
Bintang tampak sangat gembira menyambut kehadiran teman temannya. Malam ini acara ulang tahun Bintang sekaligus reuni bersama teman teman sekolahnya.
Bintang dan Bagas tampak berbincang dengan teman sekelasnya dulu.
Rangga dan Melati memasuki gedung tempat acara. Rangga memeluk pinggang Melati selama berjalan. Mereka tampak sangat serasi dengan pakaian hitamnya.
Bintang yang melihat Rangga dan Melati langsung menghampirinya. Diikuti oleh Bagas.
"Selamat malam , Ngga. Terima kasih sudah sempatkan hadir"
"Aku juga berterima kasih karena telah mengundang kami"ujar Rangga
"Silakan cicipi makanannya dulu, sebelum acara di mulai...."
"Selamat ulang tahun ya, Bin... Semoga selalu bahagia"ucap Melati menyalami bintang
"Mel, kemarin Lani menghubungi aku. Ia mau hadir loh..."
"Bagus dong kalau kali ini ia mau hadir"
"Tapi aku belum melihatnya sih..."
"Lu ,udah nggak sabaran ya pengin ketemu lani"ucap Bagas
"Nggak juga, aku cuma ingin tahu kabarnya saat ini dan ingin melihat dirinya , apakah ada perubahan. Oh ya Mel...ada indah tuh ,ia tadi tanya kamu."
"Dimana Indahnya..aku kangen juga sama Indah. Papi, kita temui Indah temanku ya"
"Terserah kamu aja...aku akan temani kamu"
"Maaf..aku pamit dulu menemui Indah"
"Silakan, Mel"
Rangga dan Melati berjalan ke tengah ruangan , ia mau menemui Indah salah satu sahabatnya di sekolah selain Lani.
"Rangga tampak sangat posesif ya sama Melati"gumam Bintang
"Terlalu posesif...padahal Rangga dapat Melati saat sudah jadi janda."lirih Bagas
"Tapi mereka memang pasangan serasi. Gimana suami Melati dulu...apakah ganteng juga"
"Ya..ganteng juga, kalau nggak ganteng mana mau Lani merebutnya"gumam Bagas.
__ADS_1
Lani yang baru sampai di depan gedung tampak ragu memasuki ruang tempat acara berlangsung
Ia berjalan pelan masuk. Bintang dan Bagas melihat kedatangan Lani. Mereka berjalan mendekati Lani yang tampak berjalan dengan ragu.
Lani tersenyum ke arah Bintang dan Bagas yang mendekatinya.
"Selamat malam Lan, akhirnya ketemu lagi setelah sekian lama"ujar Bintang menyalami Lani
"Aku juga nggak nyangka bisa ketemu lagi. Sejak kita lulus baru ketemu lagi"
"Udah nih basa basinya , Bin. Itu acara ulang tahunmu mau di mulai"gumam Bagas
"Lan, yuk kita ngumpul sama teman yang lainnya"ujar Bintang.
Mereka bertiga berkumpul dengan teman lainnya. Dimana ada Rangga dan Melati juga. Melihat Melati, Lani lalu menyapanya.
"Selamat malam Mel, udah lama datangnya"sapa Lani
Melati yang berdiri berdampingan dengan Indah, cuma tersenyum ke arah Lani.
"Udah cukup lama juga..."jawab Melati pelan
"Mana suami kamu , Lan"ucap Indah
"Rumah mana, rumah istri barunya. Atau rumah Melati dulu"gumam Serly teman mereka juga.
"Maksud kamu apa ,Ser"
"Suami kamu mantan suami Melati kan"
"Iya...kenapa"tanya Lani lagi.
"Nggak ada, aku cuma tanya aja. Apa kamu nggak malu masih menyapa Melati dan dekat dengannya setelah kamu merebut suami nya. Apa kamu tak ada rasa bersalah telah menghancurkan rumah tangga sahabat kamu sendiri"
"Apa aku harus bersembunyi terus dan menyendiri terus , apa dengan aku berdiam diri di rumah semua akan kembali lagi. Aku juga tak mau sebenarnya menjadi orang ketiga dalam rumah tangga Melati. Tapi itu semua sudah menjadi takdir hidupku mungkin. Aku hanya menjalaninya. Kamu pikir aku senang berada di posisi sekarang. Coba kalian menjadi aku..."
