Sahabatku Maduku

Sahabatku Maduku
Bab Tujuh puluh Satu


__ADS_3

Rangga menyusul ketempat Melati dan Weni serta papanya berdiri. Ia takut nanti Weni ada salah bicara yang akan membuat Melati sakit hati.


"Sayang.. sudah bicaranya"ucap Rangga merangkul bahu Melati


"Sudah, Ngga.. papa aku permisi dulu"pamit Melati


"Kamu yakin Wen, tak akan ikut.. bukankah kita akan langsung ke pantai dan mungkin menginap semalam "


"Ngga kalau menginap aku nggak bawa pakaian. "ujar Melati


"Nanti kita beli.. "


"Pergilah... kamu perlu merayakan wisuda kalian. Biar papa pulang sendiri"


"Baiklah Pa.. bilang mama aku mungkin menginap semalam"


"Permisi pak... "ucap Rangga.


"Ya.. kamu hati hati Weni.. jangan telat makan"


"Ya.. Pa. Papa juga hati hati"ucap Weni dan mengecup pipi papanya.


Rangga dan temannya berangkat menuju dermaga ancol yang akan membawa mereka menuju pulau macan.


Sebelum ke dermaga ancol, mereka mampir ke salah satu butik karena Rangga mau membelikan pakaian buat Melati. Teman Rangga yang lain sudah membawa pakaian mereka termasuk Weni.


Mereka menunggu di parkiran ketika Rangga mencarikan pakaian buat dirinya dan Melati.


"Rangga ternyata orangnya perhatian dan romantis. Aku kira orangnya cuek"ucap Linda


"Lelaki yang cuek terhadap orang lain, pasti penyayang dengan istri dan keluarga "ujar Eka


"Lu tadi mau ikut mobil Rangga, napa nggak jadi. Sempit tahu dimobil Arif semua"tanya Febby


"Gue nggak mau jadi nyamuk kalau ikut mobil Rangga.."ucap Eka


"Tapi istrinya Rangga, memang cantik banget orangnya. Pantas ia tak tergoda dengan cewek dikampus.. "ujar Arif


"Hai.. kalian jaga dong perasaan Weni, asyik cerita Rangga sama bininya aja"ucap Eka


Mereka tak jadi melanjutkan pembincanganny karena melihat Rongga dan Melati.


"Eka, Lu tadi mau ikut gue.. mengapa tak jadi. Nggak sempit tuh berlima dimobil Arif"


"Nggak apalah Ngga.. dari pada gue jadi obat nyamuk"


"Lu.. ada ada aja. Yuk cabut ntar keburu sore.."


Mereka menuju dermaga ancol dan menaiki speedboat menuju pulau macan. Perjalanan dari dermaga ancol menuju Pulau macan ditempuh dengan waktu satu setengah jam.


Dalam perjalanan Rangga melihat Melati yang kedinginan langsung memeluknya, membawa ke dalam dadanya.


"Lupa tadi beli jaket, dingin ya"gumam Rangga


"Aduh.. enak banget yang sudah berkeluarga, gue mah punya pacar tapi nggak pengertian "ujar Febby menyindir Arif pacarnya.


"Lu sudah biasakan naik perahu dan tak pernah kedinginan"ucap Arif


"Lu nggak kedinginan Lin.. biar gue peluk kalau dingin "goda Eka sama Linda


"Gue mah ogah dipeluk sma lu"


"Mengapa begitu Lin.. "tanya Eka


"Lu banyak virusnya, gue nggak mau ketularan"ucap Linda


"Anjirrr... Lu ngomong selalu benar "ujar Arif


"Lu kenapa Wen, dari tadi diam aja. Sariawan ya.. "goda Eka


"Hhhmmmmm... "gumam Weni

__ADS_1


"Kalau mau sperti gue yang bebas mau lakuin apa saja, menikah cepat. Enak tiap malam ada yang temani tidur, iyakan sayang"ujar Rangga.Membuat Melati malu.


"Lu dapat dimana Melati, Ngga. Bening banget.. ada stock satu lagi nggak buat gue"


"Kalaupun ada... mana mau yang bening dengan Lu Eka.. gue yang buluk aja ogah dengan lu"ujar Linda


Semua tertawa sepanjang perjalanan kecuali Weni, ia hanya tersenyum dan terus memperhatikan Rangga dan Melati.


Sampai dipulau macan mereka menyewa tiga kamar yang langsung menghadap kelaut. Mereka semua langsung mencoba wahana yang ada dilaut.


Rangga dan temannya yang lain sudah menyebur ke laut. Termasuk Weni. Ia sedikit senang karena Melati tidak ikut, karena harus istirahat, ia tadi mabuk laut.


Mereka menaiki perahu bersama dan setelah itu menyelam . Melati yang sudah merasa baikan lalu mengganti pakaiannya dengan baju renang yang tadi dibeli Rangga tadi.


Rangga yang sedang asyik bercanda dengan temannya sambil berenang melihat Melati yang mendekat dengan baju renangnya.


