
Kini Riana dan Kiara sampai di kantor Iqbal. Riana mengunjungi Nova dahulu sebelum ke ruangan Iqbal.
"Nak kita ke tempat Tante Nova dulu yuk, sebelum ke ruangan papah." ucap Riana.
"Iya mah ayo, Kiara juga kangen sama Tante Nova." ucap Kiara.
Mereka berdua pergi ke ruangan Nova, di sana Nova yang sedang bersiap - siap hendak istirahat berteriak heboh saat kedatangan Riana.
"Wah.. Ada nyonya Iqbal. Dan si cantik Kiara. Apa kabarmu Ri?" ucap Nova heboh.
"Ish berisik tahu, teriakanmu ganggu yang lainnya tuh." ucap Riana.
Riana dan Kiara duduk di bangku yang ada di depan meja kerja Nova.
"Kamu mau istirahat ya? Aku ganggu gak nih?" ucap Riana.
"Iya ini aku mau makan dengan Mas Soni, bentar lagi orangnya mau kesini, kamu ikut aja yuk, pasti belum makan kan?" ucap Nova.
"Bentar aku hubungi mas Iqbal dulu ya, tadinya aku kesini mau makan siang bareng mas Iqbal." ucap Riana
Riana mengambil ponselnya dan menghubungi suaminya.
"Halo sayang, katanya mau makan siang bareng, sudah sampai mana kamu?" ucap Iqbal.
"Aku sudah di kantor nih mas, tapi masih di ruangan Nova, kita makan siang bareng Nova dan Soni aja gimana? Aku masih kangen sama Nova soalnya mas." ucap Riana
"Baiklah kamu tunggu di situ saja nanti aku dan Soni menjemput kalian oke." ucap Iqbal.
"Oke mas." ucap Riana.
Riana memasukan ponselnya kembali ke tas, tas. Riana asik mengobrol dengan Nova sedangkan Kiara sedang asik menggambar di meja kerja Nova.
"Ini beneran gak apa - apa kita ikut kalian makan siang?" ucap Riana.
"Ya gak apa - apa lah aku masih pengin ngobrol denganmu." ucap Nova.
"Ini kalo ada Siska lebih asik lagi ya, hehehe.." ucap Riana.
Rak berapa lama kemudian Iqbal dan Soni datang ke ruang kerja Nova menjemput mereka bertiga untuk makan siang.
__ADS_1
"Halo sayang, kamu ini bukannya langsung ke ruangan suami malah nyantol disini dulu." ucap Iqbal sambil mencium pipi Riana.
"Ya gak apa - apa lah, namanya juga kangen sama sohib." ucap Riana.
"Ya sudah ayo kita makan siang, kalian mau makan siang dimana?" tanya Iqbal.
"Kita mau makan dimana Nov?" ucap Riana.
"Restoran baru Deket sini katanya makanannya enak, kita coba di sana aja gimana?" ucap Nova.
"Ya sudah ayo kita kesana." ucap Iqbal.
Iqbal menggendong Kiara dan berjalan menuju ke parkiran. Sedangkan Nova dan Soni berjalan di belakang pasangan pengantin baru itu.
Ketika sampai di restoran ternyata ramai sekali karena ternyata restoran ini sudah viral di media sosial jadi para pelanggan berbondong ingin mencoba makan di sana, apalagi saat ini waktunya makan siang.
"Rame sekali ternyata restoran ini yah." ucap Iqbal.
"Tenang pak, saya sudah reservasi meja untuk kita berlima, jadi tenang saja pasti kita kebagian tempat." ucap Soni.
"Wah hebat kamu Son, ya sudah kita langsung masuk aja, keliatannya anak gadisku ini sudah lapar." ucap Iqbal yang masih menggendong Kiara.
Kedatangan Iqbal dan Soni menarik perhatian pengunjung wanita di restoran itu, seolah mereka terhipnotis dengan ketampanan dua pria yang diatas rata - rata itu.
"Liat Nov, semua wanita disini melihat dua orang lelaki kita seperti singa lapar." ucap Riana.
"Wah gak bener nih, apa mereka gak liat kita ya? Yang berjalan di belakang mereka? Tapi memang dua pria di depan kita ini gantengnya maksimal." ucap Nova sambil tertawa cekikikan.
