabnya aku mengenalkan Willy sebagai ayah kandungnya , walau Willy pernah mengabaikan kehadirannya. Aku tak pernah sedikitpun menjelekan Willy pada Nabila , jadi aku mengharapkan mama juga tak menjelekan Rangga, karena memang tak ada sifat dari Rangga sampai detik ini yang tak baik"


"Sepertinya kamu masih ada rasa dendam pada Willy dan mama. Dan sengaja membatasi kedekatan Nabila pada kami"


"Aku tak pernah membatasi Nabila untuk mengenal mama dan Willy , tapi aku memang mengutamakan kenyamannya. Aku tak akan membiarkan Nabila merasa tertekan ma"


"Sudahlah ,Mel. Mama sebaiknya pulang aja. Setelah Nabila kembali, bisa kamu hubungi mama. Mama mau kenalkan dengan Bobby"


Mama lalu meninggalkan toko roti Melati dengan sedikit kesal.

__ADS_1


*******************************


Terima kasih.....Novel ini hanya tinggal dua atau tiga bab lagi menjelang tamat. Tetap setia ya membaca novel ini.


__ADS_2