"Ini bukan takdir, semua terjadi karena keinginan setan dari dalam dirimu. Kamu yang menginginkan semua ini. Jika kamu memiliki iman kamu tak akan mudah tergoda."ujar Indah
"Indah, Serly....sudahlah. Sekarang kita lagi di pestanya Bintang, jangan buat keributan. Aku juga sudah mengikhlaskan semuanya. Pernikahanku saat ini jauh lebih bahagia dari yang dulu. Aku mendapatkan suami yang sangat baik dan pengertian. Aku terkadang malah bersyukur berpisah dari mas Willy karena papi anak anakku saat ini lebih segalanya dari yang dulu"ucap Melati sambil memeluk lengan Rangga dan bersandar dibahunya.
"Itu semua buah dari kesabaran dan keikhlasanmu , Mel " ujar Indah
"Kamu beruntung Lan, karena wanita yang kamu rebut suaminya adalah Melati. Wanita yang sangat baik. Jika saja itu aku,kamu tak akan pernah aku maafkan dan jangan harap aku akan mau berteman atau menegurmu. Karena aku tidak sebaik dan sesabar Melati"ucap serly
"Aku mau ke sana dulu ambil minum, aku haus"Ucap Lani dan meninggalkan teman temannya.
__ADS_1
Ia berdiri sendiri di pojok ruangan, menghindari teman temannya.
"Ini yang membuat aku malas berkumpul dengan teman teman. Semua hanya bisa menghakimi aku saja. Apa mereka pikir Melati itu malaikat tanpa ada sedikitpun bersalah. Pasti ada kesalahan didiri Melati sehingga suaminya mencari wanita lain. Aku juga bukan malaikat yang tak bisa tergoda dengan rayuan suaminya. Aku dan Melati dan Willy pasti memiliki kesalahan , sehingga terjadi semua ini."
Bintang yang telah memberi kata sambutan, turun kembali dari panggung dan menghampiri temannya.
"Mana Lani...tadi aku lihat ada kumpul di sini"tanya Bintang.
"Ia tadi ambil minum, gerah mendengar kata kataku dan Indah"
"Emang kamu dan Indah mengatakan apa Ser"tanya Bagas
"Aku menyindirnya karena ia yang mau menjadi selingkuhan suami Melati. Dan sampai saat ini masih tak punya rasa malu kepada Melati.
"Oh gitu, makanya ia gerah"
"Ya.....aku tak suka dan benci melihat tingkahnya yang dengan tanpa rasa bersalah dan malu masih mau menegur Melati"ucap Serli
"Maaf Bin, aku mau pamit pulang. Kami tak bisa meninggalkan anak kami lama lama"ucap Rangga.
"Oh ya...terima kasih.."
Melati pamit dengen semua teman temannya .Sebenarnya Melati yang minta pulang. Ia masih tak nyaman harus berada dekat Lani.
Ia tak mau nanti menjadi bahan omongan teman temannya karena kehadirannya dan juga Lani.
Ia juga tak mau Rangga menjadi serba salah saat teman temannya bertanya tentang Lani dan mas Willy.
Teman teman yang lainnya bertanya dengan Bintang, apa ia akan mendekati Lani dan ingin merebut hatinya lagi. Bintang menjawab tidak. Karena ia telah memiliki calan istri yang sekarang sedang kuliah kedokteran. Ia hanya ingin menjalin siraturahmi dengan teman temannya, termasuk Lani. Tapi bukan berarti ia akan menjalin hubungan kembali dengan Lani.
Bintang menghampiri Lani yang berdiri sendiir di pojok. Ia meminta Lani buat bergabung kembali dengan teman teman. Dengan terpaksa Lani berkumpul kembali dengan teman temannya.
"Aku tak mungkin menghindari mereka terus, ini memang salahku dan aku harus menerima resiko dari perbuatanku itu. Jadi aku harus berani menghadapinya."
Sementara itu di rumah Willy, mama yang darah tingginya lagi kumat merasakan pusing. Ia berjalan menuju ke kamar mandi.
Karena kepalanya yang pusing, pandangan mama jadi sedikit buram. Ia terjatuh di kamar mandi.
Willy yang baru pulang kerja dengan mengajak Bobby, tak melihat mama langsung menuju kamar. Tapi ia tak melihat ada mama.
Willy bertanya dengan bibi dimana mama. Bibi menjawab dari sore mama hanya tidur karena sedang mengalami tekanan darah tinggi.
Willy kembali ke kamar mamanya dan memanggil mamanya. Ia melihat pintu kamar mandi terbuka, Willy berjalan mendekat. Alangkah kagetnya Willy melihat mamanya yang sudah tergeletak di lantai kamar mandi.
*******************
Terima kasih....
__ADS_1