"Iya yah betapa beruntungnya kita. Bisa mendapatkan hati mereka." ucap Riana.
Karena serius mengobrol sambil jalan, Riana dan Nova tidak tahu jika mereka sudah tertinggal jauh dari suami dan kekasih mereka.
Iqbal berhenti melangkah karena dia tidak melihat istrinya di sampingnya.
"Son kemana Riana dan Nova?" tanya Iqbal.
"Mereka ada di belakang, gak tahu sedang ngobrol apa asik bener, sampai gak tau udah tertinggal jauh." ucap Soni.
Iqbal menggelengkan kepalanya melihat istrinya sedang ngobrol sambil jalan dan cekikikan.
__ADS_1
Mereka berdua tidak melihat jalan jadi mereka menabrak Soni dan Iqbal.
"Aduh.. Kenapa berhenti Mas? Ayo jalan lagi." ucap Riana saat menabrak suaminya itu.
"Kalian ini, kalo sudah bertemu seolah - olah tidak ada orang lain di sekitar kalian, aku ini menunggu kalian." ucap Iqbal.
"Maaf deh." ucap Riana sambil nyengir.
Karena tidak mau Riana tertinggal lagi akhirnya dia gandeng tangan Riana dan berjalan kembali ke meja yang sudah di pesan oleh Soni.
Soni pun melakukan hal yang sama ke kekasihnya itu. Nova jadi salah tingkah karena di tangannya di gandeng oleh Soni.
Di tengah menunggu makanan datang, Riana tidak menyangka akan bertemu dengan Risa di tempat itu.
Risa dengan perutnya yang besar itu sedang bersenda gurau dengan teman - temannya di meja sebelah Riana.
Saat mata mereka bertemu, Risa tersenyum sinis melihat Riana. Iqbal yang memperhatikan Riana ikut melihat ke arah yang Riana lihat.
Iqbal menghela nafas berat karena dia tahu akan terjadi sesuatu hal lagi disini jika Riana bertemu dengan Risa.
Risa terlihat berdiri setelah berpamitan ke teman - temannya. Dan dia menuju ke meja Riana. Tanpa tahu malunya Risa menyapa Riana.
"Hai Riana, lama tidak bertemu ya, kebetulan kita bertemu disini." ucap Risa.
"Oh hai Ris." ucap Riana datar.
"Wah kalian seperti keluarga yang bahagia ya, kamu beruntung ya Ri, menikah dengan duda anak satu, jadi mertuamu tidak akan menuntut kamu untuk punya anak lagi. Karena kamu kan gak bisa punya anak." ucap Risa.
Iqbal mengepalkan tangannya karena Istri yang di cintai di hina oleh wanita lain. Saat dia akan berbicara dia di hentikan oleh Riana. Riana menggelengkan kepalanya untuk tidak ikut campur dalam masalah ini.
"Iya lah aku beruntung banget, dapat paket komplit, suami yang sayang sama aku dan putri kecil yang cantik ini. Sebenarnya aku ini gak mandul loh, mungkin tuhan sayang sama aku, membuat aku tidak mengandung anak dari Damar, supaya aku bisa terlepas dari Damar yang tidak setia itu. Dan kamu bangga bisa hamil? Apa itu anak Damar? Video kamu sudah viral loh, kok bisa kamu masih berani keluar di tempat umum gini?" ucap Riana
"Apa kamu bilang? Anak yang aku kandung ini jelas anak Damar, kamu nya aja yang mandul selama tiga tahun menikah belum bisa punya anak." ucap Risa
"Sudahlah Ris, kamu jangan menggangguku lagi, kita ini sudah tidak punya urusan apa - apa lagi loh. Dan kamu sudah menganggu makan siangku yang berharga ini, silahkan kamu kembali ke tempatmu sebelum aku panggil sekuriti." ucap Riana tegas.
Orang - orang yang duduk di meja Riana sangat geram dengan Tingkah dari Risa. Diam - diam Iqbal membisikkan sesuatu ke telinga Soni.
"Son, kamu urus si Damar itu, turunkan jabatannya, aku tidak terima istriku di hina oleh istri damar." ucap Iqbal.
__ADS_1
"Baik pak." ucap Soni.
Karena kesal Risa kembali ke mejanya, dia masih menatap Riana dengan tatapan sinis nya.