
Hari pernikahan Laras dan Permana telah tiba,acara berlangsung cukup sederhana,acara akad nikah hanya dilaksanakan di rumah Laras,tanpa mengundang teman sekantor Laras,yang datang hanya karyawan laundry Laras dan tetangganya,
sedangkan Permana hanya hadir seorang diri tanpa kedua orang tuanya,padahal secara nyata orang tuanya masih lengkap,namun dia tidak memberitahu kedua orang tuanya tentang pernikahan keduanya tersebut,karena dia menganggap pernikahan ini hanya sebuah untuk memenuhi janji yang sudah terlanjur diucapkan kepada Laras.
Sah,
sah,
saaaahhh,
dengan kata sah,Laras telah resmi menyandang status sebagai isteri dari Permana.
Acara akad nikah telah selesai,dan selanjutnya dilanjutkan dengan resepsi,dan itu hanya terlaksana sebentar,Laras tampak bahagia dengan pernikahannya tersebut,walau tanpa di dampingi kedua orang tuanya,namun dia didampingi oleh sahabatnya dan kerabat lainnya.
Sedangkan di sisi lain,Athallah seorang CEO yang berstatus duda, di ruangan sedang berkutat dengan setumpuk pekerjaan yang perlu diverifikasi dan ditandatangani. dia tidak mengetahui kalau salah satu dari karyawannya sedang melangsungkan pernikahannya, Laras hanya meminta izin ke bagian HRD,dengan maksud acara keluarga, karena hal itu adalah kesepakatan antara Laras dan Permana,untuk tidak mempublikasikan pernikahannya.
__ADS_1
Acara pernikahan Laras dan Permana telah selesai,dan para tamu undangan yang sempat hadir sudah pada kembali ke rumah masing-masing dan tinggallah sepasang pengantin di rumah Laras.
Mereka memasuki rumah dan menutup pintu rumah,tinggallah mereka berdua,
"mas,kok,kedua orang tua mas ngga datang yah?
Pertanyaan ini sebenarnya dari awal ingin hendak ditanyakan ke Permana sebelum acara berlangsung.
Permana yang ditanya begitu menjadi gelagapan,dan merilekskan diri,dan menguasai diri,dia berbalik dan melihat sang isteri
"mereka ngga sempat hadir sayang,mereka lagi ada acara diluar" ucap Permana santai
"yah udah,,sayang kita ke kamar yuk!"ajak Permana
"tapi mas,aku mau ketemu sama kedua orang tua kamu,selama ini kan saya ngga pernah ketemu sama mereka" ucap Laras sedih.
__ADS_1
"ngga usah sedih gitu dong sayang,ini kan hari bahagia kita,masalah kedua orang tuaku,lain waktu kamu bakal ketemu mereka,yang penting sekarang,kita udah mengantongi restu mereka"ucap Permana
"udah ah,sedihnya,,ke kamar yuk,udah ngga tahan ini" ucap Permana
Permana pun menarik sang isteri untuk menyusul ke kamarnya.
Di dalam kamar,Permana membuka pakaiannya,begitupun dengan Laras,Karena kesusahan,akhirnya Permana membuka pakaian Laras, dan kesempatan itu pula dia gunakan untuk mencicipi tubuh sang isteri,dalam sekejap dia melupakan isteri pertamanya Katie.
Selesai pergulatan hubungan halal suami isteri,mereka masih berpelukan di tempat tidur dalam keadaan yang masih polos.
"sayang,mungkin lusa saya harus berangkat ke luar kota,ada pekerjaan yang mendesak" ucap Permana mengusap dan memeluk sang isteri
"emang harus pergi yah mas" ucap Laras
"harus sayang,ini juga kan untuk kita berdua kedepannya" ucap Permana meyakinkan sang isteri.
__ADS_1
"yah udah mas,,tapi jangan lama yah" ucap Laras.
Besok harinya,Permana masih berada di rumah Laras,tak henti-hentinya mereka melakukan hubungan suami isteri,tapi tentunya Permana menggunakan pengaman,ini juga kesepakatan mereka berdua semalam sebelum melakukan hubungan suami isteri.