Sahabatku Maduku

Sahabatku Maduku
Bab Enam puluh Sembilan


__ADS_3

Willy berdiri di depan rumah Melati. Ia masih ragu akan mengetuknya atau akan kembali lagi.


Ketika ia akan melangkah kembali ke mobil, Rangga yang baru pulang dari rumah maminya melihat Willy.


"Ada apa malam malam ke rumah.. "tanya Rangga


"Aku mau bicara denganmu dan Melati.. "


"Silakan duduk... tunggu sebentar,aku masuk dulu memanggil Melati"ujar Rangga


Rangga masuk ke rumah,ia melihat Melati yang sedang menyiapkan makan malam.


"Apa tuh Ngga, yang kamu bawa.. "


"Ini mami tadi buat rendang sapi sekalian buat kita"ujar Rangga memberikan rendang itu


Melati menyajikannya dimeja dan mengambilkan nasi buat Rangga. Rangga memeluk pinggang Melati dari belakang.


"Sayang... kamu nggak tahu ya ada tamu di luar"


"Tamu.. siapa Ngga. Aku kok nggak mendengar ada yang memanggil ya tadi"


"Kamu serius nggak tahu ada tamu.. "


"Iya.. Memangnya siapa Ngga yang datang"


"Willy.. "


"Willy....buat apa dia datang Ngga.. "


"Nggak tahu, Willy bilang ingin bicara dengan aku dan kamu"


"Mau ngomong apa lagi Willy ,Ngga"


"Ayo kita temui. Aku juga pengin tahu ia mau ngomong apa.. "


Rangga memeluk pinggang Melati menuju teras tempat Willy duduk.


"Selamat malam mas.. ada perlu apa lagi mas kesini"tanya Melati ketus


"Kamu belum duduk, sudah kesal aja lihat aku Mel. Katanya aku boleh kapan saja datang.. "


"Boleh mas.. tapi Nabila saat ini sudah tidur. "


"Langsung saja Willy. Kamu mau apa.. "

__ADS_1


"Apa kamu masih belum ikhlas kita berpisah, Mel.. "


"Maksud kamu apa mas.. jangan membuat Rangga nanti jadi salah paham"


"Mengapa kamu meminta papa nya Rangga menarik investasi nya diperusahaanku"


"Aku.. kapan aku meminta papi menarik investasinya. Itu bukan urusan aku. Bisnis antara kamu dengan papi aja aku nggak tahu itu apa"


"Mengapa kamu menuduh Melati"


"Jika bukan Melati berarti kamu yang meminta papi kamu menarik investasinya"


"Nggak ada untungnya bagiku meminta papi menarik investasinya. Papi dan aku memiliki usaha masing masing .Jika papiku menarik investasinya itu pasti murni karena kesalahan pada perusahaan kamu. Pasti kamu yang tak becus menjalankan usahamu sehingga papi tak percaya lagi menanamkan modalnya.. "


"Mengapa sekarang baru papi kamu menariknya.. "


"Kamu pasti tahu jawabannya. Pasti ada kesalahan dalam usahamu. Jangan mencari kambing hitam. Aku dan Mela tak ada hubungannya dengan itu, karena jika usahamu maju atau pun bangkrut tidak ada untungnya buat kami. Jadi kamu jangan asal bicara. Sekarang aku minta kamu pergi dari rumahku.Kamu sudah mengganggu waktu istirahat aku dan Melati. "


"Sombong sekali kamu Rangga... nanti suatu saat akan aku buktikan padamu jika usaha ku bisa maju walau tanpa investasi dari papi kamu. Jangan kamu pikir aku akan bangkrut, jika kamu ingin melihat aku terpuruk itu tak akan pernah. Aku hanya mendoakan semoga kamu bisa sukses dan bisa membahagiakan Melati dan Nabila.. karena jika aku melihat kamu membuat ia sengsara aku akan merebut milikku kembali "


"Kamu ..."ucap Rangga sambil mengepalkan tangannya. Melati langsung memeluk lengan Rangga.


"Sudah ,Ngga. Kamu jangan terpancing emosi. Willy sengaja ingin melihat kamu marah"gumam Melati


"Maaf mas... aku tak pernah merasa menyesal menikah dengan Rangga. Karena aku menyadari tak ada manusia yang sempurna. Tapi diantara kekurangan Rangga, lebih banyak kelebihannya yang aku rasakan. Aku bahagia menikah dengannya dan aku harap mas juga bisa bahagia dengan pernikahan mas.. agar tidak ada lagi dendam diantara kita. "


"Kamu bisa berkata begitu karena pernikahan kamu masih seumur jagung,tapi kedepannya apa kamu bisa bertahan dengan suami yang emosi begitu. Apa kamu yakin ia tak melakukan hal kasar nanti padamu karena emosinya itu"


"Kamu jangan banyak omong. Kamu pergilah sekarang juga sebelum aku benar benar melakukan hal yang tak pernah kamu pikirkan. Dan ingat jika bukan karena ingin bertemu Nabila kamu jangan pernah datang kesini. Dan kamu hanya boleh datang dua kali dalam seminggu.. "


"Pergilah mas.. betul kata Rangga, kamu bisa menemui Nabila hanya dua kali dalam seminggu karena aku juga ingin ada waktu istirahat."


