Sahabatku Maduku

Sahabatku Maduku
Bab Seratus Tiga puluh


__ADS_3

Nabila menghampiri ayah dan Oma nya yang lagi berbincang.


"Ayah,Nabila sudah mengantuk"


"Kalau Nabila mengantuk, tidurlah di kamar "ucap mama Elly


"Ayah,Bila mau papi jemput Bila"


"Kenapa malam ini nggak tidur di rumah Oma aja. Oma baru ingat, besok Bila nggak sekolahkan. Besok hari sabtu bukan. Nabila bilang tadi nggak mau menginap karena harus sekolah..."


" Maaf Oma Bila lupa, lagi pula Bila nggak bawa baju ganti"


"Besok kita ke mal beli baju yang banyak buat Bila"


"Bila besok sudah janji mau ke mal sama kak Syifa ,mama Rachel dan bunda. Papi juga ikut"


"Kapan kapan Bila bisa pergi dengan merekakan. Sesekali pergi dengan Oma ,dong"


"Lain kali aja ,Oma..."


"Kenapa nggak mau pergi dengan Oma.Apa Bila nggak sayang sama Oma"


"Sayang Oma. Tapi Bila udah janji dengan kak Syifa. Nanti kak Syifa marah kalau Bila nggak tepati janji "


"Baiklah, bagaimana jika minggu depan Bila tidur sini. Kita ke mal bareng minggu depan ya"


"Bila izin dengan papi dan bunda dulu, Oma"


"Bilang aja sama papi dan bunda ,jika Bila yang ingin pergi sama Oma. Nanti pasti diizinkan papi dan bunda"


"Itu bohong namanya Oma...nggak boleh"


"Oh ... gitu ya"


"Ayah,apa ayah sudah hubungi papi atau bunda"


"Sudah,papi dan bunda lagi diperjalanan mau kesini"


"Terima kasih ,Ayah"


"Sama sama. Bila senang nggak main ke rumah Oma Elly ini"


"Senang ayah"


"Kalau gitu kapan kapan ayah jemput buat main kesini mau ya"


"Kalau papi dan bunda izinkan, Yah"


"Memangnya kalau papi dan bunda tak izinkan, Bila tak mau main ke sini"


"Bila nggak mau jadi anak yang jahat,yah. Kemana pergi kata bunda harus izin papi dan bunda..."


"Baiklah,Bila memang anak yang baik"


Terdengar suara mobil berhenti di halaman rumah mama Elly.


"Itu pasti papi..."ucap Nabila langsung berlari keluar.


"Papi...."teriak Nabila dan langsung memeluk papinya.


"Duh segitunya peluk papi,kayak yang udah nggak jumpa berapa hari"ucap Melati yang baru keluar dari mobil


"Bunda cemburu tuh,karena Bila peluk papi bukan bunda"ucap Rangga


"Bila juga kangen bunda..."ucap Nabila dan memeluk Melati.

__ADS_1


Willy berjalan mendekat ke tempat Rangga dan Melati berdiri.


"Rangga,Melati...masuk dulu"


"Baiklah..."ujar Rangga masuk ke rumah diikuti Melati dan Nabila.


Rangga dan Melati duduk berdampingan. Melati melihat di ayunan ada bayi yang tertidur.


"Anak siapa itu ,mas"


"Anakku ,Mel"


"Oh..."ucap Melati singkat.


Mama Elly muncul dengan nampan yang berisi dua gelas teh hangat dan sepiring kue.


"Mama,kenapa repot repot sih."ucap Melati berdiri mengambil nampan dari tangan mama Elly.


"Nggak repot kok. Cuma teh aja...silakan minum"


"Terima kasih ,bu"ujar Rangga


"Melati,mama baru ingat...setiap sabtu dan minggu Nabila liburkan "


"Iya,Ma. Ada apa Ma"


"Mama mau Nabila tidur di sini,apa kamu mengizinkan"


"Oh...itu tergantung Nabila ma. Jika ia mau aku nggak keberatan"


Rangga hanya diam,ia tak ingin dikatakan lancang jika ikut campur.Rangga sadar,ia hanyalah ayah sambung Nabila.


"Bila,apa kamu mau menginap di sini ,nak"


"Maaf Oma,Ayah...Kapan kapan aja ya Bila menginapnya.Bunda... Bila sudah janjikan sama kak Syifa mau pergi mal besok. Nanti kak Syifa marah"


"Ma, Bila lain kali aja menginapnya. Karena sudah terlanjur janji dengan kak Syifa nya untuk pergi main ke mal besok"ucap Melati


"Baiklah,bagaimana minggu depan"


"Nabila,Oma tanya tuh. Apa minggu depan Bila mau menginap di sini"


"Jika Bila tak ada tugas sekolah yang banyak, Bila menginap ya ,Oma"


"Oke ,janji ya. Bila bilang janji harus ditepati bukan"


"Iya,Oma..."ucap Nabila pelan


"Baiklah Ma,kami pamit dulu."


"Hati hati ,Nabila ingat ya janjinya"


"Iya, Oma..."


