Sahabatku Maduku

Sahabatku Maduku
Bab Seratus Tiga puluh Tiga


__ADS_3

Shinta masih saja terisak dikamarnya ketika Deni dan anaknya datang menjemput.


Ia keluar dari kamar dengan mata yang masih bengkak.


"Mama,kenapa mama menangis"ucap putri Shinta


"Nggak ada sayang,ayo kita pulang. Udah dapat yang kamu cari..."


"Udah ma...om ,oma ,aku pulang dulu ya"


"Ma,Willy...aku pamit "ucap Deni suaminya Shinta


"Mas,putri..kamu masuk mobil dulu. Ada yang mau mama omongkan dengan oma sebentar"


"Baik ,ma..."


Setelah mas Deni dan putri masuk ke mobilnya, Shinta menghampiri mamanya.


"Ma,sudahlah. Jangan mama pikirkan papa lagi. Anggap saja papa selalu di luar kota. Aku mendukung keputusan mama untuk tidak memaafkan papa. Bukannya aku tidak menghormati papa sebagai orang tuaku. Tapi aku belum bisa menerima semua kebohongan dan pengkhianatan papa..."


"Iya ,nak. Jangan kamu pikirkan mama. Mama lebih kuat darimu. Mama nggak sampai bunuh diri dan mengemis meminta papa kamu kembali seperti yang kamu lakukan..."


"Ma,aku harap memang begitu. Karena tidak ada gunanya mama memikirkan papa sedangkan ia belum tentu memikirkan mama. Aku pamit pulang dulu. Willy ,kak Shinta pamit"


"Ya kak , hati hati"


"Kenapa kamu dari papa datang hanya diam tanpa membuka suara"


"Aku tak mau nanti aku emosi. Jika aku sudah bersuara sulit bagiku menahan amarah dan emosiku"

__ADS_1


"Baguslah jika kamu saat ini sudah mulai bisa menahan emosimu. Ingat Wil... jangan melakukan sesuatu yang salah lagi. Anakmu Nabila sudah makin besar, kamu tak inginkan anakmu yang nantinya mendapat karma atas perbuatan jelekmu"


"Iya kak....hati hati"


Shinta mengecup pipi mamanya dan beranjak pergi meninggalkan rumah.


"Mama,aku tahu saat ini hatimu lagi hancur karena mama harus menyaksikan sendiri suami yang telah lama mama nikahi dan cintai lebih memilih wanita lain tanpa berusaha mengobati luka hati mama yang ditorehkan oleh papa. Dan maafkan aku karena harus mengusir papa tadi. Aku hanya tidak mau mama bertambah luka. Aku tahu sebenarnya mama lebih terluka dariku. Jika aku bisa menunjukan semua lukaku dengan mencoba bunuh diri,mama lebih berusaha menyimpan dan menyembunyikan itu. Mama takut terlihat rapuh oleh anak anakmu. ...."


Setelah Shinta pergi mama tidak bisa menyembunyikan tangisnya lagi. Willy melihat mamanya menangis langsung membawa ke dalam pelukannya.


"Kenapa mama menangis. Mama masih mencintai papa"


"Bukan itu yang mama tangiskan. Mama hanya menangisi kebodohan mama selama ini. Mengapa mama begitu percaya sama papamu. Kenapa mama bisa ditipu dan dibohongi papa kamu selama ini. Apa tidak ada artinya mama bagi papa kamu selama ini. Sudah hampir 35 tahun kami menikah,tapi mama tidak pernah sekalipun berpikir untuk menduakan papa kamu. Apa papa kamu tidak pernah berpikir,jika pernikahan kami dulu juga tidak pernah mama inginkan. Kami dijodohkan orang tua. Mama juga punya impian hidup dengan pria yang mama cintai. Tapi mama tidak pernah mencoba mengkhianati pernikahan kami karena mama sangat menghargai ikatan suci ini. Apa semua pria tidak bisa menghargai ikatan pernikahan"


"Ma,tidak semua pria itu brengs*k dan tidk semua pria itu pengkhianat. Mungkin kebetulan mama mendapat suami yang pengkhianat"