"Astaga Mela.. bajumu terbuka banget ternyata "gumam Rangga melihat baju renang Melati yang mengekspos punggung dan pahanya.


Gumaman Rangga dapat didengar teman yang lainnya, mereka serempak melihat kearah Melati. Rangga langsung menyusul Melati dan menutupi tubuh istrinya dengan memeluknya erat.


"Pakaian kamu terbuka banget sayang"lirih Rangga


"Kamu tadi yang meminta aku memakainya "


"Ya sih.. tapi aku tak mengira akan seksi begini kamu memakainya"


"Aku ganti lagi ya.. atau aku nggak usah berenang aja.. "


"Hhmmm... bagaimana ya.. "ucap Rangga berpikir.


Sementara temannya memperhatikan tingkah Rangga.


"Rangga kelihatan sangat mencintai Melati "gumam Weni tanpa sadar


"Yang sabar ya Wen.. mungkin Rangga memang bukan jodohmu.. "ujar Febby


"Sekali ini nggak apalah sayang kamu pakai baju renang ini, setelah itu buang saja lagi bajunya. Aku nggak mau tubuhmu dilihat orang lain"ucap Rangga



"Sini sayang renangnya...jangan jauh jauh"ujar Rangga begitu Melati agak jauh darinya.


"Mela... Lu nggak bosan hidup dengan Rangga, karena ia terkenal dingin seperti es. Selain dengan kami berlima, mana pernah Rangga mau diajak bicara"


"Nggak... Rangga orangnya perhatian dan penyayang. Mengapa harus bosan.. aku malah beruntung bisa menjadi pendamping hidupnya"


Rangga lalu memeluk Melati dari belakang dan mengecup pipi dan leher Melati.


"Aku makin sayang sama kamu Mel"bisik Rangga


"Rangga.... Lu jangan buat jiwa jombloku ini jadi meronta ronta ya.. nanti aku lampiaskan pada siapa.. "ucap Eka


"Tuh ada Linda.. ..."ujar Febby


"Ogah gue dengan Lu"


"Lu ya.. nanti jadi bucin dengan gue,baru tahu rasa. Jangan ogah ogah terus jawabnya"ucap Eka


"Gue udah selesai ya.. nanti Melati masuk angin kalau mandi terlalu lama"ucap Rangga dan langsung menggendong Melati ala bridal style


"So sweet....."ucap Mereka serempak melihat Rangga menggendong Melati


"Beruntung banget Melati. Ternyata Rangga sangat romantis"gumam Febby


"Lu mau gue gendong juga"ucap Arif langsung menggendong Febby


"Lu mau juga gue gendong Lin "ucap Eka


"No.. No.. gue bisa jalan sendiri. "


Linda ,Eka dan Weni berjalan beriringan menuju kamar mereka. Setelah berganti pakaian mereka akan menyantap makanan laut yang telah terlebih dahulu mereka pesan.

__ADS_1


Setelah makan, malam harinya mereka duduk ditepi pantai sambil menatap bintang. Rangga membawakan lagu dengan gitarnya..


Rangga menyanyikan lagu Sempurna, membuat temannya langsung memandangi Melati dan Rangga yang duduk berdampingan.


Kau begitu sempurna


Dimataku kau begitu indah


Kau membuat diriku akan s'lalu memujamu


Disetiap langkahku


Kukan s'lalu memikirkan dirimu


Tak bisa kubayangkan hidupku tanpa cintamu


Janganlah kau tinggalkan diriku


Takkan mampu menghadapi semuaa


Hanya bersamamu ku akan bisa


Kau adalah darahku


Kau adalah jantungku


Kau adalah hidupku


Lengkapi diriku


Oh sayangku, kau begitu


Sempurna, Sempurna...


Kau genggam tanganku


Saat diriku lemah dan terjatuh


Kau bisikkan kata dan hapus semua sesalku


Janganlah kau tinggalkan diriku


Takkan mampu menghadapi semua


Hanya bersamamu ku akan bisa


Kau adalah darahku


Kau adalah jantungku


Kau adalah hidupku


Lengkapi diriku


Oh sayangku, kau begitu


Sempurna, Sempurna...


Janganlah kau tinggalkan diriku


Takkan mampu menghadapi semua


Hanya bersamamu ku akan bisa


Setelah selesai dengan lagunya, Rangga mengecup dahi Melati dan membawa kepala Melati bersandar dibahunya.


Weni terus saja memandangi Rangga dan Melati dengan intens.


"Beruntung banget kamu Melati, dicintai oleh Rangga sebesar itu. Kamu pasti sangat bahagia mendapat cinta dan perhatian dari Rangga setiap harinya. Aku juga berharap suatu saat nanti Tuhan memberikan aku seorang lelaki yang sebaik Rangga yang mencintai aku sebesar Rangga mencintai Melati. Pasti Melati wanita yang sangat baik sehingga Rangga begitu tampak sangat mencintainya"


*****************************

__ADS_1


Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini


__ADS_2