
Hari minggu seperti biasanya Shinta berkumpul di rumah mamanya. Mereka sedang berbincang di ruang keluarga.
"Willy,kakak minta mulai hari ini kamu harus berpikir lagi dalam bertindak. Anakmu sudah empat. Lebih baik kamu konsentrasi aja dengan anak anakmu dari pada mikirin wanita pendampingmu"ucap kak Shinta
'Siapa bilang anak Willy empat. Apa kamu nggak tahu jika Alvin itu bukan anak kandung Willy,ia telah ditipu sama wanita itu. Wanita itu telah hamil ketika menikah dengan Willy"ujar mama sedikit emosi
"Bukankah Willy memang telah melakukan hubungan sebelum menikah dengn Yana"
"Tapi kehamilan Yana lebih dari pertama kali Willy berhubungan denagnnya. Willy saja bodoh,tidak tahu menghitung kapan ia pertama kali berhubungan badan"
"Mana aku ingat ma..."
"Apa itu karena kamu terlalu banyak berhubungan dengan wanita"tanya kak Shinta
"Kak,aku nggak segila dan sebejat itu"
"Syukurlah kalau begitu,tapi maaf...apakah kamu sudah periksa kesehatan kamu. Apa kamu yakin nggak terkena penyakit kel*min"
"Sudah kak,ketika aku mau menikah lagi dengan Yana kami sama sama pergi ke dokter dan periksa kesehatan"
"Baguslah jika kamu sehat aja. Kakak harap kamu memang benar benar ingin berubah dan jangan salah memilih wanita lagi jika kamu benar benar ingin berumah tangga"
"Ya kak. Tapi untuk saat ini aku belum kepikiran mencari pendamping,aku mau konsentrasi besarkan Naya dulu,kak"
"Baguslah jika kamu berpikir begitu. Kakak mendukung niatmu itu"
"Kamu udah ada istri juga,ngapain masih mikir buat cari pendamping lagi. Kamu dengan Lani masih sah sebagai suami istrikan. Lebih baik kamu perbaiki hubunganmu dengan Lani."ujar mama
Mereka berhenti bicara ketika terdengar suara ketukan di pintu. Shinta berdiri membukakan pintu. Shinta kaget melihat papanya datang bersama wanita yang usianya sama dengan mamanya.
"Papa... silakan masuk"
Papa berjalan dibelakang Shinta diikuti mama Yanthi.
__ADS_1
"Siapa yang datang ,Shin"ucap Mama
"Papa , ma..."gumam Shinta
Mama Elly mndengar itu langsung berdiri. Dan ia bertambah kaget melihat Papa Erwin datang bersama mama Yanthi.
"Mau apa kalian datang...keluarlah sebelum aku berbuat kasar"
"Elly,kami datang ingin meminta maaf..."ujar mama Yanthi
"Kamu pikir aku akan begitu mudahnya memaafkan kamu"
"Aku tahu, Elly. Aku salah, tak akan mudah bagimu memaafkan kesalahan aku. Tapi aku akan tetap meminta maaf walau kamu tak menerimanya"
"Elly, aku datang ingin meminta maaf. Aku juga ingin bertanya tentang status pernikahan kita. Kita tidak bisa terus begini. Usia kita sudah makin tua. Aku tak mengharapkan kamu akan bersikap seperti biasa karena aku tahu itu tak akan mungkin. Tapi aku harus tahu kepastiannya. Jika kamu memang sudah tak bisa memaafkan aku lagi,aku tak akan memaksa karena aku tak ingin membuat kamu tambah terluka. Tapi di usia aku saat ini,aku juga tak mungkin bisa hidup sendiri. Jika kamu memang tak menerima aku lagi, aku akan hidup bersama Yanthi untuk selamanya"
"Jadi maksud kamu datang kesini bukan tulus ingin meminta maafku. Kamu hanya ingin mengatakan jika kamu akan menghabiskan sisa hidupmu bersama Yanthi. Kamu ingin aku memohon agar kamu kembali padaku"teriak mama Elly
"Jangan berbelit belit,aku tahu maksud kamu sebenarnya...kamu hanya ingin aku merelakan kamu bersama Yanthi"
"Elly maaf...aku rasa maksud dari Erwin bukan begitu. Aku juga ingin tahu keputusan kamu,jika kamu memang masih ingin bersama Erwin kembali,aku akan mundur. Aku akan melepaskan Erwin selamanya. Tapi jika kamu tidak bisa memaafkan kesalahan Erwin, mungkin aku juga tak akan sampai hati membiarkan Erwin hidup sendiri,aku mau mengurus dan mendampinginya sampai seumur hidupnya"ucap mama Yanthi
"Aku tak peduli apapun yang akan kalian lakukan. Mau tetap hidup bersama ataupun berpisah. Sekarang juga aku minta kalian keluar dari rumah ini ...."
"Tapi Elly, aku tulus meminta maaf denganmu. Aku ingin kamu bisa memaafkan Erwin dan menerimanya kembali...."
"Kamu pikir aku ini apa. Aku tak sudi menerima kembali lelaki pecundang dan pengkhianat sepertinya. Lelaki jika pernah berbohong suatu saat pasti akan mengulangnya lagi. Jadi aku tak pernah berniat memaafkan apa lagi menerimanya. Kamu boleh mengambilnya untuk hidup bersama kamu"
"Maaf jika aku ikut campur. Papa aku rasa papa memang tidak tulus minta maaf pada mama.Sebenarnya papa datang hanya ingin tahu keputusan mama. Jika mama ingin tetap hidup bersama papa,syukur. Jika tidak papa akan lebih senang lagi,karena dengan begitu papa bisa hidup dengan wanita papa selamanya"
"Shinta ,tante rasa kamu dan mama kamu salah paham..."