"Tapi kamu,Deni suami Shinta...kalian pria pria yang dekat dengan mama semuanya pengkhianat. Apa salah jika mama berpikir semua pria itu sama ,sama sama hanya mengutamakan nafsu. Willy...mama harap kamu benar berubah nak. Jangan pernah lagi menyakiti hati wanita. Cobalah kamu perbaiki aja hubungan kamu dengan Lani dan jangan lagi mencari wanita lain. Jika kamu mencari yang sempurna bisa saja nanti kamu kehilangn yang terbaik. Karena manusia tidak ada uang sempurna. Mama rasa Lani sudah yang terbaik buatmu"


"Semoga saja Tuhan membuka hati kalian berdua,dan dapat kembali hidup bersama..."


"Mama jangan pikirkan aku lagi. Sekarang mama pikirkan aja kesehatan mama. Dan lupakan papa."


"Ya nak. Buat apa pikirkan lelaki pecundang seperti papa kamu. Oh ya Willy,minggu depan temani mama ke tempat Lani. Mama sudah kangen banget sama Bobby. Jika perlu kita bawa Nabila"


"Ma,aku nggak yakin Melati dan Rangga mengizinkan kita mengajak Nabila. Apa lagi kita harus menginap..."


"Kamu belum mencoba sudah langsung pesimis. Bulankah Melati sudah mengizinkan Nabila tidur dan menginap disini"


"Iya....tapi mama lihat sendirikan, jika Nabilanya kurang nyaman berada di sini apa lagi menginap. Aku tak mau nanti Nabila terpaksa"

__ADS_1


"Atau biar mama yang minta izin langsung pada Melati. Mama ingin Nabila juga mengenal bobby ,adik nya"


"Besok kita bicarakan itu ma. Sekarang sebaiknya mama tidur aja...."


Mama masuk ke kamarnya diikuti Willy yang juga masuk ke kamar tidurnya.


#############


Sementara itu dirumah kontrakan Weni ,mereka sedang berbincang.


"Jadi mama Elly tidak bisa memaafkan kesalahan papa dan mama..."tanya Weni


"Iya,nak. Mama sudah beberapa kali mengilang kata maaf"


"Tentu saja ma. Bukanlah mudah memaafkan kesalahan yang papa dan mama lakukan. Bukan satu atau dua tahun mama dan papa membohongi mama Elly tapi puluhan tahun. Buat waktu yang cukup lama juga buat mama Elly bisa menerima dan memaafkan papa dan mama. Tapi aku harap mama dan papa mengerti dengn apa yang dilakukan mama Elly. Karena semua memang kesalahan papa dan mama. Coba saja papa dan mama berada pada posisi mama Elly. Apa bisa memaafkan kesalahan orang terdekat kita yang telah mengkhianati kita..."


"Papa mengerti nak..."


"Aku rasa papa tidak akan mengerti,karena papa belum pernah dikhianati"


"Papa merasakan bagaiman sakit hatinya mama Elly. Papa menyaksikan sendiri Shinta yang terluka dan menderita karena pengkhianatan suaminya."


"Dan semoga aku tidak merasakan apa yang pernah dirasakan dan dialami kak Shinta. Aku harap mama dan papa tidak berhenti sampai disini buat berusaha meminta maaf pada mama Elly. Teruslah berusaha meminta maaf sampai kata maaf itu terucap dari mulut mama Elly. Walau ia tidak bisa menerima papa kembali tapi yang penting kata maafnya. Aku mau tidur dulu pa..aku pamit"


Weni masuk ke kamarnya meninggalkan papa dan mamanya yang saling diam larut dengan pikiran mereka masing masing.


******************


Terima kasih buat semua yang tetap setia membaca dan menunggu novel ini.

__ADS_1


Ini aku sengaja beberapa bab kemarin menceritakan mama Weni ,karena aku ingin tuntaskan masalahnya. Sekarang sudah terjawabkan,mama Weni dan papa Erwin sampai hari ini hidup bersama. Tapi kita tidak tahu masalah apa yang ada dalam keluarganya.


Cerita tentang mama Yanthi dan papa Erwin sampai disini aja ya. Aku takut menambah ceritanya ,karena ini berdasarkan real story. Takut nara sumber marah jika terlalu banyak halunya....


__ADS_2