
Willy mendatangi perusahaan Rangga sore hari. Sekretaris meminta ia langsung masuk ke ruang kerjanya Rangga.
"Selamat sore, Ngga"
"Selamat sore, Wil. Duduklah..."
"Ngga, maaf aku mengganggu kamu lagi kerja"
"Nggak apa, aku juga sudah selesai. Ini mau jemput Nabila... kamu mau ikut jemput Nabila"
"Bolehlah, tapi sebenarnya aku datang ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu"
"Bicara apa ya, Wil"
"Aku mau minta izin membawa Nabila bertemu Lani dan anakku. Aku pergi bersama mama juga"
"Oh, jadi kamu ingin minta izin membawa Nabila pergi"
"Iya , Ngga. Jika kamu mengizinkan"
"Apa menurutmu aku ada hak melarang Nabila pergi"
"Tentu saja, walau kamu ayah sambungnya Nabila...tapi bagi Nabila kamu adalah papi yang sangat dihormati dan disayanginya"
"Aku tidak akan melarang kamu bertemu ataupun membawa Nabila tapi aku juga tidak bisa memutuskan sendiri, aku harus tanya anaknya langsung. Kamu sebaiknya ikut aku menjemput Nabila. Biar kamu bisa dengar jawaban Nabila langsung"
"Baiklah...Ngga"
"Mari ,aku akan jemput Nabila sekarang"
"Ya, Ngga..."
Willy berjalan mengikuti Rangga meninggalkan kantornya menuju sekolah Nabila.
Sampai di sekolah Rangga menjemput Nabila ke kelas. Setelah itu ia membawa Nabila ke hadapan Willy.
"Bila...Bila ikut ayah Willy ya di mobilnya. Kita mau mampir ke kafe langganan Bila yang ada es krim Bila suka itu.."
"Papi nggak ikut.."
"Papi ikut dibelakang mobil ayah Willy nanti"
"Kalau gitu , Bila sama papi aja"
"Bila lebih baik sama ayah Willy,nanti pulang bisa sama papi"
"Baiklah pi..."ucap Bila pelan
"Ayo nak.."ucap Willy membukakan pintu mobil buat Nabila.
Rangga menyebutkan kafe yang akan mereka tuju.
"Maaf sayang,bukan papi nggak mau Nabila bersama papi. Tapi papi nggak mau nanti ayah Willy salah paham. Nanti ayah Willy bisa aja mengira jika Nabila nggak mau pergi karena bujukan papi,padahal itu karena kemauan Nabila"
Willy ,Rangga dan Nabila telah berada di dalam salah satu kafe favorit Nabila yang menyediakan es krim yang sangat lezat.
Nabila memilih duduk di samping Rangga. Ia memakan es krim kesukaannya.
"Nabila..."ucap Rangga membuat Nabila yang sedang asyik dengan es krim memandanginya.
"Iya , pi..."
__ADS_1
"Ayah Willy mau bicara dengan Nabila"
"Iya ,Ayah...."
"Nabila, ayah dan oma mau mengajak Nabila ikut kami menemui adiknya Nabila...Bobby"
"Di mana ayah..."
"Ke luar kota, nanti kita menginap satu malam di sana"
"Papi ikut"tanya Nabila memandangi Rangga
"Nggak sayang. Nabila pergi bertiga aja sama Ayah Willy dan Oma Elly"
Mendengar jawaban Rangga, Nabila langsung mendekat ke Rangga dan memeluk Rangga.
"Ada apa sayang, Nabila mau ngomong apa"ucap Rangga memeluk Nabila
"Papi...Nabila nggak mau ikut. Bilang sama ayah. Papi udah janjikan"bisik Nabila
"Nabila bisa bicara langsungkan dengan Ayah Willy"
"Bila takut ,pi"bisik Nabila lagi.
Willy yang melihat Nabila memeluk Rangga sambil berbisik,membuat ia jadi heran dan bertanya.
"Nabila , mau ngomong apa"tanya Willy merasa ada yang ingin diomongkan Nabila.
