
Sudah lima hari Yana melahirkan putrinya dengan Willy. Willy hanya mengunjunginya sekali sehari, dan itupun tidak bicara apa apa hanya sekedar ingin melihat putrinya saja.
Yana sedang menyantap makan siangnya ketika ia mendengar suara pintu ruang inapnya terbuka.
Ia melihat Hendra datang dengan membawa keranjang buah.
"Hendra, aku sudah katakan jangan pernah temui aku lagi"
"Apa aku salah melihat kamu.... "
"Kamu tahu, akibat perbuatan kamu aku hampir saja kehilangan bayiku"
"Aku tak mengerti maksudmu.... "
"Willy melihat ketika kau menciumku di dalam mobil depan rumahku. Kami akhirnya bertengkar dan aku terjatuh, untung aku dan putriku selamat "
"Kenapa aku yang kau salahkan. Bukankah kau juga menikmati ciuman kita"
"Jangan gila, sebenarnya apa maksud kamu mendekatiku lagi"
"Aku ingin kita kembali menjalin cinta... "
"Anakku sudah banyak, sudah tiga,saat ini kau tak memikirkan cinta lagi. Yang aku pikirkan adalah kehidupanku dan keluargaku saja"
Tanpa Yana dan Hendra ketahui, Willy berdiri di balik pintu mendengar percakapan mereka.
"Apa itu berarti kamu mau menikah dengan Wil bukan karena cinta, tapi kamu hanya mengharapkan uangnya buat memenuhi kebutuhan keluargamu"
"Aku tidak ada mengatakan itu"
"Tapi itulah maksud kamu menikahinya"
"Aku capek harus bekerja terus"
"Apa kamu yakin Willy akan selamanya bersamamu... "
"Aku nggak tahu, tapi kemarin ia sempat mengatakan talak buatku"
"Itu berarti kamu telah diceraikan Willy"
"Dan itu karenamu"
"Jangan menyalahkan aku, kamu juga menginginkan aku. Kamu juga menikmatinya. Apa yang kamu lakukan jika Willy benar mencampakan kamu"
"Aku akan memohon padanya agar mau memaafkan aku. Saat ini hanya Willy harapanku. Sampai aku bisa mendapatkan pekerjaanku lagi"
__ADS_1
"Apa kamu akan kembali meninggalkan Willy"
"Aku tak bisa hidup dengan lelaki yang selalu aja mencurigaiku"
"Baiklah, sayang. Aku menunggu kamu kembali. "ucap Hendra. Ketika Hendra membalikan badannya ia melihat bayangan seorang pria. Hendra lalu mendekati Yana dan mencium bibirnya kembali.
"Jangan gila Hendra, ini dirumah sakit. Willy bisa saja tiba tiba datang "ucap Yana mendorong tubuh Hendra menjauh darinya
"Dasar wanita mur*han, aku tidak akan pernah memaafkan kamu lagi. Cukup sekali aku melakukan hal bodoh dengan menerima kamu lagi. Sekali sampah akan tetap sampan.... "
Willy menjauh dari kamar itu, ia tak ingin Hendra melihatnya.
Hendra pamit dengan Yana, ia tersenyum karena yakin Willy melihatnya tadi menciumi Yana.
Hari itu akhirnya Willy tidak jadi menemui Yana, ia kembali keesokan harinya untuk mengurus kepulangan Yana.
Setelah menyelesaikan administrasi, Willy masuk ke ruang inap Yana.
"Bersiaplah, kamu segera pulang. Ganti pakaianmu"ucap Willy datar. Ia datang bersama Alvin dan bibi.
"Baiklah, Alvin apakabar nak"ucap Yana sambil menciumi pipi Alvin
"Sehat ma. Mama pulang lagi. Alvin pengin main dengan adik kecil"
"Baik bu"
Setelah mengganti pakaiannya, Yana meninggalkan rumah sakit. Selama perjalanan Willy hanya diam saja. Yana pun tak berani membuka mulut. Ia hanya sesekali berkata menjawab pertanyaan Alvin.
Sampai dirumah Yana akan masuk ke kamarnya tapi tak diizinkan Willy.