Mama Elly mengantar sampai halaman. Ia baru masuk setelah mobil yang dikendarai Rangga menghilang.


"Mama,mengapa memaksa Nabila buat tidur di sini. Mama lihat sendirikan Nabila yang sebenarnya tak mau tidur di sini,tapi ia tak mau mengatakan tidak takut mama kecewa. Melati dan Rangga mengizinkan aja"


"Rangga hanya diam,siapa bilang ia mengizinkan.Tapi memang seharusnya ia tidak ikut campur,karena Nabila bukan anaknya"


"Walau Rangga bukan ayah kandungnya Nabila,tapi ia sejak kecil sudah dibesarkan Rangga dan ia sangat menyayangi papinya itu"


"Itulah bodohnya kamu.Seharusnya kamu lebih keras lagi memaksa Nabila untuk sering menginap di sini"


"Aku tak mau memaksanya. Itu akan membuat Nabila tertekan dan akan semakin jauh denganku. Sudahlah ma,mengapa sekarang mama jadi pengin dekat Nabila. Jangan pernah punya niat memisahkan Nabila dengan Melati,karena aku tak mau menyakiti hati Melati dan Nabila lagi."

__ADS_1


Setelah mengucapkan itu. Willy menggendong bayinya masuk ke kamar.


##################



Sementara itu di dalam mobil ,Nabila yang duduk di kursi belakang berdiri dan memeluk papinya dari belakang. Rangga tahu jika Nabila sudah begitu pasti ada yang diinginkannya.


"Bila,jangan ganggu papi.Papi lagi menyetir..."ucap Melati melihat Nabila yang terus memeluk Rangga


Nabila mengecup pipi Rangga. Ia terus aja melakukan itu.


"Sayang ,ada apa...kamu mau ngomong apa"ucap Rangga,karena Nabila tak akan berhenti menciumnya sebelum ditanya maunya. Nabila lalu berhenti menciumi pipi Rangga.


"Papi,Bila nggak mau menginap di rumah Oma Elly"


"Kenapa...."


"Bila nggak mau aja..."


"Bila,tadi Bila janji sama Oma akan menginap Minggu depan.Apa sekarang Bila sudah pintar bohong."ujar Melati


"Bila takut Oma sedih jika Bila langsung menolaknya. Papi ...Bila nggak mau menginap di sana. Papi ya yang ngomong sma ayah ,Bila takut"


"Bila nggak boleh begitu ,nak. Jika sudah janji harus ditepati.Bunda sudah sering ingatkan itu bukan"


"Mela,jika Nabilanya tidak nyaman jangan dipaksa"


"Papi, nanti mama dan mas Willy mengira aku yang tak izinkan Nabila menginap. Aku tak mau ada salah paham lagi ,pi"


"Biar aku yang bicara sama Willy"


"Papi,Bila mau ke sana untuk main aja.Tapi nggak mau menginap . Bila takut nggak bisa tidur jika di rumah yang baru Bila kunjungi"ucap Nabila


"Iya sayang. Besok biar papi yang omongin dengan ayah Willy."


"Terima kasih,pi"


"Jadi Bila cium pipi papi karena inginkan papi bilang sama ayah jika Bila nggak mau tidur di rumah Oma Elly"


"Iya,pi..."


"Papi sudah duga, anak gadis papi sayangnya sama papi cuma karena ada maunya. Kalau nggak ada maunya ,nggak sayang ya..."


"Bila tetap sayang papi kok..." ucap Bila kembali memeluk Rangga


"Papi, apa nggak sebaiknya jika papi bawa Nabila sekalian ketika bicara dengan mas Willy.Biar nanti mas Willy tidak salah paham dan mengira kita yang tidak mengizinkan Nabila menginap"


"Sayang ,aku yakin Willy mengerti. Kamu juga pasti tahu Nabila memang tak mau menginap di rumah itu dari raut wajah Nabila tadi. Willy juga pasti tahu itu."


"Iya...tapi apa mama juga bisa mengerti"


"Ia harus mengerti, Nabila baru mengenal ia lagi setelah besar saat ini. Perlu waktu bagi Nabila buat mendekatkan dirinya pada Oma Elly nya "


"Iya sih,pi. Aku hanya tidak mau mama berpikiran yang macam macam karena Nabila nggak jadi menginap minggu depan"


"Jangan semua kamu pikirkan.Biarkan aja mama berpikir apa tentang kita.Yang pasti kita tidak melarang Nabila.Urusan ia percaya atau tidak,jangan terlalu kita pikirkan..."


Rangga mengendarai mobil memasuki halaman rumahnya.Nabila sudah tertidur di kursi belakang. Rangga menggendong Nabila membawanya ke kamar.


Rangga meletakan Nabila di kasur dan menyelimuti tubuh putrinya itu.


"Papi tidak akan membiarkan siapapun itu yang membuat kamu nggak nyaman. Walaupun itu Oma kamu,jika kamu merasa takut dan tidk nyaman papi akan melindungimu dan tak membiarkan mereka mendekatimu"


************************

__ADS_1


Terima kasih........


__ADS_2