Sahabatku Maduku

Sahabatku Maduku
BAB 53


__ADS_3

Riana dan Iqbal sudah terbang ke Bali, mereka menginap di sebuah resort dengan pemandangan yang indah langsung menghadap ke pantai.


"Mas indah banget pemandangan dari kamar ini yah." ucap Riana yang sedang berada di balkon kamarnya.


Iqbal datang langsung memeluk Riana dari belakang.


"Kamu suka sayang? walaupun pemandangan di sana indah tapi tetap lebih indah pemandangan disini." ucap Iqbal sambil mencium tengkuk Riana.


Riana merinding seketika saat di cium oleh Iqbal.


"Mas kita ke sana yuk, aku pengin ke pantai." ucap Riana berusaha menghindar, jika terus berada di kamar pastinya dia akan di mangsa oleh Iqbal.


"Gak mau ah, di kamar aja ya sayang, besok saja kita ke sana." ucap Iqbal memelas.


Dia merasakan jika Joni sudah bangun sedari tadi. Sinyalnya sangat kuat sekali baru dekat saja dengan Riana langsung tegang.


Riana berusaha menghindar karena dia masih merasa lelah. Dia berusaha membujuk Iqbal untuk menuruti keinginannya.


"Ayolah Mas, kita ke sana dulu, sambil minum es kelapa muda pasti enak sekali." ucap Riana sambil melepas pelukan Iqbal karena dia sudah merasakan ada yang mengganjal di belakangnya.


"Gak bisa sayang, aku sudah menginginkan kamu, sekali saja habis itu kita pergi kesana. Oke." ucap Iqbal memelas.


Karena merasa kasihan Riana pun menuruti kemauan Iqbal dan terjadilah pertempuran kembali, kali ini Iqbal berbohong bilangnya sekali tapi malah Sampai dua kali.


"Ih mas gak asik ah, bilangnya cuma sekali ini malah dua kali, badanku jadi sakit ini." ucap Riana ngambek.


"He-he-he maafin mas sayang, soalnya badan kamu jadi candu. Sebagai permintaan maaf mas akan ajak kamu ke suatu tempat, yang pastinya kamu bakal senang. Sekarang kamu mandi dan ikut denganku oke." ucap Iqbal yang sudah segar karena habis mandi.


Wajahnya terlihat sumringah karena sudah berhasil membobol dua kali.


Riana dengan wajah yang cemberut masuk ke dalam kamar mandi. Tak berapa lama Riana keluar sudah tampak segar, dia memilih memakai baju terusan berwarna peach.


Dia mengoleskan make up tipis di wajahnya. Sekarang dia tampak segar dan sudah siap untuk pergi dengan Iqbal.

__ADS_1


"Yuk sayang kita pergi sekarang, waktunya sudah pas ini. Jangan cemberut lagi dong, kali ini kamu pasti senang deh." ucap Iqbal.


Riana masih dengan mode ngambeknya. Dia berjalan di samping Iqbal.


Riana takjub saat sampai di tempat yang di janjikan Iqbal. Dia melihat ada meja menghadap ke arah pantai, terlihat sunset yang sangat indah.


Iqbal menarik tangan Riana dan menarik kursi untuk Riana kemudian dia juga duduk di depan Riana.


"Gimana sayang kamu suka? indah bukan tempat ini?" ucap Iqbal.


"Indah sekali mas, baru kali ini aku menikmati sunset berdua saja tanpa orang lain. Tamu yang lainnya kemana mas?" ucap Riana.


"Mas sudah sewa tempat ini satu jam ke depan. Jadi tidak akan ada orang lain selain kita." ucap Iqbal.


Riana sejenak lupa siapa suaminya ini, ternyata suaminya bisa seromantis ini. Padahal dia pikir suaminya itu dingin seperti kulkas, tapi kenyataannya dia sangat romantis.


"Wah suamiku ternyata kaya raya ya? Bisa menyewa tempat ini." ucap Riana.


Iqbal hanya tertawa saja mendengar perkataan Riana.


"Aku sudah memaafkan kamu kok mas. Tapi janji jika melakukan itu sekali saja." ucap Riana.