"Salah paham bagaimana maksud tante..."
__ADS_1
"Kamu sudah tahukan ,jika saat ini papa kamu hanya hidup sendiri. Tante merasa sangat kasihan. Tante memang pernah meminta papa buat meninggalkan rumah ,hanya karena tante tahu jika tante tidak pantas hidup bersama papa kamu,yang lebih berhak bersama papa adalah mama kamu. Tapi jika mama kamu memang sudah tak ingin bersama papa kamu lagi,tante bersedia menerima papa kamu kembali. Karena tante tak mungkin membiarkan ia hidup sendiri di sisa hidupnya. Tante tak mau orang mengira tante hanya mau menerima papa kamu saat ia masih muda dan kuat serta banyak uangnya. Tante benar bemar iklas menjaga dan memelihara papa kamu ..."
"Jika memang begitu, semua sudah jelas,tante bisa bersama papa kembali. Mama sudah tak bisa memaafkan dan menerima papa kembali. Sekarang aku minta papa dan mama silahkan pergi. Tak ada lagi yang perlu dibicarakan. Apapun alasan tante dan papa sebuah pengkhianatan tetapkah pengkhianatan. Dan aku sebagai anak tetap tidak bisa menerimnya,apa lagi mama"
"Baiklah Shinta kami akan segera pergi. Elly,Shinta dan Willy...aku minta maaf atas apa yang pernah aku lakukan dan menyakiti hatimu. Maaf..."
Setelah mengucapkan itu Yanthi meminta Erwin segera meninggalkan rumah mama Elly.
Sebelum sampai pintu keluar mama Elly,kembali bersuara.
"Tunggu..."ucap mama Elly
"Ya ,ada apa Elly"jawab mama Yanthie
"Apa kamu yakin tidak akan mengganggu dan melepaskan Erwin ,jika aku memang memaafkannya. Dan apa kamu yakin bisa tidak bertemu Erwin selamanya"ucap Mama Elly
"Elly,aku tahu itu sulit bagiku. Tapi aku akan berusaha semampuku jika memang itu keinginanmu. Tapi aku minta jangan larang jika anakku yang ingin bertemu. Aku janji akan menjauh selamanya..."
"Aku nggak yakin...sudahlah. Aku tak bisa lagi memaafkan Erwin. Kamu hanya berusahakan,dan apa Erwin juga bisa menjauh darimu aku juga tak yakin"
"Elly...kita sudah tidak muda lagi,tidak ada gunanya ego yang diutamakan. Aku juga bukan barang yang bisa di tawar tawar. Aku sebagai suami hanya inginkan istri istriku akur. Tapi jika kamu tak menginginkan dan memaafkan aku lagi, aku tak bisa berbuat apa apa. Aku sudah meminta maaf dan bersedia meninggalkan Yanthi. Tapi kamu juga tak ada keputusan. Aku juga ingin tetap menjalankan kehidupan normal. Aku tak bisa menunggu terlalu lama atas keputusanmu...maaf jika memang kamu tidak bisa memaafkan aku, aku yang akan mengambil keputusan. Mungkin kita memang harus berpisah. Aku mengucapkan terima kasih atas semua yang pernah kamu lakukan selama pernikahan kita. Shinta ,Willy...papa sayang kalian. Papa tak pernah berubah. Papa tetap papa kalian seperti yang dulu. Mungkin status papa dan mama yang akan berubah. Papa harap kalian tidak ikut berubah sikap pada papa..."
"Bagaimana mungkin papa meminta aku sebagai anak tidak berubah sikap pada papa. Rasa kecewaku atas kebohongan papa selama ini aja sudah mengurangi nilai papa dimataku. Aku tidak akan pernah bisa bersikap seperti dulu lagi. Dan aku yakin papa juga begitu. Aku tahu pada akhirnya papa pasti lebih memilih tante Yanthi dari pada mama. Jika papa memang lebih memilih mama tidak mungkin papa bisa hidup tenang dengan membohongi mama selama ini. Kedatangan papa saat ini hanya menambah luka hatiku dan mama,walau papa bilang ingin meminta maaf dan minta kejelasan status perkawinan papa,semua itu sebenarnya hanya demi kebaikan papa aja. Papa sudah tahu mama tak akan pernah memaafkan papa,mengapa tetap juga datang meminta maaf. Jika papa memang ingin hidup bersama tante Yanthi tidak perlu minta maaf dan persetujuan dari mama,selama ini juga ppa melakukan semua itu tanpa persetujuan dari mama dan anak anak papa. Jadi sekali lagi tanpa mengurangi rasa hormatku pada papa,pergilah papa dari sini. Dan jangan pernah datang lagi dengan alasan apapun. Aku sudsh berusaha memaafkan papa kemarin tapi melihat sikap papa malam ini aku kembali kecewa. Pergilah pa...."ucap Shinta tanpa bisa menahan tangisannya lagi.
"Maafkan papa ,nak"ucap Erwin ingin memeluk Shinta tapi ditepisnya
"Pergilah pa...aku minta papa cepat pergi"teriak Shinta dan masuk kekamarnya.
******************
Terima kasih.
Ini jawabannya atas pertanyaan reader yang ingin tahu pilihan papa Erwin. Papa Erwin lebih memilih mama Yanthi dan memutuskan akan bercerai dengan mama Elly.
__ADS_1