"Papi...."rengek Nabila
"Itu ngomong aja, ayah udah tanya"ujar Rangga
"Kenapa ayah harus marah ,nak"
"Ayah...papi aja yang ngomong"rengek Nabila lagi
"Kenapa harus papi,kan Nabila bisa bicara sendiri. Ayah pasti tidak akan marah dengan Nabila"
"Ngomong aja, ayah janji nggak akan marah"
"Ayah, Bila nggak mau ikut ayah pergi. Bila nggak bisa tidur kalau nggak ada papi dan bunda. Bila mau pergi kalau papi dan bunda ikut"
"Oh...jadi itu yang mau Bila katakan pada ayah"
"Iya, ayah nggak marahkan"
"Nggak , nak. Jika Nabila nggak mau ikut nggak apa, mungkin lain kali kita bisa pergi bersama"
"Ayah, Bila mau ikut kalau nggak menginap"
"Iya , ayah mengerti. Selama ini kamu biasa bersama papi dan bunda, pasti sulit bagimu untuk menerima kehadiran Oma Elly dan ayah. Tapi ayah sangat berharap suatu saat Nabila mau menginap di rumah Oma."
"Kalau Bila udah besar , Yah. Bila akan menginap di rumah Oma"
"Emang Bila sekarang belum besar, adik Bila udah banyak loh"ucap Rangga
"Iya sih ,pi. Sekarang Bila udah besar tapi tunggu setinggi papi baru Bila menginap di rumah Oma"
"Lama lagi dong..."ujar Rangga lagi
"Ayah...ayah nggak sedihkan jika Bila tak mau ikut"
__ADS_1
"Tentu aja sedih. Tapi nggak apa. Ayah nggak akan memaksa."
"Ayah, Bila mau pergi dengan ayah dan Oma jika tidak menginap. Pergi ke mal atau main ke rumah Oma,Bila mau kok yah. Jadi ayah jangan sedih ya."
"Iya nak. Tapi ayah masih berharap jika suatu saat Bila mau menginap di rumah Oma"
"Willy, aku harap pengertian kamu dan mama kamu jika Bila saat ini belum bisa menginap atau ikut pergi bersama kamu keluar kota. Selama ini Bila hanya pernah menginap di rumah mamiku selain di rumah kami.Lagi pula Bila baru baru ini dekat dengan mama kamu sebagai Omanya, jadi butuh waktu buat Nabila bisa mendekatkan dirinya pada mama kamu. Aku mohon kamu bisa menjelaskan ini pada mama kamu,jangan ada nanti kesalah pahaman. Aku sengaja membawa kamu bertemu Nabila, agar kamu bisa mendengar langsung dari Nabila jawabannya. Aku nggak mau nanti mama kamu berpikir aku dan Melati yang melarang Nabila buat menginap. Aku tak mau memaksa Nabila buat menginap agar Nabila tidak merasa tertekan. Biarlah semua berjalan sesuai apa yang ia inginkan..."
"Iya,Ngga... aku mengerti. Saat ini aja aku sudah senang karena Nabila mau menerima aku . Kamu dan Melati tetap mengenalkan Nabila dengan aku, ayah kandungnya dan juga keluargaku. Aku seharusnya yang lebih mengerti akan keputusan Nabila ini. Aku dan mama yang salah, karena selama ini hanya mengabaikan Nabila, jadi tidak salah jika ia tidak dekat denganku atau mamaku"
"Nabila masih mau makan apa ,nak. Ayah belikan"
"Nggak ada ,Yah. Udah kenyang"
"Sayang, kamu ada tugas dari sekolah nak"
"Nggak ada ,pi..."
"Nabila kapan kapan ayah boleh antar atau jemput Nabila tanpa papi"
"Nanti bu guru tidak kenal ayah..."
"Nabila kan bisa kenalkan ayah sama gurunya"
"Papi...apa bisa Bila di jemput selain papi"
"Willy...disekolah Bila tidak bisa di jemput oleh sembarang orang. Jika kamu ingin menjemputnya harus denganku, karena guru guru dan kepala sekolah hanya mengenalku dan Melati sebagai orang tuanya"
"Oh gitu ya. Baiklah..."
"Sudah makannya nak. Kasihan bunda dan Arsha kelamaan menunggu ..."
"Iya ,pi... sudah nih"
Setelah makan Rangga dan Willy menuju mobil mereka yang diparkir.
"Bila. ..ayah pulang. Ini jajan buat Nabila"
"Nggak usah , ayah. Bila sudah di beri papi jajan setiap hari"
"Ayah tahu...tapi ayah juga mau memberi kamu jajan. Kamu bisa masukan ketabungan"
"Terima kasih , Yah"
"Ayah pamit dulu ya. Rajin belajar,jangan telat makan dan dengarkan apa kata bunda dan papi"
"Iya , Yah hati hati..."
"Da...nak..Lain kali kita jumpa lagi ya..."
Willy masuk kedalam.mobil dan mengendarainya perlahan meninggalkan kafe.
*******************
Terima kasih
__ADS_1