"Kamu sudah berubah Mel.. sekarang kamu tampak berbeda"


"Memang aku bukan Melati yang dulu lagi mas. Waktu bisa merubah sifat seseorang "


"Aku pamit.. ingat ya. Aku tak akan mudah kalian hancurkan... "ucap Willy sambil masuk ke dalam mobilnya.


Setelah Willy menjalankan mobilnya, Rangga langsung menggendong Melati masuk kerumah.


"Rangga... turunkan. Mau kemana nih. Katanya mau makan.. "


"Aku sudah kenyang sekarang"


"Mengapa bisa begitu... "

__ADS_1


Rangga menurunkan Melati di tempat tidur dan ia pun ikut tidur disamping Melati.


"Betul kata Willy... kamu sekarang sudah berubah. Tidak lemah lagi. Aku suka lihat kamu yang bisa bicara tegas begitu"


"Aku tak suka Willy selalu memojokan kamu"


"Aku makin sayang sama istriku ini.. "


"Ngga.. minggu depan kamu wisuda, aku tak usah datang saja ya.. "


"Kenapa.. aku mau kamu hadir. Dan aku akan mengenalkan kamu pada semua teman temanku. Aku akan beri tahu jika aku sudah menikah. Bukankah bulan depan kita akan mengadakan pesta. Jadi tak apa jika semua temanku tahu jika aku telah memiliki istri yang sangat cantik dan anak yang sangat imut"


"Apa kamu nggak malu nanti jika teman teman tahu kamu menikah dengan janda beranak satu"


"Lebih enakan sama janda.. sudah pengalaman soal ranjang"gumam Rangga sambil mengecup leher Melati


"Rangga.. pikirannya kok kesitu sih"


"Mengapa mukanya langsung memerah begitu"


"Sudah ah.. jangan ngomongin itu aja. Ngga.. bulan besok tuh pestanya jangan besar besar ya"


"Kenapa.. aku ingin memberitahu semuanya jika aku sudah memiliki istri dan anak. Aku akan mengundang semua teman teman dan rekan bisnisku.. "


"Aku malu, Ngga"


"Mengapa kamu malu... "


"Aku malu harus bersanding denganmu.. kamu ganteng, masih muda lagi"


"Kamu itu harus percaya diri Mela. Jika kamu tak mengaku sudah menikah, pasti orang juga akan mengira kamu tuh masih gadis. Kamu cantik.. cantik banget. Jika kamu nggak cantik, mana mungkin aku lebih memilih kamu dari pada teman teman wanita yang mendekati aku"


"Berarti kamu suka dan mencintai aku karena wajahku saja"ucap Melati cemberut"


"Yang paling utama karena hatimu yang sangat cantik, walau banyak wanita di luar sana yang jauh lebih cantik dari kamu, aku tak akan tergoda karena kamu memiliki hati yang jauh lebih cantik dari mereka "ucap Rangga mengecup dahi Melati


"Ngga.. aku tidak akan menuntut apapun dari kamu, hanya satu pintaku.. Jangan pernah duakan cintaku.. "


"Percayalah Mela.. jika aku ada niat buat menduakan kamu, itu sudah aku lakukan saat ini. Karena teman teman aku belum ada yang tahu kita telah menikah. Dan aku juga telah berjanji dari dulu, jika aku tak akan menikah lebih dari sekali. Aku mau menikah hanya sekali seumur hidupku. Aku juga tak mau menyakiti hati wanita, karena aku sudah melihat sakit hatinya mami ketika diduakan. Aku juga tak mau jika nanti aku menduakan istriku, kelak keturunan aku akan mendapat karma dan diduakan pasangannya. Aku tak mau itu terjadi.. kamu harus percaya denganku, Mela. Jika kamu nggak yakin besok ketika wisuda aku kenalkan dengan teman teman wanitaku.. termasuk Weni"lirih Rangga dan membawa Melati ke dalam dadanya.


"Rangga... aku selalu berdoa jika kamu adalah jodoh aku yang terakhir. Aku tak mau menikah lagi. Aku mau hidup menua denganmu. Aku sangat mencintaimu "


**************************


Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini

__ADS_1


__ADS_2