"Kamu tidur di kamar tamu, bukankah kita sudah cerai. Dan aku memberi kamu waktu buat pemulihan habis melahirkan selama sepuluh hari. Setelah itu kamu bisa meninggalkan rumah ini dengan Alvin. Jangan coba coba melarikan diri lagi dan meninggalkan Alvin. Jika anakku bisa kamu tinggalkan, aku akan menjaganya. "
"Willy, kamu tidak boleh kejam begini padaku"
"Kejam, kamu yang kejam. Ibu macam apa yang tega meninggalkan anaknya. Dan aku tak mungkin tertipu lagi denganmu. Selama sepuluh hari ini aku cuti, aku akan mengawasi kamu. Jadi kamu tidak bisa lagi lari dan meninggalkan tanggung jawabmu "
"Willy, maafkan aku. Aku janji tidak akan melakukan lagi, aku janji tidak akan keluar tanpa izin kamu... "
"Sudah cukup selama ini kamu membodohi aku Yana. Aku tertipu dengan rayuanmu yang mengatakan ingin berubah. Ingin kehidupan layak. Kamu telah membuat aku menjadi pecundang, aku mencampakkan istri sah ku Lani dan tak pedulikan anak kandungku. Kamu membuat aku seperti pria bodoh, yang mau saja percaya dengan wanita sampah seperti kamu"
"Willy, aku akan melakukan apa saja agar kamu mau memaafkan aku"
"Aku tidak bisa lagi kamu bodoh. Kamu bisa pergi kemanapun kamu mau. Tinggalkan putriku"
"Ia juga putriku, bagaimana mungkin aku meninggalkannya"
__ADS_1
"Jangan berpura pura menjadi ibu yang baik. Apa kamu pikir aku akan percaya. Aku saat ini masih mengizinkan kamu untuk tinggal hanya sebagai rasa belas kasihan karena kamu baru habis melahirkan. Kamu jangan pura pura menjadi ibu yang bertanggung jawab, dulu kamu tanpa pikir bisa meninggalkan Alvin jadi aku rasa kamu tak akan kesulitan buat meninggalkan putri kamu kali ini"
"Bagaimana dengan Alvin"
"Kamu harus membawanya. Aku bukan tempat penitipan anak"
"Apa kamu sudah tidak menyayangi Alvin"
"Jangan mencoba merayuku, Alvin bukan putra kandungku. Kamu bisa minta pertanggungjawaban bapak kandungnya"
"Ternyata kamu sama saja dengan lelaki lain, kamu kejam...."ucap Yana dan masuk ke kamar tamu"
#################
Sementara di kota tempat tinggalnya Lani baru saja pulang dari yayasan sekolah miliknya.
Ia langsung masuk ke kamar dan mengganti pakaian nya.
"Bagaimana Lan, kamu sudah betah bekerja di yayasan sekolah kita itu"ucap mama
"Ya, ma. Tahun depan aku ingin menambah kelas dan guru. Aku rasa ruang kelas dan guru masih kurang di yayasan. Padahal murid sudah mulai banyak"
"Terserah kamu. Papa membuatkan yayasan itu buat kamu. Jadi mau kamu apakan jika itu menurut kamu bagus,papa dan mama pasti setuju"
"Bobby mana ma.... "
"Ia pergi dengan Erik. Bobby makin dekat dan lengket dengan Erik. "
"Mengapa mama membiarkan Erik membawa Bobby"
"Bobby yang ingin ikut dengan Erik. Lani, mama harap kamu kembali mempertimbangkan kehadiran Erik. Ia dan Bobby sudah semakin dekat. Bobby tampak nyaman bersamanya. Bobby pasti merindukan figur seorang ayah"
"Ma, harus berapa kali aku katakan, jika aku belum memikirkan buat berumah tangga kembali. Aku masih menikmati kesendirian aku ini. Lagi pula aku masih istri sah Willy"
"Mengapa kamu masih memikirkan lelaki itu. Ia saja tak pernah memikirkan kamu. Hanya mamanya yang menanyakan kabar Bobby setiap saat sedangkan Willy tak pernah menghubungi kamu. Ini sudah hampir enam bulan kamu tidak berhubungan dengan Willy, secara agama kalian telah sah bercerai"
"Ma, aku capek. Mama selalu saja membahas ini. Jika mama masih terus membahas pernikahan aku lagi, aku akan pindah "
Lani masuk ke kamar dan menguncinya. Ia tak mau mama kembali mengganggunya.
"Maafkan aku ma, aku masih belum bisa memulai kehidupan berumah tangga lagi. Aku masih dibayangi masa laluku. Aku benar benar takut melangkah, aku takut nanti aku kecewa lagi.... "
********************
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini.
__ADS_1