
"Kamu!!! Kenapa kamu datang ke kamar ini?" Ucap Nova.
"Aku kangen sama kamu Nov, karena aku tahu kamu ada di sini jadi aku kesini saja." ucap Soni.
"Ish tapi ini kan kamar Riana, cepat sana pergi takut Riana dan Siska tahu." ucap Nova.
"Mereka tahu juga gak papa kok, kenapa kok kamu malah sembunyikan hubungan kita? Kamu malu punya kekasih aku ya?" ucap Soni.
"Ya enggaklah tapi kan nanti kita jadi bahan ledekan mereka jika mereka tahu hubungan kita." ucap Nova.
Dari arah dalam terdengar suara langkah Riana dan Siska, mereka menghampiri Nova karena merasa Nova terlalu lama membuka pintu.
"Siapa Nov yang datang." ucap Riana dari belakang punggung Nova.
Nova langsung terkejut karena tiba - tiba sahabatnya datang.
"Eh.. Itu ada pak Soni." ucap Nova gugup.
"Loh Soni, ada apa ya malam - malam ke kamarku? Apa ada masalah?" ucap Riana.
"Eh enggak kok Ri, anu.. Cuma ini." ucap Soni gugup juga.
Siska melihat Nova dan Soni sama - sama gugup jadi dia menarik kesimpulan.
"Kalian menjalin hubungan ya? Soni datang ke sini mau ketemu Nova? Hayo Lo ngaku kalian." ucap Siska.
Nova terkejut karena Siska dengan cepat bisa menarik kesimpulan seperti itu. Sedangkan Soni hanya senyum - senyum saja.
Riana yang melihat gelagat sahabatnya itu langsung mengerti jika mereka mempunyai hubungan spesial.
"Oh begitu ya, Son bawa saja Nova jalan - jalan sana, tapi pulangnya jangan terlalu malam ya." ucap Riana.
"Iya bawa aja Nova, sepertinya Soni kangen sama kamu Nov." ucap Siska sambil tergelak.
"Ish apaan sih kalian ini, seneng banget jahilin aku." ucap Nova Manyun.
"Sudah Ayo kita jalan - jalan sekitaran hotel ada tempat yang bagus loh. Mumpung Bu bos mengijinkan." ucap Soni.
__ADS_1
"Iya.. Iya.. Bentar aku ambil ponsel dan tas dulu." ucap Nova.
Kemudian Nova masuk ke dalam kamar untuk mengambil ponsel dan tasnya.
"Kalian beneran sepasang kekasih? Kapan jadiannya? Aku kok gak tahu ya." ucap Riana.
"Baru seminggu ini kok Bu bos, karena ada kerjaan bareng jadi ya gitu deh." ucap Soni malu - malu.
"Ya sudah tapi ingat loh Son jangan permainkan perasaan Nova, dia temanku. Awas aja sampai kamu sakiti Nova." ucap Riana.
"Siap Bu bos, doain saja Nova mau menikah dengan ku. Karena aku serius dengan hubungan ini." ucap Soni
"Sip kalau begitu." ucap Riana.
Dari arah dalam Nova sudah siap dengan membawa tasnya.
"Ri, Sis, aku pergi sebentar ya, jangan tidur dulu kalian loh ya, awas jangan gosipin aku loh ya." ucap Nova.
"Iya.. Iya.. Udah sana pergi itu ayang sudah nunggu dari tadi." ucap Siska.
Setelah Nova dan Soni pergi, Riana dan Siska melanjutkan menonton Drakor di Tivi sambil nyemil.
"Kita doain saja semoga mereka bisa segera menikah. Eh kita tidur saja yuk besok pagi - pagi kan mau di rias." ucap Riana
"Nova gimana? Tadi dia pesan supaya kita jangan tidur dulu." ucap Siska.
"Sudah nanti aku kirim pesan ke Soni supaya di bukakan kamar satu lagi buat Nova." ucap Riana.
"Oh ya sudah kita tidur saja, aku juga sudah mulai ngantuk nih." ucap Siska
Riana mematikan Tivi dan menaruh cemilan di meja. Dia merebahkan diri di ranjang, begitu juga dengan Siska.
Tanpa waktu lama, mereka berdua sudah berada di alam mimpi.
Sekitar jam 5 pagi Riana terbangun karena mendengar ada seseorang yang mengetuk pintu berulang kali.
Riana beranjak dari tidurnya dan membuka pintu untuk melihat siapa yang datang.
__ADS_1
Saat membuka pintu ternyata Tim MUA yang di sewa sudah datang, mereka datang pagi sekali karena acara akad di laksanakan di jam 10 pagi.
"Loh mba pagi banget, sini masuk. Aku tak mandi dulu ya, soalnya aku baru bangun." ucap Riana.
"Eh iya mbak santai saja, silahkan mandi dulu kita persiapan dulu saja sambil nunggu mbaknya mandi." ucap MUA nya.
Riana membangunkan Siska yang masih tertidur di ranjang.
"Sis bangun, tim MUA sudah datang kamu hubungi Nova ya supaya dia ke sini. Karena kalian berdua yang jadi pendampingku nanti." ucap Riana.
Siska yang masih setengah sadar mengambil ponselnya dan menghubungi Nova untuk segera ke kamar Riana.
Tim MUA menata make up dan kebaya yang akan di pakai oleh calon pengantin.
Saat Riana sudah selesai mandi Tim MUA segera melaksanakan tugasnya. Sedangkan Siska gantian mandi.
Tak berapa lama Nova datang ke kamar dengan pakaian yang Rapi. Dia di make up oleh assisten MUA nya. Nova dan Siska memakai pakaian yang sudah di siapkan oleh Riana.
Riana di make up untuk acara akadnya. Setelah dua jam Riana selesai di Make up. Riana terlihat sangat cantik setelah dia memakai Kebaya dan aksesorisnya.
"Wah mbak Riana cantik banget." ucap MUA
"Ah mbaknya bisa saja, ini karena make up mbak yang bagus jadi membuat aku cantik gini. Makasih ya mbak." ucap Riana.
"Ini memang tugas kami mbak." ucap MUA itu.
Siska dan Nova pun sudah selesai di rias,
Mereka bertiga sudah siap. Dari arah pintu ada seseorang yang mengetuk. Saat di buka oleh asisten MUA, ternyata orang dari WO.
Dia akan menjemput mempelai wanita karena akad nikah akan segera di mulai. Riana yang sudah siap pun berjalan di apit oleh Nova dan Siska.
Mereka memasuki ballroom Banyak pasang mata yang terpesona melihat kecantikan Riana. Tak terkecuali Iqbal, dia sampai tidak berkedip melihat Riana.
Nova dan Siska mengantar Riana sampai ke tempat akad. Kemudian mereka duduk di antara keluarga besar Riana dan Iqbal.
"Pah akhirnya Iqbal melepas gelar dudanya ya, Mama senang Iqbal mempunyai Istri seperti Riana." ucap Bu Kartika terharu.
__ADS_1
Pak Bagaskara hanya mengelus punggung istrinya itu.
Di ballroom semua orang merasa bahagia dengan pernikahan Riana dan Iqbal. Kecuali satu orang.