"Wah kalo itu mas gak bisa janji, soalnya kamu bikin candu sih." ucap Iqbal


Riana malu mendengar itu dari Iqbal. Mereka menikmati makan malam mereka dengan nikmat. Riana tidak henti - hentinya berdecak kagum melihat keindahan yang ada di depannya itu.


Karena hari sudah malam Riana dan Iqbal kembali ke kamarnya, mereka pun mengulangi lagi kegiatan seperti tadi siang.


Selama di Bali tidak pernah sekalipun Iqbal melepaskan Riana. Dia mengurung Riana di kamarnya.


Karena mereka sudah berada di Bali selama 4 hari ini, dan hari ini adalah kepulangannya ke Jakarta. Mereka akan keluar untuk membeli oleh - oleh untuk orang Rumah.


Saat di toko oleh - oleh Riana di sapa oleh Sofia mantan istri dari suaminya.

__ADS_1


"Wah siapa ini? Istri baru dari Iqbal ternyata. Gimana rasanya menikah dengan pengusaha kaya? Pasti senang kan bisa menikmati kekayaan Iqbal, yang seharusnya milik ku itu." ucap Sofia.


"Hah.. Apa maksud Sofia ini? Kok seolah - olah aku merebut mas Iqbal darinya?" ucap Riana dalam hati.


Iqbal saat ini sedang berada di toilet, jadi dia tidak tahu perkataan dari Sofia ini.


"Maksud kamu apa ya mbak? Kok jadi seolah - olah aku yang merebut Mas Iqbal dari kamu?" ucap Riana.


"Kamu gak hanya merebut Iqbal saja tapi juga Kiara. Seandainya kamu tidak ada pasti aku bisa menikah lagi dengan Iqbal." ucap Sofia.


Prasangka Riana tepat, karena tidak mungkin Sofia berubah secepat itu, ternyata memang dia ingin kembali menjadi istri Iqbal. Tapi tidak akan Riana biarkan itu terjadi.


"Wah apa mbak gak ingat, sudah meninggalkan Mas Iqbal dan Kiara sejak 5 tahun lalu? Kenapa baru kembali sekarang? Kemana aja mbak? Apa karena sudah tidak ada lagi yang membiayai mbak, jadi mau kembali lagi ke Mas Iqbal?" ucap Riana.


"Apa kamu bilang!! Dasar wanita J*l*Ng. Berani nya kamu menghina aku. Aku ini model internasional uang ku banyak." ucap Sofia.


Sofia merangsek maju untuk menampar Riana tapi dengan cepat Riana menghindar dan langsung mendorong Sofia hingga jatuh terduduk di lantai.


"Awww kurang *jar sekali kamu." ucap Sofia.


Tiba - tiba Sofia menangis dan terlihat seperti korban yang sedang di sakiti.


"Maafkan aku Riana, aku tahu kamu tidak suka denganku tapi tidak begini caranya! Aku salah apa sampai kamu menamparku? aku janji tidak akan pernah menganggu hubungan kamu dengan Iqbal." ucap Sofia sambil memegang pipinya dan menangis sambil terduduk di depan Riana.


Riana sungguh bingung kenapa Sofia jadi begini? Tadinya kan dia yang mau menampar aku, kenapa malah aku yang menampar Sofia?


"Ada apa ini? Kok kamu ada di sini Sofia?" ucap Iqbal yang baru keluar dari toilet.


Riana langsung paham kenapa Sofia berakting tersakiti gitu. Ternyata ada udang di balik rempeyek. Dasar wanita ul*r..


"Mas Iqbal itu istri barumu menamparku padahal aku tidak berbuat apa - apa? Tapi dia berani menamparku sampai aku terjatuh." ucap Sofia dengan Nada manja.


Riana hanya diam saja melihat sampai mana Sofia akan berakting. Jika sampai Iqbal percaya omongan Sofia, detik ini juga Riana akan pulang ke jakarta sendirian.

__ADS_1


Iqbal mengernyitkan keningnya karena dia sangat tahu karakter Riana, Riana tidak akan melakukan apapun jika dia tidak di usik dahulu.


__ADS_2