
dari kantin,Hera dan Laras kembali ke ruangan masing-masing untuk bekerja.tidak terasa waktu pulang telah tiba,mereka pun kembali ke rumah,saat ini Hera sudah menetap di rumah Laras,rumah Laras menjadi dua bagian,bagian kanan rumah kini menjadi tempat laundry,dan yang sebelah kiri untuk tempat tinggal Laras dan Hera,dan bagi karyawan yang lain,mereka akan pulang kerumah masing-masing,sedangkan usaha Laras yang lain sudah dikelolah oleh orang kepercayaannya,dia hanya memeriksa,mengecek dan mengambil hasilnya,dan semua itu dia lakukan bersama sahabatnya Hera.
Hari ini adalah hari Libur kerja,Laras dan Hera bermalas-malasan di rumah,semua persiapan pernikahan telah rampung,tinggal menunggu hari H nya,Laras dan Hera berada di kamar yang sama,
"Ras,lusa kan kamu nikah,yang waliin kamu siapa?"tanya Hera,
"untuk semua itu sudah aku urus,aku wali hakim" ucapnya dengan sedih,
mendengar ucapan sahabatnya,Laras jadi teringat dengan mendiang orang tuanya,tanpa berkata apa dia menitikan air mata,sedih begitulah yang dirasakan.
"andai bapak sama ibu masih ada disini,beliau akan sangat senang melihatku menikah,Ya Allah lapangkanlah kuburan kedua orang tua hamba" ucapnya dalam hati
"bukan hanya orang tua yang sebenarnya juga aku harapkan,tapi juga sahabat aku yang sudah seperti saudaraku,Katie,kamu sebenarnya dimana,aku mau nikah tapi kamu ngga ada,jangankan kehadiranmu,kabarmu saja aku sangat berharap,apakah kamu sudah melupakan aku sepenuhnya" dalam benak Laras
__ADS_1
Laras termenung dan menangis,Hera yang melihatnya langsung memeluk sahabatnya,
"aku tau kamu pasti teringat dengan kedua orang tuamu,"
"ada aku ras,yang akan menjadi penyemangatmu,kamu lupa yah dengan sahabat perjuanganmu ini" ucap Hera dengan memeluk Laras.
laras tambah terisak dengan perkataan Hera,yang menyebut kata sahabat,
"udah yah,kamu ngga boleh sedih-sedih terus,sebentar lagi kan hari kebahagiaanmu akan datang" ucap Hera dengan perlahan-lahan melepaskan pelukan Laras.
Laras mengusap kedua pipinya dengan tangan,Hera pun membantu mengusap air mata Laras.
"Her,sebenarnya dihari pernikahan aku itu,ada seseorang juga yang sangat aku harapkan kedatangannya,dia sudah lama ngga ada kabar" ucap Laras menatap Hera,
__ADS_1
"maksudnya sahabat kamu waktu sekolah dulu itu" ucap Hera mengingat kala waktu pertama Hera berteman dengan Laras,saat itu Laras menceritakan kepada Hera tanpa melupakan satu kalipun.
"iya her,dia itu bukan hanya sahabat aku,dia juga saudara aku,sama seperti kamu,bahkan kedua orang tuanya sangat baik sama aku,mereka lah yang membuat aku bangun,dikala kedua orang tua aku meninggal" ucapnya sedih
"semoga ada keajaiban,Katie akan hadir" ucap Hera meyakinkan Laras
"semoga saja,tapi sebenarnya itu sangat mustahil,karena kabar sekeluarga mereka hilang bak ditelan bumi" jawabnya dengan putus asa,
"kalau Allah sudah berkehendak Insya Allah akan terjadi,tapi kalaupun mereka tidak datang,kamu harus sabar,mungkin di kesempatan lain,kamu akan bertemu mereka,terutama Katie" ucap Hera ke Laras,
"udah deh melonya,eh kabar si bos,dimana sekarang,apa dia sudah sampai di negeri ini,secara kan lusa kalian akan menikah" ucap Hera mengalihkan kesedihan sahabatnya,
Laras kembali mengusap air mata kesedihannya,dia lupa memberi kabar kepada Permana tentang persiapan pernikahan yang sudah rampung.
__ADS_1